Negara Papua Barat Diproklamasikan, Mahasiswa Desak Kepala BIN dan Kepala BIK Dicopot
realita
Aug 15, 2018 9:51 PM
Aliansi Mahasiswa Anti Makar menggelar konferensi pers secara terbuka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018).
Hal ini dilakukan menyusul sebelumnya direncanakan untuk menggelar aksi unjuk rasa mendesak copot kepala Badan Intelijen Negara Indonesia Budi Gunawan dan Kepala BIK Mabes Polri di depan Gedung Istana Negara, yang batal dilakukan hari ini.
"Alasannya kami ingin menghormati hari kemerdekaan RI 73 yang tinggal sebentar lagi sehingga kami batalkan," kata Koordinator Aliansi Mahasiswa Anti Makar Otis kepada awak media.
Di samping itu, masih kata Otis, pihaknya bakal kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan tema yang sama sehari setelah perayaan Hari Raya Idul Adha.
"Karena kita juga harus menghormati adanya perayaan Hari Raya Idul Adha 2018 juga. Karena itu adalah keputusan kami bersama," imbuhnya. Otis menekankan kedaulatan NKRI kembali kecolongan akibat munculnya proklamasi kemerdekaan Negara Federasi Papua Barat (NFRPB)
Proklamasi NFRPB ini digelar di area Kampus Universitas Cenderawasih Abepura Jayapura, Ibukota Provinsi Papua, Selasa (31/7) lalu dengan penggeraknya Yoab Stafle beserta 50 pendukungnya.
"Kenapa bisa begitu mudahnya dan sangat leluasanya proklamasi disintegrasi bangsa itu digelar di lingkungan perguruan tinggi. Fungsi Intelijen Negara kita lemah, tidak berfungsi maksimal dan sungguh mengecewakan," teriaknya.
Dia menambahkan Proklamasi Papua Barat adalah persekongkolan makar dan pemberontakan terencana. Untuk itu separatis Papua harus dibabat sampai habis hingga ke akar-akarnya. Kemudian tangkap elit yang berada di Jakarta sebagai biang kerok berkembangnya separatis di Papua.
"Kenapa BIN dan Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri bisa kebobolan ? Copot BG dan Kepala BIK sekarang juga," tutupnya.yl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar