Prabowo Dikibuli Anies?
seword.com
Jun 23, 2018 6:18 AM

Memang susah menjadi orang yang kurang update alias kudet di tengah-tengah zaman yang sudah modern ini. Berbagai anggaran sudah bisa diakses lewat sistem yang transparan.
Tinggal datangi kementerian PUPR atau kementerian perhubungan untuk mencari data dan peluru mengkritik pemerintahan secara sehat. Eh ini masih saja ada orang tua yang salah dapat informasi dari anak muda, pemimpin generasi millennial di Jakarta. Haha.
Entah sudah berapa bawahannya yang berhasil membohongi Prabowo. Mau orang seperti Prabowo yang mudah dibohongi ini memimpin Indonesia? Itu sih pilihan Anda.
Mari kita simak statement yang diucapkan oleh Prabowo, mengenai mark-up anggaran LRT ini.
Coba bayangkan saja berapa mark up yang dilakukan pemerintah untuk 1 km pembangunan LRT. Jika 8 juta dolar itu saja udah mendapatkan untung, apalagi kalau 40 juta dolar…
Padahal material bangunan dibuatnya di Indonesia, tapi kenapa bisa mahal begitu ya. Seharusnya itu bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan gizi anak di Indonesia…
kata Prabowo saat sambutan dalam acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis (21/6/2018). Sumber bisa diambil di sini.
Lalu setelah ia mengucapkan itu, dan mengaitkan antara infrastruktur dan gizi yang sebenarnya tidak nyambung, pihak istana menjawab. Kementerian meminta data yang menjadi rujukan Prabowo dalam mengatakan hal itu.
Menteri perhubungan menjawab dengan nada sindiran yang begitu kocak dan lucu, dilakukan oleh Budi Karya Sumadi. Jawaban yang seperti tamparan telak kepada kubu Gerindra yang diwakilkan oleh Prabowo ini benar-benar telak. Bagaimana jawaban Budi Karya Sumadi?
Itu enggak benar. Sebaiknya sebagai orang yang pandai harus meneliti dulu masukan dari timnya, karena angka dugaan itu bukan angka yang benar," kata Menhub saat dihubungi detikFinance, Jumat (22/6/2018)Sumber bisa diakses di sini.
Akan tetapi, Prabowo masih tidak mau kalah. Karena kehidupannya, ia hanya mengenal kata menang. Bahkan saking sempitnya pemahaman tentang hidup yang hanya menang, ia sampai-sampai melakukan sujud syukur pada tahun 2014 dan diliput oleh TV One. Hahaha. Konyol bin ajaib. Kalau nama dengan bahasa Islandia nya, akan menjadi Konyol Ajaibsson.
Ia mengatakan bahwa ia memperoleh data dari Anies Baswedan, yang adalah bawahannya. Hahaha. Kalau bos itu memang tidak pernah salah. Di dalam perusahaan pada umumnya, jarang sekali kita mendengar bahwa ada kesalahan di pihak atasan. Selalu bawahan yang disalahkan jika ada cacat dalam data.
Hal ini tidak kita lihat di dalam diri pemimpin Ahok dan Jokowi. Kedua orang ini mengaku salah jika ada kesalahan. Kedua orang ini mulutnya begitu santai untuk meminta maaf. Mengapa mulutnya santai? Karena hatinya bersih. Jokowi dan Ahok bersih dari tekanan uang.
Mari kita simak ngeles-an Prabowo yang bawa-bawa nama Anies Baswedan.
Tadi dalam perjalanan di airport, wah ada LRT, kereta api. Ingat, kita tahu, tidak jelas bermanfaatnya untuk siapa. Saya tanya harganya berapa proyeknya. Rp 12,5 triliun. Luar biasa. Rp 12,5 triliun untuk sepanjang 24 km.
Saya diberi tahu oleh Gubernur DKI yang sekarang, saudara Anies Baswedan, dia menyampaikan kepada saya: Pak Prabowo, indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar
ujar Prabowo
Wakakakaka! Mau tahu jawaban Anies ketika ia dilabrak oleh wartawan? Siapkan kantong muntah ya. Sudah? Ya sudah. Begini jawabannya.
Menurut saya begini, tugas jurnalistik adalah melakukan verifikasi, melakukan validasi. Jadi saya malah anjurkan pada media, statement Pak Prabowo itu dijadikan pemantik. Anda tinggal buka data proyek LRT seluruh dunia dan Indonesia, dari situ malah dapat
Hoek! Salahkan jurnalis. Ya, Prabowo memiliki anak ideologis, yaitu Anies Baswedan. Keduanya seperti permulaan manusia yang ketika jatuh dalam dosa, saling menuding. Ketika manusia pertama jatuh dalam dosa, lelaki lempar ke perempuan, dan perempuan lempar ke ular. Ular lempar diri saja kalau begitu. Kasihan sekali si ular. Hahaha.
Untuk mengetengahkan hal ini. Ali Mochtar Ngabalin, sang penakluk ular menjawab dengan jelas…
Ini kan terkait dengan LRT kan hitung-hitungannya kan? Nanti diperhatikan dalam hitung-hitungannya bahwa dalam hitungan pemerintah terjadi penghematan sebanyak Rp 13 triliun
Ingat, ini proyek pertama Indonesia yang tidak sepenuhnya menggunakan APBN. Mungkin sekitar 20-an persen. Itu kan dibilang tidak efisien atau di-markup. Yang paling pertama harus dibutuhkan data-data apa yang dipakai
ujar tenaga ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin kepada detikcom, Jumat (22/6/2018) malam.
Selesai masalah, kalau semua sudah dijawab Ngabalin.
Begitulah mantap-mantap!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar