Ada tulisan bagus yg harus gw share, setelah yg punya tulisan memberi sinyal mengijinkan gw tuk share ini,
Harapan nya cuma satu, mengajak kita semua untuk berpikiran positif dan menilai secara objektif. 👍
~JOKOWI DAN PRABOWO DI KASUS KORUPSI~
Ketika Romi diberitakan kena OTT kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag, aku kaget dan sangat menyayangkan hal ini terjadi disaat kurang lebih sebulan lagi pilpres akan digelar.
Di tengah rasa kaget aku berharap Menag tidak terlibat dalam kasus ini.
Tapi harapan itu pupus ketika membaca harian pagi tadi yg memberitakan KPK MENYITA DUIT DI LACI MENAG. Dan menurut keterangan, KPK meyakini duit temuan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap Romi.
Asataga..! Aku cuma bisa geleng kepala gak habis pikir.
Berarti kejadian lima tahun lalu terulang kembali, dimana seorang Menteri Agama, dari partai yg sama dengan Romi dan Lukman, ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK, menjelang Pilpres...!!
Wow...! Apakah ini kebetulan..??
Aku yakin tidak ada yg kebetulan di dunia ini
Aku yakin Tuhan punya maksud dengan kejadian ini.
Dan aku yakin Tuhan ingin 'mengirimkan' pesan penting kepada rakyat Indonesia dengan kejadian ini.
Yg membedakan adalah, Suryadharma Ali, Menag sekaligus petinggi PPP mendukung Prabowo pada waktu itu.
Makanya gak heran Prabowo langsung kebakaran jenggot ketika SDA ditetapkan sebagai tersangka.
Dia mengatakan bahwa penetapan SDA sebagai tersangka pada saat menjelang pilpres waktu itu sarat muatan politis.
Prihatinnya lagi dia malah mengatakan perbuatan KPK itu mencederai hati rakyat..!
Gila kan dia??! KPK memberantas korupsi kok malah dikatakan mencederai hati rakyat??
Rakyat mana?? Yg iya mencederai hatinya dan gerombolannya.
Nah..ini yg aku maksud Tuhan punya pesan kepada kita semua, rakyat Indonesia.
Dalam pemberantasan korupsi , sikap Jokowi dan Prabowo itu sangat bertolak belakang.
Kalau Jokowi bilang, "Sepuluh ribu pun akan saya kejar..!", Prabowo bilang, "Kalau korupsi kecil gak apa-apa.."
Beda banget kan??
Bagaimana reaksi Jokowi ketika Romi kena OTT, dan KPK menyita duit ratusan juta di laci Lukman?
Apakah beliau teriak, 'Ini politisasi, ini kriminalisasi, gak mungkin Lukman seperti itu, KPK sangat mencederai hati rakyat?"
Sama sekali tidak..! Dengan gentle beliau memberikan kekuasaan penuh kepada KPK untuk mengusut kasus ini..!
Inilah PEMBEDA paling PRINSIP antara Jokowi dan Prabowo.
Tidak ada isitilah sahabat untuk seorang koruptor bagi Jokowi. Sekalipun sahabat, kalau terlibat kasus korupsi ya harus diproses hukum tanpa intervensi.
Bayangkan kalau Prabowo yg menjadi Presiden, koruptor akan beternak dimana-mana.
Orang-orang 'buas' yg ada disekelilingnya lah yg paling bersorak kalau Prabowo berkuasa.
Mereka akan seperti tikus kelaparan yg menggerogoti APBN tanpa takut dihukum.
Jadi kalo soal pemberantasan korupsi, komitmen seorang Prabowo sangat diragukan, walaupun bibirnya kerap mengatakan anti korupsi.
Lain di bibir, lain di tindakan, itulah Prabowo.
Kalau masih saja ada yg memilih Prabowo dengan alasan Prabowo bisa memberikan kemakmuran bagi bangsa ini, maaf aku harus bilang orang itu manusia paling dungu.
Bagaimana mungkin dia bisa memakmurkan rakyatnya kalau koruptor dibiarkan beranak pinak??
Bagaimana mungkin dia bisa memakmurkan 250 juta rakyat Indonesia, kalau seorang keponakan (pembobol ATM BCA) aja gak bisa dimakmurkan?
Jadi mikirlah anda-anda yg masih memuja Prabowo. Tuhan sudah kasi SINYAL siapa pemimpin yg layak untuk Indonesia. Kalau masih salah juga, berarti ada yg eror di otak anda.
Salam #JokowiLagi..!
Tulisan: David Horison
Tidak ada komentar:
Posting Komentar