Minggu, 24 Juni 2018

Gubrak, Prabowo Mengeluh?

Gubrak, Prabowo Mengeluh?

seword.com

Jun 24, 2018 10:49 AM

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengeluh mahalnya ongkos politik di Tanah Air. Sampai-sampai dia membuat program galang dana demi mendukung perjuangan politiknya di Pilpres 2019. Termasuk Pilkada serentak 2018, Prabowo awalnya mengungkap bahwa demi membiayai saksi di TPS, jagoannya di Pilgub Jawa Tengah, Sudirman Said sampai harus gadai rumah. Apalagi untuk Pilpres 2019 tahun depan.

Bahkan Prabowo curhat, kini mau usaha sulit. Oleh sebab itu, dia membuka donasi kepada rakyat untuk patungan. Berikut curhatan Prabowo : "Saya sendiri gimana ya. Mau usaha susah, cari kredit enggak dikasih, jadi saya terpaksa minta bantuan ke masyarakat," ucap Prabowo saat menghadiri halalbihalal bersama DPD Gerindra Jawa Tengah, Sabtu (23/6).

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Suabianto mengumumkan program penggalangan dana untuk mendukung perjuangan politiknya dan Partai Gerindra di Pilkada dan Pemilu Serentak 2019. Pengumuman itu disampaikan Prabowo melalui akunfacebook pribadinya pada Rabu (21/6) kemarin.

Prabowo mengatakan sistem ekonomi saat ini membuat biaya politik menjadi tinggi. Hal ini membuat banyak calon-calon pemimpin yang mencari penyandang dana. Padahal, belum tentu penyandang dana itu memiliki kesetiaan untuk bangsa dan negara Indonesia. Donasi tersebut, kata Prabowo, akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas politik saat Pemilu berlangsung. Seperti untuk membayar saksi-saksi di tempat pemungutan suara, sampai kegiatan blusukan calon kepala daerah atau kader Gerindra ke desa-desa.

Ah masa Prabowo baru tahu kalau ongkos politik mahal. Apalagi mau Nyapres yang lingkupnya nasional tentu saja mahal bingit. Jangankan Capres, jadi Kepala Desa juga membutuhkan ongkos besar (termasuk besar menurut lingkup desa). Jadi Caleg tingkat kabupaten, caleg tingkat provinsi, caleg tingkat pusat, semuanya membutuhkan ongkos politik tidak sedikit.

Seharusnya seperti saya. Karena tidak punya ongkos politik jadi Capres, ya tidak usah nyapres. Jangankan nyapres untuk jadi Kepala Desa pun saya tidak punya ongkos, jadi yang tidak nyalon Kades. Gitu aja repot. He3. Pengalaman pada Pilpres 2014 lalu tentu Prabowo sudah tahu banget ongkos politik yang diperlukan. Seharusnya 5 tahun ini nabung untuk biaya nyapres.

Sebenarnya seberapa kaya sih eh seberapa miskin sih Prabowo? Saya bingung nih soalnya dia minta bantuan masyarakat untuk kegiatan politiknya. Bicara soal Prabowo dan kekayaan tentu saja hal yang sangat menarik. Maklum, Prabowo sejauh ini masih tercatat sebagai calon presiden terkaya walaupun gaji pensiunannya sebagai Letjen cuma Rp3,7 juta per bulan.

Pensiunan letnan jenderal bernama lengkap Prabowo Subianto Djojohadikoesoemo ini adalah anak dari ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo. Tak hanya cemerlang di dunia politik, Prabowo juga cemerlang dalam dunia bisnis dan ekonomi. Ia memiliki saham di 27 perusahaan nasional dan internasional, juga menjadi CEO di banyak perusahaan, seperti PT Tidar Kerinci Agung (sawit), PT Nusantara Energy (migas), dan PT Jaladri Nusantara (perikanan).

Menurut data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Prabowo tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa: 4 bidang tanah senilai Rp105.892.190.000, 8 unit alat transportasi Rp1.432.500.000, usaha peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya senilai Rp12.196.000.000, serta barang-barang seni dan antik senilai Rp3.000.500.000.

Tak hanya itu, Prabowo juga memiliki harta bergerak lain sebanyak 127 jenis dengan nilai Rp1.221.727.000, surat berharga Rp1.526.182.000.011, dan US$7.500.000. Uang tunai, deposito, tabungan, giro, dan setara kas lainnya Rp20.496.657.361 (di 4 rekening) dan US$3.134 (1 rekening).

Harta Prabowo yang paling besar tentu saja adalah surat berharga berupa kepemilikan saham 26 perusahaan senilai Rp. 1.526.182.000.011. Jika dijumlahkan semuanya, total kekayaan Prabowo mencapai Rp 1,67 triliun dan US$ 7,5 juta. Dengan jumlah kekayaan segitu, jangan heran kalau Prabowo mudah saja berkampanye sambil menunggangi kuda jenis Lusitano yang harganya miliaran rupiah itu. Kita saja bisa pakai motor bebek kriditan sudah girang banget. Betul tidak?

Kalau melihat kekayaan Prabowo, terus sekarang Prabowo minta bantuan masyarakat tentu ada sesuatu maksud tertentu. Menurut saya bisa saja Prabowo hanya memposisikan diri sebagai orang yang tertindas, orang yang layak mendapat simpati dari masyarakat. Tapi masyarakat sekarang sudah cerdas deh. Sudah tahu.

Mungkin juga Prabowo hanya mengetes keterikatan publik, tingkat simpati publik terhadap Prabowo dan Partai Gerindra. Kalau banyak masyarakat yang ikut menyumbang tentu merupakan tanda baik. Tapi kalau hanya sedikit tentu saja kabar buruk yang harus diitanggulangi dengan langkah politik selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar