Sabtu, 24 Agustus 2019

Senam Lidah

*KISAH NYATA*
♻♻♻♻♻
♻♻♻♻♻

*"BERITA BAIK buat Org Diatas 50 th
*Klo msh muda tlg sampai kan ke ortu qta...*

*Aku adalah seorang yang sudah tua.*
*Di usia seperti aku ini, pasti banyak menyandang sakit-penyakit, tapi yang paling menguatir kan aku adalah terkena penyakit Alzeimer (kehilangan ingatan).*

*Bukan saja tidak bisa mengatur/merawat diri, bahkan merepotkan n menyusahkan sanak keluarga.*

*Suatu hari, anakku pulang ke rumah, memberitahu aku (bahwa ia mempunyai teman seorang dokter, mengajarinya satu seri gerakan SENAM LIDAH. Senam lidah tidak cuma bisa mencegah Alzeimer, juga bisa menurunkan / memperbaiki:*

*1--Berat Badan*
*2--Hypertansi*
*3--Penyumbatan*
*Pembuluh Darah Otak*
*4--Asthma*
*5--Rabun jauh*
*6--Telinga mendengung*
*7--Infeksi Tenggorokan*
*8--Infeksi Pundak*
*9--Insomia (sulit tidur ), dll.*

*Anakku mengajariku, gerakannya sangat mudah, cukup dengan setiap pagi setelah membasuh muka di depan cermin,*
*1--JULURKAN LIDAH n MENARIK KEMBALI sebanyak 10x,*

*Selanjutnya*
*2--JULURKAN LIDAH, lalu gerakan ke kanan n ke kiri sebanyak 10x,*

*Hanya itu saja...*

*Sejak itu aku melakukan senam lidah setiap hari, terus-menerus, lebih dari setahun n membuahkan hasil yang baik, tidak hanya otak menjadi lebih jernih dan segar, ttpi :*

*1--Rabun Jauh, Kepala suka Pusing juga hilang n juga memperbaiki Problem Pencernaan*

*2--Tidak Mudah Pilek, dll*
*Yang selama ini aku derita, semuanya menjadi lebih meringankan...*
*Badan menjadi lebih gesit n lincah.*

*CATATAN REDAKSI :*

*Senam Lidah mencegah Alzheimer ada dasar nya*,

*Dari penelitian Ilmu Ke dokteran, syaraf lidah berhubungan dengan Otak Besar.*
*Saat badan kita menjadi tua dan lemah,*
*Tanda² yang muncul terlebih dahulu adalah lidah menjadi kaku n kadang lidah suka tergigit sendiri.*

*Maka, sering menggerakan lidah dengan Senam Lidah, akan*
*Men"Stimulasi" ( memberi kejutan positive ke ) Otak Besar,*

*2--Mencegah Otak Mengecil*

*3--Mencapai tujuan menyehatkan Tubuh kita.*

*Kami sarankan kepada semua teman² kami yang sudah Lanjut Usia maupun yang masih muda agar dengan rutin setiap hari melakukan senam lidah*.

_*Senam Lidah ketepatan Hasilnya 95%....100%*_

*Alangkah Bahagianya Kita bisa berbagi kepada banyak orang.*

*Senam lidah juga bermanfaat utk mengetahui gejala "stroke/pian sui".*

_*Kalau lidah sulit utk dijulurkan, atau digerakan ke kiri/kanan; itu berarti ada gejala stroke ringan.*_

_*Lebih baik lagi dibarengi dengan menarik kuping kiri/kanan*._

*Selamat mencoba*
*Salam sehat selalu...!!*

*SEMOGA BERMANFAAT*

*TOLONG SEBAR LUASKAN KEPADA PARA KERABAT DAN SAHABAT*
*SEMOGA JADI BERKAH UTK SESAMA...*

*"Info dri group FOKOMA UGM & RS SARJITO Jogja"*

Gus Dur

Gus dur

Gus Dur oh.. Gus Dur... kenapa baru kubaca sekarang

*KISAH SEORANG BERNAMA GUS DUR (Allahyarham) PERCAYA ATAU TIDAK? TERSERAH, Namun selalu ada hikmah disetiap kisah...simak kisah berikut...*

*** *** ***
Di akhir tahun 1998 Gus Dur rawuh (datang) di Wonosobo. Saat itu sedang ramainya era reformasi, beberapa bulan setelah Pak Harto jatuh. Dan ini terjadi beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi orang nomer satu di Negeri ini. Beliau masih menjabat sebagai Ketua PBNU.

Bertempat di Gedung PCNU Wonosobo, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan pengurus NU dari Wonosobo, Banjarnegara, Pubalingga, Kebumen, Temanggung dan Magelang. Tentu saja semua kiai ingin tahu pendapat Gus Dur tentang situasi politik terbaru. Penulis hadir di situ walaupun bukan kiai, dan duduk persis di depan Gus Dur. Penulis lah yang menuntun Gus Dur menaiki Lantai 2 PCNU Wonosobo.

“Pripun Gus situasi politik terbaru?” tanya seorang kiai.

“Orde Baru tumbang, tapi Negeri ini sakit keras.” kata Gus Dur.

“Kok bisa Gus?”

“Ya bisa, wong yang menumbangkan Orde Baru pakainya emosi dan ambisi tanpa perencanaan yang jelas. Setelah tumbang mereka bingung mau apa, sehingga arah reformasi gak genah. Bahkan Negeri ini di ambang kehancuran, di ambang perang saudara. Arah politik Negeri ini sedang menggiring Negeri ini ke pinggir jurang kehancuran dan separatisme. Lihat saja, baru berapa bulan Orde Reformasi berjalan, kita sudah kehilangan propinsi ke-27 kita, yaitu Timor Timur.” kata Gus Dur.

Kiai tersebut sebagaimana biasa, kalau belum mulai bicara. Pak Habibi, kita semua akan merasa kasihan dengan sikap Gus Dur yang datar dan seperti capek sekali dan seperti aras-arasen bicara. Tapi kalau sudah mulai, luar biasa memikat dan ruangan jadi sepi kayak kuburan, tak ada bunyi apapun selain pangendikan Gus Dur.

Seorang kiai penasaran dengan calon presiden devinitif pengganti Pak Habibi yang hanya menjabat sementara sampai sidang MPR. Ia bertanya: “Gus, terus siapa yang paling pas jadi Presiden nanti Gus?”

“Ya saya, hehehe…” kata Gus Dur datar.

Semua orang kaget dan menyangka Gus Dur guyon seperti biasanya yang memang suka guyon.

“Yang bisa jadi presiden di masa seperti ini ya hanya saya kalau Indonesia gak pingin hancur. Dan saya sudah dikabari kalau-kalau saya mau jadi presidan walau sebentar hehehe...” kata Gus Dur mantab.

“Siapa yang ngabari dan yang nyuruh Gus?” tanya seorang kiai.

“Gak usah tahu. Orang NU tugasnya yakin saja bahwa nanti presidennya pasti dari NU,” kata Gus Dur masih datar seperti guyon.

Orang yang hadir di ruangan itu bingung antara yakin dan tidak yakin mengingat kondisi fisik Gus Dur yang demikian. Ditambah lagi masih ada stok orang yang secara fisik lebih sehat dan berambisi jadi presiden, yaitu Amin Rais dan Megawati. Tapi tidak ada yang berani mengejar pertanyaan tentang presiden RI.

Kemudian Gus Dur menyambung: “Indonesia dalam masa menuju kehancuran. Separatisme sangat membahayakan. Bukan separatismenya yang membahayakan, tapi yang memback up di belakangnya. Negara-negara Barat ingin Indonesia hancur menjadi Indonesia Serikat, maka mereka melatih para pemberontak, membiayai untuk kemudian meminta merdeka seperti Timor Timur yang dimotori Australia.”

Sejenak sang Kiai tertegun. Dan sambil membenarkan letak kacamatanya ia melanjutkan: “Tidak ada orang kita yang sadar bahaya ini. Mereka hanya pada ingin menguasai Negeri ini saja tanpa perduli apakah Negeri ini cerai-berai atau tidak. Maka saya harus jadi presiden, agar bisa memutus mata rantai konspirasi pecah-belah Indonesia. Saya tahu betul mata rantai konspirasi itu. RMS dibantu berapa Negara, Irian Barat siapa yang back up, GAM siapa yang ngojok-ojoki, dan saya dengar beberapa propinsi sudah siap mengajukan memorandum. Ini sangat berbahaya.”

Kemudiaan ia menarik nafas panjang dan melanjutkan: “Saya mau jadi presiden. Tetapi peran saya bukan sebagai pemadam api. Saya akan jadi pencegah kebakaran dan bukan pemadam kebakaran. Kalau saya jadi pemadam setelah api membakar Negeri ini, maka pasti sudah banyak korban. Akan makin sulit. Tapi kalau jadi pencegah kebakaran, hampir pasti gak akan ada orang yang menghargainya. Maka, mungkin kalaupun jadi presiden saya gak akan lama, karena mereka akan salah memahami langakah saya.”

Seakan mengerti raut wajah bingung para kiai yang menyimak, Gus Dur pun kembali selorohkan pemikirannya. “Jelasnya begini, tak kasih gambaran,” kata Gus Dur menegaskan setelah melihat semua hadirin tidak mudeng dan agak bingung dengan tamsil Gus Dur.

“Begini, suara langit mengatakan bahwa sebuah rumah akan terbakar. Ada dua pilihan, kalau mau jadi pahlawan maka biarkan rumah ini terbakar dulu lalu datang membawa pemadam. Maka semua orang akan menganggap kita pahlawan. Tapi sayang sudah terlanjur gosong dan mungkin banyak yang mati, juga rumahnya sudah jadi jelek. Kita jadi pahlawan pemyelamat yang dielu-elukan.”

Kemudian lanjutnya: “Kedua, preventif. Suara langit sama, rumah itu mau terbakar. Penyebabnya tentu saja api. Ndilalah jam sekian akan ada orang naruh jerigen bensin di sebuah tempat. Ndilalah angin membawa sampah dan ranggas ke tempat itu. Ndilallah pada jam tertentu akan ada orang lewat situ. Ndilalah dia rokoknya habis pas dekat rumah itu. Ndilalalah dia tangan kanannya yang lega. Terus membuang puntung rokok ke arah kanan dimana ada tumpukan sampah kering.”

Lalu ia sedikit memajukan duduknya, sambil menukas: “Lalu ceritanya kalau dirangkai jadi begini; ada orang lewat dekat rumah, lalu membuang puntung rokok, puntung rokok kena angin sehingga menyalakan sampah kering, api di sampah kering membesar lalu menyambar jerigen bensin yang baru tadi ditaruh di situ dan terbakarlah rumah itu.”

“Suara langit ini hampir bisa dibilang pasti, tapi semua ada sebab-musabab. Kalau sebab di cegah maka musabab tidak akan terjadi. Kalau seseorang melihat rumah terbakar lalu ambil ember dan air lalu disiram sehingga tidak meluas maka dia akan jadi pahlawan. Tapi kalau seorang yang waskito, yang tahu akan sebab-musabab, dia akan menghadang orang yang mau menaruh jerigen bensin, atau menghadang orang yang merokok agar tidak lewat situ, atau gak buang puntung rokok di situ sehingga sababun kebakaran tidak terjadi.”

Sejenak semua jamaah mangguk-mangguk. Kemudian Gus Dur melanjutkan: “Tapi nanti yang terjadi adalah, orang yang membawa jerigen akan marah ketika kita cegah dia naruh jerigen bensin di situ: “Apa urusan kamu, ini rumahku, bebas dong aku naruh di mana?” Pasti itu yang akan dikatakan orang itu.”

“Lalu misal ia memilih menghadang orang yang mau buang puntung rokok agar gak usah lewat situ, Kita bilang: “Mas, tolong jangan lewat sini dan jangan merokok. Karena nanti Panjenengan akan menjadi penyebab kebakaran rumah itu.” Apa kata dia: “Dasar orang gila, apa hubungannya aku merokok dengan rumah terbakar? Lagian mana rumah terbakar?! Ada-ada saja orang gila ini. Minggir! saya mau lewat.”

Kini makin jelas arah pembicaraannya dan semua yang hadir makin khusyuk menyimak. “Nah, ini peran yang harus diambil NU saat ini. Suara langit sudah jelas, Negeri ini atau rumah ini akan terbakar dan harus dicegah penyebabnya. Tapi resikonya kita tidak akan popular, tapi rumah itu selamat. Tak ada selain NU yang berpikir ke sana. Mereka lebih memilih: “Biar saja rumah terbakar asal aku jadi penguasanya, biar rumah besar itu tinggal sedikit asal nanti aku jadi pahlawan maka masyarakat akan memilihku jadi presiden.”

“Poro Kiai ingkang kinormatan.” kata Gus Dur kemudian. “Kita yang akan jadi presiden, itu kata suara langit. Kita gak usah mikir bagaimana caranya. Percaya saja, titik. Dan tugas kita adalah mencegah orang buang puntung rokok dan mencegah orang yang kan menaruh bensin. Padahal itu banyak sekali dan ada di banyak negara. Dan pekerjaan itu secara dzahir sangat tidak popular, seperti ndingini kerso. Tapi harus kita ambil. Waktu yang singkat dalam masa itu nanti, kita gak akan ngurusi dalam Negeri.”

“Kita harus memutus mata rantai pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka di Swiss, kita harus temui Hasan Tiro. Tak cukup Hasan Tiro, presiden dan pimpinan-pimpinan negara yang simpati padanya harus didekati. Butuh waktu lama,” lanjut Gus Dur.

“Belum lagi separatis RMS (Republik Maluku Sarani) yang bermarkas di Belanda, harus ada loby ke negara itu agar tak mendukung RMS. Juga negara lain yang punya kepentingan di Maluku,” kata Gus Dur kemudian.

“Juga separatis Irian Barat Papua Merdeka, yang saya tahu binaan Amerika. Saya tahu anggota senat yang jadi penyokong Papua Merdeka, mereka membiayai gerakan separatis itu. Asal tahu saja, yang menyerang warga Amerika dan Australia di sana adalah desain mereka sendiri.”

Kemudian Gus Dur menarik nafas berat, sebelum melanjutkan perkataan berikutnya. “Ini yang paling sulit, karena pusatnya di Israel. Maka, selain Amerika saya harus masuk Israel juga. Padahal waktu saya sangat singkat. Jadi mohon para kiai dan santri banyak istighatsah nanti agar tugas kita ini bisa tercapai. Jangan tangisi apapun yang terjadi nanti, karena kita memilih jadi pencegah yang tidak populer. Yang dalam Negeri akan diantemi sana-sini.”

Sekonyong beliau berdiri, lalu menegaskan perkataan terakhirnya: “NKRI bagi NU adalah Harga Mati!”

“Saya harus pamit karena saya ditunggu pertemuan dengan para pendeta di Jakarta, untuk membicarakan masa depan negara ini. Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...” tutup Gus Dur.

Tanpa memperpanjang dialog, Gus Dur langsung pamit. Kita bubar dengan benak yang campur-aduk, antara percaya dan tidak percaya dengan visi Gus Dur. Antara realitas dan idealitas, bahwa Gus Dur dengan sangat tegas di hadapan banyak kiai bahwa dialah yang akan jadi presiden. Terngiang-ngiang di telinga kami dengan seribu tanda tanya.

Menghitung peta politik, rasanya gak mungkin. Yang terkuat saat itu adalah PDIP yang punya calon mencorong Megawati putri presiden pertama RI yang menemukan momentnya. Kedua, masih ada Partai Golkar yang juga Akbar Tanjung siap jadi presiden. Di kelompok Islam modern ada Amien Rais yang juga layak jadi presiden, dan dia dianggap sebagian orang sebagai pelopor Reformasi.

Maka kami hanya berpikir bahwa, rasional gak rasional, percoyo gak percoyo ya percoyo aja apa yang disampaikan Gus Dur tadi. Juga tentang tamsil rumah tebakar tadi. Sebagian besar hadirin agak bingung walau mantuk-mantuk karena gak melihat korelasinya NU dengan jaringan luar negeri.

Sekitar 3 bulan kemudian, Subhanallah… safari ke luar ternyata Gus Dur benar-benar jadi Presiden. Dan Gus Dur juga benar-benar bersafari ke luar negeri seakan maniak plesiran. Semua negara yang disebutkan di PCNU Wonosobo itu benar-benar dikunjungi. Dan reaksi dalam negeri juga persis dugaan Gus Dur saat itu bahwa Gus Dur dianggap foya-foya, menghamburkan duit negara untuk plesiran. Yang dalam jangka waktu beberapa bulan sampai 170 kali lawatan. Luar biasa dengan fisik yang (maaf) begitu, demi untuk sebuah keutuhan NKRI.

Pernah suatu ketika Gus Dur lawatan ke Paris (kalau kami tahu maksudnya kenapa ke Paris). Dalam negeri, para pengamat politik dan politikus mengatakan kalau Gus Dur memakai aji mumpung. Mumpung jadi presiden pelesiran menikmati tempat-tempat indah dunia dengan fasilitas negara.

Apa jawab Gus Dur: “Biar saja, wong namanya wong ora mudeng atau ora seneng. Bagaimana bisa dibilang plesiran wong di Paris dan di Jakarta sama saja, gelap gak lihat apa-apa, koq dibilang plesiran. Biar saja, gitu aja koq repot!”

Masih sangat teringat bahwa pengamat politik yang paling miring mengomentrai lawatan Gus Dur sampai masa Gus Dur lengser adalah Alfian Andi Malarangeng, mantan Menpora. Tentu warga NU gak akan lupa sakit hatinya mendengar ulasan dia. Sekarang terimalah balasan dari Tuhan.

Satu-satunya pengamat politik yang fair melihat sikap Gus Dur, ini sekaligus sebagai apresiasi kami warga NU, adalah Hermawan Sulistyo, atau sering dipanggil Mas Kiki. terimakasih Mas Kiki.

Kembali ke topik. Ternyata orang yang paling mengenal sepak terjang Gus Dur adalah justru dari luar Islam sendiri. Kristen, Tionghoa, Hindu, Budha dll. mereka tahu apa yang akan dilakukan Gus Dur untuk NKRI ini. Negeri ini tetap utuh minus Timor Timur karena jasa Gus Dur. Beliau tanpa memikirkan kesehatan diri, tanpa memikirkan popularitas, berkejaran dengan sang waktu untuk mencegah kebakaran rumah besar Indonesia.

Dengan resiko dimusuhi dalam negeri, dihujat oleh separatis Islam dan golongan Islam lainnya, Gus Dur tidak perduli apapun demi NKRI tetap utuh. Diturunkan dari kursi presiden juga gak masalah bagi beliau walau dengan tuduhan yang dibuat-buat. Silakan dikroscek data ini. Lihat kembali keadaan beberapa tahun silam era reformasi baru berjalan, beliau sama sekali gak butuh gelar “Pahlawan"

Kamis, 22 Agustus 2019

4 Type Keluarga

Kata pak ustadz ada 4 (empat) tipe keluarga di dunia ini.

1. Tipe Keluarga Nabi Nuh, suami sholeh, istri tidak.

2. Tipe Keluarga Fir'aun, istri sholehah, suami tidak.

3. Tipe Keluarga Abu Lahab, suami istri sama-sama durhaka.

4. Tipe Keluarga Nabi Ibrahim, suami dan istri sholeh dan
sholehah, punya keturunan juga sholeh.

Kemudian pak ustadz bertanya "Ibu-ibu pilih yang mana??"

Ibu-ibu menjawab "Keluarga nabi Ibrahim"

Kemudian ustadz berkata "Nabi Ibrahim itu istrinya dua, Siti Hajar dan Siti Sarah.....

gimana ibu-ibuuuu???"

Ibu-ibu :
"KITA PULANG AJA YUUKKK.. USTADZNYA GA ASYIK"

Ajaibnya Darah Merah

AJAIBNYA DARAH MANUSIA
Berikut fakta mengagumkan dari darah kita....

1). Apabila Gelas diisi air putih, ditetesi darah segar (manusia), maka air berubah menjadi merah karena darah tercampur rata tanpa diaduk.
● KESIMPULAN
Air putih itu sangat baik untuk tubuh/darah kita.

2). Gelas diisi air garam, ditetesi darah segar, diaduk. Tetap tidak tercampur dengan baik/rata, terlihat darah menggumpal kecil-kecil dan kental.
●KESIMPULAN
Terlalu banyak makan garam, darah jadi kental, menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, jantung harus bekerja lebih keras memompanya.
Bisa berakibat darah tinggi dan stroke.

3). Gelas diisi minyak, ditetesi darah. Tidak mau bercampur dan menggumpal besar.
● KESIMPULAN
Terlalu banyak makan makanan berminyak tidak baik, kolesterol menyumbat pembuluh darah yang mengalir ke jantung, menyebabkan penyakit jantung yang amat riskan kematian karena bisa tiba-tiba anfal dan tidak tertolong.

4). Gelas diisi alkohol, ditetesi darah. Langsung bercampur, tapi lama-lama darah berubah warna menjadi coklat, berarti darah menjadi rusak.
● KESIMPULAN
Alkohol mmg sangat cepat bercampur dg Darah tetapi Alkohol juga Sangat Cepat menimbulkan Kerusakan pada Darah Anda

Bagikan ini kpd rekan2 anda ; maka anda akan mendapat saham kebaikan karena telah ikut menyampaikan informasi berharga ini untuk orang lain

Semoga bermanfaat untuk kesehatan tubuh dengan menjaga pola makanan setiap hari..

SEMOGA BERMANFAAT
DAN TETAP SEMANGAT ....💪💪

Jangan lupa air putihnya 😊😊selamat ibadah sholat subuh🤲👍🤲

Selasa, 20 Agustus 2019

Syaraf kejepit, strore ringan

Sekedar info ; Kalau ada yg syarafnya kejepit, stroke ringan dsbnya, ada ahlinya di Puri Kembang Wangi II K5 No17. Perumahan Puri Indah, Jakarta Barat. Orang Indonesia yg belajar ilmu di Shaolin (China) selama 6 thn.
hanya di-elus2 antara jari kaki. Kalau kita ada penyakit maka rasanya sakit seperti di silet. Kalau gak ada penyakit apa2 ya gak sakit. Dia bisa tahu Anda sakit apa.
Kalau soal syaraf dan stroke dia jagonya, dgn ilmu Chikung (membuka simpul syaraf2 dibadan kita). Biayanya terserah Anda, masukkan dlm amplop.
Datang di Puri tiap hari minggu kedua jam 9.30-11.00 Juga di Prisma Kedoya minggu kedua mulai jam 11an atau di Jln Bromo No 30 (Menteng) tiap hr rabu-kamis minggu ke tiga
Kalau ada penyakit bisa diobati. Dia gak jual obat, cuma kasih tahu banyak makan buah apa (tergantung penyakitnya). Kalau parah sekali baru dikasih obat China.

Informasi ini tolong disebarkan kpd yg lainnya utk membantu sesama yg mungkin sedang membutuhkan ...

Obat Diabetes Paling Ampuh

*_OBAT DIABETES PALING AMPUH_*

#AJAIB !!  INILAH OBAT DIABETES PALING AMPUH, SEBARKAN JANGAN SAMPAI PUTUS DI TANGAN ANDA

Sebatas untuk Pengalaman..

IBUKU,
PENDERITA DIABETES,
Atau
TERKENAL DENGAN
GULA DALAM DARAH, 
Sampai  bila badan luka jadi akan
*SUSAH UNTUK PULIH*.

Karena Ibuku juga STROKE dan
Nyaris Semua Badan susah digerakkan sampai sepanjang Hari,
Hanya
TIDUR/BERBARING SAJA.

Sejak  satu tahun lalu,
PINGGUL IBUKU TERLUKA,
(mungkin saja umumnya terlentang)
Luka itu Buat lobang dipinggul sampai mengeluarkan Darah dan selanjutnya Bernanah dan Busuk.

Luka itu mulai Melebar dan buat lobang sana sini Hingga luka itu tampak sangat kronis........
Dan mengakibatkan
" BAU BUSUK "
(Tidak perlu saya perlihatkan fotonya krn menjijikkan)

Sepulang dari Malaysia saya berusaha Konsultasi dgn dokter tentang luka itu,
Dan dokter berkata Bila sisi tubuh sudah mulai membusuk harus di POTONG supaya tdk melebar kemana mana. saya Sudah cobalah bermacam langkah,
Tapi  luka itu tdk kunjung pulih

Lalu ada Seseorang Rekan yg menyarankan untuk Minum
REBUSAN DAUN  TALOK / KERSEN,
Yang memiliki nama Latin
Muntingia Calabura L
dan
Saya putuskan untuk mencoba..

Awal minum Rebusan daun itu
" IBUKU DEMAM "
Dan Luka Mengeluarkan Nanah buanyakkkkkk, Hingga harus Saya Tukar Perban beberapa kali.

Setelah dua hari Minum.. Luka itu Tidak mengeluarkan Nanah lagi dan mulai keluar
" Darah Merah "
dan
Beberapa Hari setelah itu seperti ada daging yg tumbuh Menutupi luka.

Luka itu mulai tambah baik,
dan
Tidak mengeluarkan Darah atau Nanah lagi,
Kurun Waktu sebulan.. Luka mulai kering.
Dan Luka Kecil mulai Tertutup,
Luka besar mulai Menciut

Hingga saat ini tetap masih saya minum kan.. tapi daunnya tidak saya rebus tp saya keringkan dan saya seduh seperti buat teh hijau.

Satu gelas diminum 2 x satu hari

Caranya:

1: Petik saja daun talok/kersen yang masih segar, lalu jemur di bawah sinar sampai kering

2: Jika sudah kering, kita bisa menyeduh daun talok kering ini dengan air panas.

3: Biarkan sampai hangat baru diminum seduhan daun ini sebelum tidur

4: Ampasnya bisa digunakan lagi untuk menyeduh dengan air panas baru besok paginya, lalu buang.
Tapi kalau tidak sayang bisa sekali pakai saja.

5: Minumlah secara rutin hingga gula darah Anda normal kembali.

Jika Sudah Normal, tinggal menjaga saja agar tidak kumat lagi yah. Karena penyakit Diabetes ini hanya bisa dihindari dengan
POLA HIDUP SEHAT.

Bahkan bisa menyerang di segala usia.
Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Semoga Informasi ini
" BERMANFAAT "

Tolong informasi ini Jangan Sampai
Putus di tangan anda.

Tolong Bantu untuk Membagikan informasi ini
Supaya Berguna Buat Saudara2 Kita yang
SEDANG MEMBUTUHKAN.

🙏🏽🙏🏽🙏🏽

Kamis, 01 Agustus 2019

Hipertensi

Baru :  ttg . Hipertensi .

There is new news about blood pressure:
🇺🇸 The United States has officially stipulated that: 65-year-old standard blood pressure 150/90, normal elderly over 80 years old, 160 or even 170.
Over the years, we have been greatly affected by the number of “old standards” (not exceeding 120) that have focused on medical and commercial interests in the past. It has caused a huge unnecessary psychological burden on the elderly over the age of sixty or seventy years old!
From now on, we must correct the concept of being taught by a doctor. Please see the following report.

〖Share blood pressure please refer to〗:
Subvert our perception of normal blood pressure!  What is the normal blood pressure of all ages?
Normal systolic blood pressure = Wu's calculation of systolic blood pressure = (82 + age)
Example: 75 years old = 82 + 75 = 157
【in conclusion】
Normal systolic blood pressure: male = 82 + age, female = 80 + age,
Health (normal) indicators: measured systolic blood pressure = normal systolic blood pressure.
The doctor of the North Hospital of the Third Hospital said that the blood pressure of people over 70 years old can not be lower than 130, otherwise it is easy to produce postural hypotension fainting, high blood pressure between 150~130 is safer, prefer to be higher, not lower.

The same is true for blood sugar. With the increase of age, the standard of relaxation is appropriate. The fasting blood sugar of diabetics over 60 years old is controlled at around 6.5, and the control of over 70 years old is about 7.5. Most of the time over 80 years old does not exceed 8.0. Occasionally, it can be around 8.5.  Hypoglycemia is even more terrible  I hope that every family has a healthy person!

There is "anti-intestinal cancer" substance in rice!
Do you eat rice?  Eat hot?  Still letting cool down?
I used to cook rice, always afraid of cold, and greeted my family to eat hot.

wrong!  There is a substance in rice that can fight intestinal cancer, called resistant starch; cooked rice, only after cooling, will produce more resistant starch.

Therefore, after the rice is cooked, open the lid, stir the rice with a spoon, and let the rice cool. After the rice is eaten at a mild temperature, it will produce resistant starch.  Such rice, because of more resistant starch, resistant starch is not easily converted into sugar, which is beneficial for weight loss and easier to control blood sugar, and is also very good for preventing intestinal cancer.

* Hurry and change the old concept of eating!
Starting today, we are beginning to change the old habit of eating hot!  This makes me think that eating sushi is also very good.  It is no wonder that Japanese people live longer, not only because they eat more sea fish, but also eat rice scientifically.  It is also a rice ball and a sushi and a cold cake.

PS. After reading it, please don't hesitate to forward it to your friends as soon as possible.