Sabtu, 30 Juni 2018

Bus Bergambar Indonesia Curi Perhatian di Piala Dunia Rusia

Bus Bergambar Indonesia Curi Perhatian di Piala Dunia Rusia

cnn indonesia

Jun 26, 2018 2:28 PM

Kementerian Pariwisata memanfaatkan momentum Piala Dunia 2018 di Rusia untuk menggaungkan promosi 'Wonderful Indonesia' di mata dunia.

Promosi 'Wonderful Indonesia' mewarnai pelaksanaan World Cup 2018 melalui promosi di berbagai media ruang, seperti bus dan papan iklan di Moskow dan Saint Petersburg.

Dua unit bus wisata bergambar destinasi pariwisata Bali dan Borobudur dengan logo 'Wonderful Indonesia' dan 'Asian Games 2018' telah mengelilingi Moskow sejak 1 Juni hingga 20 Juni 2018.

Kemenpar juga melakukan promosi 'Wonderful Indonesia' pada dua papan iklan digital di kawasan Novie Arbat dan Yerevan Plaza di Moskow sejak 16 Juni hingga 15 Juli 2018.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, olahraga sepak bola paling banyak ditonton orang di dunia, sehingga promosi 'Wonderful Indonesia' diharapkan tersebar luas.

"Sepak bola memiliki kelompok pendukung yang fanatik dalam jumlah besar, hal itulah yang harus kita tangkap," kata Menpar Arief, seperti yang dilansir dari keterangan resmi Kementerian Pariwisata pada Senin (25/6).

Selain Moskow, promosi 'Wonderful Indonesia' juga mewarnai St Petersburg.

Sebanyak 21 unit bus besar dan 4 unit bus kecil dengan logo yang sama seperti di Moskow mulai berseliweran di kota terbesar kedua di Rusia ini.

Jadwal kelilingnya sejak tanggal 26 Juni 2018 hingga 15 Juli 2018 untuk bus kecil, dan hingga 19 Agustus 2018 untuk bus besar.

Arief menambahkan perhatian dunia pada ajang pertandingan sepak bola dunia sangat efektif sebagai momentum promosi.

"Ketika dana promosi terbatas, maka kita gunakan secara efektif di momentum yang tepat, terlebih ketika perhatian dunia sedang ke sana," ujar Arief.

Pada 2016 lalu, Kemenpar juga telah sukses melakukan promosi 'Wonderful Indonesia' saat ajang pertandingan sepak bola Piala Eropa atau Euro Cup 2016 di Perancis.

Yunarto Wijaya : “Kenapa Tiap Yang Itu Kalah, Keributan Selalu Muncul ?”

Yunarto Wijaya : “Kenapa Tiap Yang Itu Kalah, Keributan Selalu Muncul ?”

harianindo.com

Jun 30, 2018 10:00 AM

Jakarta – Terkait dengan adanya pihak yang menyalahkan hasil quick count yang dilakukan oleh lembaga survei, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya ikut buka suara. Dia juga sempat menyinggung tentang hasil quick count Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta silam.

Yunarto mengatakan bahwa pihak yang kalah dalam Pilkada DKI Jakarta tak melakukan protes. Berbeda halnya dengan beberapa pihak yang saat ini melakukan protes lantaran kalah dalam quick count Pilkada Serentak 2018. Yunarto menyampaikan hal tersebut melalui kicauan di akun Twitter pribadinya, pada Jumat (29/6/2018).

“Pilkada DKI yang kalah perasaan gak ada yg protes sama quick count tuh. Kenapa tiap yg itu kalah ya keributan selalu muncul? Jelas2 yg ketahuan ngibul pas quick count 2014 siapa?,” kicau Yunarto.

“Quick Count kalah lembaga survei disalahin, Real Count kalah KPU disalahin, Dis Count kurang pedagang disalahin,” imbuh Yunarto dalam kicauannya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

Jokowi Disebut Sebentar Lagi Ambruk Gara-gara Melakukan Ini, Jelas Banget!

Jokowi Disebut Sebentar Lagi Ambruk Gara-gara Melakukan Ini, Jelas Banget!

pojok satu

Jun 30, 2018 11:48 PM

Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di Istana Bogor, Rabu (20/6/2018) malam

POJOKSATU.id, JAKARTA – Politisi senior Amien Rais memastikan bahwa kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera berakhir. Berkaca dari banyaknya kesalahan yang dilakukan Jokowi saat memimpin selama ini.

“Saya punya sedikit semacam pemahaman, seorang pemimpin yang akan ambruk itu mesti langkahnya itu dari salah kemudian keliru, kemudian blunder, blunder kecil, blunder besar akhirnya assalamualaikum, selesai. Ini yang terjadi sekarang ini,” katanya di Universitas Bung Karno (UBK), belum lama ini.

Menurut Amien, banyak tindakan yang dilakukan rezim Jokowi selama ini merupakan kekeliruan besar. Salah satunya terlalu jauh mencampuri urusan agama.

“Jadi, misalnya sudah memecah agama merasa sudah berbuat kebajikan, orang politik dipecah-pecah disangkanya dia jadi kuat. Kemudian sampai agama pun yang sensitif itu dimasuki, ada daftar mubaligh 200 ini yang recomended, padahal yang recomended itu kan puluhan ribu,” papar ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Untuk itu, Amien mengingatkan agar semua dapat bersatu dalam mencari pemimpin terbaik di Pilpres 2019 mendatang.

Selain Amien, Halal Bihalal Keluarga Besar UBK juga dihadiri antara lain Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, ekonom senior Indonesia DR Rizal Ramli, serta tokoh nasional yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Rachmawati Soekarnoputri.


Manfaat dibentuknya sebuah GROUP apapun bentuknya

*Manfaat dibentuknya sebuah GROUP apapun bentuknya*

Tuhan telah mempertemukan kita bersama dalam group ini.

Entah untuk saling memberi *ATAU* untuk saling menerima...

Entah untuk belajar *ATAU* untuk menyampaikan...

Entah untuk bercerita *ATAU* untuk sekedar mendengarkan...

Entah akan menjadi yang terpenting *ATAU* hanya untuk sekadarnya,
Apapun bentuk kontribusinya...
🤷🏼‍♂ *Tidaklah masalah*🤷🏻‍♀

Semua *tidak akan ada yang sia-sia*, serta bukanlah sebuah kebetulan kita bisa hidup berdampingan seperti saat ini, tapi se.mata2 karena Tuhan yang telah mempertemukan kita dengan cara seperti ini.

Sebagai makhluk sosial, sekaligus sebagai makhluk individu yang mempunyai kelebihan juga kekurangan masing2.
Seyogyanya Hidup kita saling mengisi & melengkapi.
*"Namun"*
jika ada perbedaan diantara kita, adalah suatu hal yang wajar.
Tidak perlu dipermasalahkan dan jangan jadikan embrio perpecahan, apalagi kalau sampai memutuskan tali silaturrahim yang sudah terjalin

*Semoga Group ini semakin kuat & mantap seiring dengan aktifitas dan doa-doa kita bersama*

Marilah kita selalu berusaha menjaga sikap dan tindak tanduk yang saling menghargai,  saling mengasihi penuh Empathy...Jauh dari sikap & kebiasaan merasa lebih dari yang lain.
*Dengan demikian hampir dipastikan semua anggota akan merasa berada di Zona Nyaman, karena grup ini akan selalu hidup rukun Saling Asah Asih Asuh Among*
🙏🏼😘💘❤💖🤠🙏🏼
      *Terimakasih*
                  &
       *Hatur nuhun*

Klaim Asyik Lambat Laun Terpatahkan

Klaim Asyik Lambat Laun Terpatahkan

mediaindonesia.com

Jun 30, 2018 9:36 AM

Sumber: KPUD Jabar/Indobarometer/SMRC/Tim MI/Grafis: Caksono

DIREKTUR Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei untuk pemungutan suara di Pilkada Jawa Barat 2018 tidak akan jauh berbeda dengan hasil rekapitulasi resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Jabar.

Qodari mengatakan, berkaca dari pilkada sebelumnya pada 2013, hasil hitung cepat berbagai lembaga survei yang memenangkan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar sejalan dengan hasil rekapitulasi suara KPU Jabar.

Hal itu ia ungkapkan untuk ­menanggapi pernyataan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang menduga hasil hitung cepat yang saat ini mengunggulkan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum akan berbeda dengan hasil rekapitulasi KPU Jabar.

Dalam hitung cepat Indo Barometer di Jabar pada 2013 didapati pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar unggul dengan perolehan 32,38% atas paslon Rieke-Teten yang mendapat 27,18%.

“Hasil hitung cepat di hari pencoblosan itu ternyata mirip dengan hasil akhir menurut hitungan resmi KPU Jabar, dengan paslon Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar mendapatkan 32,39% suara dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki mendulang 28,41% suara. Selisih persentase suara kedua paslon ialah 3,98%. Adapun selisih suara riil ialah 800.316 suara,” kata Qodari dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Meskipun demikian, Qodari menegaskan untuk memperoleh hasil yang pasti dan final masyarakat diharap menunggu hitungan resmi KPUD sampai diumumkan pada 9 Juli nanti.

“Jika masyarakat dan media ingin memantau, proses penghitungan secara elektronik sudah dimulai dan dapat diakses via alamat https://ppid.kpu.go.id,” terangnya.

Masih memimpin
Hingga pukul 16.30 WIB, total rekapitulasi scan C1 sudah mencapai 93,16% atau 69.832 dari 74.962 tempat pemungutan suara (TPS). Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memperoleh suara sebanyak 6.698.442 atau 33,12%, Hasanuddin-Anton Charliyan 2.598.216 suara atau 12,66%, Sudrajat-Ahmad Syaikhu 5.823.249 suara atau 28,37%, dan Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi 5.308.697 suara atau 25,86%.

Calon wakil gubernur Uu Ruzhanul Ulum menghormati adanya pihak-pihak yang tidak percaya dengan hasil Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 versi hitung cepat, termasuk kubu Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Menurutnya, hal itu bukan persoalan karena merupakan hak siapa pun sehingga harus dilindungi.

“Saya sangat menghormati. Itu hak mereka untuk membantahnya,” kata Uu.

Dia mengaku tidak heran dengan penolakan hasil hitung cepat ini. “Biasanya orang yang tidak mau percaya quick count, pasti ada ketidaksetujuan,” katanya.

Sambil menunggu hasil resmi dari (KPU) Provinsi Jawa Barat, penolakan yang ada harus disampaikan dengan cara-cara yang baik dan tidak menghasut. “Kita berharap semuanya dewasa dalam berpolitik, kembali kepada keimanan dan ketakwaan. Jangan bikin gaduh lagi. Kita tunggu hasil dari KPU dengan tidak berbuat kegaduhan,” katanya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan rekapitulasi C1 merupakan gambaran penghitungan manual yang saat ini masih dihitung di tingkat kecamatan.

“Tidak mungkin berbeda karena memang data sama, sumbernya sama. Ini hanya versi digital,” tukas Yayat. (BB/BY/P-3)

Real Count Pilgub Jabar di KPU Selesai Malam Ini

Real Count Pilgub Jabar di KPU Selesai Malam Ini

republika

Jun 30, 2018 11:30 AM

Para paslon Pilkada Jabar tampil dalam debat publik ketiga di Kota Bandung, Jumat (22/6).

Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum unggul.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memprediksi rekapitulasi hasil pemindaian dokumen C1 untuk real count selesai pada Jumat (29/6) malam. Berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, diketahui pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum unggul di pilgub Jabar.

"Data tidak resmi scan C1 yang di-upload ke pusat data informasi KPU RI saya kira siang ini 93 persen sudah terkumpul, saya yakin nanti malam juga sudah beres, sudah 100 persen," ujar Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat di Bandung, Jumat.

Yayat mengatakan, rekapitulasi C1 memang bukanlah data resmi yang menjadi dasar penetapan pemenang pilgub Jabar. Namun, hasil tersebut merupakan gambaran penghitungan manual yang saat ini masih dihitung di tingkat kecamatan.

Meski begitu, kata dia, data antara real count dengan penghitungan manual tidak akan berbeda. Pasalnya, angka dari server KPU merupakan data yang langsung dikirim dari TPS.

"Tidak mungkin berbeda karena memang data sama, sumbernya sama. Ini hanya versi digital saja. Kekeliruan mungkin sangat kecil, paling sulit dibaca saja, itu juga langsung dikembalikan lagi untuk diperbaiki," kata dia.

Yayat menjelaskan, saat ini tengah dilakukan rekapitulasi suara di kecamatan hingga tanggal 4 Juli. Setelah selesai di tingkat kecamatan, dilanjutkan di tingkat kabupaten/kota hingga 6 Juli, untuk selanjutnya pada tanggal 7 hingga 9 Juli di provinsi.

Hasil rekapitulasi berjenjang diumumkan pada 9 Juli, untuk kemudian ditetapkan pemenang empat hari setelahnya apabila tidak ada gugatan dari salah satu calon. "Kalau ada gugatan berarti menunggu 45 hari lagi, kalau tidak ada gugatan berarti hari keempat penetapan calon terpilih. Tapi kalau melihat quick count, tidak ada gugatan," ujar Yayat.

Hingga pukul 16.30 WIB, total rekapitulasi pemindaian C1 sudah mencapai 93,16 persen atau 69.832 dari 74.962 tempat pemungutan suara (TPS). Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memperoleh suara sebanyak 6.698.442 atau 33,12 persen, Hasanuddin-Anton Charliyan 2.598.216 suara atau 12,66 persen, Sudrajat-Ahmad Syaikhu 5.823.249 suara atau 28,37 persen, dan Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi 5.308.697 suara atau 25,86 persen.

Sumber: Antara |

Mau Jadi Walikota, Suara Artis ini Paling Buncit

Mau Jadi Walikota, Suara Artis ini Paling Buncit

post kota news

Jun 27, 2018 9:12 PM

BANDUNG –Politisi Partai Golkar yang bertekad menggantikan kehebatan Ridwan Kamil sebagai walikota Bandung, Nurul Arifin, berdasarkan hitung cepat kalah.  Artis di era tahun 90-an yang berpasangan dengan Choirul Yakin Hidayat hanya menempati urutan buncit dengan perolehan 22,2%.

Pemilihan Walikota Bandung  dalam pilkada serentak 2018, berdasarkan hitung cepat  (quick count) yang dilakukan Polsight, pasangan Oded M Danial – Yana Mulyana meraih suara mayoritas. Berdasarkan nomor urut,  1. Nurul Arifin – Choirul Yakin Hidayat memperoleh 22,2%, pasangan nomor urut 2 Yossi Iriyanto – Aries memperoleh 26%, dan pasangan nomor urut 3 Oded M Danial – Yana Mulyana memperoleh 51,9%.

“Brdasarkan hitung cepat pasangan Oded-Yana menang pada Pilwalkot Bandung. Walaupun begitu, kami akan tetap menunggu dan menghormati hasil perhitungan KPU Kota Bandung,” kata Ketua Polsight Iwan Hernawan, Rabu (27/6/2018).

Hasil quick count sementara tersebut, disambut dengan klaim kemenangan oleh pasangan yang diusung PKS dan Gerindra.

Dari hasil hitung cepat itu, pendukung pasangan yang diusung PKS dan Gerindra itu melakukan sujud syukur yang juga diikuti oleh pengurus, kader, pendukung serta masyarakat yang hadir.(us)


Karni Ilyas Disebut “Pemulung Intektual” Nitizen Ramai-ramai Membela

Karni Ilyas Disebut “Pemulung Intektual” Nitizen Ramai-ramai Membela

mepnews.id

Jun 29, 2018 3:08 PM

MEPNews.id —- Presiden ILC Karni Ilyas hari ini, Senin (4/12) disebut seorang nitizen@Ali Siregar sebagai orang layak layak mendapat gelar “Pemulung Intelektual ” .

Sebutan satire itu mendapat respon beragam. Ada yang membela ada yang ikut menyerang. Itulah dunia maya, dunia zaman now. Berani mengkritik tanpa harus berhadapan.

@Arifin Anfoni misalnya langsung merespon
“Pemulung lebih terhormat dari koruptor, ngga nyusahin orang. Nyinyir di media lain,faktanya kutip juga,” tegasnya.

@Arfun, nitizen lain berkomentar. “Masa sekelas bang Karni dan ILC takut sama penguasa despotis. Sejatinya takut itu hanya sama Allah semata bang.

Nah, @Paiz Dananjaya punya pandangan yang berbeda.

“Pak karni orang yg terhormat, andaikan beliau pemulung pun saya tetap menghormatinya, pemulung yang mampu mencerdaskan masyarakat, daripada penyinyir yg kosong

Bahkan, 183 retweet. Debat pun berlanjut atas “sulutan” awal Ali Siregar. Perbedaan pendapat dan persepsi menjadi melebar. Kalau dimaknai frame demokrasi, debat ini sah sah saja.

Sampai Karni Ilyas kemudian menjawab sindiran Ali Siregar.

” Anda benar. Saya memulung kutipan dari negarawan, filusuf, politisi, akademisi di seluruh dunia utk semua pencinta ILC. Kutipan tokoh nasional kami siarkan tiap hari di Kabar Pagi, Siang dan Petang. Untuk Qur’an dan hadist kami siarkan di Damai Indonesiaku, ” tegas Karni Ilyas. (Yus)

Gara-gara Pilkada Jateng, Zulkifli Hasan Tak Lagi Percaya Lembaga Survei

Gara-gara Pilkada Jateng, Zulkifli Hasan Tak Lagi Percaya Lembaga Survei

riaupos.co

Jun 29, 2018 8:00 PM

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku terkejut dengan perolehan suara Sudirman Said - Ida Fauziyah sebesar 43 persen.

Zulhasan, sapaannya, bahkan menyebut idealnya Sudirman Said - Ida merupakan pemenang di pemilihan gubernur Jawa Tengah (Jateng).

"Idealnya memang kami the winner (sang pemenang). Tapi, 43 persen itu sesuatu yang luar biasa, orang terkejut-kejut," ujarnya saat pertemuan dengan Sudirman di gedung parlemen, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Dia menyebut, perolehan suara itu juga memberikan pesan yang kuat kepada pemerintah, penyelenggara pemilu dan pihak lain bahwa ada sesuatu di masyarakat ini. Bisa dibayangkan, Sudirman bukan ketua umum partai politik maupun aktivis dan tidak punya uang banyak.

"Baru bekerja tiga bulan tapi sudah mendapat hasil suara tinggi. Sedangkan pesaingnya, Ganjar Pranowo merupakan petahana yang tarung di basis PDI Perjuangan. Ganjar sudah bekerja hampir enam tahun. Jadi, jumlah 43 persen itu luar biasa," terangnya.

Oleh sebab itu, dia pun meragukan, hasil-hasil lembaga survei yang sempat memosisikan Sudirman Said hanya meraih delapan persen. Akan tetapi, faktanya, dari hitung cepat saja sementara ini Sudirman Said dan Ida sukses meraih empat puluh persen lebih.

"Lembaga-lembaga survei itu, ya, sudahlah, tidak usah dipercaya lagi. Dari delapan persen ini dapat 43 persen," tegasnya.

Di sisi lain, Sudirman Said pun mengakui perolehan 43 persen merupakan suatu yang luar biasa dan sebuah kejutan. Akan tetapi, dia menegaskan harus menunggu sampai proses perhitungan resmi selesai.

"Tapi kami harus menyikapi kejanggalan-kejanggalan," tuturnya. (gwn)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

Hina Jokowi, Fahri Hamzah Dipolisikan

Hina Jokowi, Fahri Hamzah Dipolisikan

tubasmedia.com

Jun 26, 2018 10:00 AM

SURABAYA, (tubasmedia.com) – Menanggapi kutipan Fahri Hamzah yang dinilai mencemarkan nama baik Presiden Joko Widodo, Forum Komunikasi Relawan Jokowi melaporkan Wakil Ketua DPR RI ini ke Polda Jatim.

Sebelumnya, Fahri mengatakan di sejumlah media jika Jokowi sebagai Capres Petahana melakukan penghimpunan dana dengan mengumpulkan fee. Uang ini dinilai Fahri berasal dari beberapa pengusaha melalui berbagai proyek infrastuktur yang diluncurkan Jokowi.

“Kami dari Forum Komunikasi Relawan Jokowi Jatim melaporkan Fahri Hamzah ke Polda Jatim atas pernyataannya di media-media online yang terkait dengan perbuatannya menuduh Presiden Jokowi mengumpulkan dana untuk persiapan capres melalui dugaan fee-fee proyek infrastruktur yang sekarang dilaksanakan seperti tol,” ujar salah satu relawan, Purwadi usai melapor di SPKT Polda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (26/6/2018).

Dugaan ini dinilai Purwadi tidak benar. Untuk itu itu, pihaknya melaporkan Fahri dengan pasal pencemaran nama baik. Menurutnya apa yang dilontarkan Fahri tersebut seakan-akan mengatakan jika Presiden Joko Widodo menghimpun dana, tidak hanya di pusat tapi juga di daerah terkait proyek infrastuktur.

“Dan kami sangat terkejut dan ini tidak kami terima karena seakan-akan pak Jokowi untuk persiapan capres ini sudah menyiapkan dana melalui pundi-pundi fee-fee proyek yang dia laksanakan,” imbuhnya.

Pernyataan ini diduga melanggar Pasal 310 Ayat (1) KUHP karena sengaja merusak kehormatan atau nama baik Jokowi. Purwadi juga beranggapan Fahri sengaja mengutarakan pendapatnya secara terbuka kepada media massa agar diketahui masyarakat.

“Pertama satu pencemaran nama baik pak Jokowi sendiri. Dan kedua kalau tuduhan itu tidak terbukti, maka Fahri Hamzah akan dikenakan ancaman sanksi pasal 311 ayat 1 KUHP tentang pencemaran nama baik,” kata Purwadi.(red)

Guru Dipecat Tak Pilih Jagoan Gerindra-PKS, Ridwan Kamil Membalas Telak

Guru Dipecat Tak Pilih Jagoan Gerindra-PKS, Ridwan Kamil Membalas Telak

pojok satu

Jun 30, 2018 9:23 AM

Ridwan Kamil saat berkunjung ke Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu. Foto: Guruh/Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kabar guru SDIT Darul Maza Kota Bekasi, Robiatul Adawiyah yang dipecat karena tak mau memilih jagoan Gerindra dan PKS di Pilgub Jabar 2018, sampai juga ke Ridwan Kamil.

Calon gubernur yang dipilih oleh guru malang itu pun angkat bicara terkait nasib yang diterima Robiatul Adawiyah sebagai konsekuensi karena memilih pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Hal itu disampaikannya melalui akun instagram miliknya, Jumat (29/6/2018).

Dalam unggahannya itu, Kang Emil, sapaan akrabnya, memasang foto Robiatul Adawiyah usai didatangi pihak Yayasan SDIT Darul Maza Kota Bekasi.

Ia menyampaikan terimakasihnya yang dutujukan langsung kepada Robiatul Adawiyah.

“Ibu Rabiatul Adawiyah, warga Jati Asih Bekasi, saya menghaturkan terima kasih karena hati nurani dan jari ibu sudah memilih saya kemarin,” tulisnya.

RK juga cukup menyesalkan peristiwa yang menimpa sang guru itu.

“Tanpa diduga Konsekuensinya ternyata ibu diberhentikan oleh sekolah tempat ibu mengajar hanya dengan via WA, hanya karena beda coblosan dengan arahan sekolah,” lanjutnya.

Atas hal yeng menimpanya itu, RK berharap agar sang guru bisa diberikan kesabaran.

“Sabaaar ya bu. Di Setiap cobaan hidup, selalu hadir juga pertolongan Allah. Di setiap kesulitan selalu ada kemudahan,”

SDIT Darul Maza Kota Bekasi akhirnya minta maaf kepada guru yang dipecat karena tak mau pilih jagoan Geridra dan PKS. Foto via Andriyanto Putra Valora

Selin itu, ia juga menyanjung Rabiatul Adawiyah yang disebutnya memberikan suri tauladan karan dengan lapang dada telah memaafkan pihak sekolah.

“Ibu juga orang baik karena sudah memaafkan mereka yang melanggar hak asasi ibu . Ahlak Ibu lah yang akan selalu kami jadikan contoh dan teladan,” lanjut dia.

Sebagai solusinya, ia menawarkan bantuan mencarikan pekerjaan pengganti.

“Insya Allah nanti saya sepenuh hati bantu untuk mencarikan ibu pekerjaan di tempat yang ibu nyaman lahir batin,”

“Hatur nuhun pisan untuk pengorbanannya. Cerita Ibu ini tidak akan pernah saya lupakan. Dan menjadi penyemangat agar saya selalu amanah dan menjaga kepercayaan mereka yang berkorban untuk keyakinannya menitipkan mimpinya kepada saya. Hatur Nuhun,” tutup Ridwan Kamil.

Sebelumnya, akun Andriyanto Putra Valora menceritakan perihal pemecatan istrinya itu.

Dalam postingannya, Andriyanto menyebutkan jika istrinya telah keluar dari arahan pihak yayasan untuk memilih pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Pihak yayasan juga telah mengarahkan istrinya agar memilih pasangan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady untuk Piwalkot Bekasi yang juga diusung Gerindra dan PKS.

“Pilkada hari kemaren, adalah hari yg tidak akan pernah saya lupakan dalam HIDUP, dan saya nyatakan Alhamdulillah tidak salah pilih berada pada poros RINDU dan Pepen +Tri,” tulisnya.

“Kenapa tidak bisa saya lupakan, karena perbedaan pilihan membuat ISTRI saya dipecat secara tidak hormat di SDIT DARUL MAZA Bekasi, hanya dengan cara diberhentikan lewat WA GROUP karena ikut memilih Ridwan Kamil dan UU untuk Jabar 1 beserta Pepen Tri untuk Kota Bekasi yang menurut mereka bersebrangan dengan pilihan mereka, atau visi misi Yayasan Darun najaat Maza,” bebernya.

“Sungguh sebuah penghinaan bagi kami, seorang Guru SDIT diberhentikan karena masalah Beda Pilihan dalam PILKADA,”

“Miris, dunia Pendidikan dicampurtangankan oleh kepentingan POLITIK oleh oknum yg tidak bertanggungjawab,”

“Ya Allah…. Semoga ini jalan terbaik bagi kami, terbebas dari orang2 dzolim, Wassalamu’alaikum,” tutupnya.


190an Korban Sinar Bangun Berserakan Membeku di Dasar Danau Toba

190an Korban Sinar Bangun Berserakan Membeku di Dasar Danau Toba

solopos.com

Jun 29, 2018 10:00 PM

KMP Sumut I digunakan mencari korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, Kamis (28/6 - 2018). ROV atau robot bawah air berhasil menangkap gambar jasad dan sepeda motor pada kedalaman 450 meter. (Antara/Sigid Kurniawan)

Solopos.com, MEDAN -- Seratusan lebih korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangunyang karam di dasar Danau Toba, Sumatra Utara dalam kondisi masih utuh. Kondisi ratusan korban itu berserakan, di kapal dasar Danau Toba.

Hingga Jumat (29/6/2018) belum ada data pasti mengenai jumlah korban KM Sinar Bangun meninggal. Hal ini karena kapal tak memiliki manfes. Kepolisian mencatat jumlah korban 194 orang sesuai laporan keluarga, data Basarnas 184 jiwa dan PT Jasa Raharja (Tbk) 164 orang.

Tim Gabungan SAR memaksimalkan penggunaan remotely operated vehicle (ROV) atau robot bawah air dan Trawl untuk mengevakuasi kapal penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatra Utara. Kapal karam di kedalaman sekitar 455 meter.

Diperkirakan, kapal masih dalam kondisi seperti semula, dan korban yang mengalami pembekuan sehingga tidak mengambang, berserak di sekitarnya. "Sementara ini kita berdayakan dan maksimalkan ROV dan trawl (jaring pukat)," kata Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan SAR, Brigjen TNI Nugroho Budi W, Jumat, di Posko Basarnas di Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun sebagaimana dikutip dari Okezone.com.

Trawl diupayakan mengait tali kapal supaya bisa ditarik KMP Sumut ke atas, hasil gambar ROV yang berjarak pandang 1-2 meter lebih dimaksimalkan. Memaksimalkan ROV dan Trawl salah satu upaya Tim SAR, dan sampai saat ini Tim masih melakukan koordinasi dengan lembaga kementerian terkait untuk proses evakuasi kapal penumpang KM sinar Bangun yang tenggelam itu.

Nugroho juga mempersilakan pihak swasta dan siapa pun yang memiliki ide-ide untuk proses evakuasi berkoordinasi dengan pihaknya.Diketahui, alat ROV pada pencarian hari 11 menangkap gambar korban dan sepeda motor serta peralatan kapal tersebut di kedalaman kira-kira 455 meter, sedangkan kapal di 402 meter.

Terkait lamanya waktu pencarian, pihaknya masih menunggu perkembangan, hanya saja sesuai ketentuan sudah diperpanjang sampai 30 Juni 2018. Diketahui, KM Sinar Bangun dalam pelayaran rute Pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tiga Ras pada Senin, 18 Juni 2018 sore, tenggelam menjelang satu mil tiba di tujuan.

Sebanyak 18 penumpang dan juru mudi (nakhoda) selamat, tiga ditemukan tewas dan seratusan lainnya belum ditemukan sampai hari ke 12.

Sumber : Okezone

Tag : kapal tenggelam, kisah tragis Editor : Rini Yustiningsih

Politisi Gerindra Menduga Kemenangan Ridwan Kamil Berkaitan dengan Pengangkatan M Iriawan

Politisi Gerindra Menduga Kemenangan Ridwan Kamil Berkaitan dengan Pengangkatan M Iriawan

tribun news

Jun 30, 2018 6:49 PM

Ridwan Kamil bersama istrinya, Atalia Praratya usai melakukan pencoblosan di TPS 21, Cigadung, Kota Bandung, Rabu (27/6/2018). 

Pengangkatan Komjen Pol M. Iriawan sebagai penanggung jawab (PJ) Gubernur Jawa Barat diduga ada kaitannya dengan kemenangan Ridwan Kamil di Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono.

Hal tersebut tak terlepas dari pernyataan sebelum Pilkada Serentak 2018 yang menyebutkan Ridwan Kamil akan mendukung Jokowi dalam pemilihan presiden 2019 mendatang.

"Di Jawa Barat saya mau sampaikan bahwa penempatan Pak Komjen M. Iriawan menjadi pejabat gubernur Jawa Barat apa itu bukan bentuk intervensi dari Istana untuk kemudian mempengaruhi (hasil pilkada)," kata Ferry setelah diskusi Polemik di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).

Dia mengatakan dengan diangkatnya Komjen Pol M. Iriawan sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat merupakan sebuah intervensi pemaksaan.

"Bukan saya berprasangka buruk tapi ini sebuah intervensi pemaksaan semua orang yang memang ada kaitannya dengan itu," tandasnya.

Jumat, 29 Juni 2018

Banteng Tumbang di Banyak Tempat, PDIP Batal Usung Jokowi?

Banteng Tumbang di Banyak Tempat, PDIP Batal Usung Jokowi?

riaupos.co

Jun 27, 2018 9:00 PM

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hasil perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei di pilkada serentak 2018 disambut baik oleh Partai Gerindra.

Itu karena partai besutan Prabowo Subianto tersebut memandang partai penguasa, yakni PDIP, banyak mengalami kekalahan.

"(Pilkada) 2018 ini menunjukkan banteng tumbang di mana-mana," kata politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, sebagaimana dikutip JawaPos.com, Rabu (27/6/2018).

Dia menilai, hasil pemilihan kepala daerah itu merupakan sinyal bahwa 2019 Ganti Presiden yang dicanangkannya itu harus terlaksana. Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini telah menginginkan perubahan pemerintahan.

Akan tetapi, di samping itu, hasil tersebut juga menandakan pihaknya akan semakin optimistis mengusung pencalonan Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019 mendatang. Dia menyebut pemerintahan Jokowi akan berakhir pada 2019.

"Insya Allah kami akan tuntaskan (ganti presiden) di 2019 ini," tuturnya.

Lebih jauh, dia pun memprediksi dengan hasil pilkada 2018 yang menunjukan bahwa paslon yang diusung oleh partai besutan Megawati itu banyak yang kalah, bukan tidak mungkin parpol pendukung Jokowi akan berpikir ulang untuk mengusungnya sebagai capres.

"Pasti mereka akan berpikir ulang (mengusung Jokowi capres)," tandasnya.

(aim)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama


Mahfud MD Yakin Prabowo Batal Nyapres: Hanya Ada Jokowi vs Gatot

Mahfud MD Yakin Prabowo Batal Nyapres: Hanya Ada Jokowi vs Gatot

kumparan.com

Jun 29, 2018 9:17 AM

Mahfud MD. (Foto:Antara/M. Agung Rajasa)

"Dugaan saya poros akan tetep dua, poros keduanya nanti Gatot (Gatot Nurmantyo)," ucap Mahfud di Gedung PARA Sindicate, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (19/4).

Terkait posisi mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo apakah akan menjadi cawapres atau sebagai capres di Pilpres 2019, ia menilai Gatot bisa menjadi saingan Jokowi. Ia ragu Gatot akan maju hanya sebagai cawapres.

"Gatot kan sebagai saingan, saya kira (cawapres) Prabowo tidaklah saya kira. Tapi enggak tahu ya karena dia menggalang kekuatan dan dia sekarang banyak disuarakan, sementara Prabowo sendiri tidak pernah membantah bahwa kemungkinan tidak (maju). Sementara Gatot selalu mengatakan saya siap, dan yang mendukung juga muncul," ujarnya.

Namun, jika memaksakan ada poros ketiga artinya Prabowo kukuh maju capres, lanjut dia, akan terdiri dari PAN, PKB dan Demokrat.

"Dilihat dari perkembangan demokrasi ya bagus saja adanya poros ketiga. Karena kita harus membandingkan dari masa lalu sebelum reformasi itu orang enggak bisa mengajukan poros ketiga, poros kedua itu enggak pernah ada," katanya.


Data Masuk 91.77%, Real Count KPU Jabar Unggulkan Rindu 33.19%, PKS Masih Tetap Asyik

Data Masuk 91.77%, Real Count KPU Jabar Unggulkan Rindu 33.19%, PKS Masih Tetap Asyik

radartasikmalaya.com

Jun 29, 2018 1:23 PM

Hasil real count KPU untuk Pilgub Jabar 2018 sudah masuk 91.27 persen.

Dari total suara itu pasangan Ridwan Kamil-Uu masih tetap unggul dengan perolehan suara 33.19 persen atau 6.708.115 suara.

Sementra pasangan berikutnya yakni diraih Sudrajat-Syaikhu dengan raihan 28.36 persen atau 5.232.927 suara.

Kemudian Deddy-Dedi memeperoleh 25.89 persen suara dengan total 5.232.927 suara.

Tingkat partisipasi pemilih di Jawa Barat berdasarkan hitungan KPU hanya mencapai 71.12 persen.

Meski pasangan Rindu mengungguli real count versi KPU, namun PKS tetap masih berkeyakinan pasangan Asyik posisi di atas.

Ketua Timses Pemenangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) Haru Suandharu mengatakan, real count versi PKS hingga Rabu (27/6) pukul 23.45 WIB menunjukkan pasangan itu unggul dengan 33,1 persen.

“Perjalanan menuju Gedung Sate masih panjang. Buktinya hasil real count internal PKS menunjukkan Asyik unggul atas pasangan lainnya,” terangnya kepada wartawan, Kamis (28/6/2018).

Menurut Haru, data real count yang direkap para saksi di berbagai daerah yang sudah masuk mencapai 32,6 persen.

“Data tersebut berdasarkan form C1 yang diamankan oleh para saksi,” katanya.

MK Putuskan Ojek Online Tak Legal, Begini Tanggapan Menhub

MK Putuskan Ojek Online Tak Legal, Begini Tanggapan Menhub

tempo

Jun 29, 2018 4:57 PM

Sejumlah pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) berjalan menuju gedung DPR untuk melakukan aksi unjuk rasa, Senayan, Jakarta Pusat, 23 April 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.COJakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi perkara Nomor 41/PUU-XVI/2018 yang diajukan oleh para pengemudi ojek online. Artinya, ojek online tidak tidak dianggap sebagai alat transportasi umum yang legal. Penolakan ini karena sepeda motor bukan kendaraan yang aman sebagai angkutan umum.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ditolaknya permohonan tersebut oleh MK sudah mempertimbangkan berbagai macam aspek. "Kami akan mencermati tentang apa yang ada dalam keputusan-keputusan itu, yang paling penting adalah ojek online tetap kami upayakan ada," ucapnya di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Jumat, 29 Juni 2018.

Ke depan, Menteri Budi menjelaskan akan memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengelola ojek online. "Ojek online sudah banyak memberikan suatu layanan kepada kami, jadi sekalipun tidak masuk itu kami akan melimpahkan itu kepada Pemda," ucap dia.

Kendati demikian, MK menyatakan ojek online tetap dapat beroperasi meski tidak terdapat dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Sebab, polemik ojek online dianggap tidak termasuk dalam permasalahan konstitusional.

Pengemudi ojek online menggugat Pasal 47 ayat 3 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Mereka keberatan atas ketentuan pasal tersebut yang dianggap tidak mengatur motor sebagai angkutan umum. Padahal, jumlah ojek online semakin masif seiring dengan berkembangnya teknologi.

MK menolak permohonan uji materi Pasal 47 ayat (3) UU LLAJ yang diajukan para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Tim Pembela Rakyat Pengguna Transportasi Online atau Komite Aksi Transportasi Online (Kato). "Amar putusan mengadili, menolak permohonan para Pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman di Gedung MK Jakarta hari ini.

Para pemohon merasa Pasal 47 ayat (3) UU LLAJ bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) dan ayat (2), serta Pasal 28D ayat (1) UUD 1945, sehingga berlakunya pasal a quo menimbulkan kerugian hak konstitusional para pemohon.

Adapun dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Arief Hidayat, Mahkamah berpendapat Pasal 47 ayat (3) UU LLAJ merupakan norma hukum yang berfungsi untuk melakukan rekayasa sosial agar warga negara menggunakan angkutan jalan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan, baik kendaraan bermotor perseorangan, maupun kendaraan bermotor umum. Setelah melakukan kajian, MK memutuskan ojek online bukan alat transportasi yang legal.

Gerindra: Tanda-tanda Prabowo Jadi Presiden Makin Jelas

Gerindra: Tanda-tanda Prabowo Jadi Presiden Makin Jelas

tribun news

Jun 27, 2018 8:00 PM

Gerindra: Tanda-tanda Prabowo Jadi Presiden Makin Jelas

Hasil hitung cepat Pilkada Serentak 2018 cukup mengejutkan di sejumlah daerah. Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menganggap tipisnya perolehan suara Sudirman dengan Ganjar menandakan keinginan masyarakat Jawa Tengah mendapat pemimpin baru, termasuk presiden. Andre menyebut angka perolehan suara hasil quick count Sudirman-Ida tak mencerminkan kegarangan Jateng yang selama ini dianggap 'kandang banteng' alias markas PDIP.

"Pak Ganjar di seluruh survei dibilang 70-80 persen di kandang banteng. Hasil ini menunjukkan, 2019 Prabowo jadi presiden sudah kelihatan tanda-tandanya," kata Andre saat dihubungi Detik.com, Rabu (27/06).

"Ketumbangan PDIP dan Jokowi di Jawa Tengah itu sudah terlihat. Ini menambah optimisme kami 2019 akan ganti presiden, di mana Prabowo akan jadi presiden," imbuh dia.

Berikut data quick count Pilkada Jateng versi LSI hingga pukul 16.12 WIB dengan data masuk 84,25%:

Ganjar Pranowo-Taj Yasin: 58,78%

Sudirman Said-Ida Fauziah: 41,22%

Berikut data quick count Pilkada Jateng versi SMRC hingga pukul 15.54 WIB dengan data masuk 97,67%:

Ganjar Pranowo-Taj Yasin: 58,59%

Sudirman Said-Ida Fauziah: 41,41%

Sumber: Detik.com (ap/rzn)

Gerindra Bakal Polisikan Lembaga Survei yang Menangkan Rindu

Gerindra Bakal Polisikan Lembaga Survei yang Menangkan Rindu

jpnn

Jun 29, 2018 5:44 PM

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menilai ada keanehan dalam hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu)

Lembaga-lembaga survei seperti Charta Politika, Indikator, Indobarometer dan LSI hanya menggunakan sampel 300 tempat pemungutan suara (TPS).

Menurut Arief, jika dihitung dengan rumus statistik, maka margin of error dari hitung cepat lembaga-lembaga tersebut lebih kurang 5-5,6 persen. Karena total TPS di Pilgub Jabar mencapai 74.954 TPS.

"Artinya, akurasi hitung cepat lembaga-lembaga itu tidak lebih baik dari hasil quick count LKPI dan IDM (dua lembaga yang memenangkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaiku)," ujar Arief di Jakarta, Jumat (29/6).

Menurut Arief, LKPI dan IDM mengambil sampel 2.500-3.000 TPS, dengan margin of error lebih kurang 1,6-1,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Saya menduga ada agenda kecurangan yang sedang dipersoalkan lembaga survei yang mungkin menjadi konsultan pasangan RK- Uu," ucapnya.

Arief juga mendasari pandangannya terhadap kenyataan lembaga-lembaga yang memenangkan Ridwan Kamil-Uu, sebelum pilkada selalu memprediksi keterpilihan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaiku hanya berkisar 7-9 persen

"Jelas lembaga-lembaga survei tersebut sudah berbohong pada publik. Seperti Charta Politika yang melakukan survei pilkada mengatakan Ahok menang, nyatanya kalah. Indikator bermain aman dengan komposisi 46 persen Ahok, 47 Anies. Nyatanya salah lagi," katanya.

Arief kemudian meminta KPU melaporkan lembaga-lembaga yang dimaksud ke lembaga yang berwenang mencabut dan membubarkan lembaga survei

"Jika tidak, maka Gerindra akan melaporkan ke Mabes Polri karena lembaga-lembaga survei itu telah menipu publik dan bikin penelitian menipu publik," pungkas Arief. (gir/jpnn)

Fadli Zon Kecam Khofifah dan Ridwan Kamil yang Mau Dukung Jokowi

Fadli Zon Kecam Khofifah dan Ridwan Kamil yang Mau Dukung Jokowi

suara

Jun 29, 2018 4:23 PM

"Sebagai politikus sih menurut saya tidak tepat."

Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zom mengkritik sikap politik Calon Gubernur Jawa Timur Khofiffah Indah Parawansa dan Cagub Jawa Barat Ridwan Kamil yang unggul dalam quick count.

Pasalnya, Khofifah maupun  Emil—sapaan beken Ridwan—menegaskan bakal mendukung Presiden Joko Widodo untuk maju sebagai petahana di Pilpres 2019.

Menurut Fadli, Khofifah dan Emil mestinya tidak mengeluarkan pernyataan politik di saat keduanya belum terpilih secara resmi sebagai gubernur. Apalagi, sementara ini, pilihan masyarakat di daerah masih terbelah dalam konteks pilkada.

"Sebagai politikus sih menurut saya tidak tepat. Seharusnya pada saat ini, mereka menggalang dukungan dari seluruh rakyat yang baru terbelah pendapatnya karena pilkada,” kata Fadli di DPR, Jumat (29/6/2018).

Mestinya, lanjut Fadli, Khofifah dan Ridwan berkonsentrasi untuk menyatukan masyarakat yang baru saja terbelah. Sebab, hal itu akan sangat mempengaruhi langkah pembangunan di daerahnya masing-masing.

"Karena kan akan berbeda dengan kebutuhan untuk pilpres," ujar Fadli.

Namun, ia menilai pernyataan Khofifah dan Ridwan tak lebih dari sekadar sikap individu dan belum tentu mewakili masyarakat yang akan dipimpinnya.

"Kan belum tentu merepresentasikan masyarakatnya. Misalnya Khofifah, memangnya dipilih, kan tidak juga oleh 100 persen rakyat Jatim. Iya kan? Kalau Ridwan Kamil ini kan sekarang belum tentu dia yang menjadi gubernur kan. Tunggu saja hasil penghitungan KPU,” tegasnya.

Bac

Emil Minta Hasil Real Count Versi Asyik Dicek Kembal

Emil Minta Hasil Real Count Versi Asyik Dicek Kembali

bisnis

Jun 28, 2018 3:23 PM

Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, BANDUNG — Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil meminta pengecekan kembali terhadap hasil real count versi PKS terkait Pilgub Jabar 2018 yang menempatkan dirinya pada urutan ke dua dengan raihan 29,4 % dibawah pasangan Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) yang mencapai 33,1 %.

Berdasarkan rilis yang diterima Bisnis, real count versi PKS hingga pukul 23.45 malam, suara yang sudah dihimpun mencapai 32,6 % berbasis formulir C1. Sedangkan untuk pasangan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi 25,8 % dan TB Hasanudin - Anton Charliyan 11,7 %.

“Nah tolong cek, setelah tim saya menjumlah ternyata ternyata 104 persen, coba cek ini harus menjadi viral, tapi saya kasih clue saja, tadi tim saya menjumlah si angka-angka itu ternyata pas di jumlah angkanya melebihi 100 persen, jadi dari situ saja kita sudah bisa paham,” kata Emil usai mengunjungi Mang Ihin, Jalan Cisitu, Kota Bandung, Kamis (28/6).

Menurutnya, raihan yang dicapai oleh pasangan Asyik ini memang menjadi kejutan dalam kontestadi Pilgub Jabar 2018. Pasalnya kata dia, hingga survei di detik terakhir, pasangan Asyik meraih suara hingga tiga kali lipat dari raihan elektabilitas sebelum pencoblosan berdasarkan lembaga survei.

“Jadi saya tidak tahu metode apa yang digunakan oleh pasangan nomer 3 yang memang luar biasa dari isu-isu, karena pembacaan survei-survei sampai detik terakhir kan jauh sekali kan meningkatnya sampai tiga kali lipat,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku setiap pasangan calon memiliki cara dan metode masing-masing dalam memenangkan Pilgub Jabar.

“Ya masing-masing punya cara dan metode sendiri ya, mudah-mudahan cara dan metodenya adalah yang baik kan bukan yang buruk,” katanya.

Meski demikian, pihaknya menjamin pasangan Rindu sudah berkomitmen telah menggunakan cara yang baik untuk mencapai hingga saat ini.

“Cara kita adalah yang baik yng maslahat, tidak berbasis isu-isu, tapi berbasis gagasan berbasis prestasi,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku tidak khawatir jika nantinya hasil perhitungan dari KPU digugat ke MK. Pasalnya berdasarkan hasil quick count yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei menemptkan dirinya di posisi pertama.

“Sama semua konsultan 3-5 persen, akan jadi ke MK kalau perbedaannya 0,5 persen kan, mudah-mudahan itu tidak tejadi,” katanya.

Meski demikian, ia tetap menghormati Tim Asyik yang masih belum menyerah hingga hasil resmi KPU dikelurkan.

“Saya paham, bahwa resminya itu kan nanti, jadi kepada Asyik yang belum saya hormat juga silahkan saja,” katanya.

Ia pun mengaku hal serupa pernah terjadi pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2013 lalu di mana dirinya digugat oleh rivalnya.

“Sama saya 2013 kan menang 45 persen digugat oleh mereka yang 17 persen, jadi beda jauh oge (juga) ada yang ingin meluapkan rasa penasarannya dengan tidak logis,” katanya.

Kamis, 28 Juni 2018

Air Pare

Tolong sebar luaskan.
Prof Chen Hui Ren dari RS pusat angkatan darat Beijing menegaskan bila setiap orang yg mendapatkan info ini  kemudian membagikan ke 10 orang lainnya,di pastikan sedikitnya ada satu nyawa yg akan terselamatkan..saya sudah melakukan bagian yg harus saya kerjakan,harap anda juga membantu melakukan bagian anda.Tks!

Air pare yang panas dapat menolong anda,sesibuk apapun perlu untuk dibaca,kemudian beritakan kepada orang lain.
Sebar luaskan kasih.

Pare dapat membunuh sel kanker!
Potong 2-3 irisan tipis pare taruh dalam gelas,tuang air panas, air akan menjadi alkalin(basa),minum setiap hari,terhadap siapapun akan bermanfaat.

Air panas pare tsb akan mengeluarkan suatu zat anti kanker, ini adalah sebuah perkembangan baru didalam dunia kedokteran yg bermanfaat dalam mengobati kanker.

Air panas ekstrak pare akan berpengaruh terhadap kista dan tumor.sudah di buktikan dapat menolong pelbagai macam kanker.

Menggunakan pare dalam mengobati kanker,hanya akan mematikan sel sel jahat tumor,dia tidak akan mempengaruhi sel sel yg sehat.

Selain itu asam amino dan polyphenol oxidase drpd pare,dapat menyeimbangkan tekanan darah tinggi,melancarkan peredaran darah,mengurangi penggumpalan darah dan dapat mencegah terjadinya penggumpalan vena dalam(deep vein thrombosis).

Setelah selesai membaca ini,sebar luaskan kepada  orang lain,keluarga,teman, tebarkan kasih! Harus jaga dgn baik kesehatan masing masing.🙏💖

Stress Usai Kalah Telak di Sumut, Djarot 'Ngebul' Terus

Stress Usai Kalah Telak di Sumut, Djarot 'Ngebul' Terus
 Fani Fadillah -  28/06/2018 14:07
  
Djarot Saiful Hidayat
Beritacenter.COM - Berdasarkan hasil hitung cepat, Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat meraih perolehan suara lebih rendah dari lawannya Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.
Melihat hasil tersebut, tampak gelagat stress yang ditunjukkan oleh Djarot di kediaman pribadinya di Jalan Kartini, Medan Polonia, Kota Medan, Rabu (27/6/2018).
Baca juga:
Masih Diburu Petugas, Buaya di Kali Grogol Sempat Tampakkan Diri Pagi Tadi
Waduh...! Partai Gerindra "Keok" Di Pilkada Serentak 2018, Kok Bisa?
"Saya memang kalau stress bawaanya mau merokok terus," kata Djarot usai membakar rokok sembari mendengarkan laporan pemungutan suara dari sejumlah daerah yang disampaikan Ketua Tim Pemenangan Djarot-Sihar, Djumiran Abdi.
Usai merokok, Djarot pun tak banyak berkomentar dan langsung menjalankan salat Ashar bersama sejumlah pendukungnya. Sementara itu Djumiran mengatakan bahwa Djarot tidak siap diwawancarai saat ini.
"Waktunya enggak tepat (wawancara) sekarang. Harap maklum. Mungkin besok atau beberapa hari lagi. Kawan-kawan juga kalau bisa tidak menunggu di sini,"tegas Djumiran.
Mendengar pernyataan Djumiran, sejumlah awak media pun meninggalkan rumah Djarot. Hanya awak media yang menjadi bagian dari tim pemenangan Djarot yang tetap tinggal di dalam rumah. Pintu rumah berwarna putih yang sebelumnya terbuka untuk wartawan itu pun kemudian ditutup.

Mantap...! Khofifah "Siap Dukung Jokowi" Di Pilpres 2019

Mantap...! Khofifah "Siap Dukung Jokowi" Di Pilpres 2019
 Indah Pratiwi -  28/06/2018 12:39
  
 FOKUS : Pilpres 2019
Beritacenter.COM - Setelah menang quick count, Ridwan Kamil menyatakan siap mendukung pencapresan Joko Widodo pada 2019. Tidak hanya Ridwan Kamil saja menyatakan dukungannya kepada jokowi setelah menang di Pilgub Jabar.
Khofifah Indar Parawansa juga memastikan dirinya mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Ia juga mengaku bersedia jika ditunjuk kembali menjadi tim sukses Jokowi nantinya. Pengakuan itu disampaikan Khofifah dalam wawancara dengan Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosiana Silalahi, Rabu (27/06/2018).
Baca Juga :
"Keok" Di Pilgub Jabar, Ini Bukti Prabowo Sudah Tidak Punya "Taring" Lagi...
Setelah Menang Di Pilgub Jabar Ridwan Kamil "Siap Dukung Jokowi" Di Pilpres 2019
Sewaktu menjabat Menteri Sosial, Khofifah mengaku sering melihat langsung bagaimana Jokowi bekerja.
“Kerja kerasnya beliau tentu berharap bisa menuntaskan PR-PR,” ucap Khofifah.
Rosi kemudian bertanya, apakah bersedia kembali menjadi Jubir Jokowi seperti Pilpres 2014. Khofifah menjawab,”kalau ditunjuk. he..he..”
“Jadi, Anda hanya akan mendukung Pak Jokowi dan bukan capres lain?” tanya Rosi.
“Iya, insya Allah begitu,” jawab Khofifah.

Setelah Menang Di Pilgub Jabar Ridwan Kamil "Siap Dukung Jokowi" Di Pilpres 2019

Setelah Menang Di Pilgub Jabar Ridwan Kamil "Siap Dukung Jokowi" Di Pilpres 2019
 Indah Pratiwi -  28/06/2018 12:07
  
 FOKUS : Pilgub Jabar
Beritacenter.COM - Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memenangi hitung cepat (quick count) Pilgub Jabar 2018.
Setelah menang quick count, Ridwan Kamil menyatakan siap mendukung pencapresan Joko Widodo pada 2019.
Pernyataan tersebut disampaikan Ridwan Kamil dalam salah satu program yang ditayangkan Kompas TV, yang dipandu Aiman Witjaksono, Rabu (27/06/2018).
Ridwan awalnya menjawab pertanyaan Aiman seputar isu dukungan cagub-cawagub Pilgub Jabar terhadap Jokowi untuk 2019.
Baca Juga :
Nasdem "Berjaya" Di Pilkada Serentak, PDIP Dan Gerindra "Keok"
"Keok" Di Pilgub Jabar, Ini Bukti Prabowo Sudah Tidak Punya "Taring" Lagi...
Mimpi...! Koalisi Gerindra-PKS "Menang" Di Pilgub Jabar "Versi Quick Count" 2 Lembaga Ini
“Ya saya kira logika sederhana ya, partai-partai pendukung sudah menyatakan deklarasi untuk pilpres. Partai-partai pendukung saya semua sudah, NasDem, Hanura, PPP, dan seterusnya. Tentulah arah dukungan dari kami, calon berdua ini tidak akan jauh berbeda fatsun kepada etika politik, kan begitu ya, etika politik seperti itu,” ucapnya.
Ridwan Kamil lalu menceritakan kembali sikap politiknya pada 2014. Kala itu, Ridwan Kamil baru saja terpilih menjadi Wali Kota Bandung dengan kendaraan Gerindra-PKS.
“Dulu saya diusung oleh Gerindra-PKS. Saya adalah tim pemenangan Pak Prabowo di 2014. Karena etikanya mengatakan diusung oleh partai tersebut, maka mendukunglah apa yang menjadi kebijakan,” ungkapnya.
Ridwan Kamil menegaskan akan mengikuti keputusan partai pengusungnya untuk Pilpres 2019. Dia lalu menyatakan tegas siap mendukung Jokowi pada 2019.

Rabu, 27 Juni 2018

6 Cagub Ini Dinyatakan Menang Pilkada 2018 Versi Quick Count SMRC

6 Cagub Ini Dinyatakan Menang Pilkada 2018 Versi Quick Count SMRC

liputan 6

Jun 27, 2018 5:49 PM

Liputan6.com, Jakarta - Quick count atau hitung cepat sejumlah pilkada yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) telah mencapai suara stabil, yakni di atas 80 persen. Hingga pukul 16.00, ada enam pasangan calon yang telah dapat dinyatakan sebagai pemenang Pilkada 2018 versi quick count.

"Mereka telah bisa dideklarasikan sebagai pemenang pilkada menurut versi quick count," ujar Pendiri SMRC Saiful Mujani kepada Liputan6.com, di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Enam pasangan calon itu adalah:

1. Jawa Barat: Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum per suara masuk 93.25% meraih 32,20%

2. Jawa Tengah: Ganjar Pranowo-Taj Yasin per suara masuk 96.67% meraih 58,80%

3. Bali: Wayan Koster-Ace per suara masuk 98.33% meraih 58,29%

4. Sulawesi Selatan: Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman per suara masuk 84.67% meraih 43,06%

5. Sumatera Utara: Edy Rahmayadi-Musa Rajekhsah per suara masuk 84.33% meraih 59,28%.

6. Jawa Timur: Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak per suara masuk 89.00% meraih 52,58%.

Selasa, 26 Juni 2018

Rizieq Shihab Layak Pulang dan Dirikan Partai Gerakan Indonesia Hebat (Gerindhe)

Rizieq Shihab Layak Pulang dan Dirikan Partai Gerakan Indonesia Hebat (Gerindhe)

seword.com

Jun 23, 2018 6:07 PM

Kesuksesan Prabowo Subianto mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memiliki sejarah panjang. Sejarah ini kiranya layak disimak Rizieq Shihab, Firza Husein dan semua para penyayang dan pendukung Rizieq.

Sebelum Gerindra lahir, Prabowo dikabarkan hijrah ke Yordania pasca Reformasi 1998. Cukup lama Prabowo habiskan waktu di sana, selain mondar-mandir ke Malaysia dan Eropa layaknya orang berada. Kisah Prabowo ini tentu tak bisa dibandingkan dengan Bang Toyib yang tak pulang-pulang. Pasalnya, Prabowo akhirnya pulang dan secara gagah perkasa mendirikan Partai Gerindra.

Sebuah kendaraan politik yang mampu menghantarnya menjadi Calon Wakil Presiden 2009 dan Calon Presiden 2014. Sebuah prestasi mencengangkan dari sebuah partai debutan. Hanya Susilo Bambang Yudhoyono dengan Partai Demokratnya yang bisa bikin Prabowo iri secara wajar.

Kehebatan Prabowo inilah yang layak menjadi inspirasi seorang Rizieq selama hijrah. Dengan bekal SP3 di tangan kiranya kasus chat mesum pun sekarang sudah mendapatkan pengharum. SP3 bisa menjadi senjata untuk menghadapi isu yang memfitnahnya. Kata-kata: "Chat itu fitnah!", tentu mulai bisa disuarakan secara terstruktur, sistematis, dan massif. Dimulai oleh Firza, kuasa hukumnya, Amien Rais, Mardani Ali Sera, Neno Warisman dan tentu saja Kak Emma.

Jangan lupa! Prabowo Subianto pernah alami tantangan yang lebih berat. Supaya mantan menantu Presiden Soeharto ini dibawa ke Mahkamah Militer bahkan pernah diserukan oleh tokoh sekaliber Amien Rais. Ketika sekarang mereka bisa runtang-runtung tentu menarik untuk ditelisik. Bahwa politik itu menyediakan berbagai kemungkinan. Maka jangan mudah dibodohi oleh tokoh-tokoh politik. Baik oleh pernyataan-pernyataannya, cuitannya, maupun kepura-puraannya.

Panggung politik itu bisa dianggap sebagai ajang mengurai ketegangan. Jangan malah sebaliknya. Santai saja menganalisa fenomena politik walau kadang penuh trik dan intrik. Kritik saja secara cerdas ketika ada permainan politik yang menjauh dari cita-cita NKRI. Contohnya ulah orang atau ormas yang ingin mengganti dasar negara. Mereka pantas didoakan baik dari tanah air dan kalau perlu dari tanah suci. Tujuannya supaya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Kembali pada sosok Rizieq, sahabat Firza dan Kak Emma ini tentu punya nilai plus dalam percaturan politik nasional. Sebagai orator agama yang tengah umrah saja hingga disowani Ketua Umum Gerindra dan dedengkot Partai Amanat Nasional. Padahal baik Prabowo maupun Amien Rais jelas berusia lebih tua. Hanya Dhimas Kanjeng yang berpotensi mengalahkan kharisma seorang Rizieq Shihab. Tanda bahwa ketokohan pemimpin aksi 212 ini tak bisa dipandang sebelah mata oleh mata-mata hingga mata uang asing.

Ringkasnya, Rizieq Shihab perlu memikirkan segera kepulangannya. Pulang untuk apa? Peluang termanisnya adalah mendirikan partai seperti pernah dilakukan Prabowo dengan Gerakan Indonesia Raya. Hidayah dan inayah yang diperoleh dari tanah suci kiranya cukup untuk meyakinkan pendukungnya mendirikan partai politik. Tanpa bermaksud memengaruhi hidayah yang sudah dalam genggaman, saya mengusulkan nama partai itu Gerakan Indonesia Hebat (Gerindhe).

Bagaimana dengan logonya? Tidak perlu tiru-tiru Gerindra dengan kepala burung garuda, lalu memakai kepala kambing. Selain dianggap zodiak Taurus, ingatan publik akan diarahkan pada kejadian sekitar kandang kambing. Supaya lebih hebat dari Gerindra, kapak naga geni 212 bisa jadi alternatif. Para pecinta sinetron Wirosableng murid Sinto Gendeng pasti terpikat selain tentu saja tujuh juta umat pendukung aksi 212.

Tujuh juta umat ini menjadi modal besar untuk nanti menjadi pemberi donasi Gerindhe. Selain bisa menjadi bukti bahwa aksi 212 memang dimeriahkan oleh tujuh juta umat.

Tidak mengapa 2019 belum bisa ikut Pemilu. Justru yang perlu diincar Rizieq bersama Firza dan Kak Emma adalah 2024. Bila PKS bisa tenggelam pada 2019, Gerindhe tentu bisa menjadi alternatif. Apalagi 2024 dipastikan ganti presiden. Pencapresan Rizieq Shihab dengan Cawapres Firza atau Kak Emma layak dipertimbangkan.

Bila Gerindhe belum pede dengan sosok Firza atau Kak Emma, Habiburokman dan Anies Baswedan bisa dipertimbangkan. Tidak menutup kemungkinan Agus Harimurti Yudhoyono dan Angelina Sondakh dari Partai Demokrat untuk mulai ditakar juga tingkat elektabilitasnya. Masih belum puas dengan nama-nama di atas? Jangan khawatir ada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang pasti sudah populer.

Bayangkan saja Rizieq Shihab Capres dan Ahok Cawapres pada 2024. Isu SARA akan tersumbat dengan sendirinya. Hoaks tak mempan, Amien Rais dipastikan nyaris menangis sambil meringis dan hati Fadli Zon bisa teriris-iris. Tentu dengan catatan keduanya betul-betul satu hati (one heart) untuk Indonesia semakin di depan dengan inovasi yang tiada henti. #IndonesiaHebat bersama Rizieq Shihab.


Senin, 25 Juni 2018

Tragedi Di Taman Safari

Tragedi Di Taman Safari

Mohon untuk menyebarluaskan ke teman dan orang terdekat anda, supaya Lebih berhati-hati bila berkunjung ke Taman Safari Indonesia.

Di bawah ini adalah pengalaman kami yang tidak akan kami lupakan seumur hidup karena amat berbahaya dan menyeramkan ketika berada di TSI.

Hari Selasa 19 Juni kemarin (bertepatan dg libur lebaran), kami berkunjung ke TSI dengan menggunakan mobil keluarga, 4 orang dewasa dan 2 anak kecil dengan tujuan refreshing, melihat binatang yang belum pernah kami lihat secara langsung dan dekat terutama yang besar dan liar atau berbahaya.

Belum lama kami berada di TSI, kira-kira 10 menit, mobil kami memasuki area binatang yang bukan binatang buas (kijang, banteng dll), tiba-tiba mobil kami mogok dan meski sudah mencoba untuk merestart beberapa kali, tetapi mesin sama sekali tidak bisa di hidupkan kembali.

Kami pikir mungkin cipratan air telah menyebabkan mobil kami mogok saat baru saja melewati genangan air seperti sungai kecil di TSI. 

Meskipun ragu-ragu, karena tidak terlihat ada petugas TSI di dekat situ, akhirnya paman saya turun untuk membuka kap mesin.

Kami tidak membunyikan klakson karena takut mengganggu binatang di TSI. Kami pikir, area ini adalah area yang aman, bukan area binatang buas, jadi kami berusaha tenang menunggu di dalam mobil sambil ngobrol. 

Namun tiba-tiba kami terkejut ketika melihat seekor singa yang entah dari mana datangnya sudah berada di belakang mobil kami dan berjalan ke arah depan mobil dimana paman kami berada.

Lalu... entah kenapa kami semua seperti terhipnotis melihat singa itu mendekati paman kami yang asyik mencari kerusakan mobil dan tidak tahu dengan kedatangan singa itu.

Kami benar-benar hanya terpaku melihat singa itu tanpa berusaha untuk memberitahu paman ada bahaya yang datang.

Bertepatan paman menutup kap mesin..... ketika itu pula singa sudah berada tepat dibelakang tubuh paman saya, sehingga tampak sangat jelas oleh kami dari dalam mobil bagaimana sangat dekatnya singa terhadap paman. 

Saat singa itu berjalan mendekati paman saya, dan saat itu kami melihat bahwa paman saya sudah menyadari kehadiran bahaya, tapi dia pun hanya terpaku dan pasrah, kami melihat kengerian yang sedang berlangsung dengan terpaku....

saat itu pula si singa itu langsung mencolek bahu paman saya seraya berkata, *"Kagak usah takut ...gua mau ingetin doang .......27 Juni 2018 Pilkada...dateng ke TPS ya.....
Semoga pilkada 2018  di kota Bandung aman dan kondudif🙏🏻🙏🏻

ROKOK.. ​​AMAN..!!!​​

Horreee..!!!
" yang masih meROKOK.. ​​AMAN..!!!​​
​Ternyata Rokok itu TIDAK BERBAHAYA..!!!​ "

Banyak orang mengkhawatirkan Bahaya Rokok..!!!
Tapi setelah diselidiki oleh beberapa Pakar dalam bidangnya ternyata Rokok itu sama sekali Tidak Berbahaya..!!!

Ada sebuah ​The Untold Story​ yang membuka Mata Dunia bahwa Rokok itu tidak berBahaya sama sekali.

Berikut Cuplikan nya :

Ada tiga orang pakar. Mereka selalu bersama ke mana saja.
Tapi ketiganya memiliki kesukaan beda.

1). ​Si A​ : suka main perempuan.
2). ​Si B​ : suka minum minuman keras.
3). ​Si C​ : suka segala jenis rokok.

Suatu hari mereka pergi ke seorang profesor. Mereka ingin membuktikan mana yg lebih berbahaya, apakah 'main' perempuan, minuman keras atau rokok ?
Lalu untuk membuktikannya, mereka masing2 minta dikurung di sebuah gua selama 100 hari...

Si A :  ”Aku mau Perempuan² Muda dari berbagai Bangsa dan makanan minuman yang cukup,.. 
Letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 100 hari …
Dan profesor itu pun mengabulkannya.

Si B :  “Aku mau semua jenis Arak dari Seluruh Dunia dan bekal makanan yang cukup, ..
Letakkan dalam gua
tertutup dan jangan ganggu aku selama 100 hari, …
Lalu profesor itu pun memenuhi keinginan si B.

Si C :  ”Aku mau semua Jenis Rokok dari Seluruh Dunia dan makanan yang cukup,..
Letakkan dalam gua
tertutup dan jangan ganggu aku selama 100 hari,…
Dan sama, keinginan si C pun dikabulkan si profesor...

100 hari Kemudian, si profesor membuka pintu gua masing² sesuai perjanjian.

Ketika pintu Gua dibuka, keluarlah si A, Kurus Kering, berdiri pun tidak bisa karena lutut pada goyang hampir lepas,..
Sebab hari-harinya dihabiskan hanya
memuaskan nafsu dengan perempuan.
Beberapa saat kmudian si A pun jatuh ke tanah lalu mati...

Pintu Gua II dibuka, maka keluarlah si B, Perut Buncit dan Mata Merah karena hari2nya dihabiskan dengan mabuk²an,...
Dia terhuyung2 & jatuh ke tanah lalu mati..

Pintu III dibuka, keluarlah si C, Sehat Wa-alfiat bahkan
lebih sehat dr 100 hari yang lalu, ..
Dia berjalan Tegap ke
arah profesor itu dan langsung menabok kepala sang profesor seraya berkata :
“Dasar profesor GUOBLLOOOKK..!!! KOREKNYA MANA..???”

Kesimpulan :
​ROKOK TIDAK BERBAHAYA BAGI KESEHATAN SELAMA​
​TIDAK ADA KOREK API NYA..!!!​

😂🤣😄 Jangan ketawa sendiri, silahkan bagikan buat relasi, sahabat, dan siapa saja yang layak mendapat kan senyum....semoga hari-hari kalian terasa bahagia
😂😂😂🤣🤣🤣☝

Menebak Apa yang Terjadi Jika MK Menghapus Presidential Treshold?

Menebak Apa yang Terjadi Jika MK Menghapus Presidential Treshold?
KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL politik
RESPONS : 0
BERI NILAI
KOMENTAR Afifuddin lubis
Pensiunan PNS
Selalulah belajar dari siapapun
FOLLOW
25 Juni 2018 19:36 | Diperbarui: 25 Juni 2018 19:36
82 | 2 | 1
Sesungguhnya sebelum pengesahan UU Nomor 7 Tahun 2017 telah berkembang berbagai wacana tentang Ambang Batas Pencalonan Presiden atau yang dikenal juga dengan istilah Presidential Treshold( PT).
Ada dua pendapat yang muncul di DPR berkaitan dengan PT tersebut. Pendapat pertama menginginkan adanya PT dengan angka 20 persen dari jumlah perolehan kursi di DPR RI atau 25 persen dari perolehan suara sah nasional.
Artinya harus ada parpol atau koalisi parpol yang mempunyai 20 persen perolehan kursi di DPR atau mempunyai 25 persen dari suara sah secara nasional.
Pendapat kedua menyatakan tidak perlu ada PT dengan kata lain PT=0 persen. Pendapat pertama ditengarai sebagai upaya untuk membatasi jumlah paslon presiden sehingga pertarungan pada pilpres hanya diikuti oleh dua atau tiga pasangan saja.
Pendapat kedua menyatakan penggunaan PT pada pilpres 2019 tidak tepat karena perolehan hasil suara parpol merujuk kepada hasil pemilu 2014 yang dinilai tidak sejalan dengan gambaran politik saat ini.
Kalau pada pilpres sebelumnya PT yang digunakan adalah hasil perolehan suara parpol pada pemilu legislatif sebelum pilpres diadakan tetapi pada tahun 2019 pemilu legislatif dilaksanakan bersamaan dengan pilpres.
Perselisihan pandangan politik itu kemudian diselesaikan melalui voting atau pemungutan suara dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Rapat Paripurna yang digelar 21 Juli 2017 itu mengesahkan RUU menjadi UU dengan diwarnai
walk out- nya 4 parpol yakni ,Fraksi Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN.
Selain ambang batas pencalonan presiden ,DPR juga mengesahkan ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Dengan ketentuan adanya ambang batas presiden yang demikian terbentuklah lah koalisi parpol yang akan mendukung paslonnya pada pilpres nanti.
Seperti diketahui 5 parpol telah menyatakan sikap mendukung Jokowi pada pilpres yakni: PDIP, Golkar, Nasdem ,Hanura dan PPP.
Sedangkan parpol lainnya yang telah menyatakan sikap ialah Gerindra dengan jagoannya Prabowo Subianto, PAN akan mengajukan salah satu dari empat tokoh nya yaitu, Soetrisno Bachir, Hatta Rajasa ,Amien Rais dan Zulkifli Hasan.
Sedangkan Demokrat, PKB dan PKS belum menyatakan sikap siapa yang akan diusungnya sebagai capres kecuali PKS yang menyatakan akan mengusung Prabowo kalau cawapresnya berasal dari kader PKS.
Dalam konstelasi politik yang demikian muncullah judicial review dari 12 orang yang berkaitan dengan PT itu. Ke- dua belas orang itu telah mendaptarkan permohonan uji materiil pasal 222 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi, Kamis, 21 Juni 2018.
Para pemohon berharap MK menghapus ketentuan pasal itu yakni " presidential treshold " sebesar 25 persen. Para pemohon itu yakni mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas,mantan Menteri Keuangan M. Chatib Bisri,Akademisi Faisal Basri, mantan Komisioner KPU,Hadar Nafis Gumay, mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto,Akademisi Rocky Gerung ,Akademisi Robertus Robet, Direktur Pusako,Universitas Andalas Feri Amsari,Sutradara film Angga Dwimas Sasongko.
Ikut juga menanda tangani permohonan tersebut Ketua Umum Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak ,Direktur Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini,Profesional Hadan Yahya.
Ahli yang mendukung permohonan tersebut yakni Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada Zainal Arifin Mochtar dan Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti.
Salah satu alasan yang dikemukakan oleh para pemohon karena menilai penghitungan presidential treshold berdasarkan hasil pemilu DPR sebelumnya telah menghilangkan esensi pelaksanaan pelaksanaan pemilu dan karenanya pasal 222 UU Nomor 7/2017 bertentangan dengan Pasal 22 E ayat ( 1) dan ( 2) UUD 1945.
Hadar Nafis Gumay juga mengemukakan dengan melihat sejumlah argumentasi yang ada, tidak berlebihan apabila saat ini sedang terjadi darurat konstitusi.
Yang dimaksudkan Hadar dengan ucapannya ialah ,kita terus menerus melaksanakan pemilihan umum ,tapi dengan aturan yang bertentangan dengan konstitusi. (Disarikan dari Kompas.com ,22/6/2018).
Belum diperoleh informasi kapan MK akan menyidangkan uji materi ini dan juga kita belum dapat menilai apa bunyi dan kapan keputusan akan dibacakan.
Tetapi andainya putusan dibacakan sebelum tanggal 10 Agustus 2018 dan putusan tersebut mengabulkan hal yang dimohonkan yaitu dihapuskannya PT maka hampir dipastikan hal tersebut akan mengobah konstellasi politik pada pilpres nanti. Seperti diketahui KPU telah menjadwalkan pendaptaran paslon pilpres dilaksanakan 4-10 Agustus 2018.
Seperti yang kita cermati terbentuknya parpol koalisi pendukung presiden - wakil presiden salah satu alasannya ialah karena adanya PT tersebut.
Tanpa PT maka tidak ada keharusan untuk parpol untuk membentuk koalisi.Karenanya apabila MK mengapuskan PT maka setiap parpol berhak mengusung sendiri paslonnya pada pilpres.
Memang masih terlalu dini untuk meramalkan parpol mana diantara parpol pendukung Jokowi yang akan mengusung sendirinya paslonnya. Begitu juga halnya belum dapat diperkirakan sikap parpol lainnya yang tidak berada pada kubu Jokowi.
Tetapi dari sikap yang ditunjukkan selama ini sebenarnya kita sudah punya gambaran tentang sikap masing masing parpol menjelang pilpres 2019.
Salam Demokrasi!

Aneh bin Ajaib; Kapalnya Tenggelam, Nakhoda KM ”Sinar Bangun” Justru Ada di Darat

Aneh bin Ajaib; Kapalnya Tenggelam, Nakhoda KM ”Sinar Bangun” Justru Ada di Darat
KM Sinar Bangun sebelum tenggelam.
SIMALUNGUN, POTRETNEWS.com – Aparat kepolisian mengungkapkan keanehan atas tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin 18 Juni 2018. Diketahui, bahwa nakhoda kapal tersebut, tidak berada dalam peristiwa itu.”Ada yang aneh dalam pengungkapan kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun. Karena dalam daftar korban yang selamat maupun yang hilang, nama nakhoda tidak ditemukan. Tapi nakhoda sampai saat ini masih berada di darat," ucap Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan kepada wartawan, Rabu (20/6/2018).
Saat kejadian, nakhoda yang diketahui bernama Tua Sagala, Warga Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara tidak mengemudikan kapal tersebut. Melainkan meminjamkan kapal itu kepada seseorang, untuk dikemudikan dan membawa penumpang kapal itu.
Tapi, Marudut enggan membeberkan orang yang mengemudikan KM Sinar Bangun saat kejadian apa masuk dalam korban selamat maupun korban yang masih dinyatakan hilang. Namun, hal ini terus dilakukan proses penyelidikan pihak Polres Samosir berkoordinasi dengan KNKT.
"Ini menarik kita dalami, karena kita masih fokus dengan proses pencarian. Selanjutnya, kita melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab tenggelamnya kapal. Ada yang aneh di Danau Toba ini," tutur perwira melati dua itu, dilansir potretnews.com dari
viva.co.id.
Sementara itu, Marudut menutup rapat informasi keberadaan nakhoda sebenarnya diamankan di mana. Karena, untuk menjaga keamanan dari nakhoda itu sendiri. Kemudian, terus dilakukan pemeriksaan secara maraton oleh pihak kepolisian.
”Nakhoda saat ini masih kita amankan, kita tidak bisa memberitahukan di mana keberadaannya. Karena kalau kita beritahukan, bisa saja terjadi amukan massa," demikian keterangan Marudut. ***
Editor:
Akham Sophian

KM Sinar Bangun Ketemu Utuh, Ini Fotonya di Dasar Danau Toba

KM Sinar Bangun Ketemu Utuh, Ini Fotonya di Dasar Danau Toba

pojok satu

Jun 25, 2018 12:47 PM

KM Sinar Bangun berlayar dipenuhi penumpang. Foto ist

POJOKSATU.id, SIMALUNGUN – Setelah pencarian selama sepekan, tim Sar Gabungan berhasil menemukan bangka kapal KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (25/6/2018).

Penemuan bangka kapal yang ikut menyeret ratusan penumpangnya itu ditemukan tim survey Basarnas dan Mahakarya Geo Survey-IAITB sekitar pukul 11.12 WIB.

Pencarian bangkai kapal maut itu sendiri langsung dipimpin oleh Menteri Sosial Idrus Marham.

Tim SAR gabungan mengonfirmasi, penemuan bangkai KM Sinar Bangun bahkan telah dilakukan identifikasi.

Kapal itu ditemukan di koordinat
2 deg 47’ 3.835 N
98 deg 46’ 10.767 E dengan kedalaman 450 meter.

KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba. Foto ist

“Selanjutnya kami serahkan hasil ini kepada pihak berwenang untuk langkah-langkah strategis berikutnya,” demikian isi konfirmasi tersebut.

Akan tetapi, dengan kedalaman tersebut, tim Hydrography untuk Negeri mengusulkan untuk memobilisasi ROV ECA H1000 semi work class.

“Untuk membantu proces pengangkatan kapal yang diperkirakan banyak korban masih terperangkap di dalam badan kapal,” jelasnya.

Atas penemuan tersebut, pihaknya juga berterimakasih kepada masyarakat atas doa dan dukungan dalam upaya pemetaan Hydrography tersebut.

Dari foto penampakan kapal, terlihat ada sejumlah kerusakan, utamanya pada bagian samping atas.

Jokowi Berpotensi Tak Dapat Kendaraan, Mau Tahu Kenapa?

Jokowi Berpotensi Tak Dapat Kendaraan, Mau Tahu Kenapa?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi masyarakat di pedalaman Papua beberapa waktu lalu. (jpnn.com)
Hargo.co.id, JAKARTA – Perubahan peta koalisi jelang Pilpres 2019 mungkin saja terjadi bila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan soal ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) menjadi nol persen. Jika itu terjadi, Partai Golkar pun belum tentu mendukung Joko Widodo.
Kemungkinan ini disampaikan pengamat politik Hendri Satrio, saat berbincang dengan JPNN bila MK mengabulkan permohonan judicial review Pasal 222 Undang-undang 17 Tahun 2017 tentang Pemilu, di Jakarta pada Jumat (22/6).
Pendiri lembaga survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) ini berpendapat bila PT nol persen, Jokowi bisa tidak mendapatkan kendaraan politik di Pilpres 2019 karena dia bukan elite politik partai.
Apalagi kalau elektabilitasnya terus menurun, maka parpol akan cenderung mengusung kadernya sendiri. Termasuk PDIP. Sebab, sebagai kader partai berlambang banteng moncong putih, suami Iriana justru itu lebih sering dan terlihat nyaman bersama Golkar. Itu jelas bikin PDIP tidak nyaman.
“Kemudian apakah Golkar pasti akan mengusung Jokowi kalau kemudian nol persen? Belum tentu juga. Golkar kan pasti akan melihat apa yang terjadi dengan PDIP, sebagai kader PDIP Jokowi kan lebih nyaman bersama Golkar, kan itu untuk parpol bukan suatu preseden yang bagus juga,” ucap Hendri.
Kendati demikian, pengajar di Universitas Paramadina ini menilai ada satu partai yang mungkin konsisten di barisan pendukung Jokowi, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menurutnya tidak punya apa-apa.
“Mereka enggak punya kader, mereka enggak punya calon, garis politiknya juga lebih ke perusahaan swasta. Ya calon satu-satunya nebeng nama besar Jokowi lah,” tambah Hendri. (fat/jpnn/hg)

Ilmu Agama Islam Jokowi Jauh Lebih Dalam Ketibang Ilmu Agama Islam Partai Islam !! Itu Pasti !!

Ilmu Agama Islam Jokowi Jauh Lebih Dalam Ketibang Ilmu Agama Islam Partai Islam !! Itu Pasti !!

seword.com

Jun 25, 2018 3:36 AM

Semua ummat Islam pasti tahu kalimat "Habluminallah Habluminanas", dan saya yakin, semua ummat Islam tahu pula arti dari Habluminallah Habluminanas. Tapi... saya tidak yakin jika semua ummat Islam tahu apa makna dan bagaimana mengimplementasikan Habluminallah dan Habluminanas ini.

Lihat saja di media sosial atau di sekeliling kita, bagaimana manusia Indonesia mengalami ketimpangan yang jomplang dalam mengimplemtasikan wasiat Rosullulah itu....

Apa yang saya pahami dari apa yang saya lihat tentang mereka yang sekarang seolah kecanduan agama Islam adalah MEREKA MELUPAKAN BAHWA AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA YANG RAHMATAN LIL ALAMIN. Yaaa... mulut mereka mengatakan bahwa agama Islam adalah Agama yang Rahmatan Lil Alamin, mulut mereka mengatakan bahwa kata Islam itu sendiri berarti DAMAI, dari mulut mereka mengatakan bahwa Allah Maha Kuasa.

Tapi perilaku dan perkataan orang-orang yang kecanduan agama ini sama sekali tidak mencerminkan apa yang mereka pelajari dan yakini. Sok paling bener, sok mengkafirkan orang, sok merasa sudah jadi ahli surga makanya mengejek, menghina dan mengfitnah seolah halal dan tidak berdosa bagi mereka.

Saya membicarakan keadaan Indonesia saat ini, dimana AGAMA DIJADIKAN ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN POLITIK oleh mereka yang mengaku paling beragama. Dan juga ormas-ormas yang menggunakan agama untuk menghalalkan "CARA". Mereka menamakan diri mereka Laskar pembela Islam...

Namun pertanyaannya, kalau mereka meyakini bahwa Allah Maha Kuasa dan Islam adalah agama Allah, kenapa mereka harus membela Islam??? Jawabannya sederhana : Karena keyakinan mereka sangat lemah !! Hanya orang yang berkeyakinan lemah yang akan marah ketika agamanya dihina.

Coba lihat Ummat Kristiani.... gerejanya dirusak, tuhannya dilecehkan, isi kitabnya diejek-ejek, bahkan ummatnya dicelakakan hingga dijemput ajal... apa kemudian ummat Kristiani terlihat gusar?? Laku melakukan unjuk rasa besar-besaran di depan Istana ??? Tidaaaaaak.... karena keyakinan ummat kristiani atas agamanya, atas Tuhannya, atas Kitabnya, sangat kuat dan tidak akan berubah sedikitpun walaupun gereja mereka dirusak sampai dibom di beberapa tempat.

Sedangkan Ummat Islam yang kecanduan oleh keislamannya.... ??? Jangankan mesjid yang dirusak, baru saja satu ayat diucap dan inipun mereka yang gagal paham, murkanya kemana-mana sampai mengancam-ancam akan makar dan melengserkan kepala negara. Masya Allah....

Alhamdulilllah... saya bukan bagian dari mereka. Alhamdulillah hati dan pikiran saya tetap tenang dan terlepas dari rasa marah karena saya sangat meyakini bahwa agama Islam yang saya peluk, tidak akan rusak hanya karena ejekan, hinaan. Saya benar-benar meyakini Kitab Alquran itu dijaga langsung oleh Allah dan Islam itu harus memberi kedamaian, membimbing saya untuk selalu berada di jalan yang benar dan "guidence" untuk bisa tiba di masa depan.

Dan hari ini adik saya menelpon dan bercerita bahwa kedua kakak ipar kami tidak akan memilih Jokowi di Pilpres nanti dengan alasan yang sama yang sering dikatakan oleh kader dan simpatisan PKS. Katanya, "Apaan milih Jokowi !!?" Saya senyum saja tapi dalam hati saya tidak habis pikir menemukan kedua kakak saya ternyata tidak pintar.

"Mungkin mereka pikir dengan pro pada PKS, mereka akan diberi sertifikat surga dari Neno Warisman..." itu kelakar saya. Adik saa tertawa. Lalu saya bilang....

"Saya memilih Jokowi karena ilmu sedekah, ilmu sabar dan ilmu ikhlas Jokowi jauh lebih dalam ketibang ilmu sedekah orang-orang PKS apalagi orang Gerindra. Ga usah banyak bicara soal masuk surga, KARENA MASUK YANG SURGA ITU CUMA DIA SENDIRIAN GA BAKAL BISA NGAJAK ANAK DAN CUCUNYA. SEDANGKAN MEMBERIKAN SUARA SAYA PADA JOKOWI YANG JELAS BEKERJA MEMBANGUN NEGARA ITU JUGA SEDEKAH, TAPI SEDEKAH SAYA BISA DINIKMATI ANAK DAN CUCU KELAK KETIKA SAYA SUDAH MATI. Lagian apa mungkin Habluminallah seseorang itu bagus jika Habluminanasnya jelek??"

Ya, Jokowi sudah mengajarkan saya cara bersedekah yang bisa bermanfaat bagi anak dan cucu saya. Jokowi juga mengajarkan saya untuk bersabar dan tidak membalas semua ejekan dan hinaan yang dilemparkan lawan pada dirinya. JOKOWI MENJADI SURI TAULADAN SAYA DALAM BERSIKAP DAN BERTINDAK.

Jika ilmu sedekah, ilmu ikhlas dan ilmu sabar Jokowi tidak sedalam sekarang, percayalah Indonesia pasti sudah perang !!! Sementara mereka yang menyebut dirinya partai agama, ormas agama, orang-orang yang selalu memimpikan surga, mereka lupa bahwa surga di akherat hanya bisa didapat jika mereka berhasil mendirikan surga mereka di dunia. Itu sebabnya Allah menamai agamanya dengan kata ISLAM yang berarti damai. Karena di surga itu yang ada hanya kedamaian dan bukan kegaduhan.

Saya yakin, di surga nanti tidak ada orang-orang yang mengejek-ejek, menghina-hina apalagi menfitnah.... TAPI kalau MISALNYA ada... wah bisa jadi waktu hidupnya dulu, dia itu simpatisan partai.... Ah sudahlah....

Prabowo Dikibuli Anies?

Prabowo Dikibuli Anies?

seword.com

Jun 23, 2018 6:18 AM

Memang susah menjadi orang yang kurang update alias kudet di tengah-tengah zaman yang sudah modern ini. Berbagai anggaran sudah bisa diakses lewat sistem yang transparan.

Tinggal datangi kementerian PUPR atau kementerian perhubungan untuk mencari data dan peluru mengkritik pemerintahan secara sehat. Eh ini masih saja ada orang tua yang salah dapat informasi dari anak muda, pemimpin generasi millennial di Jakarta. Haha.

Entah sudah berapa bawahannya yang berhasil membohongi Prabowo. Mau orang seperti Prabowo yang mudah dibohongi ini memimpin Indonesia? Itu sih pilihan Anda.

Mari kita simak statement yang diucapkan oleh Prabowo, mengenai mark-up anggaran LRT ini.

Coba bayangkan saja berapa mark up yang dilakukan pemerintah untuk 1 km pembangunan LRT. Jika 8 juta dolar itu saja udah mendapatkan untung, apalagi kalau 40 juta dolar…

Padahal material bangunan dibuatnya di Indonesia, tapi kenapa bisa mahal begitu ya. Seharusnya itu bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan gizi anak di Indonesia…

kata Prabowo saat sambutan dalam acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis (21/6/2018). Sumber bisa diambil di sini.

Lalu setelah ia mengucapkan itu, dan mengaitkan antara infrastruktur dan gizi yang sebenarnya tidak nyambung, pihak istana menjawab. Kementerian meminta data yang menjadi rujukan Prabowo dalam mengatakan hal itu.

Menteri perhubungan menjawab dengan nada sindiran yang begitu kocak dan lucu, dilakukan oleh Budi Karya Sumadi. Jawaban yang seperti tamparan telak kepada kubu Gerindra yang diwakilkan oleh Prabowo ini benar-benar telak. Bagaimana jawaban Budi Karya Sumadi?

Itu enggak benar. Sebaiknya sebagai orang yang pandai harus meneliti dulu masukan dari timnya, karena angka dugaan itu bukan angka yang benar," kata Menhub saat dihubungi detikFinance, Jumat (22/6/2018)Sumber bisa diakses di sini.

Akan tetapi, Prabowo masih tidak mau kalah. Karena kehidupannya, ia hanya mengenal kata menang. Bahkan saking sempitnya pemahaman tentang hidup yang hanya menang, ia sampai-sampai melakukan sujud syukur pada tahun 2014 dan diliput oleh TV One. Hahaha. Konyol bin ajaib. Kalau nama dengan bahasa Islandia nya, akan menjadi Konyol Ajaibsson.

Ia mengatakan bahwa ia memperoleh data dari Anies Baswedan, yang adalah bawahannya. Hahaha. Kalau bos itu memang tidak pernah salah. Di dalam perusahaan pada umumnya, jarang sekali kita mendengar bahwa ada kesalahan di pihak atasan. Selalu bawahan yang disalahkan jika ada cacat dalam data.

Hal ini tidak kita lihat di dalam diri pemimpin Ahok dan Jokowi. Kedua orang ini mengaku salah jika ada kesalahan. Kedua orang ini mulutnya begitu santai untuk meminta maaf. Mengapa mulutnya santai? Karena hatinya bersih. Jokowi dan Ahok bersih dari tekanan uang.

Mari kita simak ngeles-an Prabowo yang bawa-bawa nama Anies Baswedan.

Tadi dalam perjalanan di airport, wah ada LRT, kereta api. Ingat, kita tahu, tidak jelas bermanfaatnya untuk siapa. Saya tanya harganya berapa proyeknya. Rp 12,5 triliun. Luar biasa. Rp 12,5 triliun untuk sepanjang 24 km.

Saya diberi tahu oleh Gubernur DKI yang sekarang, saudara Anies Baswedan, dia menyampaikan kepada saya: Pak Prabowo, indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar

ujar Prabowo

Wakakakaka! Mau tahu jawaban Anies ketika ia dilabrak oleh wartawan? Siapkan kantong muntah ya. Sudah? Ya sudah. Begini jawabannya.

Menurut saya begini, tugas jurnalistik adalah melakukan verifikasi, melakukan validasi. Jadi saya malah anjurkan pada media, statement Pak Prabowo itu dijadikan pemantik. Anda tinggal buka data proyek LRT seluruh dunia dan Indonesia, dari situ malah dapat

Hoek! Salahkan jurnalis. Ya, Prabowo memiliki anak ideologis, yaitu Anies Baswedan. Keduanya seperti permulaan manusia yang ketika jatuh dalam dosa, saling menuding. Ketika manusia pertama jatuh dalam dosa, lelaki lempar ke perempuan, dan perempuan lempar ke ular. Ular lempar diri saja kalau begitu. Kasihan sekali si ular. Hahaha.

Untuk mengetengahkan hal ini. Ali Mochtar Ngabalin, sang penakluk ular menjawab dengan jelas…

Ini kan terkait dengan LRT kan hitung-hitungannya kan? Nanti diperhatikan dalam hitung-hitungannya bahwa dalam hitungan pemerintah terjadi penghematan sebanyak Rp 13 triliun

Ingat, ini proyek pertama Indonesia yang tidak sepenuhnya menggunakan APBN. Mungkin sekitar 20-an persen. Itu kan dibilang tidak efisien atau di-markup. Yang paling pertama harus dibutuhkan data-data apa yang dipakai

ujar tenaga ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin kepada detikcom, Jumat (22/6/2018) malam.

Selesai masalah, kalau semua sudah dijawab Ngabalin.

Begitulah mantap-mantap!

Simpan rahasiamu berdua saja

*Simpan rahasiamu berdua saja:*
1. Dirimu
2. Allah swt
*Jagalah di dunia ini dua keridhoan:*
1. Ibumu
2. Bapamu
*Mohonlah bantuan ketika susah dengan dua hal:*
1. Sabar
2. Solat
*Jangan risau dua hal ini:*
1. Rezeki
2. Ajal
*Kerana keduanya berada di bawah kekuasaan Allah swt.*

*Dua hal yg tak perlu diingati selamanya:*
1. Kebaikanmu terhadap orang lain.
2. Kesalahan orang lain terhadapmu.
*Dua hal yang jangan dilupakan selamanya:*
1. Allah swt
2. Alam Akhirat

*Selalu dekat dengan 4 orang ini:*
1. Ibumu.
2. Ayahmu.
3. Saudara lelakimu.
4. Saudara perempuanmu.
*Empat orang ini janganlah kamu kasar kepada mereka:*
1. Yatim
2. Miskin
3. Fakir
4. Orang Sakit
*Empat hal yang memperindah dirimu :*
1. Sabar
2. Tabah
3. Tinggi ilmu
4. Dermawan
*Empat orang yang hendaknya kamu dekati:*
1. Orang yg Ikhlas
2. Orang yg setia
3. Orang yg dermawan
4. Orang yg jujur
*Empat orang yg hendaknya jangan kamu jadikan teman:*
1. Tukang bohong
2. Tukang curi/rasuah
3. Tukang hasut
4. Tukang adu domba
*Empat orang ini jangan sampai kamu tahan kedermawananmu terhadap mereka:*
1. Isterimu
2. anak2 mu
3. Keluargamu
4. Sahabatmu
*Empat hal yang hendaknya kamu kurangi:*
1. Makan
2. Tidur
3. Malas
4. Bicara berlebih2an/gosip
*Empat hal yang jangan kamu putus :*
1. Sholat.
2. Qur'an.
3. Zikir.
4. Silaturrahimi.

*Kirimkan artikel ini kepada orang yang anda sayangi ✋*

Minggu, 24 Juni 2018

Hari Moekti meninggal dunia

Hari Moekti meninggal dunia

antara news

Jun 24, 2018 10:51 PM

Ulama Harry Moekti (tengah) tiba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/11/2016). Kedatangan mantan penyanyi rock tersebut untuk memenuhi undangan menjadi penceramah pada pengajian rutin yang digelar di KPK. (ANTARA/Sigid Kurniawan)

Jakarta (ANTARA News) - Kabar duka kembali menyelimuti dunia musik Indonesia setelah mantan rocker, Hariadi Wibowo alias Hari Moekti, meninggal dunia dalam usia 61 tahun pada Minggu malam.

Penyanyi rock yang tenar di era 80-an itu meninggal di Rumah Sakit Dustira Cimahi pada pukul 20.49 WIB.

"Benar, yang meninggal dunia dengan nama Bapak Hariadi Wibowo pada malam ini," kata seorang petugas jaga Rumah Sakit Dustira Cimahi ketika dikonfirmasi Antara News, Minggu malam.

Kendati demikian, petugas tersebut belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait penyakit yang diderita almarhum sebelum masuk ke Rumah Sakit Dustira pada malam ini.

Hari Moekti yang lahir di Cimahi pada 25 Maret 1957, terkenal dengan lagu-lagu berjudul "Ada Kamu", "Aku Suka Kamu Suka" dan "Satu Kata", sebelum beralih menjadi da'i.

Kabar meninggalkan Hari Moekti merebak di media sosial dengan ucapan berbela sungkawa yang dicuitkan beberapa tokoh.

"Kabar duka, @hari_moekti yang pernah tergabung di band Adegan dan Makara meninggal dunia malam ini Minggu (24/6/2018) pukul 20.49. Info yang saya dapatkan dari Mas @KadriJimmo karena serangan jantung. #Alfatihah," cuit pengamat musik Adib Hidayat melalui akun @AdibHidayat baru-baru ini.

Budayawan Sujiwo Tejo turut mencuit, "Met jalan Kang Hari Moekti ... Sampai jumpa ... #utangRasa"

Menurut rencana, Jenazah Hari Moekti akan dimandikan dan dishalatkan di Cimahi, sebelum dikebumikan di Bogor pada Senin (25/6) pagi.

Gubrak, Prabowo Mengeluh?

Gubrak, Prabowo Mengeluh?

seword.com

Jun 24, 2018 10:49 AM

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengeluh mahalnya ongkos politik di Tanah Air. Sampai-sampai dia membuat program galang dana demi mendukung perjuangan politiknya di Pilpres 2019. Termasuk Pilkada serentak 2018, Prabowo awalnya mengungkap bahwa demi membiayai saksi di TPS, jagoannya di Pilgub Jawa Tengah, Sudirman Said sampai harus gadai rumah. Apalagi untuk Pilpres 2019 tahun depan.

Bahkan Prabowo curhat, kini mau usaha sulit. Oleh sebab itu, dia membuka donasi kepada rakyat untuk patungan. Berikut curhatan Prabowo : "Saya sendiri gimana ya. Mau usaha susah, cari kredit enggak dikasih, jadi saya terpaksa minta bantuan ke masyarakat," ucap Prabowo saat menghadiri halalbihalal bersama DPD Gerindra Jawa Tengah, Sabtu (23/6).

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Suabianto mengumumkan program penggalangan dana untuk mendukung perjuangan politiknya dan Partai Gerindra di Pilkada dan Pemilu Serentak 2019. Pengumuman itu disampaikan Prabowo melalui akunfacebook pribadinya pada Rabu (21/6) kemarin.

Prabowo mengatakan sistem ekonomi saat ini membuat biaya politik menjadi tinggi. Hal ini membuat banyak calon-calon pemimpin yang mencari penyandang dana. Padahal, belum tentu penyandang dana itu memiliki kesetiaan untuk bangsa dan negara Indonesia. Donasi tersebut, kata Prabowo, akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas politik saat Pemilu berlangsung. Seperti untuk membayar saksi-saksi di tempat pemungutan suara, sampai kegiatan blusukan calon kepala daerah atau kader Gerindra ke desa-desa.

Ah masa Prabowo baru tahu kalau ongkos politik mahal. Apalagi mau Nyapres yang lingkupnya nasional tentu saja mahal bingit. Jangankan Capres, jadi Kepala Desa juga membutuhkan ongkos besar (termasuk besar menurut lingkup desa). Jadi Caleg tingkat kabupaten, caleg tingkat provinsi, caleg tingkat pusat, semuanya membutuhkan ongkos politik tidak sedikit.

Seharusnya seperti saya. Karena tidak punya ongkos politik jadi Capres, ya tidak usah nyapres. Jangankan nyapres untuk jadi Kepala Desa pun saya tidak punya ongkos, jadi yang tidak nyalon Kades. Gitu aja repot. He3. Pengalaman pada Pilpres 2014 lalu tentu Prabowo sudah tahu banget ongkos politik yang diperlukan. Seharusnya 5 tahun ini nabung untuk biaya nyapres.

Sebenarnya seberapa kaya sih eh seberapa miskin sih Prabowo? Saya bingung nih soalnya dia minta bantuan masyarakat untuk kegiatan politiknya. Bicara soal Prabowo dan kekayaan tentu saja hal yang sangat menarik. Maklum, Prabowo sejauh ini masih tercatat sebagai calon presiden terkaya walaupun gaji pensiunannya sebagai Letjen cuma Rp3,7 juta per bulan.

Pensiunan letnan jenderal bernama lengkap Prabowo Subianto Djojohadikoesoemo ini adalah anak dari ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo. Tak hanya cemerlang di dunia politik, Prabowo juga cemerlang dalam dunia bisnis dan ekonomi. Ia memiliki saham di 27 perusahaan nasional dan internasional, juga menjadi CEO di banyak perusahaan, seperti PT Tidar Kerinci Agung (sawit), PT Nusantara Energy (migas), dan PT Jaladri Nusantara (perikanan).

Menurut data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Prabowo tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa: 4 bidang tanah senilai Rp105.892.190.000, 8 unit alat transportasi Rp1.432.500.000, usaha peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya senilai Rp12.196.000.000, serta barang-barang seni dan antik senilai Rp3.000.500.000.

Tak hanya itu, Prabowo juga memiliki harta bergerak lain sebanyak 127 jenis dengan nilai Rp1.221.727.000, surat berharga Rp1.526.182.000.011, dan US$7.500.000. Uang tunai, deposito, tabungan, giro, dan setara kas lainnya Rp20.496.657.361 (di 4 rekening) dan US$3.134 (1 rekening).

Harta Prabowo yang paling besar tentu saja adalah surat berharga berupa kepemilikan saham 26 perusahaan senilai Rp. 1.526.182.000.011. Jika dijumlahkan semuanya, total kekayaan Prabowo mencapai Rp 1,67 triliun dan US$ 7,5 juta. Dengan jumlah kekayaan segitu, jangan heran kalau Prabowo mudah saja berkampanye sambil menunggangi kuda jenis Lusitano yang harganya miliaran rupiah itu. Kita saja bisa pakai motor bebek kriditan sudah girang banget. Betul tidak?

Kalau melihat kekayaan Prabowo, terus sekarang Prabowo minta bantuan masyarakat tentu ada sesuatu maksud tertentu. Menurut saya bisa saja Prabowo hanya memposisikan diri sebagai orang yang tertindas, orang yang layak mendapat simpati dari masyarakat. Tapi masyarakat sekarang sudah cerdas deh. Sudah tahu.

Mungkin juga Prabowo hanya mengetes keterikatan publik, tingkat simpati publik terhadap Prabowo dan Partai Gerindra. Kalau banyak masyarakat yang ikut menyumbang tentu merupakan tanda baik. Tapi kalau hanya sedikit tentu saja kabar buruk yang harus diitanggulangi dengan langkah politik selanjutnya.