Jumat, 04 Mei 2018

Pendukung Anies-Sandi sampai Kecewa Sama #2019GantiPresiden, “Kalo Gini Gue Yakin Gak Akan Menang”

Pendukung Anies-Sandi sampai Kecewa Sama #2019GantiPresiden, “Kalo Gini Gue Yakin Gak Akan Menang”

pojok satu

Apr 30, 2018 8:00 AM

Seorang ibu mengenakan kaos #DiaSibukKerja diolok-olok saat melakukan aksinya di CFD, Minggu (30/4/2018).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kecaman terhadap massa aksi #2019GantiPresiden bukan saja datang dari warganet yang notabene pendukung Jokowi.

Alih-alih mendapat simpati, aksi persekusi yang dilakukan sejumlah massa Ganti Presiden, Minggu (29/4/2018), malah membuat warga yang pernah berada di kelompok Anies-Sandi pun kecewa.

Mantan Timses Anies-Sandi Pandji Pragiwaksono sangat menyayangkan aksi yang dilakukan massa Ganti Presiden mengolok-olok seorang ibu dan anaknya yang mengenakan kaos #DiaSibukKerja.

“Kalau ini cara yang terus dipake, gue cukup yakin mereka ga akan menang.” ujarnya lewat akun Twitternya.

Aksi massa #2019GantiPresiden memang banyak mendapat kecaman keras.

Sejumlah warganet mengaku kecewa dengan sikap mereka.

“Hanya krn berbeda pilihan politik seorang ibu beserta anaknya di bully di soraki bahkan disawer2 dgn uang oleh sekelompok massa yg menggunakan kaos dgn tagar 2019 Ganti Presiden. & satu hal yg membuat hati saya miris adalah mrk bangga dgn perlakuan BARBAR sprti itu, BIADAB.!!!” cuit Rizma Widiono.

“Belum berkuasa, intimidasi dan persekusi pakai massa. Setelah berkuasa pakai aparat negara. Kalian sejatinya sama.” ujar Dandy Laksono.

Bukan itu saja, bahkan aktivis yang selama ini paling gencar menyuarakan Ganti Presiden, Mustofa Nahrawardaya pun mengungkapkan kekecewaannya.

“Persekusi atas dasar apapun (termasuk kepada Ulama) tidak bisa diterima akal sehat dan ajaran agama” ujarnya.

Tahun politik memang sudah kian dekat. Atmosfir panasnya gerakan dukungan politik sudah mulai terasa sejak lama.

Jika polarisasi masih saja tetap demikian terpecah dalam dua kekuatan besar, bukan tidak mungkin hingga lima tahun ke depan aroma kebencian dan perpecahan tetap akan terjadi.

Sentimen-sentimen yang muncul di arus bawah akan bisa membawa dampak suasana yang akan tidak sangat mengenakan.

Resikonya, generasi muda bisa lagi menjadi apatis politik paling pertama disebabkan kemuakkan melihat kondisi saling benci yang amat dalam dan panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar