Rabu, 26 Desember 2018

SBY Subsidi BBM 1.300T dan Hangus

*Jokowi Beli Saham Freeport 57T dan Berkelanjutan, SBY Subsidi BBM 1.300T dan Hangus*

https://www.facebook.com/101433349930850/posts/2351223638285132/

Jokowi Beli Saham Freeport 57T dan Berkelanjutan, SBY Subsidi BBM 1.300T dan Hangus Ekonomi

Akuisisi saham mayoritas Freeport yang dilakukan oleh era Jokowi, di bumi pertiwi Indonesia ini menjadi sebuah hal yang dikritik oleh para genderuwo dan sontoloyo politik. Para genderuwo dan sontoloyo politik ini menakut-nakuti. Bahkan ada mantan artis seksi mengatakan bahwa pembelian Freeport adalah sia-sia. Ini bentuk penihilan hasil kerja Jokowi.

Tapi sadarkah kalian, bahwa SBY sudah membakar 1.300T hanya untuk subsidi BBM, yang tidak tahu ke mana. Era SBY adalah era paling boros. Asap kendaraan dan hutan dengan menteri Zulkifli juga gak jelas.

Subsidi 1.300 T dan tidak menjadi apa-apa. Tidak ada buahnya. Jadi asap saja. Berbeda dengan Jokowi. Beli 57T, dapat emas. Bagaimana logikanya? Yuk kita simak.

Di era SBY, 10 tahun 1.300 alias seribu tiga ratus triliun, menjadi asap begitu saja. Demi apa? Demi pencitraan murahan ala SBY. Selama ia berkuasa di Indonesia, 1.300 T uang rakyat dihambur-hamburkan dan dibakar begitu saja.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Indonesia semakin maju? Tidak.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, jalan tol makin panjang? Tidak terlalu.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Rocky Gerung bisa dapat gelar profesor? Dengkulmu Bahar.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Ferdinand Hutahaean bisa semakin cerdas? Aduh, perlu dijawab?

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Candi Hambalang bisa berubah menjadi gedung olahraga dan pusat pelatihan atlet Indonesia? Masih jauh.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, SBY semakin kaya? Nah ini bisa jadi.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Freeport bisa diakuisisi? Ah. SBY itu kan teman Amerika.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Anies bisa jadi gubernur bagus? Kecacatan program pemprov itu tidak ternilai.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, warga dapat kesejahteraan? Coba tanya ke orang Papua.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, harga minyak di Papua bisa 1 harga? Kali 10 saja masih kurang untuk biaya di Jakarta!

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, pemerataan pembangunan terjadi dengan baik? Coba tanya orang Miangas.

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, ekonomi Indonesia membaik? Memburuk malah!

Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, utang negara mulai dilunasi? Kayaknya malah nambah ya?

Jadi semua pertanyaan di atas itu, sebenarnya merupakan sebuah refleksi dari tiada bergunanya nilai 1.300 T itu untuk rakyat Indonesia.

SBY membakar 1.300T untuk subsidi BBM, tidak membuat Petral dibeli kembali, Blok Rokan direbut balik, Blok Mahakam dikuasai dan Freeport diakuisisi.

Penulis merasa bahwa apa yang dikerjakan oleh SBY selama kepemimpinannya, adalah sebuah kesalahan sejarah. Indonesia jatuh sakit di era SBY.

Maka keberadaan Jokowi adalah sebuah hal mutlak yang harus dipertahankan. Dengan mencabut subsidi BBM dan mengalhikan ke tempat lain,, Jokowi membuktikan bahwa Indonesia tetap bisa segar. Iklim perekonomian di Indonesia tetap menggairahkan.

Harga bahan pokok tetap terjangkau. Inflasi normal. Perekonomian stabil, cenderung naik. Pengangguran berkurang.

Justru Jokowi membuktikan bahwa dengan pengalihan subsidi BBM ke sektor-sektor yang jauh lebih penting, sangat memberikan dampak bagi kemajuan bangsa ini. Indonesia memang butuh Jokowi sampai setidaknya satu periode lagi.

Kalau Genderuwo memimpin, ia bahkan bisa saja akan mengembalikan Freeport ke Amerika. Ia akan menghancurkan Indonesia, dan membakar lagi Indonesia ke mezbah persembahan Tronald Dump dan Sencingping. Indonesia butuh Jokowi sekali lagi.

Kemajuan dan kelajuan perkembangan Indonesia, sudah terbukti. Nyaris ratusan bandara, bendungan, jembatan, ribuan KM jalanan dibangun di seluruh Indonesia sampai ke pelosok-pelosoknya. BBM tetap stabil. Semua pembangunan ini dilakukan Jokowi untuk pembangunan peradaban.

Jadi, 1.300T itu adalah nilai yang fantastis.

Bayangkan dalam 10 tahun, 1300 T, artinya 130 T dibakar per tahunnya secara rata-rata. Coba pencitraan murahan si mantan ini, dialihkan untuk pembangunan blok-blok minyak, jembatan, jalur tol, ini dan itu.

Jadi sekarang ini, Indonesia sudah terlambat 42 tahun. 10 tahun di era SBY, dan 32 tahun di era manusia yang tercatat paling korup di dunia oleh majalah terkemuka dunia.

Masih mau pilih mantunya?

Begitulah satu-satu.

#JokowiLagi

Jumat, 21 Desember 2018

Prabowo Tak Layak Jadi Presiden?

Prabowo Tak Layak Jadi Presiden?

warta ekonomi

Dec 18, 2018 11:10 AM

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengatakan negara ini bisa punah jika dirinya kalah di Pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily, menilai pernyataan Prabowo itu makin membuat rakyat yakin jika pasangan nomor urut 02, tersebut tak layak jadi presiden.

"Rakyat makin yakin bahwa memang tidak selayaknya Pak Prabowo menjadi Presiden RI jika yang disampaikan adalah hal-hal yang bersifat negatif," ujarnya di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Ace menambahkan, hingga saat ini Indonesia terkelola dengan baik sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa. Ia menyebut pernyataan-pernyataan Prabowo justru membuat Indonesia tak akan maju.

"Pak Prabowo selalu menyampaikan pernyataan yang justru membuat negara ini tidak akan maju dan tegak, jika yang disampaikan dirinya adalah narasi-narasi pesimisme," katanya.

Ia kemudian mencontohkan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi, sebut Ace, membangun infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Pak Jokowi dalam empat tahun ini telah mengarahkan kepemimpinannya ke arah itu. Pembangunan Infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, dan mengurangi ketimpangan sosial," jelasnya.

Pernyataan bahwa negara ini bakal punah disampaikan Prabowo dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra, Senin (17/12). Prabowo mengatakan jika keinginan rakyat untuk memiliki pemimpin baru tak terwujud, Indonesia bisa punah.

Karena itu, Prabowo menegaskan, dirinya dan Sandiaga Uno tidak boleh kalah di Pilpres 2019. Sebab, elite yang berkuasa di Indonesia selalu gagal menjalankan amanah rakyat dan membuat negara bisa punah.

SURAT TI INDUNG

SURAT TI INDUNG

Buat yg ngerti bhs sunda, indah sekaligus terharu,...

"Panggeuing keur hate anu tibra sare
tawis kasono ka Indung
anu tos dipundut kunu Gaduhna"

Anakiiing, anak Ema....
kiwari Ema geus nepi
ka lembur anu sabenerna,
lembur nu beda
jeung lembur urang baheula.....

Anakiiing, anak incu Ema.....
mun isuk-pageto
hidep sono hayang papanggih jeung Emma, tuluy hidep baralik ka lembur jiga baheula,
omat tong angkaribung barang bawa, sabab Ema
geus lain Ema nu baheula.... !
do'akeun wae Ema ku aranjeun... ayeuna Ema ngan butuh do'a ti aranjeun.....

Anakiiing, kamelang Ema...!
mun hidep nyaah ka Ema...., teu kudu bingung mulang tarima..., tapi cukup bejaan Ema:
yen hidep geus jadi jalma sholeh....,
geus jadi hamba Alloh ahli ibadah.....
bari salawasna terus ngadu’a sangkan aya dina ridlo ManteunNA

Anakiiing...,
mun hidep nyaah ka Ema...,
cukup bejaan Ema...:
yen hidep nyaah ka Ema...,
hidep teh akur jeung dulur...,
runtut-raut sauyunan.....
silih hargaan.....
silih elingan....
silih tulung silih bantu.....
gogonjakan jiga baheula.....!

Anakiiing...,
pang bejakeun ka anak incu Ema...,
yen Ema nyaah ka hidep....!
nyaah ku lucuna....,
nyaah ku belana....,
nyaah ku sumanget na....!

Bejakeun ka kulawarga hidep.....
Ema geus nepi ka nu dituju....,
Ema rek satia nungguan di dieu...,
di hareupeun panto surga....!

Anakiiing, anak-incu Ema.....
Ema hayang mere beja, nyambung beja anu baheula:
nu manfaat di dieu, di alam baka;
geuning lain harta, lain tahta, lain pangkat, lain jabatan,
tapi wungkul amal soleh waktu di dunya, nu dibungkus iman jeung taqwa....!

Ayeuna ku Ema geus karasa..., geus karasa...!
karasa endahna solat jeung puasa, karasa endahna zakat,
karasa endahna mikanyaah fakir-miskin, karasa endahna akur jeung dulur, bari heman ka tatangga..!

Anakiiing, anak-incu Ema...., Ema nitip :
* poma ulah takabur, tapi kudu loba syukur...
* ulah sasar tapi kudu loba istigfar...,
* ulah salah tapi kudu loba ibadah....,
 
Anakiiing....,
hampura Ema...,
Ema sono ka aranjeun kabeh...
meungpeung aya keneh di alam dunya
poma ulah tinggaleun sholat..., ngaji qur'an..., ulah poho ka fakir miskin...,
Nulung kanu butuh...,
Nalang kanu susah....
Ulah poho, du'akeun Ema tiap ba'da sholat...

Sakitu surat ti Ema....
Hampura Ema

MANGGA DI SHARE, SUPADOS SEUEUR
NU EMUT KUMAHA NYAAH NA Indung KA URANG SADAYANA😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

Kamis, 20 Desember 2018

Jangan Sedikit-sedikit Kriminalisasi Ulama

“Jangan Sedikit-sedikit Kriminalisasi Ulama, Padahal Ulamanya Sendiri Ternyata Melakukan Kriminal..."
Kamis, 20 Desember 2018 | 17:14 WIB
JAKARTA , KOMPAS. com — Ketua Setara Institute Hendardi sepakat dengan Presiden Joko Widodo bahwa kriminalisasi ulama hanyalah isu politik semata.
"Ada mesin politik yang bekerja memang. Ini kan dalam konteks politik, tahun politik. Jadi memang ada kepentingan politik dan kemudian memainkan di arena demi kepentingan mereka," ujar Hendardi saat dijumpai di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2018).
Hendardi sepakat bahwa apabila siapa pun terjerat persoalan hukum, maka yang bersangkutan, apa pun statusnya, memang tetap harus diproses secara hukum, bahkan termasuk seorang ulama.
"Jangan sedikit-sedikit orang bilang kriminalisasi ulama, kriminalisasi ulama. Sementara si ulama sendiri ternyata memang melakukan tindak kriminal. Apalagi, ada buktinya yang dia itu enggak bisa ingkar,” lanjut Hendardi.
Baca juga: 5 Fakta Penting Kasus Bahar Bin Smith, Korban Dianiaya Berjam-jam hingga Dijemput Paksa di Rumahnya
Ia mencontohkan kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Bahar bin Smith baru-baru ini. Ia melihat, kasus itu memang tindakan penganiayaan. Hal itu dilihat dari video yang beredar di media sosial.
"Ulamanya ternyata melakukan kriminal, melakukan penyiksaan, apalagi terhadap anak-anak di bawah umur. Jelas-jelas ada videonya. Dia enggak bisa ingkar, enggak bisa mungkir. Masak yang kayak begitu harus dilindungi?" ujar Hendardi.
Menurut Hendardi, sebaliknya justru pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sangat memperhatikan kelompok ulama. Hal itu terbukti dari Jokowi yang sering kali bersilaturahim dengan ulama, baik di Istana maupun di pondok pesantren.
Hendardi juga menjadikan aksi 212 sebagai contoh bagaimana sikap serta posisi pemerintah terhadap ulama. Mempersilakan massa dalam jumlah besar berkumpul untuk mengungkapkan ekspresinya tanpa adanya tindakan represif merupakan contoh bagaimana pemerintah menghormati kaum ulama.
Baca juga: Fadli Zon Ragu Sosok di Video Pemukulan yang Viral adalah Bahar bin Smith
Oleh sebab itu, Hendardi pun berharap masyarakat turut menyadarkan sesamanya agar tak ada lagi yang terpengaruh atas isu tersebut.
"Kita sesama masyarakat juga harus melakukan penyadaran bahwa itu enggak benar. Jangan masyarakat kita tingkat pendidikannya masih rendah, kemudian dibodoh-bodohi dengan hoaks, memersepsikan sesuatu secara keliru," ujar Hendardi.
Diberitakan, Jokowi sempat menyinggung isu bahwa pemerintah melakukan kriminalisasi ulama. Hal itu diungkapkan sebagai calon presiden nomor urut 01 di acara temu Relawan Bravo-5 di Putri Duyung Ancol, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).
"Bagaimana mungkin seperti itu? Calon wakil presiden kita ini adalah ulama yang paling atas benar, Kiai Ma'ruf Amin itu adalah Ketua MUI," ujar Jokowi.
Baca juga: Kasus Bahar bin Smith, KPAI Ingatkan Polri untuk Tak Kalah pada Tekanan Pihak Tertentu
Apabila kiai atau ulama Indonesia memang ada tersandung persoalan hukum, menurut Jokowi, memang sudah seharusnya ia berhadapan dengan hukum.
"Misalnya ada ulama yang terkena masalah hukum, ya harus berhadapan dengan hukum," ujar Jokowi.
"Wong gubernur saja kena masalah hukum, berhadapan dengan hukum kok. Menteri yang kena masalah hukum, ya dia berhadapan dengan hukum juga. Tapi kok enggak ada yang bilang itu kriminalisasi?" lanjut dia.
Menurut Jokowi, isu-isu tersebut sengaja dibuat untuk mendiskreditkan pemerintah. Tak penting apakah isu tersebut sesuai logika atau tidak, yang penting masyarakat terpengaruhi.
"Ini hal-hal yang enggak logis, tapi terus-terus diangkat dan rakyat di bawah itu yang informasinya tidak lengkap, bisa memercayai itu sebagai kebenaran. Kan itu yang bahaya," ujar Jokowi.

Selasa, 04 Desember 2018

Dialog Kyai & Pendeta Tentang Tahun Baru Masehi.

*Dialog Kyai & Pendeta Tentang Tahun Baru Masehi.*

Oleh :
KH. DR. Tb. Abdurrahman Anwar Al Bantany.
(Wakil Ketua Dewan Fatwa DPP Tarbiyah PERTI & Ketua Badan Nasab Kesultanan Banten / BNKB)

Pak Kyai :
Maaf Pak Pendeta, sebentar lagi 1 January Tahun Baru Masehi akan segera tiba, apa yang dilakukan oleh umat Kristen pada malam tahun baru 1 Januari tersebut?

Pendeta :
Kami di malam tahun baru tersebut tidak ada kegiatan yang istimewa, ya seperti biasa :
- Malam pkl 19.00 - 20.00 mengadakan kebaktian di Gereja masing² lalu pulang.
- Pagi pkl 07.00 -  09.00 ke Gereja kembali.
Itu saja kegiatan kami.

Pak Kyai :
Ooo, jadi itu saja ya gak ada aktifitas yang istimewa.

Pendeta : Iya itu saja.

Pak Kyai :
Apakah dari umat Kristiani tidak ada yang turun ke jalan untuk memeriahkan tahun baru anda?

Pendeta : Tidak ada.

Pak Kyai :
Kenapa mereka tidak turun ke jalan memeriahkan tahun barunya?

Pendeta :
Lah buat apa kami turun kejalan, tanpa kami turun ke jalan juga umat Islam sudah memeriahkan tahun baru kami koq.

Pak Kyai :
Maksudnya bagaimana?

Pendeta :
Iya kami tidak perlu turun ke jalan, karena kami sangat menghaturkan terimakasih kepada umat Islam yang telah memeriahkan & meramaikan Tahun Baru kami.
Coba Pak Kyai lihat saat tahun baru kami tiba ;
- Yang dagang petasan umat Islam, yang beli petasan umat Islam, yang bakar petasan umat Islam untuk merayakan Tahun Baru kami.

- Yang dagang terompet umat Islam, yang beli terompet umat Islam & yang meniup terompet umat Islam demi memeriahkan tahun baru kami.

- Yang dagang kembang api umat Islam, yang beli kembang api umat Islam & yang membakar kembang api umat Islam untuk memeriahkan tahun baru kami.

Umat Islam ber-bondong² ke :
- Ancol,
- TMII,
-Puncak & tempat tempat hiburan, jalan² penuh & macet dalam rangka memeriahkan tahun baru kami.

Jadi buat apa kami turun ke jalan memeriahkan tahun baru kami, tanpa kami turun kejalan umat Islam sudah turun ke jalan memeriahkan tahun baru kami. Terimakasih Pak Kyai, sampaikan kepada umat Islam yang telah turut serta memeriahkan tahun baru kami.

Pak Kyai :
Ooo gitu ya, iya nanti kami sampaikan ke umat Islam bahwa orang² kristen sangat berterimaksih kepada umat Islam yang telah meramaikan Tahun Baru Masehi 1 Januari.
_________________________
Coba kita renungkan dialog antara Kyai & Pendeta tersebut, apakah kita umat Islam dari tahun ke tahun akan terus²an meramaikan & memeriahkan Tahun Baru  tersebut, padahal orang kristen tidak ada yang turun ke jalan ??!!.....
Apakah ini akan terus dan kita tau trus hanya berdiam???
Mari....paling tidak dilingkungan keluarga kita utk tidak merayakan nya.
SEMOGA BERMANFAAT

*MANGGA ANAK, CUCU & PALAWARGI ANU SAIMAN WARTOSAN*

😭😭😭😭😭😭😭😭😭 *MUGI DISADARKEUN*

Salah Ucap Nama Rasulullah, Prabowo Diolok-olok Warganet

Salah Ucap Nama Rasulullah, Prabowo Diolok-olok Warganet

rmoljakarta.com

Dec 4, 2018 11:33 AM

Prabowo Subianto/Net

RMOLJakarta.Pasca Reuni Akbar 212 yang dihadiri jutaan peserta, warganet dihebohkan dengan sebuah potongan video saat Capres nomor 02, Prabowo Subianto salah mengucapkan Rasulullah Sallaallahu Alaihi Wassalam beredar di media sosial.

Video berdurasi 1 menit 16 detik tersebut diunggah pemilik akun Facebook bernama Asian Culture. Video tersebut menggambarkan Prabowo yang tengah berpidato saat Reuni Akbar 212 di Monas pada Minggu (2/12) lalu.

Prabowo tak bisa sebut nama Nabi Muhammad SAW dalam kampanye Capres 02 berkedok Reuni 212: Mau sebutin Rasulullah SAW, tapi kok jadi begini: Rasulullah hulaihi ” ??? Astaghfirullahaladzim, Ya Allah, lindungilah hambaMu dari godaan setan dan kampanye berselubung agama ini,” tulis akun Asian Culture dalam videonya.

Sejak diposting Senin (3/12), tercatat sudah lebih dari 5.000 komentar di akun Asian Culture. Mayoritas komentar mengolok-olok Prabowo yang tidak bisa mengucapkan nama Rasulullah.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan ucapan Prabowo tersebut hanyalah keseleo.

"Namanya juga keseleo ya manusia itu kan tempat salah dan khilaf,” kata Andre, Selasa (4/12).

Andre lalu balik menyebut Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga pernah salah mengucap ‘Sallaallahu alai wassallam’ saat menerima gelar doktor kehormatan atau honoris causa di Universitas Negeri Padang.

"Bukan hanya Pak Prabowo yang khilaf gitu ya kan, ada yang khilaf dalam membaca itu. Bu Mega saja dulu waktu dapat doktor honoris causa di Universitas Negeri Padang itu juga pernah keseleo juga. Tahun 2017 kalau tidak salah juga dalam menyebutkan ‘sallaallahu alaihi wasallam’ juga, tidak ada masalah namanya juga manusia,” ungkap Andre.

Andre juga menyinggung soal pengucapan Al-Fatihah Presiden Joko Widodo. Dia menilai pengucapan Al fatihah itu lebih gampang daripada ‘sallallahu alaihi wasallam’.

Sama juga Pak Jokowi bilang Al Fatekah, kalau ‘sallallaahu alaihi wasallam’ agak berat lagi spellingnya kalau Al Fatihah kan lebih gampang,” ujar Andre.(dod)

Senin, 03 Desember 2018

Apa jadinya seandainya orang Cina dahulu tidak masuk ke Indonesia..?

Indonesia sebelum merdeka, pendatang dari negara Cina sudah banyak yg masuk. Malah di zaman Belanda, Cina dijadikan kasta ke 2 setelah orang Belanda...sementara Rakyat Indonesia oleh Pemerintah Belanda di jadikan kasta terendah...dan tak berdaya, karena telah ditempa menjadi orang kecil selama 350 thn lamanya. Dijajah selama 3 abad. Bukan waktu yg sebentar... Itu turun temurun berapa generasi. Rakyat Indonesia di batasi dalam bersekolah, supaya tetap menjadi abdi dalem, pembantu buat mereka... Bersambung

Minggu, 02 Desember 2018

Masuknya paham baru di masyarakat

RMasuknya agama Islam di Indonesia itu prosesnya sangat halus dan sabar, tanpa itu mustahil ajaran atau paham, keyakinan yg sudah tertanam dalam-dalam di masyarakat akan menerimanya.
Makanya para Wali memasukkan unsur agama sedikit demi sedikit di acara hiburan masyarakat, seperti Wayang Kulit, dll... Memasukkan paham yg berbeda dan masuk akal yg tanpa disadari oleh pemirsa... Shg makin lama makin banyak informasi yg terserap oleh sebagian masyarakat.

Agama yg dianut oleh masyarakat pribumi di Indonesia saat itu adalah paham Hindu dan Budha. Sehingga saat masuknya Islam pun harus masuk sebagai paham yg tidak terlalu kentara, namun pasti pergerakannya.. Sehingga lama kelamaan campur antara Islam, hindu dan adat istiadat. Maka lahirlah kepercayaan, yg kita kenal sebagai aliran kejawen... Banyak tradisi Islam yg tercampur dgn itu, contohnya, tahlil, peringatan 7 hari, 40 harinya, setahun, mendak dst...dan banyak lagi tradisi Islam yg  bernuansa kejawen, atau Hindu.. Tak bisa menyalahkan mereka... Karena makin kesini agama Islam makin kuat ajarannya.. Sehingga banyak tercipta kelompok-kelompok dari Islam sendiri, ada NU, Muhammadiah, Persis dll..

Islam semakin kesini semakin berkembang sangat pesat. Sehingga masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam.  Masyarakat dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran agama Islam dari Al Qur'an dan hadist ada yg rendah, sedang, serius dan sangat serius...
Orang yg serius dan yg sangat serius menyerap banyak ilmu agama dan bermaksud memberi tahu ajaran agama Islam yg sebenarnya kepada orang lain, yaitu orang Islam itu seharusnya begini dan begitu.. Maka ada beberapa istilah yg ngetop belakangan ini, salah satu contohnya adalah bid'ah.

Segala sesuatu ada prosesnya, ada sejarahnya. Terbentuknya apapun itu ya spt itu, tidak ujug-ujug jadi. Tidak serta merta terbentuk. Kadangkala kita lupa sejarah, atau tidak tahu sejarah, karena kita blm lahir, atau saat ini baru mempelajari sejarah, sehingga tidak kumplit dalam memahami suatu peristiwa.. Makin mempelajari ilmu, makin banyak yg kita tidak tahu.. Makin mempelajari peristiwa, semestinya kita semakin memperluas wawasan, informasi dari manapun kita pelajari, agar tidak salah dalam mengambil kesimpulan.

Habib Umar Sebut Reuni Akbar 212 Bertentangan dengan Nilai Islam

Habib Umar Sebut Reuni Akbar 212 Bertentangan dengan Nilai Islam

indopos

Nov 29, 2018 9:51 PM

INDOPOS.CO.ID - Rencana kegiatan Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12), mendapat beragapan tanggapan. 

Tak sekadar positif, namun ada pula yang menyayangkan aksi itu. Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dari Majelis Al-Muwasholah Bain Ulama Al-Muslimin di antaranya. Pria yang akrab disapa Habib Umar tidak setuju terhadap Reuni Akbar 212. 

Menurut Habib Umar, Reuni Akbar itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam sekaligus memprovokasi umat. “Berkenaan negeri ini, saya harap selalu damai. Jaga persaudaraan, nikmat persatuan ini harus dijaga. Stop dan cukup kedengkian,” jelas Habib Umar kepada indopos.co.id, Kamis (29/11). 

Habib Umar mengimbau umat Islam di tanah air untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT dalam memandang segala sesuatu. “Hendaknya tidak tergesa-gesa terhadap apa yang tampak dari kejadian-kejadian secara dhahir saja. Tujuannya agar tidak terjerumus kedalam kehancuran dan keburukan sebagaimana  telah terjadi hal tersebut atas orang dan bangsa lain,” kata dia.

Menurut dia, gerakan dan pemberontakan yang mengatasnamakan agama, lanjut Habib Umar, akan mengakibatkan kehancuran umat dan juga merusak persatuan umat dan kesatuannya.

“Bahkan berakibat pada sedikit maupun banyak hancurnya tradisi-tradisi umat, menghancurkan kesejahteraannya, kekuatannya, terjadinya pertumpahan darah, rusaknya kehormatan, hilangnya harta benda, dan kerusakan-kerusakan yang sangat besar sebagaimana sudah terlihat dan begitu nyata di hadapan kita,” jelas ulama besar dari Kota Trim, Hadramaut, Yaman itu.  (ash)

Keras! Habib Bahar Bin Smith Orasi di Panggung Reuni 212, “Ulama Ditembak Presidennya Kabur”

Keras! Habib Bahar Bin Smith Orasi di Panggung Reuni 212, “Ulama Ditembak Presidennya Kabur”

pojok satu

Dec 2, 2018 8:30 AM

Habib Bahar bin Smith (rambut gondrong)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith alias Habib Bahar bin Smith berorasi di panggung Reuni 212 di Monas Jakarta, Minggu (2/12/2018).

Dalam orasinya, Habib Bahar bin Smith menegaskan bahwa umat Islam Indonesia, ormas-ormas Islam Indonesia, pemuda-pemudi Islam Indonesia, para santri Indonesia bersumpah dan berjanji tidak akan mengkhianati Pancasila dan UUD 1945.

“Kami bersumpah, kami tidak akan pernah mengkhianati Indonesia, mengkhianati Pancasila, mengkhianati UUD 1945, mengkhianati merah putih,” tegas Habib Bahar dengan suara lantang.

Kendati demikian, penceramah yang dijuluki the next Habib Rizieq itu menyatakan, umat Islam tidak akan diam selama masih ada pengkhianat bangsa dan pemimpin zalim.

Pendiri sekaligus pemimpin Majelis Pembela Rasulullah itu menegaskan, umat Islam rela mati demi melawan pengkhianat bangsa.

Habib Bahar bin Smith juga mengklarifikasi video ceramahnya yang diduga berisi ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi hingga berbuntut pelaporan ke polisi.

Habib Bahar bin Smith tak menampik jika dirinya pernah menyatakan presiden banci. Namun pernyataan itu dia sampaikan saat aksi 411 pada tahun 2016 lalu, bukan disampaikan dalam acara maulid seperti yang dituduhkan banyak orang.

“Kenapa saya katakan presiden banci? Makanya, kalau nonton isi ceramah, yang utuh, bukan dipotong-potong,” katanya.

Dikatakan Habib Bahar, dia menyebut presiden banci berdasarkan apa yang terjadi saat aksi 411. Saat itu para ulama ditembak gas air mata.

“Ketika 411, aksi 411, jutaan orang Islam, ribuan ulama, berkumpul di depan Istana menemuinya. Justru para ulama ditembak gas air mata, presidennya kabur dan lari,” tambah Habib Bahar.

Habib Bahar kembali menegaskan bahwa dia tidak akan meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Dia lebih memilih membusuk di dalam penjara daripada harus meminta maaf.

Jika Habib Bahar ditangkap dan ditahan polisi karena ucapannya itu, dia meminta kepada peserta untuk berjanji melanjutkan perjuangan membela Islam.

“Jikalau dalam beberapa hari ke depan, beberapa minggu ke depan, saya ditangkap karena membela rakyat yang susah, kalau saya ditangkap, dipenjara, berjanjilah kalian, jangan pernah kalian padamkan api perjuangan,” tandas Habib Bahar.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid dan Jokowi Mania (Jo-Man) melaporkan Habib Bahar ke polisi lantaran diduga menghina Presiden Jokowi melalui ceramahnya.

Di dalam cideo ceramahnya, Habib Habib Bahar tampak ceramah di depan para jamaah. Dia menyuruh jamaah membuka celana Jokowi.

“Kalau kamu ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu,” ucap Habib Bahar bin Smit dalam video tersebut.

Selain itu, Habib Bahar bin Smith juga menyampaikan bahwa jamaah yang memilih Jokowi sebagai presiden pada 2014 lalu harus bertanggung jawab dunia akhirat.

“Kalau ada kamu di sini yang kemarin pilih dia (Jokowi) tanggung jawab dunia akhirat kamu. Tukang meubel kamu pilih jadi presiden, begitu jadinya tuh,” tambahnya.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid mengatakan, ucapan Habib Bahar bin Smith sudah sangat kelewatan.

“Ucapan itu mengerikan sekali, kepada kepala negara. Kita harus lihat Pak Jokowi sebagai presiden, kepala negara dan kepala pemerintahan, jangan hanya pada pribadi,” kata Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya, Rabu (27/11/2018).

Fadli: Di Jam Sama, TV One Siarkan 212, Sedangkan Metro TV Tidak, Tanya Mengapa

Fadli: Di Jam Sama, TV One Siarkan 212, Sedangkan Metro TV Tidak, Tanya Mengapa

akurat.co

Dec 2, 2018 3:06 PM

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/10) | AKURAT.CO/Khalishah Salsabila

AKURAT.CO Pagi tadi, politikus Partai Gerindra membuat cuitan usil. Dia membandingkan dengan , pada jam yang sama, pagi tadi, tvOne menyiarkan aksi bernama reuni 212 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, secara live. Sedangkan, MetroTV disebutnya tidak memberitakan kegiatan itu.

‏"Di jam yang sama, @tvOneNews menyiarkan Reuni Aksi Damai 212 dmn peserta aksi sudah padati pelataran Monas, tapi @Metro_TV tidak memberitakannya. Tanya mengapa," kata melalui akun Twitter @fadlizon.

Reuni aksi 212 dihadiri oleh para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, seperti Amien Rais, Anies Baswedan, Hidayat Nur Wahid, , Fahri Hamzah, bahkan Prabowo Subianto sendiri hadir dan menyampaikan sambutan di tengah massa yang hadir di Monumen Nasional. Pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab yang sudah lama berada di Mekkah juga menyampaikan pesan-pesan lewat video.

Belum diketahui secara jelas apakah cuitan masih ada kaitan dengan kasus badan pemenangan nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno atau tidak.

Sebelumnya, diboikot oleh tim badan pemenangan nasional Prabowo. ketika itu sampai mengharapkan kasus boikot ini menjadi refleksi, baik yang memboikot maupun yang diboikot.

"Menurut saya ini kedua belah pihak, baik yang diboikot maupun yang memboikot harus saling refleksi," ujar Yosep Adi Prasetyo dari .

Yosep mengatakan untuk MetroTV perlu merefleksikan alasan kenapa sampai diboikot, apakah gara-gara berita coverbothside atau cenderung menguntungkan salah satu pasangan calon presiden. Sedangkan untuk kubu Prabowo,  harus merefleksikan bahwa menghalang-halangi media massa untuk mendapat informasi dapat kena sanksi pidana.

"Yang kedua kita ingatkan kepada pemboikot bahwa kalau menghalang-halangi kerja wartawan untuk mendapatkan informasi, bukan hanya merugikan, tetapi Pasal 18 UU 40/1999 tentang Pers mengatakan ada ancaman pidana untuk menghalangi kerja wartawan," kata dia.

Pada pemilu 2014 silam, hubungan Prabowo Subianto dengan sejumlah jurnalis televisi, termasuk (pemiliknya Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh) juga kurang baik. Menurut laporan Detik, pada Rabu (9/7/2014) di rumahnya, Hambalang, Bogor, sekitar pukul 12.15 WIB, Prabowo Subianto marah besar. Sebabnya pemberitaan yang dia anggap sering menyudutkan. Waktu itu, Prabowo baru saja usai melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara. []

Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong’ Terdengar di Monas

Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong’ Terdengar di Monas

rmoljakarta.com

Dec 2, 2018 3:59 PM

Reuni Akbar 212/Ist

RMOLJakarta.Alasan tak diundangnya Presiden Joko Widodo alias Jokowi menghadiri Reuni Akbar 212 di Silang Monas, Jakarta Pusat, bisa jadi karena akan diputarnya lagu berjudul ‘Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong’

Lagu sarat makna itu diperdengarkan sesaat Imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab selesai berceramah langsung dari Kota Mekkah, Saudi Arabia, Minggu (2/12).

Lagu ini berisi ajakan mengganti presiden yang disebut suka bohong.

Padahal Bawaslu RI telah melarang Reuni Akbar 212 dipakai untuk kampanye ataupun melakukan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap capres-cawapres 2019.

Seperti diperdengarkan di Monas,  lagu ini dinyanyikan oleh suara wanita dan suara pria di bagian tengah hingga ujung lagu.

"Rakyat dibohongi, janji diingkari, ulama dizalimi, amanat dikhianati. Rakyat dibohongi, janji diingkari, ulama dizalimi, amanat dikhianati,” demikian lirik lagu yang terdengar di lokasi.

Namun tak disebut siapa pencipta lagu ini dan siapa nama penyanyinya.

Berikut ini lirik lagunya:

Rakyat dibohongi, janji diingkari, ulama dizalimi, amanat dikhianati Rakyat dibohongi, janji diingkari, ulama dizalimi, amanat dikhianati Soal kecil, bohong, soal besar, bohong, semua janji, bohong, dia si raja bohong Soal kecil, bohong, soal besar, bohong, semua janji, bohong, dia si raja bohong

2019, ganti presiden yang tidak cerdas. 2019, ganti presiden yang tidak jelas 2019, ganti presiden yang tidak cerdas. 2019, ganti presiden yang tidak jelas

astaghfirullah, astaghfirullah, punya presiden si tukang bohong astaghfirullah, astaghfirullah, punya presiden si raja bohong astaghfirullah, astaghfirullah, punya presiden si tukang bohong astaghfirullah, astaghfirullah, punya presiden si raja bohong.(dod)

Sabtu, 01 Desember 2018

Kedatangan Prabowo di atas panggung langsung disambut oleh massa aksi Reuni Akbar 212 di Monas.

Kedatangan Prabowo di atas panggung langsung disambut oleh massa aksi Reuni Akbar 212 di Monas.

Aksi reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12).

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prbowo Subianto sudah hadir di acara Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018) pagi. Ribuan umat Islam yang mayoritas mengenakan pakaian putih langsung antusias menyambut Capres pasangan Sandiaga Uno di Pemilu 2019 itu.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, Prabowo tiba di Monas sekira pukul 7.30 WIB. Kedatangan Prabowo di atas panggung langsung disambut oleh peserta aksi.

Saat Ketua Umum Partai Gerindra itu memasuki panggung acara, peserta reuni terus berulang kali meneriakkan nama Prabowo. Tak sedikit pula massa menyerukan takbir setelah menyerukan nama Prabowo.

"Alhamdulillah Bapak Prabowo Subianto telah tiba bersama kita," ujar salah satu pembawa acara.

Mendengar hal itu, para peserta aksi pun sontak menyerukan nama Prabowo berulang kali. Nama Prabowo terdengar menggema di seluruh penjuru Monas.

"Prabowo! Prabowo! Prabowo! Allahuakbar," Teriak massa aksi 212.

Usai menyambut kedatangan Prabowo, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat Al Quran.

Selain itu, banyak juga massa yang berteriak 2019 ganti presiden.

"Prabowo, ganti presiden!," kata sebagian peserta aksi.