Gempar, Ini 4 Bukti Prabowo Mau Jadi Cawapres Jokowi
owl.opera.com
Apr 6, 2018 10:00 AM

Jokowi-Prabowo (CNN Indonesia)
Peta perpolitikan nasional menjelang Pemilu 2019 mulai terbaca. Jokowi yang sudah lebih dulu dijagokan PDIP sebagai capres bersama koalisinya, tak lama lagi akan mendapat tambahan dukungan. Namun yang paling menggemparkan adalah dukungan baru itu berasal dari Gerindra. Setidaknya terdapat empat bukti bahwa Prabowo bersedia menjadi cawapres Jokowi.
Pertama, bukti akan masuknya Gerindra ke dalam gerbong PDIP bisa dipetik saat Prabowo mengatakan kekecewaannya terhadap elit politik Indonesia. Prabowo seperti menyesal ketika Koalisi Merah Putih (KMP) yang dibangunnya justru tercerai-berai setelah para anggotanya tergoda pada kue kekuasaan yang dihidangkan Jokowi. Daripada harus puasa kekuasaan, kenapa tidak sekalian saja bergabung dengan Jokowi?
Kedua, kendati didukung penuh akar rumput Gerindra, Prabowo tampak masih ragu-ragu untuk mendeklarasikan dirinya sebagai capres. Prabowo menyebut masih menunggu yang terbaik dan berpikir positif. Pernyataan seperti itu jelas mengandung makna politik yang tersembunyi. Bukan hal mustahil apabila Prabowo memang sedang menimbang-nimbang menjadi pendamping Jokowi.
Ketiga, Ketua Umum PPP Romahurmuzy seperti dilansir Kompas.com, Jumat (6/4/2018), menyebut dalam waktu dekat bakal ada dua parpol baru yang siap bergabung dengan koalisi Jokowi. Namun, salah satu partai itu dikatakan Romahurmuzi menginginkan posisi cawapres. Sejauh ini, parpol yang terang-terangan meminta jatah cawapres hanyalah PKB. Meski begitu, Gerindra sah-sah saja meminta jatah itu sebagai syarat untuk bergabung.
Terakhir, dan ini yang paling menentukan, yakni adanya pertemuan antara Prabowo dengan Luhut Panjaitan. Seperti dikutip viva.co.id, Jumat (6/4/2018), Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku pertemuan Prabowo-Luhut dilakukan diam-diam.
Seperti diketahui, Luhut merupakan tangan kanan Jokowi yang selalu mendapat kepercayaan untuk urusan politik tingkat tinggi. Boleh jadi, pertemuan kedua mantan prajurit Kopassus itu adalah untuk mematangkan koalisi Jokowi-Prabowo. Toh, dalam politik, semua hal bisa terjadi.
Maka jangan kaget apabila dalam waktu dekat Jokowi dan Prabowo akan bergandengan tangan sebagai pasangan capres-cawapres 2019.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar