Jumat, 31 Agustus 2018

Iran Kecam Perolehan Medali Indonesia dari Pencak Silat

Iran Kecam Perolehan Medali Indonesia dari Pencak Silat

tribun news

Aug 29, 2018 8:06 PM

Iran Kecam Perolehan Medali Indonesia dari Pencak Silat

Presiden Komite Olympiade Nasional Iran (NOC), Reza Salehi Amiri, mengecam pengakuan terhadap pencak silat di Asian Games sebagai hadiah dari Dewan Olympiade Asia (OCA) terhadap Indonesia. Menurutnya pencak silat merupakan cabang olahraga yang tidak dikenal dan hanya dipraktikkan oleh sekelompok kecil negara di Asia.

Untuk itu NOC mengaku akan mengajukan keberatan resmi atas perolehan medali dari cabor pencak silat kepada OCA. Menurut Salehi, kebijakan OCA mengakui pencak silat dan perolehan medali dari cabang olahraga tersebut di klasemen akhir Asian Games sebagai keputusan yang tidak rasional dan sangat tidak adil, katanya seperti dilansir kantor berita Mehr.

Iran sebelumnya telah lebih dulu melayangkan protes secara langsung kepada Presiden OCA, Sheikh Ahmed al-Fahad al-Ahmed al Sabah. Saat itu Salehi yang menemui Sheikh Ahmed menanyakan tentang keberadaan pencak silat di Asian Games.

Saat itu dia menjawab "keistimewaan ini juga akan didapat Iran jika menjadi tuan rumah Asian Games.” Salehi lalu menampik jawaban tersebut tidak meyakinkan.

Di Asian Games tuan rumah panen emas dari cabang pencak silat dengan perolehan 9 dari 16 medali emas yang tersedia. Dengan pencapaian tersebut Indonesia mencatat rekor perolehan medali di Asian Games yang kini berjumlah 27 dari sebelumnya 4 medali emas di Asian Games 2014, Incheon.

Akibat banjir medali dari kontingen pencak silat, Indonesia menggeser posisi Iran dari posisi empat di klasemen Asian Games menjadi posisi lima dengan perolehan 17 emas, 16 perak dan 16 perunggu.

Keluhan Iran menambah daftar kontroversi yang mengitari cabang olahraga pencak silat di Asian Games kali ini. Sebelumnya pesilat Malaysia, Mohd. Al-Jufferi Jamari, angkat kaki di tengah pertandingan lantaran frustasi atas penilaian wasit. Dalam laga melawan Koman Hari Adi Putra, itu, ke-lima wasit menempatkan Jufferi kalah 1-4 dibandingkan atlet tuan rumah.

"Pertandingannya tidak adil. Saya tidak bisa menerima ini dan tidak ingin melanjutkan pertandingan," kata Jufferi yang kemudian melampiaskan amarahnya dengan merusak dinding pembatas di GOR Pencak Silat TMII, Jakarta.

"Kekhawatiran terbesar saya jadi kenyataan," imbuh Sekretaris Jendral Federasi Nasional Pencak Silat Malaysia (Pesaka), Datuk Megat Zulkarnain Ormadin. "Dua wasit sudah berlaku tidak adil, dari Korea Selatan dan laos. Maka saya suruh Jufferi angkat kaki."

Meski begitu panitia penyelenggara, Inasgoc, mengatakan Jufferi tidak akan mendapat sanksi atas perilakunya tersebut.

rzn/hp (Mehrnews, Detik)

Bawaslu Tak Temukan Bukti Dugaan Mahar Sandiaga, Analis LIPI: Cepat Sekali, Padahal Belum Dipanggil

Bawaslu Tak Temukan Bukti Dugaan Mahar Sandiaga, Analis LIPI: Cepat Sekali, Padahal Belum Dipanggil

tribun news

Aug 31, 2018 2:50 PM

Capture Kompas TV

TRIBUNNEWS.COM - Analis politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris turut berkomentar terkait putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan mahar politik Sandiaga Uno.

Hal ini diungkapkan Syamsuddin Haris melalui Twitter miliknya, @sy_haris, Jumat (31/8/2018).

Syamsuddin mengatakan jika Bawaslu terlalu cepat mengambil keputusan.

Padahal, Sandiaga Uno yang diduga memberikan mahar tersebut belum pernah dipanggil maupun dimintai keterangan.

Analis politik LIPI ini pun menanyakan keberadaan Bawaslu dengan istilah 'Quo Vadis' atau secara harafiah berarti 'ke mana engkau pergi'.

Kamis, 30 Agustus 2018

Gara-Gara Neno Warisman, Pilot Ini Jadi Nganggur

Gara-Gara Neno Warisman, Pilot Ini Jadi Nganggur

warta ekonomi

Aug 29, 2018 9:29 AM

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Terkait aksi Ustazah Neno Warisman menggunakan public address system (PAS).Pihak Lion Air memberi sanksi kepada pilot dan awak kabin untuk tidak diperbolehkan terbang.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, mengatakan persetujuan tersebut merupakan pelanggaran pengoperasian.

"Persetujuan tersebut merupakan pelanggaran. Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada awak pesawat, baik penerbang (pilot) maupun awak kabin, yang memberikan izin penggunaan peralatan PAS, berupa tidak boleh terbang atau grounded," katanya, Selasa (28/8/2018).

Lanjutnya, Ia menyetujui tanggapan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) soal aksi Neno menggunakan PAS atau mikrofon pesawat sebagai kesalahan.

"Persetujuan dan/atau pemberian izin kepada seseorang yang bukan awak pesawat dalam menggunakan peralatan yang ada di pesawat dan yang hanya boleh dioperasikan atau digunakan oleh awak pesawat tidak boleh terjadi," ujar Danang.

Selain itu, Ia menambahkan penerbangan pesawat bernomor JT-297 itu diawaki dua penerbang dan lima awak kabin. Pesawat yang membawa 176 penumpang itu lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu (25/8) malam.

Penulis: Redaksi

Foto: Antara/Syaiful Arif

Viral, Surat Terbuka untuk Neno Warisman, Pengirimnya Diduga Satu Almamater di Tarakanita

Viral, Surat Terbuka untuk Neno Warisman, Pengirimnya Diduga Satu Almamater di Tarakanita

radarcirebon.com

Aug 29, 2018 1:10 PM

Aksi Gerakan #2019GantiPresiden yang kian masif digelar di sejumlah daerah, tersandung kasus persekusi yang menimpa tokohnya, Neno Warisman.

Tak lama kemudian, beredar Surat terbuka untuk Neno Warisman yang diunggah Sari Musdar di akun facebooknya. Saat radarceribon.com menyambangi akun tersebut, telah dishare 975 kali.

Dalam unggahan tersebut diungkapkan Sari Musdar, sebagai satu almamater dengan Neno Warisman

Berikut isi surat terbuka Sari Musdar dalam akun facebooknya

Dear Neno Warisman, 

Saya tidak terlalu kenal anda, tapi kita pernah satu almamater, walau jarak angkatan kita sangat jauh. Anda membuat kami malu.

Saya sebenarnya malas untuk mengkritisi anda. 
Tapi memperhatikan sepak terjang anda akhir-akhir ini, saya jadi jengah.
Menurut saya anda sudah berlebihan.

Benar, semua warga negara punya hak untuk berekspresi. Seperti kata pengacara anda, semua warga negara punya kebebasan berpendapat.

Tapi anda dan pengacara anda mestinya sadar, seperti Teori Roscoe Pound, hidup dalam masyarakat mempunyai batasan. Kebebasan kita dibatasi oleh orang lain.

Di situlah fungsi hukum mengatur kebebasan tiap warga negara agar tidak merugikan orang lain, terlebih lagi negara.

Anda dan gerakan 2019 ganti presiden ini sebenarnya pintar-pintar bodoh, pintar tapi pura-pura bodoh, lalu playing victim.

Kalian tahu aturan PEMILU, kalian tahu aturan BAWASLU. Kalian seperti mencari celah hukum.
Masa kampanye belum mulai, kalian seperti orang kesurupan, sibuk membuat gerakan di berbagai kota.

Kalian memang tidak kampanye secara langsung, tidak menyebut nama kandidat presiden.
Tapi secara logika, saat ini secara resmi sudah ada 2 pasangan capres dan cawapres.
Jika pilihan kalian bukan Jokowi-Maa’ruf, lalu siapa yang anda maksudkan dengan calon dari gerakan ‘ganti presiden’ kalian ?

Yang anda lakukan sangat jahat Neno!
Anda tidak mentaati ketentuan dan proses PILPRES, membuat konflik hingga orang mendemo anda, lalu anda berakting sebagai korban.

Presiden sudah pasti akan diganti tiap 5 tahun menurut konstitusi.
Mengapa anda seperti orang sembelit?
Tidak sabar menunggu waktunya.
Kalau anda mengaku seorang ustadzah, mestinya tahu adab menghormati pemimpin.

Anda bilang anda dikawal oleh polisi dengan senjata laras panjang padahal polisi punya SOP, yang polisi lakukan adalah antisipasi dari segala kemungkinan, bukan mengintimidasi anda! Polisi sebenarnya sedang melindungi anda dari pihak-pihak yang sangat emosi atau ingin memperkeruh keadaan akibat tindakan anda!

Ayolah, sebagai lulusan SMA Tarakanita anda pasti cerdas. Kalau ingin mendapatkan kekuasaan raihlah dengan prestasi, dengan cara yang elegan sesuai undang-undang yang berlaku. Jangan mau dijadikan alat oleh orang-orang yang haus kekuasaan !

Kalau anda ingin berpolitik contohlah adik kelas anda, pengacara cerdas yang saat ini duduk menjadi petinggi di salah satu parpol.

Atau contoh saya yang memulai dari bawah dari partai politik baru.

Anda ini mengaku ustadzah tapi menggunakan cara-cara yang tidak islami.
Saya bingung melihat anda.

Usia seperti anda mestinya sudah lebih bijak, cooling down. Sudah mengejar akhirat.

Anda punya kebebasan berpendapat, itu benar, tapi ada batasannya, jangan sampai kebebasan berpendapat itu mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Oia dapat salam dari teman saya di Semarang,Deasy Yunita Sintawati mungkin nama ini mengingatkan anda untuk tafakur.

Salam cinta dari junior satu almamater

*Sari Musdar alumnus SMA Tarakanita 1 Pull Raya

Rocky Gerung Masuk Daftar Makar, Ingin Menggulingkan Pemerintah yang Sah

Rocky Gerung Masuk Daftar Makar, Ingin Menggulingkan Pemerintah yang Sah

tubasmedia.com

Aug 27, 2018 10:00 AM

JAKARTA, (tubasmedia.com)  – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus meminta agar aparat berwenang menghentikan aksi gerakan #2019GantiPresiden, lantaran dianggapnya Inkonstitusional.

Tidak hanya itu, ia juga tidak ragu menyebut sejumlah nama yang kerap mendalangi hal ini, diantaranya orang-orang dari sejumlah elemen yang menjadi tukang kampanye yang cenderung provokatif.

“Saat ini sedang gencar disosialisasikan dan dikampanyekan oleh sekelompok orang, Neno Warisman, Ratna Sarumpaet, Achmad Dhani, Rocky Gerung dan kawan-kawan dilakukan secara masif dengan daya dukung dari tiga partai politik yaitu Gerindra, PAN dan PKS. Gerakan ini jelas inkonstitusional,” tegasnya.

Gerakan #2019GantiPresiden dituding inkonstitusional karena berupaya menggulingkan pemerintahan berkuasa saat ini di bawah Presiden Jokowi.

“Tagar #2019GantiPresiden, upaya inkonstitusional kudeta terselubung ganti Presiden Jokowi,” kata Petrus Selestinus.

Petrus mencermati sosialisasi, provokasi, agitasi bahkan kampaye dengan tagar #2019GantiPresiden secara masif digencarkan selama hampir satu tahun belakangan ini.

Kampanye ini menurut dia, justru memberi pesan nyata bahwa ada kelompok masyarakat yang menghendaki presiden Indonesia pada tahun 2019 bukanlah berasal dari hasil Pemilu, melainkan berasal dari upaya #2019 GantiPreiden.

“Di dalam pasal 7 UUD 1945, dikatakan bahwa presiden dan wakil presiden menjabat selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali pada Pemilu berikutnya. Di samping itu terdapat mekanisme dan prosedur untuk ganti presiden dan atau wakil presiden yang secara limitatif diatur pada Pasal 8 UUD 1945,” terangnya. (red)

Adik Ahok: Kalau Bukan Karena Pak Ps, Tak Akan Pernah Ahok Jadi Gubernur, Jangan Lupakan Sejarah

Adik Ahok: Kalau Bukan Karena Pak Ps, Tak Akan Pernah Ahok Jadi Gubernur, Jangan Lupakan Sejarah

tribun news

Aug 30, 2018 5:17 PM

PELUKAN-Pesilat putra Indonesia, Hanifan Yudani Kusuma, memeluk bersama Presiden RI Jokowi dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) Prabowo Subianto setelah berhasil meraih medali emas pada partai final nomor kelas C putra 55 kg sampai 60 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8). Momen berpelukan ini membuat hadirin bertepuk tangan gembira. 

TRIBUN-BALI.COM- Momen Presiden Joko Widodo dan penantangnya di Pemilihan Presiden 2019, Prabowo Subianto yang berpelukan bersama atlet pencak silat viral.

Peristiwa ini menyita perhatian banyak orang, termasuk keluarga dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Adik Ahok, Fifi Lety Tjahaja Purnama memposting momen yang kini viral dalam bentuk kartun.

"Oh betapa indahnya dan betapa Eloknya ...Tuhan berkati Indonesia, Ini luar biasa Pak PS dan Pak Jkw amazing bisa kasih contoh," tulis Fifi di laman instagram miliknya.

Melihat momen tersebut, Fifi terkenang masa lalu.

Ia mengungkapkan, berkat Prabowo Subianto kakaknya bisa menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Jd ingat masa lalu Kalau bukan karena Pak Ps tidak akan pernah ada Ahok jd Gubernur DKI. Semoga tdk ada Yg lupa sejarah," tulis Fifi.

Fifi pun mengungkit soal kesaksian Ma'ruf Amin di persidangan Ahok.

"...dan seandainya saja Ketua MUI tidak jadi saksi dan tidak ada fatwa MUI, Ehm #AHOk BTP mungkin masih Gubernur DKI dan tidak masuk penjara.... sekali lagi semoga tidak ada Yg melupakan sejarah. Kesimpulan kita tidak bisa lupa kan sejarah tetapi," tulisnya.

Ia pun mengharapkan semua orang bisa saling memaafkan dan saling menghormati.

".... bukankah Lebih Indah Kalau saling memaafkan dan saling menhargai dan meng hormati Dari pada saling memaki dan benci ? @for_loving_indonesia #forlovingindonesia," tulisnya.

Kebebasan Ahok 

Basuki Tjahaya Purnama (BTP) alias Ahok, batal bebas pada Bulan April 2019. Potongan remisi membuat mantan Gubernur DKI Jakarta itu keluar lebih cepat.

Adik Ahok, Fifi Lety Tjahaya Purnama mengungkapkan kabar gembira itu melalui instagram miliknya.

"Dirgahayu NKRI, Merdeka! Hari ini dapat berita bahwa @basukibtp mendapat remisi umum 17 Agustus 2018 sebanyak 2 bulan," tulis FIfi.

Ia mengatakan banyak yang menelpon dan whatsapp dirinya menanyakan kabar tersebut.

"Dari berita ini berarti BTP sudah mendapat remisi sebanyak 2 bulan 15 hari (Remisi Khusus Natal Desember 2017). Kalau BTP dapat lagi Remisi Khusus Natal Desember 2018 sebesar 1 Bulan saja (semoga bisa dapat Lebih ya doakan ya), maka hitungan total Remisi = 3 Bulan 15 hari," tulis FIfi.

Sehingga setelah vonis dikurangi remisi, Ahok bisa bebas murni pada 24 Januari 2019.

"Jadi karena Vonis Pak AHOK = 2 Tahun, tanggal Masuk = 9 Mei 2017, maka tanggal Bebas Murni = 24 Januari 2019 (setelah dikurangi remisi 3 bulan 15 hari). #prayforahok #hutri73 #forlovingindonesia," tulisnya.

Postingan Fifi Lety (Instagram/ Fifi Lety)
Remisi pertama Ahok diterima, pada 25 Desember 2017 saat Hari Raya Natal. 

Jika mendapat remisi lagi, yakni remisi tambahan dan remisi khusus pada Natal 2018, maka mantan suami Veronica Tan ini bisa bebas pada 4 Januari 2019.

Ahok merupakan salah satu terpidana yang akan mendapat remisi pada 17 Agustus 2018.

"Benar (remisi), tapi belum bebas," ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto saat dikonfirmasi, Kamis (16/8/2018) malam.

Menurut Ade, Ahok mendapat pemotongan dua bulan masa tahanan.

Saat peringatan HUT Ke-72 Republik Indonesia lalu, Ahok belum bisa memperoleh remisi karena belum menjalani masa tahanan selama enam bulan.

Remisi ini diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, khususnya mereka yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti pembinaan.

Diberitakan sebelumnya Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang Andika D Prasetya mengatakan, terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama akan bebas murni tahun 2019.

Sebelum mendapat remisi 2 bulan, bebas murni didapatkan Ahok pada 23 April 2018.

Ahok divonis hukuman 2 tahun penjara dalam kasus penodaan agama.

Fifi Lety Indra, mengatakan, kakaknya tidak akan mengikuti pembebasan bersyarat.

Fifi mengatakan, Ahok lebih memilih bebas murni.

"Hari ini ramai WA (WhatsApp) dan telepon semua tanya hal ysng sama, apa betul sebenarnya Pak Ahok bisa bebas bersyarat bulan Agustus? Jawabnya iya benar, tetapi beliau @basukibtp putuskan untuk tidak ambil. Biar tunggu sampai bebas murni saja," tulis Fifi lewat akun Instagram @fifiletytjahajapurnama. 

Ahok tengah menjalani masa hukuman di Mako Brimob setelah dipindah dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur, karena kondisi yang tidak kondusif. (*)

Rabu, 29 Agustus 2018

Kader PKS Akar Rumput Memberontak, “Kami Tidak Lagi Ikuti Petunjuk Para Imam!”

Kader PKS Akar Rumput Memberontak, “Kami Tidak Lagi Ikuti Petunjuk Para Imam!”

pojok satu

Aug 26, 2018 1:15 AM

Mardani Ali Sera (menunduk tak berpeci) mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di kantor DPP PKS, Jumat (17/8/20018)

POJOKSATU.id, DEPOK – Dugaan penerimaan uang mahar dari bakal Cawapres Sandiaga Uno kepada petinggi PKS mendapat protes keras dari kader partai dengan selogan Berkhidmat Untuk Rakyat itu.

Salah satunya seperti yang terjadi di Depok, Jawa Barat. Tokoh masyarakat, ulama serta simpatisan akar rumput PKS merasa terganggu atas keputusan DPP PKS untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandi.

“Sebagai partai yang menjunjung tinggi keadilan sosial kami menganggap petinggi PKS ini tidak amanah kepada amanat partai khususnya kepada kader dan akar rumput,” kata Ustadz H. Masruri saat acara Silaturahmi dan pengajian rutin (Halaqah) bertema “Dilema dan Kegelisahan Simpatisan PKS di akar rumput menyikapi isu Mahar 500 Milyar” di Rangkap Baru, Pancoran Mas Depok, Sabtu (25/8).

Ia menilai, petinggi PKS tidak amanah dalam memperjuangkan keputusan partai pada Pilpres 2019 termasuk sesuai Ijtima Ulama.

Mereka, kata Masruri, memilih jalur konspirasi dengan mementingkan mahar Rp500 Milyar.

“Tapi mereka menutupi ini kepada seluruh kader PKS baik dalam penyampaian berita maupun informasi struktur partai,” ujarnya.

Akibat dari sikap para elite semacam itu, maka Masruri yang mewakili kader, simpatisan dan akar rumput PKS Kota Depok menghimbau kepada pimpinan PKS dapat mempertanggung jawabkan dugaan mahar politik Sandi.

“Apabila tidak, maka seluruh kader serta simpatisan PKS di tiap kelurahan, kecamatan dan kota Depok akan melakukan sikap tidak lagi mengikuti petunjuk para imam (PKS) beserta tugas partai,” tegasnya.


Selasa, 28 Agustus 2018

Demi Redam Polemik, Gerindra Usung Tagar Baru Ini

Demi Redam Polemik, Gerindra Usung Tagar Baru Ini

suratkabar.id

Aug 28, 2018 6:45 PM

SURATKABAR.ID – Gerindra mulai mensosialisasikan slogan bertagar untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2019. Tagar tersebut bertajuk #2019PrabowoPresiden.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan tagar baru itu disosialisasikan untuk mengganti tagar #2019GantiPresiden yang tengah menjadi polemik.

“Kami tentu akan mensosialisasikan tagar baru, ganti presiden harus fix yang diganti dan mengganti siapa,” kata Andre, dikutip CNNIndonesia.com, Selasa (28/8/2018).

Andre mengatakan sosialisasi tagar tersebut akan mulai digencarkan pada masa kampanye Pilpres dimulai, yakni 23 September 2018.

Saat ini pihaknya tetap akan setia pada tagar yang digelorakan oleh para pelopor gerakan #2019GantiPresiden.

“Itu tagar (2019 Ganti Presiden) dari teman presidium, kami tentu tetap dukung. Tapi kalau sudah jelas masa kampanye harus dipastikan siapa dia yang mengganti dan tentunya Pak Prabowo. Makanya harus ada tagar 2019 Prabowo Presiden,” kata dia.

Andre mengatakan DPP Gerindra nantinya akan mengajak para pendukung tagar #2019GantiPresiden agar ikut memviralkan tagar baru yang menjadi jargon semasa kampanye.

“Kami ajak pendukung tagar sebelumnya untuk ikut kampanye ini,” kata dia.

Gerindra saat tak berniat mengganti tagar #2019GantiPresiden dengan #2019PrabowoPresiden, kata Andre, karena saat ini partai koalisinya tak ingin mendahului masa kampanye.

“Kami berbeda dengan kubu sebelah yang sudah muncul tagar #2019Jokowi2Periode, #JokowiTetapPresiden. Kami beda. Kami taat dan patuhi aturan, tidak seperti sebelah yang tidak bisa menerima perbedaan,” katanya.

Seperti yang diketahui, munculnya tagar #2019GantiPresiden menuai tentangan dari banyak pihak. Sementara Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera yang juga inisiator gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera menyatakan, pihaknya akan terus melanjutkan deklarasi gerakan tersebut.

Mardani menambahkan, ke depannya ia akan lebih intensif berkoordinasi dengan polisi sebelum menggelar acara deklarasi agar tak ricuh.

“Kami tetap akan jalan, tetapi kami akan lebih intensif koordinasi dengan kepolisian. Kami tetap yakin kepolisian itu alat negara bukan alat pemerintah,” kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

LIE

LIE
Namanya John Lie, Lengkapnya: John Lie Tjeng Tjoan, anak kedua dari delapan bersaudara, pasangan Lie Kae Tae dan Oei Tseng Nie.
Ayah John adalah pengusaha pengangkutan berbagai barang dagangan yang terkenal di Manado, Sulawesi Utara, semasa negara ini belum merdeka.

Sebagai anak laki-laki, John tak tertarik pada bisnis transportasi. Ia lebih senang pada kapal, pelayaran dan laut yang penuh tantangan. Tak heran, bila bocah kelahiran Manado, 11 Maret 1911, ini senang betul tatkala iring-iringan kapal perang gugus tugas AL Belanda sandar di pelabuhan Manado untuk istirahat. Lie ingin melihat lebih dekat kapal-kapal hebat ini.

Darahnya menggelora. Padahal ia baru 10 tahun. Terkagum-kagum ia melihat turet meriam, anjungan kapal yang gagah dan seragam AL yang putih mengkilat.

Usia 17 hasratnya untuk mengenal laut tak bisa lagi terbendung. Dengan uang tabungan,  John nekad kabur menuju Jakarta. Tak memiliki sanak saudara, di Tanjung Priok ia luntang-lantung. Demi menyambung hidup ia bekerja sebagai kuli angkut barang, sambil ikut kursus pelatihan soal navigasi kapal.

Lie sempat jadi pesuruh di sebuah kapal jasa paket milik Belanda, sebelum akhirnya masuk sebagai pelaut di Kapal Motor Tosari yang melayani pelayaran ke luar negeri.
Perang Dunia Kedua pecah dan KM. Tosari dijadikan kapal perbekalan bagi tentara sekutu. Di kapal inilah Lie diajari dasar-dasar militer, agar bisa membela diri. Termasuk teknik-teknik menghindar dari pengejaran, yang kelak sangat berguna bagi tugasnya.

Sesampainya di tanah air, Mei 1946, Lie langsung mengabdikan diri pada Angkatan Laut Republik Indonesia, yang waktu itu masih bernama BKR LAUT (Badan Keamanan Rakyat) dan bertemu dengan pimpinannya, Laksamana Mas Pardi di markas besarnya di Jogjakarta.

Sebentar. Markas Angkatan Laut di Jogjakarta? Jauh dari pantai?
Begitulah faktanya, AL kita pernah bermarkas di kota yang jauh dari laut! Tal ada pelabuhan di Jogjakarta. Sebagian besar kapal-kapal kita sudah dihancurkan Belanda! Masa-masa yang sungguh kelam dan membuat pilu hati. Markas AL pun mengungsi!

Mas Pardi, langsung terkesan dengan pengalaman Lie dalam dunia pelayaran hingga manca negara.
“Kita kurang personil. Kamu mau pangkat apa? Mayor?” tanya Bapak Angkatan Laut Republik Indonesia itu.
Lie langsung menjawab: “Saya kemari tidak mencari pangkat. Saya hanya ingin mengabdi”
Akhirnya, Lie mendapat pangkat kelasi III dan di tempatkan di Cilacap, sebuah kota pelabuhan di Jawa Tengah bagian selatan.

Lalu, tantangan baru pun muncul. Sebuah kapal dagang besar berbendera Singapura penuh muatan karet sebanyak 800 ton milik negara, hendak diselundupkan ke Singapura dan hendak dijual di sana.
Kapten kapalnya takut. Ia tahu, di tengah jalan pasti akan dicegat kapal perang Balanda. Dengan kapal penuh muatan begitu, lajunya jadi lambat, sulit untuk lari menghindar.
Lie mengambil tantangan itu, menggantikan sang kapten. Dan mulai berlayar keluar Cilacap. Memasuki selat  Sunda, semua lampu penerang (navigasi) ia matikan dan melaju lurus menuju Kota Singa. Lie sukses mengantarkan muatan!

Dari sanalah peran ‘penyelundup bagi Negara’ bermula. Ia biasa membawa barang dagangan milik saudagar besar dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan selalu sukses dijual ke Singapura, Malaysia atau Thailand. Para pedagang ini pun tak sungkan menyisihkan sebagian keuntungan bagi Republik yang masih belia.

1947 ketika negara berhasil membeli 10 kapal cepat, Lie pun mendapat salah satu diantaranya. Ia memberi nama kapalnya “Outlaw” bisa diartikan sebagai: berandalan, bengal, badung atau tak tahu aturan.
Dan dari perjuangan Lie kemudian kita tahu: semua sepak terjangnya tidak ada dalam aturan baku!

Tugasnya mentereng: menyelundupkan barang dagangan ke negara asing, menjualnya, dan uangnya lalu dipakai buat membeli aneka macam senjata: pistol, senapan mesin, amunisi, peluru, granat hingga mortir.
Lie ‘belanja’  di pasar gelap, lalu menyelundupkannya masuk ke negara ini setelah lebih dahulu selalu berhasil mengelabuhi cegatan AL Belanda, Inggris dan Amerika.
Senjata-senjata inilah yang kemudian disalurkan ke berbagai daerah perjuangan di seluruh Indonesia guna melawan Belanda!

Tak heran bila senjata milik pejuang kita -dahulu- bisa beraneka macam bak permen nano-nano. Sebagian hasil merebut dari musuh dan sebagian besar adalah hasil selundupan. Ada Sten buatan Inggris, Luger pistol Jerman, Browning Amerika, senapan mesin Sovyet. Pendeknya ada uang, ada barang!

Lie bukan penyelundup biasa. Ia ‘sakti’. “Berandal “ ini diberi kebebasan luar biasa untuk bergerak. Jangan kaget ia dibekali surat tugas -menyelundup-langsung dari Kolonel Abdul Haris (AH) Nasution, selaku wakil Panglima TKR (Tentara Kemanan Rakyat) atau orang kedua setelah Panglima Besar Soedirman!
Selain itu pelaut ini juga mengantongi ‘surat ‘pengantar’ dari semua tetua/ tokoh suku di Sumatera Utara dan Aceh agar ia tidak diganggu!

Lie disukai semua kalangan. Bagaimana tidak? Saudagar menyayangi dia, sebab dagangannya laku dengan baik di luar negeri. Penerima barang di Singapura dan Malaya juga suka, karena Lie selalu membawa barang terbaik.
Pedagang senjata, apalagi. Matanya yang sipit, karena ia memang keturunan cina, memudahkan Lie masuk ke berbagai kalangan dunia hitam penjual senjata.
Ia yang juga seorang Nasrani yang taat, yang juga diterima di kalangan saudagar berkulit putih. Sempurna sekali.

Buat TNI? Besar jasanya. Sebagian besar senjata untuk perjuangan, yang dimiliki TNI,  salah satunya berkat pengabdian dan perjuangan Lie dalam menyelundupkan senjata.

Lie terkenal. Ia diburu oleh AL Belanda, AL Inggris dan Amerika, tapi Outlaw selalu bergerak  dengan senyap. Menghilang ditelan gelapnya malam. Ia hapal semua dangkal dalamnya perairan. Kapan pasang dan surutnya laut. Pintu masuk jalan tikus semua pelabuhan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, Malaya bahkan hingga ke Thailand! Berlayar dalam gelap, tanpa lampu penerang (navigasi), sudah biasa baginya.

Orang-orang di Selat Malaka sampai menjulukinya sebagai ‘Hantu Malaka’ dan wartawan BBC yang pernah ikut memburunya menyebut kapal Outlaw dan kaptennya, John Lie, sebagai “the black speed boat”.
Di Phuket, Thailand, Roy Rowan wartawan majalah Life terbitan Amerika, membuntuti sepak terjangnya dan memuat dalam tulisan dan foto menawan sepanjang 4 halaman penuh. Roy kagum pada dedikasi Lie, yang membawa begitu banyak uang kontan tetapi tetap terpakai sebagaimana mestinya, belanja senjata!

Perjuangan tak selamanya lancar.
Ketika Lie hendak keluar dari Labuan Bilik, sebuah pelabuhan di Malaya, tiba-tiba sebuah pesawat Belanda terbang rendah, melintas tepat di samping kapal seperti hendak memeriksa, lalu di ujung sana tiba-tiba pesawat mendaki dengan cepat. Pilotnya seperti disadarkan, bawah kapal cepat di bawah sana adalah kapal penyelundup yang selama ini dicari. Ia harus segera bertindak.

Pesawat mendadak berbalik dan menukik tajam. Ia siap menyerang! Lie sudah pasrah, tutup mata dan berdoa. Ia terpergok siang hari, di laut terbuka, tak ada pelindung apapun. Pesawat menukik cepat. Tepat di saat picu senjata hendak ditekan penembak, sang pilot iba-tiba membanting kemudi ke kanan lalu pergi.
Belakangan diketahui, bahan bakar pesawat sangat menipis, diperkirakan tak bisa terbang hingga pangkalan bila ia harus menembaki kapal. Outlaw selamat.

Di Selat Malaka ia hampir mati, ketika kapal cepat Belanda mencegatnya dan  langsung memberondong dengan peluru Bofors sebesar senter. Lie segera melaju cepat , tetapi peluru terus mengejarnya.
Rasanya, keberuntungannya akan habis di sini. Otlaw berlari zig-zag dan senapan mesin kapal di belakang terus menyalak. Tak ada pilihan lain, ia memerintahkan anak buahnya berdoa. Kapal kalah cepat karena penuh senjata dan mesiu. Rasanya, tinggal menunggu ajal. Satu peluru saja masuk lambung kapal, tamat.
Tiba-tiba, entah mengapa, hujan turun dengan deras, laut pun mendadak bergelombang tinggi dan kabut turun. Ini kesempatan baik. Lie berbelok tajam dan segera menghilang!

30 September 1949, Lie mendapat tugas baru, mengisi sebagai perwira di Pos Hubungan Luar Negeri di Bangkok. Ia tugas di darat. Ironisnya kapal Outlaw yang pindah tangan ke Kapten Kusno tertangkap Belanda tepat di hari pertamanya berlayar!
Kisah heroik Outlaw pun berakhir.

Ketika perang dengan Belanda usai, dan banyak pemberontakan terjadi di berbagai daerah, John Lie kembali bertugas di laut. Ia membawa kapal pengangkut milik TNI-AL dan melayani mengangkutan logistik dan pasukan yang bertugas memadamkan pemberontakan RMS yang bermarkas di kota Ambon, Maluku.

Desember 1966 John Lie mengakhiri karirnya di Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda (bintang dua).
Jendral Besar AH. Nasution memberi kesaksian, “jasa John Lie tiada tara besarnya bagi AL, karena ia adalah Panglima Armada AL di saat negara sedang dalam keadaan genting menghadapi pemberontakan di berbagai daerah, seperti pemberontakan RMS di Maluku, PRRI/ Permesta di Sumatera Barat, Makassar dan Sulawesi Utara”

Lie terpaksa mengganti namanya menjadi Jahja Daniel Dharma karena rezim orde baru yang tidak menyukai nama-nama berbau asing.
Totalitasnya dalam mengabdi membuat ia terlambat untuk menikah. Ia menyunting Pdt. Margaretha Dharma Angkuw, di usianya yang ke 45 tahun!

Pasangan Lie dan Margaretha mengisi hari-harinya dengan mengurus dan menyantuni ratusan anak yatim piatu, orang-orang terlantar di jalanan, pemulung, tukang becak dan kaum papa lainnya. Harta dan uang pensiuannya habis untuk membantu mereka. Rumahnya selalu penuh oleh mereka yang minta tolong.

Pasangan ini tidak dikaruniai keturunan hingga Lie wafat pada tanggal 27 Agustus 1988 karena stroke dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Pada 10 November 1995, Lie memperoleh Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Soeharto, dan Presiden SBY memberinya gelar: Pahlawan Nasional Pada 9 November 2009.
Nama Lie juga diabadikan menjadi nama kapal perang, KRI (Kapal Republik Indonesia)  John Lie, dengan nomor lambung 358, sebuah kapal perang jenis Korvet, kapal cepat, jenis yang cocok dengan karakter Lie saat dahulu membawa Outlaw!

Saat Lie wafat, rumahnya dipenuhi banyak tentara yang menjaga dengan penuh hormat dan Presiden Soeharto sendiri pun datang melawat, barulah ratusan pemulung, yatim piatu, tukang becak, gelandangan dan kaum papa lainnya tersadar: bahwa orang yang selama bertahun-tahun merawat mereka dengan harta benda milik pribadi, tanpa gembar-gembor, ternyata bukan orang sembarangan, ia seorang Pahlawan Negara!
Isak tangis warga tersisih tak tertahankan, ketika iring-iringan mobil Jenazah berangkat menuju makam, tempat Lie istirahat untuk terakhir kalinya.

Hari ini, 27 Agustus 2018, tepat di hari kepergianmu, Lie, saya pun mengenangmu, agar perjuanganmu tak sia-sia. Orang yang hebat. Yang rela berkorban apa saja demi tegaknya NKRI.
Ketika kita -saudara sebangsa- berselisih karena SARA, saya sedih, ingat Lie.

Dari berbagai sumber,
(noerganaloela)
#pahlawannasional
#johnlie
#sejarahnasional
#kisahpahlawanku 👇

Status kader Demokrat tapi jadi jubir Jokowi, ini jawaban Deddy Mizwar

Status kader Demokrat tapi jadi jubir Jokowi, ini jawaban Deddy Mizwar

merdeka

Aug 28, 2018 11:59 AM

Deddy Mizwar di kantor PDIP Jabar. ©2017 Merdeka.com/andrian salam

Merdeka.com - Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, telah didapuk menjadi salah satu juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 nanti. Dia menuturkan, sudah berdiskusi lama membahas ini.

"Ya sudah beberapa waktu lalu pertemuan membahasnya," ucap Deddy, Selasa (28/8).

Soal statusnya yang jadi kader Demokrat, dimana partai berlambang bintang mercy itu mendukung Prabowo-Sandiaga, menurutnya lebih baik ditanyakan kepada sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan.

"Tanyakan ke Sekjen. Saya sudah komunikasikan ke beliau. Kan ada etika," ungkap Deddy.

Dia mengaku akan melihat batasan dan perannya di koalisi Jokowi-Ma'ruf nanti. Menurutnya, jika nanti tidak sanggup, maka dirinya akan menyampaikannya.

"Insya Allah. Nanti kita lihat batasan, kewenangan seperti apa, tugasnya seperti apa. Kalau enggak sanggup, bilang enggak sanggup," tutur Deddy.

Saat ditanya alasan mau menerima hal tersebut, dia masih belum mau menyampaikan.

"Ya nantilah," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Disebut Rezim Panik Gara-Gara ILC Batal Live, Begini Bantahan Istana

Disebut Rezim Panik Gara-Gara ILC Batal Live, Begini Bantahan Istana

suratkabar.id

Aug 28, 2018 3:26 PM

SURATKABAR.ID – Acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang ditayangkan stasiun televisi tvOne lagi-lagi tak bisa tayang secara langsung pada Selasa (28/8/2018) malam.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengaitkan batalnya hal ini dengan pemerintah. Menurutnya, ada tekanan dari pemerintah sehingga ILC batal tayang secara live. Dalam cuitannya di Twitter, Fadli juga menggunakan tanda pagar #rezimpanik untuk menyindir Istana.

Wah jgn2 ILC dipersekusi jg via telp penguasa. Semlm sy dihubungi jd slh satu narsum #rezimpanik,” tulis Fadli di akun Twitter pribadinya, dikutip dari cnnindonesia.com, Selasa (28/8/2018).

Cuitan Fadli ini pun langsung dibantah oleh pihak Istana. Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menuturkan, seharusnya Fadli tak menuding pemerintah terkait batalnya siaran langsung ILC.

“Apa urusannya pemerintah, istana? Apa urusannya Presiden dengan urusan live atau tidak live ILC? Jangan cari simpatik dengan membuat cedera perasaan. Enggak boleh begitu,” ujar Ngabalin membalas Fadli.

Menurut Ngabalin, tudingan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut menunjukkan pola pikir negatif.  Ngabalin juga menegaskan, politikus sekelas Fadli seharusnya tak melakukan hal itu.

“Kok tidak percaya diri ya? Selalu berprasangka buruk, selalu negative thinking. Kenapa ada politisi punya moral rendah begitu? Kenapa bisa begitu? Hati-hati, Anda menjatuhkan wibawamu,” lanjut Ngabalin.

Sementara itu, akun Twitter @ILC_tvOnenews mengabarkan, mereka batal menggelar siaran langsung karena ada kendala teknis. Sebagai gantinya, tvOne akan menayangkan rekaman ILC dengan tema ‘Perang Socmed’ yang sempat ditayangkan belum lama ini.

Kepada pemirsa setia ILC, MOHON MAAF dikarenakan adanya kendala teknis, kami sampaikan bahwa hari ini, 28 Agutus 2018, untuk sementara #ILCTidakTayangLIVE
Sampai bertemu di ILC yg akan datang

Sebagai pengganti, malam ini Pkl 20.00 WIB kami tayangkan kembali >> #ILCPerangSocmed
Selamat menyaksikan,” bunyi pengumuman di Twitter ILC.

Neno Terancam Penjara

Neno Warisman Terancam Satu Tahun Penjara, IPW: Melanggar UU Penerbangan

suara

Aug 28, 2018 11:20 AM


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aktivis Islam, Neno Warisman terancam hukuman satu tahun penjara atau denda Rp 500 juta, setelah aksinya menguasai mikropone pesawat di Pekanbaru beberapa hari lalu, yang dinilai arogan sudah melanggar Undang-Undang Penerbangan.

Untuk itu, Ind Police Watch (IPW) mendesak pihak kepolisian, terutama Polda Riau segera mengusut tuntas kasus penguasaan mikropone di pesawat itu. Menurut IPW, kasus tersebut tidak boleh dibiarkan sebab dapat menjadi preseden yang akan dicontoh pihak lain untuk menguasai pesawat terbang, dan berujung ancaman bagi keselamatan penerbangan.

"Neno Warisman harus dipanggil untuk diperiksa secara hukum," tegas Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Selasa, 28 Agustus 2018.

Senin, 27 Agustus 2018

Eggi Sudjana Minta Jokowi Tiru Keputusan Sandiaga Uno Mundur Dari Kursi Jabatan

Eggi Sudjana Minta Jokowi Tiru Keputusan Sandiaga Uno Mundur Dari Kursi Jabatan

tribun news

Aug 28, 2018 10:52 AM

Eggi Sudjana 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Umum Relawan Nasional Prabowo-Sandi (RN PAS) Eggi Sudjana meminta Presiden Joko Widodo untuk meniru sikap Sandiaga Uno.

Eggi meminta Jokowi juga mundur dari jabatan Presiden karena sudah mendaftar sebagai capres sama seperti Sandiaga yang mengundurkan diri dari jabatan wakil gubernur Jakarta.

“Sandiaga membuktikan taat undang-undang (UU) dengan mengundurkan diri, kalau Jokowi paham UU harusnya dia mengundurkan diri atau minimal cuti karena dia sekarang sudah capres,” ungkapnya.

Hal itu disampaikan Eggi dalam acara konsolidasi relawan di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Senin (27/8/2018) malam.

UU yang dimaksud Eggi adalah UUD 1945 pasal 27 ayat 1 yang menyebut setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan.

Eggi menyebut jika Jokowi tidak mengundurkan diri atau cuti dari jabatan Presiden dikhawatirkan akan menyalahgunakan fasilitas negara.

“Kemarin saja setelah mendaftar beliau bertemu dengan ketua umum partai-partai koalisi di Istana Negara Bogor,” terangnya.

“Itu kan berarti menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kelompok, itu berarti merampok hak rakyat,” pungkasnya.

Menurut pasal 267, 281, 299, dan 300 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebut petahana wajib menjalani cuti di luar tanggungan negara saat kampanye Pilpres.

Dalam UU itu juga disebutkan petahana dilarang menggunakan fasilitas negara untuk kampanye kecuali fasilitas pengamanan untuk pejabat negara.

Biar Tidak Makar, Ngabalin: Ganti #2019GantiPresiden Jadi #17AprilGantiPresiden

Biar Tidak Makar, Ngabalin: Ganti #2019GantiPresiden Jadi #17AprilGantiPresiden

pojok satu

Aug 27, 2018 5:12 PM

Ali Mochtar Ngabalin

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan keras dilontarkan Ali Mochtar Ngabalin terakait deklrasi #2019GantiPresiden yang ditolak dan dibubarkan di sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

Menurutnya, gerakan yang diinisasi Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera itu jelas-jelas tindakan makar atau melawan negara.

Demikian disampiakan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden itu kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Ngabalin menyatakan, unsur makar yang disebutnya sudah ada dan terlihat pada makna harafiah tagar itu sendiri.

“2019 itu artinya tanggal 1 Januari pukul 00.00. Artinya apa, saat itu juga ganti presiden, artinya tindakan makar,” katanya.

Sementara, pemilihan presiden sendiri baru akan digelar pada 17 April 2019.

“27 April baru pemilu. Pemilu itu bukan ganti presiden. Pemilu itu adalah pemilihan presiden baru,” tegasnya.

Karena itu, lanjutnya, segala gerakan dan aktivitas yang terkait dengan #2019GantiPresiden, harus dihentikan.

“Makar itu, makar. Harus dihentikan seluruh aktivitasnya,” sambunganya.

Ia juga mendukung aparat keamanan yang mengambil tindakan pelarangan dan pembubaran.

Malah, ia membantah dalih bahwa gerakan tersebut adalah sebuah kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat.

Sebaliknya, aksi itu sudah melanggar Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Dalam aturan itu, jelasnya, ada syarat untuk kepentingan persatuan dan kesatuan, menghargai pendapat orang lain dan tidak mengacau keamanan.

“Mereka melawan polisi, dan polisi adalah representasi hukum, hukum berjalan,” bebernya.

Nah, agar tidak ada unsur makar dalam gerakan tersebut, Ngabalin kemudian memberikan saran agar mengubah nama.

Yakni disesuaikan dengan pelaksanaan Pilpres 2019 yang jatuh pada tanggal 17 April 2019.

‎”#2019GantiPresiden harus diubah jadi #17April2019GantiPresiden. Kalau 2019 itu makar,” tutupnya.

Untuk diketahui, terbaru, deklarasi ganti presiden sebelumnya ditolak dan gagal digelar di Pekanbaru, Riau.

Neno Warisman yang datang untuk menjadi salah satu orator dalam kegiatan tersebut sampai ditahan di bandara dan tak diperbolehkan menginjakkan kaki di kota tersebut.

Ia lalu dipulangkan kembali pada Sabtu (25/8/2019) tengah malam.

Ini Rahasia Rasulullah Terhindar dari Sakit

Ini Rahasia Rasulullah Terhindar dari Sakit

spiritsumbar.com

Aug 23, 2018 9:40 AM

Tim Kesehatan Satgas TMMD Mentawai Tahun 2017 Serma Alimat turun tangan langsung ke rumah-rumah, untuk memeriksa kesehatan

Spiritsumbar.com – Sakit itu, suatu hal yang tidak diinginkan. Jika sakit, maka kehidupan menjadi terganggu. Makan tak enak, tidur tak nyenyak. Malahan, ada pameo mengatakan jika sudah sakit maka berkah dan rahmat hidup sudah diambil oleh Sang Penguasa Alam.

Agar terjauh dari sakit, berbagai hal dilakukan, seperti berolahraga, fitnes, joging, yoga, diet dan sebagainya.

Namun semua itu, belum tentu belum jaminan akan mampu menciptakan hidup sehat atau terbebas dari penyakit. Alangkah bijaknya, kita mengambil contoh teladan pada insan yang sukses menciptakan kehidupan sehat, seperti tokoh panutan Rasulullah Saw.

Dalam catatan sejarah, selama hidupnya, Rasulullah Muhammad Saw hampir tidak pernah mengalami sakit. Malahan dari berbagai riwayat dinyatakan, Rasulullah hanya pernah satu kali sakit. Yakni, disaat mendekati ajal menjemput.

1. Selalu bangun tidur sebelum Subuh.

2. Aktif dan istiqomah menjaga kebersihan dan keindahan.

3. Tidak pernah makan berlebihan.*
Sabda Rasulullah SAW : _”Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).”(Muttafaq Alaih)

4. Gemar riadoh/olah raga dengan berjalan kaki.
Berjalan kaki ke masjid, ke majelis, pasar, medan jihad dan mengunjungi rumah sahabat.

5. Tidak pemarah dan mampu mengendalikan emosinya.
Nasihat Rasulullah SAW : _’Jangan marah’_ diulangi sampai tiga kali..
Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan muslim bukanlah terletak pada jasad, tetapi lebih kepada kebersihan jiwa.

6. Optimis dan tidak putus asa.
Sikap optimis memberikan efek emosional yang mendalam bagi kelapangan jiwa selain harus banyakkan sabar, istiqomah, bekerja keras serta tawakal kepada Allah.

7. Tidak pernah iri hati.
Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa, kita harus menjauhi dari sifat iri hati.

8. Pemaaf.
Pemaaf adalah sifat yang sangat dituntut untuk mendapatkan ketentraman hati dan jiwa.

9. Dermawan/murah hati.
Rasulullah tidak pernah menyimpan makanan, minuman dan barang berharga lebih dari tiga hari, langsung disodaqohkan kepada ahlus sufah.

10. Positif thinking/husnudzon.

Rocky Gerung Masuk Daftar Makar, Ingin Menggulingkan Pemerintah yang Sah

Rocky Gerung Masuk Daftar Makar, Ingin Menggulingkan Pemerintah yang Sah

tubasmedia.com

Aug 27, 2018 10:00 AM

JAKARTA, (tubasmedia.com)  – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus meminta agar aparat berwenang menghentikan aksi gerakan #2019GantiPresiden, lantaran dianggapnya Inkonstitusional.

Tidak hanya itu, ia juga tidak ragu menyebut sejumlah nama yang kerap mendalangi hal ini, diantaranya orang-orang dari sejumlah elemen yang menjadi tukang kampanye yang cenderung provokatif.

“Saat ini sedang gencar disosialisasikan dan dikampanyekan oleh sekelompok orang, Neno Warisman, Ratna Sarumpaet, Achmad Dhani, Rocky Gerung dan kawan-kawan dilakukan secara masif dengan daya dukung dari tiga partai politik yaitu Gerindra, PAN dan PKS. Gerakan ini jelas inkonstitusional,” tegasnya.

Gerakan #2019GantiPresiden dituding inkonstitusional karena berupaya menggulingkan pemerintahan berkuasa saat ini di bawah Presiden Jokowi.

“Tagar #2019GantiPresiden, upaya inkonstitusional kudeta terselubung ganti Presiden Jokowi,” kata Petrus Selestinus.

Petrus mencermati sosialisasi, provokasi, agitasi bahkan kampaye dengan tagar #2019GantiPresiden secara masif digencarkan selama hampir satu tahun belakangan ini.

Kampanye ini menurut dia, justru memberi pesan nyata bahwa ada kelompok masyarakat yang menghendaki presiden Indonesia pada tahun 2019 bukanlah berasal dari hasil Pemilu, melainkan berasal dari upaya #2019 GantiPreiden.

“Di dalam pasal 7 UUD 1945, dikatakan bahwa presiden dan wakil presiden menjabat selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali pada Pemilu berikutnya. Di samping itu terdapat mekanisme dan prosedur untuk ganti presiden dan atau wakil presiden yang secara limitatif diatur pada Pasal 8 UUD 1945,” terangnya. (red)

Ahmad Dhani Sebut Pendemonya dengan Kata Kasar, Ini Kata Sandiaga Uno

Ahmad Dhani Sebut Pendemonya dengan Kata Kasar, Ini Kata Sandiaga Uno

tribun news

Aug 27, 2018 12:47 PM

Massa Tolak Deklarasi Ganti Presiden di Surabaya menghadang Ahmad Dhani di depan Hotel Majapahit(KOMPAS.com/Achmad Faizal) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ucapan musisi kondang Ahmad Dhani Prasetyo yang menyebut pendemonya "idiot", disesalkan oleh bakal cawapres Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga apa yang dilakukan pentolan grup band Dewa 19 tersebut tidak patut ditiru.

"Ya tentunya negatif dan menurut saya alangkah baiknya kita tidak menggunakan kata-kata yang mendegradasi atau men-downgrade kita gunakan kata-kata yang seharusnya menyanjung," ujar Sandiaga, dikawasan Melawai, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018).

Alangkah lebih baiknya, Sandiaga mengatakan agar Ahmad Dhani untuk menggunakan kata-kata yang memotivasi bukan menjatuhkan.

"Sehingga energi postif yang terbangun akan mendorong bangsa ini lebih baik lagi menggerakkan ekonominya dan membuka lapangan kerja," ujar Sandiaga.

Terkait apakah tindakan yang dilakukan Ahmad Dhini tersebut mendapat sanksi atau tidak, Sandiaga menyerahkan hal itu kepada mekanisme partai.

"Saya serahkan kepada partai yang kebetulan udah tidak lagi di dalam kepengurusan partai jadi sekarang tentunya ada mekanismemya," ujar Sandiaga.

Sebelumnya dalam video yang tersebar di medsos terlihat, kalimat yang pertama diucapkan Dhani ialah salam kepada massa Deklarasi #2019GantiPresiden di lokasi.

Suami dari Mulan Jameela itu terlihat seperti berada di sebuah ruangan, diduga Hotel Majapahit. Dia memang menginap di sana, termasuk saat didatangi massa penolak deklarasi.

"Saya diadang di depan hotel, enggak bisa keluar hotel, ditahan oleh polisi. Saya didemo di situ, didemo oleh seratus orang. Ramai juga, biasanya presiden, menteri dan kapolri didemo, ini musisi didemo... Anehnya musisi didemo, yang demo ini yang bela penguasa," demikian Ahmad Dhani berujar dalam video.

"Lucu, kan? Ini idiot-idiot, idiot kecil. Mendemo orang yang tidak berkuasa. Jadi saya enggak bisa keluar, mohon maaf teman-teman yang deklarasi, polisinya membiarkan mereka demo dua jam. Dua jam saya enggak bisa keluar," kata Dhani.

Sebetulnya tidak ada kata Banser maupun Rocker dalam video itu terdengar dari bibir Dhani. Cuma, seorang pria berambut panjang yang duduk bersama Dhani mengatakan 'Banser itu, Banser' sambil menunjuk jari keluar. "Saya takut kalau saya marah... Lebih baik saya ngalah," ujar Dhani.

Gara-gara Kritik Jokowi, Yunarto Dituding sebagai Pendukung Prabowo: Loe Kate Gua Fadli Jon

Gara-gara Kritik Jokowi, Yunarto Dituding sebagai Pendukung Prabowo: Loe Kate Gua Fadli Jon

tribun news

Aug 27, 2018 1:24 PM

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya berbincang dengan Aiman dari Kompas TV di Kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Eksekutif lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya menjawab tuduhan netizen usai dirinya memberikan kritik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut Yunarto Wijaya sampaikan melalui akun Twitter @yunartowijaya pada Minggu (26/8/2018).

Dalam cuitan tersebut ia menuliskan bahwa ia sempat mengkritik Jokowi.

Namun, ia meyayangkan tuduhan netizen yang menyebutnya sebagai pendukung bakal capres Prabowo Subianto.

Yunarto tidak ingin disamakan dengan Fadli Zon.

Minggu, 26 Agustus 2018

Akrab dengan Ketua Partai

Akrab dengan Ketua Partai

prokal.co

Aug 25, 2018 9:13 AM

PROKAL.CO, Kirana Larasati termasuk selebriti yang aktif menggunakan media sosial. Berbagai kegiatan sehari-hari kerap diunggahnya di Instagram. Mulai kegiatan dalam dunia hiburan, sampai aktivitasnya di bidang politik. Sebab, bintang sinetron Azizah itu merupakan bakal calon anggota legislatif dari partai PDI Perjuangan untuk Pemilu 2019.

Terbaru, Kirana Larasati memamerkan momen saat dirinya nonton bareng mantan presiden Megawati Soekarnoputri. Mereka berada di bioskop untuk menyaksikan film Si Doel The Movie. “Nonton bareng Si Doel The Movie with Ibu Megawati dan keluarga lainnya,” ungkap Kirana Larasati sebagai keterangan, Kamis (23/8).

Foto yang diunggah memperlihatkan pose wefie Kirana Larasati dengan Megawati. Momen tersebut sekaligus membuktikan kedekatannya dengan ketua umum PDIP itu. Untuk diketahui, Kirana Larasati akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik. Dia bergabung dengan PDIP atas pilihan sendiri. Partai berlogo banteng itu menempatkan Kirana sebagai bacaleg DPR RI untuk daerah pemilihan Jawa Barat I (Kota Bandung dan Kota Cimahi).

Sejak bergabung, Kirana aktif di kegiatan partai. Ibu satu anak itu langsung ikut Pelatihan Singkat Caleg Artis Nusantara di DPP PDIP pada bulan lalu. Dia duduk bersama Angel Karamoy, Andre Hehanusa, Chica Koeswoyo, Harvey Malaihollo, Ian Kasela, Jeffry Waworuntu, Krisdayanti, Lita Zen, Sari Koeswoyo, dan Tina Toon untuk menyimak materi demi materi pembekalan sebagai bacaleg PDIP.

Kirana telah memiliki visi jika kelak terpilih sebagai anggota DPR dari PDIP. Obsesinya adalah duduk di Komisi VIII DPR yang membidangi sosial, perempuan, dan anak, atau di Komisi I DPR yang mengurusi pertahanan, luar negeri, informatika, dan intelijen. (jpnn/ps/iza/k8)

Massa Terus Buru Ahmad Dhani Pasca Batalnya Deklarasi #2019Ganti Presiden Surabaya, Nyaris Ricuh

Massa Terus Buru Ahmad Dhani Pasca Batalnya Deklarasi #2019Ganti Presiden Surabaya, Nyaris Ricuh

tribun news

Aug 26, 2018 3:10 PM

Puluhan massa mendatangi Restoran di dalam Hotel Elmi Surabaya 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Puluhan massa yang mengatasnamakan diri koalisi Cinta NKRI mendatangi sebuah restoran di Hotel Elmi Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Genteng Surabaya, Minggu (26/8/2018).

Kedatangan mereka untuk meminta Ahmad Dhani bersama relawan supaya tidak menggelar konferensi pers terkait aksi damai deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya.

Sejumlah massa menyebar di area halaman depan dan di semua area di dalam Hotel Elmi.

Mereka menunggu hingga Ahmad Dhanipulang balik ke Jakarta.

Perwakilan Korlap sempat melakukan koordinasi bersama pihak Kepolisian Polrestabes Surabaya untuk bertemu dengan Ahmad Dhani bersama relawan #2019GantiPresiden.

Informasinya, mereka juga menuntut Ahmad Dhani supaya meminta maaf atas perkataannya yang telah menyinggung organisasi tertentu.

Pihak kepolisian berupa meredam mereka supaya tidak bertindak anarkis yang bisa melanggar hukum.

Di lokasi hingga saat ini Ahmad Dhanimasih berada di dalam restoran hoteltersebut.

Pihak Kepolisian Polrestabes Surabaya sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan ketat lantaran semakin banyaknya massa yang mulai berdatangan.

Puluhan massa yang mendatangi restoran di dalam Hotal Elmi nyaris menimbulkan keributan.

Sebelumya, massa telah mendatangi Rumah Makan Primarasa di Jalan Raya Ahmad Yani untuk mencari Ahmad Dhani.

Dari pengamatan di lokasi Ahmad Dhanibersama relawan terlihat duduk di kursi restoran hotel.

Informasinya, Ahmad Dhani akan melakukan jumpa pers terkait deklarasi #2019GantiPresiden.

Situasi di lokasi nyaris Chaos (rusuh) lantaran massa memaksa masuk.

Sedangkan di halaman depan Hotel Elmi sejumlah massa berorasi di atas mobil bak terbuka.

Dalam orasinya massa menyebut siap mengawal Ahmad Dhani hingga sampai ke Bandara Juanda.

Hingg berita ini ditulis pihak Ahmad Dhanibersama relawan #2019GantiPresiden belum memberikan komentar resmi terkait kejadian ini.

Polisi Polrestabes Surabaya berupa meredam aksi massa yang meminta untuk masuk ke dalam restoran hotel.

Namun hal itu dicegah demi keamanan bersama.

Rabu, 22 Agustus 2018

Waduh, Jokowi Diancam ISIS

Waduh, Jokowi Diancam ISIS

warta ekonomi

Aug 22, 2018 6:17 PM

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sebuah video yang beredar di internet, menyebut diri sebagai Divisi Peretasan ISIS mengancam pemerintah Indonesia.

Video yang berdurasi 1 menit itu, pihak yang menyebut diri sebagai Hacktivist 1435 menyampaikan ancaman dengan menggunakan bahasa Inggris dan diterjemahkan dengan teks berbahasa Indonesia.

Pada awal rekaman, terdengar seorang narator berkata dengan nama Allah, pesan untuk pemerintah Indonesia, peretas dari Tentara Ansar Khilafah. Menurut Hacktivist1435 pemerintah Indonesia melakukan kesewenangan terhadap saudara-saudaranya, seperti penjara, pembunuhan, dan siksaan, hingga pemblokiran akun sosial media.

"Apa yang telah dilakukan kepada saudara-saudaranku?," tanyanya pada video tersebut, Rabu (22/8/2018).

Bahkan kelompok itu juga mengancam bakal melakukan pembalasan dengan menyebar teror baik di dunia maya ataupun dunia nyata.

"Kami akan membalas semua yang telah Anda lakukan. Kami akan berjuang dan meneror Anda di dunia nyata dan dunia maya. Kami akan menyerang dan meneror Anda di dunia maya. Kami akan berbagi akun yang telah kami retas untuk saudara kami Ansar Khilafah untuk melanjutkan dakwah dan jihad," jelasnya.

Ancaman tersebut kemudian ditutup dengan pernyataan "Kami Divisi Peretas ISIS. Kami berjuang untuk meninggikan Alquran. Kami Hacktivist 1435, Ansar Caliphate Army. Kami akan menemukanmu dan kami akan membunuhmu," terangnya.

Yusril: PBB Lebih Sreg Jokowi-Kiai Ma'ruf

Yusril: PBB Lebih Sreg Jokowi-Kiai Ma'ruf

beritajatim.com

Aug 22, 2018 7:26 PM

Surabaya (beritajatim.com) - Partai Bulan Bintang (PBB) hingga saat ini belum menentukan sikap resmi terkait arah dukungan pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019 mendatang.

Namun begitu, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan tetap berpegang pada hasil Ijtimak Ulama, yaitu mendukung pasangan di mana terdapat ulama yang maju sebagai perpaduan nasionalis-religius. "Pada prinsipnya, PBB akan mendukung ulama yang maju di Pilpres sesuai hasil Ijtima Ulama kemarin," katanya.

Ijtima Ulama yang digelar di Hotel Peninsula sebenarnya merekomendasikan Prabowo berpasangan dengan Habib Salim Segaf Aljufri dan Ustadz Somad.

Tetapi dalam perjalanannya, Prabowo tak mengikuti rekomendasi tersebut dan memilih Sandiaga Uno. Di sisi lain, Jokowi ternyata memilih KH Ma'ruf Amin yang merupakan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Yusril, tak ada yang membantah bahwa Kiai Ma'ruf adalah ulama. Kiai Ma'ruf jelas keulamaannya dan memegang peran strategis di organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Maka saat Jokowi memilih Kiai Ma'ruf sebagai cawapresnya, PBB memberikan apresiasi.

Pilihan Jokowi dinilai tepat sebagai penghargaan atas ulama dan umat Islam. Dengan majunya Kiai Ma'ruf diharapkan dapat membawa kedamaian dan kemajuan dalam berbangsa dan bernegara. "Jokowi-Kiai Ma'ruf adalah pasangan umara dan ulama," tandas Yusril.

Yusril kembali menegaskan bahwa PBB tidak akan netral dalam Pilpres 2019 nanti. Namun, PBB menunggu waktu yang tepat kemana dukungan akan dilabuhkan, apakah ke pasangan Jokowi-Ma'ruf atau Prabowo-Sandi. "Nanti PBB akan bersikap, tapi prinsipnya tadi kader-kader PBB lebih sreg dengan pasangan yang ada ulamanya," tegas mantan Menkum HAM itu. (tok/kun)

Media India Heran Pembukaan Asian Games 2018 Bisa Satukan Korea Selatan dan Korea Utara

Media India Heran Pembukaan Asian Games 2018 Bisa Satukan Korea Selatan dan Korea Utara

indo sport

Aug 19, 2018 2:30 PM

Upacara pembukaan Asian Games 2018 menjadi saksi banyak pasang mata dunia dari momen bersejarah bersatunya Korea Selatan dan Korea Utara.

INDOSPORT.COM - Upacara pembukaan Asian Games 2018 yang digelar di di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (18/08/18) berjalan lancar dan fantastis.

Sebuah momen menarik di pembukaan Asian Games 2018 rupanya  menjadi sorotan media IndiaFirst Post. Mereka heran, pembukaan pesta olahraga Asia tersebut berhasil menyatukan Korea Selatan dan Korea Utara.

Diketahui, wakil Korsel, pebasket wanita Lim Yung-hui dan pesepakbola Korut, Ju Kyong-chol merapat dalam satu barisan dan bersama-sama memegang bendera unifikasi Korea.

Bendera ini bergambar peta semenanjung korea berwarna biru dengan latar putih. Warna putih biru pun dipilih menjadi seragam kontingen kedua negara. 

Tepuk tangan para penonton langsung menambah ramai suasana di SUGBK. Atlet duo Korea, yang berjumlah sekitar 1.000 orang, melambaikan tangannya ke arah tribun yang disesaki ratusan ribu penonton dan delegasi berbagai negara. 

Korut dan Korsel secara teknis masih dalam masa perang. Meski demikian, hal itu tak menyulutkan niat para atlet untuk mengikuti olimpiade yang digelar di dua daerah di Indonesia, yakni Jakarta dan Palembang.

Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yon dan Wakil Perdana Menteri Korea Utara Ri Ryong-nam, menonton dari kursi VIP. Keduanya serempak bangkit dan berpegangan tangan saat para atlet Korea berbaris.

"Kita mencetak sejarah hari ini, karena Korea Selatan dan Korea Utara bergabung dalam satu tim untuk berkompetisi di Asian Games 2018. Anda boleh merasa bangga dengan negara asal Anda, Indonesia," ujar Ketua Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah dalam sambutannya di acara pembukaan Asian Games ke-18.

Ikuti terus berita seputar sepak bola dan olahraga lain serta serba-serbi Asian Games 2018 hanya di INDOSPORT.

Golkar : Tidak Ada Untungnya Dukung Jokowi

Golkar : Tidak Ada Untungnya Dukung Jokowi

mediajakarta.com

Aug 22, 2018 6:58 PM

Jokowi

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Anggota Dewan Pembina Partai Golkar, Fadel Muhammad mengatakan, Partai Golkar tidak punya keuntungan apapun mendukung pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

Menurut Fadel, dukungan terhadap Jokowi tidak akan memberi dampak elektoral bagi Golkar di Pemilu Legislatif nanti.

“Kita terancam juga. Begini, nanti suara rakyat itu akan dua. Satu untuk PDI-P, satu ke Gerindra. Golkar ketiga, karena kita tidak ada calon presiden kan. Wapres juga nggak ada. jadi apa untungnya dukung Jokowi?,” terang Fadel di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Selasa (21/8/2018).

Fadel mengungkapkan, internal Partai Golkar bahkan saat ini pecah pasca Jokowi menggandeng Ma’ruf Amin sebagai cawapres. Sebab, banyak kader Golkar kecewa karena sejak awal berharap Jokowi akan menggandeng Ketum Golkar, Airlangga Hartarto sebagai cawapresnya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan perpecahan itu akan membuat sebagian kader Golkar mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Belum tahu, (kemungkinan mendukung Prabowo – Sandiaga) besar. Apalagi Sandiaga Uno. Sandiaga Uno orang Gorontalo,” imbuhnya.

Tidak disebutkan seberapa banyak kader Golkar yang berpotensi mengalihkan dukungan kepada Prabowo dan Sandiaga Uno.

Fadel mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat terlebih dahulu. “Belum (diketahui), nanti kalau rapat bulan depan saya kasih kabar,” katanya.

Tidak hanya soal dukungan ke Jokowi, perpecahan di tubuh Golkar juga kata dia berpotensi masuk ke dalam struktur kepengurusan.

“Kita lihat bulan depan. Rawan lah (struktur kepengurusan pecah),” tandasnya. (WK/MJ)

Banyak yang Belum Tahu Perbedaan Cina, Taiwan, Hong Kong, dan Taiwan, Ini Dia Penjelasannya

Banyak yang Belum Tahu Perbedaan Cina, Taiwan, Hong Kong, dan Taiwan, Ini Dia Penjelasannya

tribun news

Aug 22, 2018 10:22 AM

Perempuan di China saat akan menjalankan ibadah salat Idul Fitri di masjid Kota Beijing 

TRIBUNJAMBI.COM - Masih banyak di antara kita yang bingung membedakan antara empat negara Asia Timur, yakni Cina atau Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, dan Macau.

Cina sendiri merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, beribu kota Beijing dan menggunakan sistem ekonomi sosialis.

Negara ini juga dikenal sebagai negara penganut ideologi komunis terbesar di dunia.

Mata uang mereka adalah yuan dan nama resmi negaranya adalah People Republic of China atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Bagi orang-orang yang tinggal di Taiwan, Hong Kong, dan Macau, negara Tiongkok sering disebut dengan mainland (tanah daratan). Tidak perlu panjang lebar menjelaskan tentang Negeri Tirai Bambu ini karena sudah sangat familiar di telinga banyak orang.

 
Kedua adalah Taiwan. Nama resmi negara ini sebenarnya bukanlah Taiwan, tetapi Republic of China (tidak ada people) dan beribu kota Taipei.

Sistem ekonominya berbentuk kapitalis dan mata uangnya Taiwan Dollar (TWD).

 Taiwan adalah negara yang berada di Pulau Formosa dan masih berdekatan dengan Tiongkok. 

Taiwan bukanlah negara yang merdeka seutuhnya atau negara dengan pengakuan terbatas.

Hanya sekitar 23 negara yang mengakui Taiwansebagai negara berdaulat.

Secara de facto Taiwan adalah negara merdeka dan menjadi satu negara dunia, namun secara de jure Taiwan belum mendapatkan pengakuan dari berbagai negara dunia.

Negara ini bisa disebut sebagai negara yang dipersengketakan, statusnya sama dengan Kosovo dan Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri tidak mengakui Taiwan sebagai sebuah negara dan di Indonesia juga tak ada kedutaan besar Taiwan.

Makanya, berbagai kerja sama seperti pendidikan, ekonomi, atau pengurusan visa harus melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (Taipei Economic and Trade Office) di Jakarta.

Meskipun bukan negara berdaulat, tapi Taiwan sangat produktif dalam mengembangkan dan menciptakan berbagai merek teknologi kelas dunia seperti Asus, Acer, BenQ, HTC, D-Link, MSI, Trend Micro, dan Mio Tech.

Ketiga adalah Hong Kong. Ini merupakan negara semimerdeka dengan nama resminya Hong Kong Special Administrative Region (Daerah Administratif Khusus  Hong Kong). Hong Kong juga sering disebut sebagai negara dalam negara Tiongkok.

Dari tahun 1841-1997 negara ini bernama British Hong Kong di bawah kekuasaaan Inggris.

Sejak tahun 1997 dikembaikan ke Tiongkok dengan status satu negara dua sistem.

Makanya, Hong Kong memiliki sistem negara sendiri, mulai dari bendera, mata uang Hong Kong Dolar (HKD), paspor, dan menganut sistem ekonomi kapitalis.

Hong Kong juga memiliki kepolisian sendiri, namun tidak memiliki tentara, karena pertahanannya masih dikendalikan Tiongkok.

Bahasa di negara ini berbeda dengan Tiongkok dan Taiwan, mayoritas masyarakatnya menggunakan bahasa Kantonis dan Inggris.

Hong Kong menjadi pusat perekonomian dunia dan selalu saja dibandingkan dengan Singapura karena ukuran negaranya yang sama-sama kecil, berpenduduk padat dan akomodasi yang supermahal.

Hong Kong juga terkenal dengan julukan Asia’s World City (Kota Asia Dunia), kota gemerlap dengan gedung-gedung pencakar langit, pusat bisnis, dan perdagangan dunia, shopping dan fashion, Disneyland, dan industri perfilman.

Hong Kong juga menjadi tempat yang menghubungkan dunia barat dengan Tiongkok.

Banyak sekali media internasional seperti BBC, CNN, VOA, Fox News, dan Al-Jazeera bermarkas di Hong Kong agar lebih mudah meliput Tiongkok dari dekat sebagai negara yang kurang demokratis terhadap pers.

Tahun 2014, Hong Kong sempat bergejolak dengan hadirnya protes Revolusi Payung di bawah pimpinan remaja kurus yang ditakuti Beijing, Joshua Wong.

Warga melakukan demonstrasi besar-besaran menginginkan hak demokratis untuk memilih pemimpin baru mereka tanpa intervensi Tiongkok. Sampai saat ini sikap anti-Tiongkok oleh generasi muda Hong Kong masih tetap berlanjut, terutama di kampus.

Beberapa mahasiswa Hong Kong seringkali menyindir mahasiswa asal Tiongkok dengan sifat dan perilaku buruk mereka sampai membuat ketidakharmonisan di antara mereka.

Banyak juga orang Hong Kong yang tidak menerima jika disebut sebagai Chinese. Mereka lebih suka disebut sebagai Cantonies (orang Kanton).

Saya sempat berdiskusi dengan seorang aktivis mahasiswa Hong Kong. Salah satu ketakutan dan ketidaksukaan mereka terhadap Pemerintah Beijing adalah adanya upaya untuk mengembangkan sebuah nilai “nasionalisme Tiongkok” ke negara mereka.

Termasuk kewajiban berbahasa Mandarin yang bukan bahasa orang Hong Kong.

Ketakutan lainnya adalah masuknya paham komunisme ke Hong Kong, dan dibatasinya akses informasi, terutama internet seperti yang terjadi di Tiongkok saat ini.

Keempat adalah Macau (Macao). Status negara ini sama seperti Hong Kong.

Macau terkenal sebagai pusat judi atau kasino terbesar di Asia dan sering dijuluki The Sin City of Asia (Kota Dosa Asia). Konon, The Venetian Macao merupakan pusat kasino terbesar di dunia dan buka 24 jam.

Macau terletak tidak jauh dari Hong Kong, hanya sekitar 20 menit menggunakan kapal feri.

Macau berada di bawah kekuasaan Portugis dari tahun 1557-1999 (Portuguese Macau) dan diserahkan kembali kepada Tiongkok dengan status satu negara dua sistem.

Atmosfer Eropa atau Portugis masih sangat kental terasa di sini, seperti bangunan-bangunan bercorak Eropa atau informasi yang ditulis menggunakan bahasa Portugis.

Mayoritas penduduk di sini berbahasa Kantonis, Portugis, dan Inggris.

Mata uangnya adalah Pataca Macau, namun Dolar Hong Kong juga berlaku di sini, dan sistem ekonominya adalah kapitalis.

Suhu perpolitikan anti-Beijing di Macau tergolong adem ayem dibandingkan dengan Taiwan dan Hong Kong.

Meskipun Taiwan, Hong Kong, dan Macau bukanlah negara berdaulat, namun mereka memiliki paspor masing-masing.

Orang Tiongkok yang berkunjung ke Taiwan, Hong Kong, atau Macau wajib menggunakan paspor dan sebaliknya.

Bahkan warga Tiongkok yang bekerja dan belajar di Hong Kong juga diwajibkan menggunakan visa.

Jika dilihat dari ideologi dan peta politik Beijing, negara komunis tersebut tidak akan membiarkan Taiwan, Hong Kong, dan Macau menjadi sebuah negara berdaulat atau merdeka sepenuhnya.

Beijing menginginkan adanya one ChinaPolicy (Kebijakan Satu Cina) atau istiah lainnya disebut “hanya ada satu Cina di dunia” untuk menjaga peradaban dan memperkuat kekuatan mereka di dunia. From: zamzami zainuddin 

Editor: bakri

Selasa, 21 Agustus 2018

Usulkan Presiden Jokowi Berkantor di NTB, Andi Arief : Perkawinan Putranya Saja Jokowi Pindah Kantor

Usulkan Presiden Jokowi Berkantor di NTB, Andi Arief : Perkawinan Putranya Saja Jokowi Pindah Kantor

tribun news

Aug 21, 2018 4:40 PM

Jokowi dan Andi Arief 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gempa di Lombok terus menerus terjadi.

Gempa dahsyat yang terjadi di Lombok terakhir sampai memiliki kekuatan 6,9 SR yakni pada Minggu (19/8/2018).

Dilansir dari laman Sutopo Purwo, jumlah korban tewas akibat gempa 6,9 SR itu mencapai 14 orang.

Sedangkan ada 24 orang luka dan 151 rumah dikabarkan rusak.

Dampak gempa 6.9 SR di Lombok dan Sumbawa update per 20/8/2018 pukul 19.00 WIB: 14 orang meninggal dunia (Lombok Timur 6, Lombok Tengah 1, Sumbawa 6, Sumbawa Barat 1), 24 orang luka, 151 rumah rusak, 6 fasilitas peribatan rusak dan 1 kantor rusak. Bantuan terus disalurkan.

Meski telah terjadi bencana gempa terus menerus di Lombok, namun status sebagai bencana nasional tampaknya belum diberikan oleh pemerintah.

Seolah memperhatikan hatl tersebut, wakil sekretaris jenderal Partai Demokrat, Andi Arief pun memberikan pendapatnya.

Dilansir dari laman Twitternya, Andi Arief pun memberikan usulannya untuk presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengungkapkan bahwa Jokowi agar berkantor di NTB untuk sementara waktu.

Hal itu dilakukan guna menunjukkan kepedulian dari pemerintah pusat atas bencana gempa di Lombok.

Usulan kongkret saya Presiden Jokowi berkantor di NTB sementara untuk menunjukkan kepedulian pemerintah pusat di musibah gempa Lombok.

cuitan Andi Arief (Twitter)

Tak hanya itu, Andi Arief pun lantas membandingkan kejadian bencana gempa tersebut dengan peristiwa saat anak Jokowi menikah.

Andi Arief mengungkit Jokowi sempat "berpindah" kantor di Solo saat sang anak menikah.

Maaf, Untuk perkawinan putranya saja Jokowi bisa berpindah kantor sementara di Solo, masak untuk bencana besar lombok tidak dilakukan.

Cuitan Andi Arief (Twitter)

Cuitan tersebut telah disukai sebanyak 751 dan dibagikan sebanyak 291 pengguna Twitter.

Selain itu, cuitan Andi Arief itu nyatanya juga ikut direspon oleh anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming.

Gibran Rakabuming yang memiliki nama akun Chilli Pari pun terlihat menyukai cuitan tersebut.

Chlli Pari menyukai cuitan Andi Arief (Twitter)

Kepada bpk presiden RI

Kepada bpk presiden RI
Saya bukan pendukungmu, bahkan sy pembencimu. Sy tak rela engkau kembali jadi presiden.
Bukan karna harga2 pada mahal spt kata orang, toh kami masih pada mampu untuk belanja, padahal kami bukan orang mampu.
Sy menolakmu karna masalah idiologi, masalah kapasitasmu dan semua predikat tentangmu spt yg sy yakini selama ini.
Maka ketika gempa menimpa kami, dan engkau datang berkunjung. Sy tetap tdk respek. Toh itu tugasmu pak presiden.
Maka ketika engkau datang ke Lombok Utara dan masyarakat pada menyambutmu, sy diam saja dan hanya melihatmu dari jauh dgn rasa sinis. Bahkan sy melarang anak istri untuk ikut larut dlm euforia kegembiraan menyambutmu. Padahal sy lihat istri sy pengen juga mendekat, ikut salaman bahkan berfoto2 spt yg dilakukan masyarakat lainnya.
Sampai datang waktu sholat. Kulihat bapak presiden tetap ingin sholat jamaah bersama kami walau diingatkan sarana yg tdk memungkinkan.
Dgn tenang bpk presiden menuju gentong biru tempat penampungan air untuk berwudhu. Sangat hati2 dan memakai air sedikit sekali, mungkin karna tahu air bersih sulit kami dapatkan. Dan agar jamaah lainnya tetap kebagian air untuk berwudhu.  Lalu menyilahkan orang lain berwudhu di tempat itu.
Sampai pada saat sholat sy masih mencari2 kesalahannya. Bacaannya standar2 saja spt imam lainnya.
Orang2pun bersalaman dgn bpk presiden  tanpa canggung. Tapi sy tetap menjauh dan tdk peduli.
Ketika bapak presiden ikut tidur di tenda, sy diam2 mulai memperhatikannya. Sosok yg mungkin sudah letih malam itu, tetap tampil penuh perhatian, menyapa rakyatnya dan berdiskusi pendek entah apa yg ditanyakan.
Tubuh pemimpin itu rela merebahkan tubuhnya di bawa tenda beralaskan karpet di lapangan sepak bola ini dgn kondisi yg sangat memprihatinkan.
Sejak tidur ditenda ini. Sy tdk pernah pulas, selalu was was dan terbangun begitu mendengar bunyi apapun. Khawatir dgn gempa susulan, khawatir dgn semua kemungkinan buruk yg siap menimpa kami.
Tapi malam ini,  alampun seperti diam memberi kenyamanan untuk kami beristirahat. Begitu syahdu, begitu damai perasaan keluarga sy.
Baru kali ini sy pulas tertidur seperti ada seseorang yg melindungi kami, menjaga istirahat kami, berada ditengah2 kami seperti rakyat lainnya.
Sebelum tertidur, sy masih melihat dari jauh sosok pemimpin itu terbangun duduk. Mengitari pandangannya melihat dgn seksama pada rakyatnya yg bergelimpangan diatas tikar.
Bapak presiden ikut merebahkan badannya, ikut bersama kami merasakan dinginnya malam,.
Malam ini begitu damai dan tenang. Bahkan suara tangis anak2 yg biasanya berisik malam ini tdk terdengar. Anak sy juga tidak rewel. Malam yg begitu tenang. Seakan tidur kami di nina bobokkan oleh seorang ayah pada anak2nya.
Ya, seorang presiden pada rakyatnya.
Sewaktu bapak presiden pamit untuk melanjutkan perjalanannya, barulah sy  mendekat untuk ikut menjabat tangan itu.
Dgn lirih sy ucapkan terimakasih dan kata maaf yg mungkin tdk dimengerti oleh bapak presiden.
Dalam hati sy memohon pada sang khalik, maafkan hambamu yg sangat kejam membenci pemimpinnya ini.
Kulihat ketulusan pada wajah kurusnya, kulihat keteduhan pada matanya. Kulihat senyum tipisnya yg ikhlas sambil menjabat tangan sy. Ingin rasanya memeluk tubuh kurus yg keletihan itu sambil memohon maaf, ampun atas kesalahan2 yg kulakukan.
Tapi sy hanya bisa berkata pelan " maafkan sy pak."
Hanya itu yg keluar dari mulut sy, karna bapak presiden dgn cepat menjabat tangan2 yg lain.
Sy melihat punggung itu menjauh ditemani bapak gubernur kami TGB.
Sosok pemimpin2 yg baru saja memperlihatkan jatidirinya, tabiat dan karakternya, bukan pencitraan spt yg selama ini sy tuduhkan...
Maafkan sy bapak presiden. Maafkan rakyatmu yg tdk tahu diri, yg hanya mengenalmu dari opini2 dan sosial media.
Walau sy masih bersyukur, masih sempat meminta maaf sebelum ajal menjemput dan mempertanggung jawabkan semua dosa2 sy terhadap sang ulil amry kepada sang Khalik Allah SWT...
   
Tanjung, Lombok Utara. Agustus 2018
Muh. K. Anwar

Jokowi Pembaharu

Sabtu, 18 Agustus 2018
Oleh Erizeli Jely Bandaro

Jokowi Pembaharu

Seorang fund Manager asing berkata kepada saya “ entah apa yang akan terjadi bila saja bukan Jokowi presiden anda. Karena angin tornado yang bertiup dari AS sejak tahun 2008 sudah sampai di Indonesia di tahun 2013 dan meluas kesemua sektor membuat berderak makro ekonomi. Indonesia mengalami defisit current account yang merupakan gabungan semua defisit. Sangat mengerikan akan masa depan Indonesia. Tanpa perubahan politik rasanya sulit untuk melewati badai ekonomi. Tetapi Jokowi tidak punya power merubah politik secara drastis. Karena kekuasaan di DPR dari koalisinya tidak cukup untuk melakukan perubahan.

Apakah Jokowi stuck? Tidak. Banyak kebijakan keras dibuatnya yang di era sebelumnya hampir tidak mungkin bisa diterapkan seperti reformasi migas dan anggaran termsuk Pajak. Entah mengapa serangan dari DPR dan politisi tidak membuat langkahnya surut. The show must go on. Dia nothing to lose yang tidak tersandera dengan masa lalu karana ia bukan bagian dari oligarki politik masa lalu. Ditengah anggaran yang difisit sebagai warisan masa lalu, dia terus mencari terobosan untuk terus punya ruang berimprovisasi menciptakan solusi agar roda pembangun terus bergerak. Tahun demi tahun dilaluinya. Awalnya orang meragukannya dan akhirnya lawanya kehilangan kata kata untuk menekannya dan harus mengakui dia memang berkah bagi Indonesia ditengah krisis ekonomi.

Jokowi memang bukan militer yang tampil gagah membawa senjata dan bertubuh berat sepeti gajah bengkak. Tubuhnya kerempeng tetapi nyalinya mengalahkan jenderal yang tak pernah punya nyali mereformasi migas dan menenggelamkan kapal pencuri ikan. Dia bukan profesor ekonomi tetapi dia menjadikan menteri keuangannya terbaik sedunia. Dia bukan insinyur bangunan tetapi dia menjadi presiden yang paling banyak membuat waduk dan toll sepanjang sejarah negeri ini. Dia bukan ulama dan tidak hafal Al Quran tetapi dia paling kuat dan sabar menahan cercaan kebencian. Dia hanyalah pria biasa yang setia dengan istrinya dan mencitai keluarganya dengan cara sederhana. Dan berharap rakyat pun menyikapi bahwa sebuah kekuasaan bukanlah segala galanya. Sikapi pemilu dengan cara sederhana bahwa kekuasaan adalah Amanah yang harus diemban dan diperjuangkan dengan keterlibatan semua pihak agar negeri ini bergerak maju lebih baik.

***

Hujan telah reda. Dari kaca lebar di cafe hotel bintang lima , saya melempar pandangan ke jalan utama jakarta. Kemudian teman saya dari New York mengatakan “ Tak pernah terbayangkan. Negeri ini yang tahun 1998 tercabik cabik ekonominya, seakan tak ada harapan untuk bangkit. Semua harapan di bangun era Soeharto tenggelam begitu saja. Namun kini dengan GDP diatas 1triliun, di prediksi 3 tahun lagi akan tembus USD 2 triliun. Indonesia masuk kelompok negara maju. Semua lembaga riset international menyimpulkan bahwa Indonesia punya plaform ekonomi yang kokoh di era Jokowi yang mampu meningkatkan kapasitas 5,4 % (pa) pertumbuhan ekonomi. Di perkirakan tahun 2020 Indonesia sudah diatas Austalia, Rusia, Spanyol, Belanda.

Indonesia memang rajawali perkasa. Tak seperti si Panda ( china ) yang imut atau Gajah ( India ) yang lamban. Defisit APBN China terhadap GDP diatas 3 % sementara India mencapai 7%. Sementara Indonesia tumbuh dengan defisit di bawah 3%. Bagaimana dengan hutang? Rasion Utang China terhadap GDP diatas 45%. India diatas 60 % tapi indonesia mampu bertahan di bawah 30%. Bahkan rasio utang indonesia di bawah rasio rata rata negara Emerging Market dan Middle Income Economies. Yang luar biasa , ini di lakukan Jokowi ditengah tekanan politik yang tiada henti. Dalam proses reformasi anggaran dan pajak yang penuh gejolak. Perubahan orientasi dari konsumsi ke produksi yang di bayangi turunnya harga komoditas utama. Saya rasa presiden anda bukan hanya cerdas tapi Tuhan bersama dia. "

Mengapa ?

" Rajawali itu melesat kencang keatas di tengah awan gelap dan petir semesta. Tak nampak ragu sama sekali untuk bersikap tegas melawan hegemoni Cina dan AS di laut China selatan. Tak ragu melawan hegemoni AS di bisnis SDA. Tak ragu meminta agar IMF di reformasi. Tak ragu menghadang setiap aksi intolerance di dalam maupun di luar negeri. Tak ragu menjadikan demokrasi sebagai sistem dan transfaransi sebagai sumber kekuatan untuk keadilian. Membangun ekonomi berspektrum global dengan kekuatan mental sebagai petarung yang martabat ,membuat Jokowi punya kelas sebagai pemimpin bukan hanya lokal tapi global. " Kata teman. Saya hanya tersenyum.

Kekuatan Jokowi karena didukung kelompok menengah yang kuat, sebagian besar adalah anak muda yang punya akal sehat. Sementara dia hanyalah masinis di lokomotip kaum marhaen yang mengutamakan nasionalisme untuk lahirnya keadilan sosial bagi semua sesuai Pancasila...Sesuatu yang menjadi cita cita para pendiri bangsa ini. We yearn for the prosperity of the country since 1945, independence. " Kata saya mengakhiri pertemuan itu....

Erizeli Bandaro di 16.20

Mahfud Minta Rakyat Jangan Golput, Biar Orang Jahat Tak Jadi Presiden

Mahfud Minta Rakyat Jangan Golput, Biar Orang Jahat Tak Jadi Presiden

jawa pos

Aug 20, 2018 5:09 PM

mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta agar semua masyarakat Indonesia tidak golput di Pilpres 2019. Ini agar orang jahat tidak bisa jadi Presiden. (Dery/JawaPos.com) Share this image

JawaPos.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mengajak masyarakat Indonesia agar tidak golput di Pilpres 2019 mendatang. Itu demi menghindari orang jahat menjadi Presiden Indonesia di 2019 mendatang.

"Kita memilih bukan untuk memilih yang bagus betul. Tapi menghindari orang jahat untuk pimpin negara," ujar Mahfud di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (20/8).

Saat ini, pakar hukum tata negara itu melihat adanya gerakan golput di pemilu 2019. Itu karena Mahfud tidak dipilih sebagai cawapres Jokowi. Namun, hal itu ia pastikan bukan jalan terbaik dan salah. Karena sikap golkput dipastikan akan mempengaruhi hasil pemilu.

Oleh sebab itu dia mengajak semua masyarakat menggunakan sebaik-baiknya hak pilihnya di Pilpres 2019 mendatang. "Saya sendiri juga akan memilih sih," pungkasnya.

Senin, 20 Agustus 2018

Utang Rp 3.500 Triliun Malaysia Terancam Bangkrut, RI Rp 5000 Triliun Tetap Tenang Ini Penjelasannya

Utang Rp 3.500 Triliun Malaysia Terancam Bangkrut, RI Rp 5000 Triliun Tetap Tenang Ini Penjelasannya

tribun news

Aug 19, 2018 9:13 PM

PM Malaysia Datuk Mahathir Mohammad dan Presiden RI H. Joko Widodo 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-- Ada tiga negara yang terancam bangkrut pada 2018 karena krisis moneter; Turki, Venezuela, dan Malaysia.

Seperti dilansir Reuters, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng menjelaskan total utang Malaysia mencapai 1.087 triliun ringgit (sekitar Rp3.500 triliun) pada 31 Desember 2017.

Kabarnya utang tersebut berhilir pada kasus mega korupsi mantan Perdana Menterinya (PM) Najib Razak beserta istri.

Nasib perekonomian Negeri Jiran pun di ujung tanduk. Ada tiga negara yang terancam bangkrut pada 2018 karena krisis moneter; Turki, Venezuela, dan Malaysia.

PM Malaysia Datuk Mahathir Mohammad dan Presiden RI H. Joko Widodo (intisari)

Seperti dilansir Reuters, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng menjelaskan total utang Malaysia mencapai 1.087 triliun ringgit (sekitar Rp3.500 triliun) pada 31 Desember 2017.

Kabarnya utang tersebut berhilir pada kasus mega korupsi mantan Perdana Menterinya (PM) Najib Razak beserta istri.

Nasib perekonomian Negeri Jiran pun di ujung tanduk. Warga Malaysia membuat gerakan aksi melunasi utang dengan cara iuran atau patungan.

Ini dilakukan melalui sebuah situs crowdfunding. Aksi tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyerukan pemotongan gaji para menteri sebesar 10% untuk kurangi utang yang mencapai 1 triliun ringgit.

Langkah ini diikuti pula anggota parlemen pada sejumlah negara bagian di Malaysia. Bicara utang, milik Indonesia sebenarnya tak kalah banyak, bahkan jauh lebih besar.

Berdasar laporan Bank Indonesia, pada akhir April 2018 jumlah utang luar negeri (ULN) berada di angka 356,9 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp5.000 triliun.

Uniknya, Malaysia terancam bangkrutsementara Indonesia tidak. Penjelasannya ada pada rasio utang negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Utang Malaysia memang hanya Rp3.500 triliun. Tapi rasionya terhadap PDB lebih dari 60 persen.

Sebaliknya Indonesia. Meski berutang hingga Rp5.000 triliun, rasio jumlah utangnya hanya 29 persen dari PDB.

Dengan rasio utang yang lebih dari 60 persen PDB, hampir dipastikan Malaysiaakan kesulitan dalam membayar cicilan utang tiap tahunnya.

Hal ini tentu saja akan membawa efek berantai di kondisi moneter Malaysia. Kasus menggunungnya utang Malaysia ini cukup mengejutkan.

Tahun-tahun sebelumnya Malaysia jarang sekali punya utang lebih dari 300 miliar ringgit. Dikabarkan, utang yang mencapai 1 triliun ringgit itu terkait dengan dugaan kasus korupsi 1MDB (1 MalaysiaDevelopment Berhad).

1MDB semacam BUMN yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk menghimpun dana pembiayaan proyek infrastruktur Malaysia.

Kementerian Keuangan melalui laporan realisasi APBN 2018 per akhir Mei 2018 mencatat total utang pemerintah pusat sebesar Rp 4.169,09 triliun atau tumbuh 13,55 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year).

Komponen utang secara umum terdiri dari pinjaman sebesar Rp 767,82 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3.401,27.

Berdasarkan dokumen realisasi APBN per Mei 2018 yang diterima Kompas.com, tertera poin pinjaman dibagi dua, menjadi pinjaman luar negeri sebesar Rp 762,41 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp 5,40 triliun.

Sementara untuk SBN, terbagi menjadi denominasi rupiah sebesar Rp 2.408,40 triliun dan denominasi valas senilai Rp 992,87 triliun.

"Hingga akhir Mei 2018, Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan Rp 14.092,72 triliun. Dengan jumlah PDB tersebut, rasio utang pemerintah per akhir Mei tetap terjaga di bawah 30 persen atau 29,58 persen, di mana persentase itu masih jauh di bawah batas 60 persen terhadap PDB sebagaimana ketentuan UU Keuangan Negara," demikian keterangan dari laporan tersebut.


Minggu, 19 Agustus 2018

12 Kades Mengundurkan Diri

12 Kades Mengundurkan Diri

jabarekspres.com

Aug 18, 2018 10:58 AM

RESMI MUNDUR: Sebanyak 12 kades resmi mundur dengan alasan akan maju sebagai calon legislatif pada Pileg 2019 mendatang. Pengunduran diri tengah diproses oleh pemkab.

NGAMPRAH– Sebanyak 12 kepala desa (kades) secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya karena mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) dalam Pileg 2019. Hal itu disampaikan Kabid Penataan Pengelolaaan Keuangan dan Aset Desa (PPKAD) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat Rambey Solihin di Ngamprah, kemarin.

Dia mengungkapkan, beberapa kepala desa yang memilih mundur itu di antaranya, Kades Sukaresmi, Kecamatan Rongga; Kades Selacau dan Giriasih Kecamatan Batujajar. 
Kemudian ada juga dua kepala desa di Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Gununghalu. Mereka ada yang maju bertarung untuk ke DPRD kabupaten dan juga provinsi. “Sekarang tengah dalam proses administrasi pengunduran dirinya. Total ada 12 kepala desa yang mengajukan pengunduran diri dan berhenti dari jabatannya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ke-12 kepala desa itu harus sudah dinyatakan mundur dari jabatannya melalui surat resmi dari DPMD paling lambat sehari sebelum penetapan daftar calon tetap (DCT) oleh KPU. Proses pengunduran diri melalui tahapan mengajukan ke BPD kemudian dibuat rekomendasi ke camat dan camat melaporkan ke DPMD tentang pengunduran diri kepala desa. “Proses pengunduran diri itu sudah berjalan dan sekarang tinggal menunggu penetapan SK bupati tentang proses pemberhentian kepala desa atas dasar surat dari camat,” ujarnya. 

Disinggung mengenai siapa pengganti 12 kepala desa yang mundur itu, Rambey menyebutkan, akan diajukan penjabat (Pj) sementara. Mereka harus PNS yang berasal dari kecamatan atau SKPD, namun haruslah orang yang tidak menjabat dalam jabatan struktural. Sebab, pejabat struktural yang membantu camat dalam pembinaan dan pengawasan desa. 

“Prioritasnya adalah mereka yang berasal dari daerah sekitar dan akan menjabat hingga dilantiknya kepala desa baru hasil Pilkades Serentak 2019. Ketika tidak terpilih jadi anggota DPRD para kades yang mundur itu tidak bisa kembali menduduki jabatannya sebagai kades. Itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya. (drx)