Berguru pada semut
Jantungku kencang berdenyut
Tasbihku bergetar menghempas kabut
Inilah ilham bagi manusia
Yang diciptakan sempurna tapi malas bekerja
Dan enggan bersyukur karena merasa hebat adanya
Sejarah telah lama mendedah jiwa yang resah
Sejarah selalu mengajarkan makna yang megah
Sejak zaman Nabi Sulaiman merajai alam raya
Pasukan semut telah mengajarkan akhlak yang bijak
Saat berjumpa saling memberi salam
Saat bertemu selalu maaf memaafkan
Berguru pada semut
Aku hanyut menembus kabut
Betapa takjub merekam degub di puncak sujud
Berombongan semut itu mencari rezeki
Berombongan semut itu mengucap janji
Berombongan semut itu mengikrarkan diri untuk selalu peduli dan berbagi
Ketika rezeki ditumpahkan Tuhan dari langit tinggi
Hanya semut yang mengajarkan akhlak berbagi
Sebab harta yang hanya disimpan sendiri
Menjadi basi tiada arti
Ulurkan tangan kananmu pada nafas dahaga para tetangga
Tinggikan jemarimu agar berlaku mulia bagi sesama
Sedekahkan harta-bendamu pada fakir-miskin yang renta
Angkat tangan kananmu setinggi mega
Petiklah bunga-bunga surga dari harta-bendamu
Taburkan ke bumi agar harum semerbak
Menjadi berkah perjalanan hidupmu
Berguru pada semut
Aku malu saat ajal menjemput
Sedangkan diri ini masih kikir dan tetap pengecut
(Merayakan Milad Sedekah Rombongan ke 6, 2017 - Gus Nas Jogja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar