Minggu, 08 Juli 2018

Sadis! Skakmat SBY ke Prabowo: SBY Minta Capres Tak Lupakan Peran Ibu Negara

Sadis! Skakmat SBY ke Prabowo: SBY Minta Capres Tak Lupakan Peran Ibu Negara

seword.com

Jul 9, 2018 7:18 AM

SBY benar-benar tega. Pada saat partai-partai lagi pusing memikirkan arah koalisi. Di saat partai-partai lagi menimbang-nimbang siapa yang akan diusung menjadi capres dan cawapres yang akan segera berakhir pada awal bulan Agustus mendatang. SBY tega-teganya menyindir Prabowo Subianto. Bahkan secara telak! Kenapa pada saat-saat semua partai lagi tegang-tegangnya memikirkan arah koalisi dan pemilihan capres, SBY harus menyinggung tentang Ibu Negara?

Pada acara peluncuran buku ‘Ani Yudhoyono, 10 Tahun Perjalanan Hati’ dalam sambutannya SBY mengingatkan kepada para capres untuk tak melupakan peranan Ibu Negara.

"Ibu Ani tadi mengatakan kami bersama-sama di kala suka dan duka. Dikatakan kami maksudnya Ibu Ani dan saya (saling) menguatkan," kata SBY di Assembly Hall, JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018).

"Barangkali ini baik didengar dengan baik, di ruangan ini banyak sekali capres potensial dan cawapres potensial, kalau ditakdirkan memimpin Indonesia, ingat saja perkataan saya ini. Harus kuat, saling menguatkan," ujar SBY disambut tawa dan tepuk tangan para tamu undangan.

"Sehingga diingat capres potensial di ruangan ini, seorang presiden tidak hanya cukup visioner dan bisa menjalankan pemerintahan, tanggung jawab dalam berdiplomasi dan lain-lain. Karena masih banyak peran tugas seorang presiden dibantu seorang wapres. Presiden harus kuat, sabar, tegar dan yang penting terus kerja apapun yang dikatakan oleh orang. Show must go on," tutur Ketum Partai Demokrat tersebut.

"Saya kira di luar negeri juga begitu. Kalau peran, tugas, tanggung jawab presiden jelas. Kita bisa merujuk ke konstitusi undang-undang dan berbagai konvensi yang berlaku. Apa itu peran, tugas dan tanggung jawab presiden. Yang disampaikan Ibu Ani juga benar waktu itu silakan dirumuskan mana yang dianggap paling baik dan relevan silakan dilakukan. Saya katakan yang penting no bussiness, no politik praktis," papar SBY.

Cerita Ani Yudhoyono selama mendampingi SBY, menjadi hal pokok yang diceritakan dalam buku yang diluncurkan pada saat itu. Peranan-peranan Ani Yudhoyono tak bisa dilupakan begitu saja menurut SBY. Karena peranan Ani Yudhoyono lah yang menguatkan SBY selama memimpin Indonesia. Pengalaman-pengalaman Ani Yudhoyono selama mendampingi SBY patut menjadi pelajaran bagi capres-capres yang akan maju pada Pilpres 2019 nanti.

Bagi Jokowi, himbauan SBY mengenai pentingnya peranan Ibu Negara adalah hal yang biasa saja. Karena Presiden Jokowi dan Ibu Iriana sudah merasakan bagaimana peranan seorang Ibu Negara ketika mendampingi tugas dari seorang Presiden.

Tetapi bagi Prabowo yang sebentar lagi akan maju menjadi seorang capres dari Partai Gerindra. Tentu peringatan dari SBY ini adalah sebuah masalah besar. Karena kita tahu bahwa saat ini Prabowo adalah seorang duda setelah bercerai dari Titiek Soeharto. Dan sampai sekarang Prabowo masih belum mempunyai pendamping pengganti Titiek. Alias sampai saat ini Prabowo masih sendiri. Jika nanti kalau Tuhan mengizinkan Prabowo terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, lalu kita akan bertanya apakah layak Presiden Indonesia tidak didampingi oleh seorang Ibu Negara?

Apakah Prabowo dalam acara-acara resmi Kepresidenan hanya akan sendiri saja? Tak ada yang mendampingi? Kalau Presiden Jokowi pada setiap acara resmi kenegaraan selalu didampingi oleh Ibu Iriana, dan SBY didampingi oleh Ibu Ani, lalu bagaimana dengan Prabowo? Siapa yang akan mendampingi dirinya?

Dan bagi saya, apa yang disampaikan oleh SBY pada peluncuran buku 'Ani Yudhoyono, 10 Tahun Perjalanan Hati' .itu benar-benar ditujukan kepada Prabowo. Seakan-akan mengingatkan kepada Prabowo agar tidak usah mencalonkan diri saja. Karena apa? Karena Prabowo tidak punya pendamping untuk dijadikan sebagai Ibu Negara. Padahal peranan Ibu Negara sangat penting bagi seorang Presiden Republik Indonesia.

Karena Prabowo sekarang ini sedang sendiri dan tidak mempunyai pendamping, maka sebaiknya Prabowo tidak mencalonkan diri saja. Bukan apa-apa sih, kasihan nanti setiap ada acara resmi kenegaraan Prabowo akan selalu ditanya, ‘Di mana Ibu Negara?’ Kalau kali ditanya demikian khan repot jadinya. Maka kita mengusulkan kepada Prabowo sebaiknya tidak mencalonkan diri saja. Turutilah kata-kata SBY. Karena menurut SBY peranan seorang Ibu Negara itu sangat penting. Tapi kalau tidak mempunyai Ibu Negara, bagaimana?

Bukan begitu kura-kura?

Sumber berita dapat dibaca di Detikcom

Sumber ilustrasi diambil dari TribunNews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar