Hati-hati Modus Kaos Gratis #LontePKSMardani
seword.com
Jun 9, 2018 5:06 PM

Dalam politik, strategi memenangkan pertandingan selalu beragam. pengkhianatan, penipuan, janji dan ambisi adalah hal yang sangat biasa dalam wilayah politik. Begitu keras, begitu menghenyakkan. Semua saling menyusup, saling bergandeng tangan, dan jika ada kesempatan menusuk, maka tusuklah sampai lawanmu tak bisa melawan lagi.
Sehingga jangan heran kalau para politisi itu kerap tersenyum. Kadang saling bantah dan marah-marah di depan kamera, namun bisa duduk tertawa bersama saat tak ada wartawan. Semua berlomba-lomba memenangkan kepentingan dan tujuan kekuasaan. Meski kadang sulit untuk kita terima jalan pikirannya, namun begitulah lingkungan atau wilayah politik.
Amien Rais dulu adalah musuh besar Prabowo, namun sekarang mereka begitu akrab dan bareng-bareng sowan ke Rizieq. Ahok, dulunya adalah loyalis Prabowo, menempati posisi Wagub DKI dan Gubernur DKI berkat Gerindra dan Prabowo. Namun lihatlah beberapa tahun kemudian, Ahok menjadi lawan utama Gerindra.
Begitulah politik, begitulah seni komunikasi dan intrik di dalamnya. Sulit untuk dimengerti oleh orang awam seperti kita, karena kita tak memiliki kepentingan apa-apa dalam pilihan dan pandangan politik. Sementara mereka, selalu berpikir bagaimana mendapat kekuasaan dan massa.
Terkait isu perselingkuhan Mardani dan Neno Warisman yang belakangan ini santer dimainkan oleh pengguna twitter kakekdetektif, ada satu hal yang membuat saya merasa perlu memberi peringatan kepada teman-teman pembaca maupun penulis Seword.
Kakekdetektif mau membagi-bagikan kaos gratis bertuliskan #LontePKSMardani, teman-teman tinggal tulis alamat lengkap untuk tujuan pengiriman.
Seperti yang sudah saya bahas dalam artikel sebelumnya, saya melihat kakekdetektif ini adalah orang PKS, sebuah tim digital. Ada bagian IT, ada juga bagian kontennya. Itu terlihat jelas dalam jejak-jejak yang bisa terlacak oleh tim IT Seword.
Perseteruan kakekdetektif dan Mardani adalah perseteruan internal PKS. Persis seperti Fahri dan PKS. Sehingga teman-teman perlu mewaspadai modus-modus kakekdetektif. Jangan sampai kalian memberikan alamat dan nomer hape, karena itu kemungkinan besar akan digunakan untuk monitoring suara dan pemetaan wilayah basis pemilihan.
Bagaimanapun kita bahagia dan bersuka cita melihat Kakekdetektif berseteru dengan Mardani. Namun perlu juga menjadi catatan, bahwa kakekdetektif juga orang PKS, musuh kita bersama. Jadi kita jangan sampai masuk dalam jebakan mereka.
Maksudnya begini, sesuka-sukanya kita kepada kakekdetektif, dan setidak sukanya kita kepada Mardani, perlu diingat bahwa keduanya adalah musuh yang sama. Kita tidak akan pernah berteman atau berkoalisi dengan kakekdetektif. Karena sebenci-bencinya dia dengan Mardani dan Neno, dia tetap lebih benci kita. Hahaha. Sekarang mereka berseteru, besok atau lusa, karena sudah deal dan sama-sama bahagia, mereka bersatu melawan kita.
Maka dari itu saya harap teman-teman memahami kondisi ini dengan baik. Kita boleh bersuka cita, bersorak sorai atas kasus perselingkuhan Mardani yang dibongkar oleh kakekdetektif, namun perlu diingat harus tetap waspada. Jangan terlalu dekat, jangan terlalu membuka diri dengan kakekdetektif.
Sehingga jangan sampai hanya karena bersuka cita, ingin dapat kaos gratis, membuat kita terbuka dan mengisi formulir alamat lengkap sesuai domisili. Itu sangat berbahaya. Karena sekali lagi, kakekdetektif adalah PKS.
Alamat yang kita berikan terlalu mahal dibanding sehelai kaos #LontePKSMardani yang harganya sangat murah. Kalau kita cetak sendiri paling cuma 100 ribu paling mahal. Sementara alamat kita? Tak ternilai harganya.
Di luar soal kaos, kakekdetektif juga mengajak orang untuk bergabung dengan grup whatsapp #LontePKSMardani. Hal ini juga cukup berbahaya. Grup tersebut terbentuk begitu cepat, begitu massif, terkoordinir. Dalam penulusuran saya, grup-grup tersebut justru dihuni oleh kalangan mereka sendiri yang sedang memiliki masalah internal.
Pada akhirnya ini bukan perang kita. Ini perang antara dua kubu di dalam sebuah partai bernama PKS. Kita sebagai orang luar cukup bersorak saja agar partai tersebut di 2019 nanti terdegradasi dan tidak lolos ke senayan. Tidak perlu ikut masuk ke lapangan untuk mendukung salah satunya. Karena jika terlalu dekat, bisa-bisa kita yang dijadikan alat untuk membesarkan PKS.
Semoga ini dipahami dengan baik, dan tak perlu dipertanyakan lagi soal kevalidan informasi tentang kakekdetektif ini. begitulah kura-kura..
Klik untuk baca se
Tidak ada komentar:
Posting Komentar