Senin, 27 Agustus 2018

Biar Tidak Makar, Ngabalin: Ganti #2019GantiPresiden Jadi #17AprilGantiPresiden

Biar Tidak Makar, Ngabalin: Ganti #2019GantiPresiden Jadi #17AprilGantiPresiden

pojok satu

Aug 27, 2018 5:12 PM

Ali Mochtar Ngabalin

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan keras dilontarkan Ali Mochtar Ngabalin terakait deklrasi #2019GantiPresiden yang ditolak dan dibubarkan di sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

Menurutnya, gerakan yang diinisasi Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera itu jelas-jelas tindakan makar atau melawan negara.

Demikian disampiakan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden itu kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Ngabalin menyatakan, unsur makar yang disebutnya sudah ada dan terlihat pada makna harafiah tagar itu sendiri.

“2019 itu artinya tanggal 1 Januari pukul 00.00. Artinya apa, saat itu juga ganti presiden, artinya tindakan makar,” katanya.

Sementara, pemilihan presiden sendiri baru akan digelar pada 17 April 2019.

“27 April baru pemilu. Pemilu itu bukan ganti presiden. Pemilu itu adalah pemilihan presiden baru,” tegasnya.

Karena itu, lanjutnya, segala gerakan dan aktivitas yang terkait dengan #2019GantiPresiden, harus dihentikan.

“Makar itu, makar. Harus dihentikan seluruh aktivitasnya,” sambunganya.

Ia juga mendukung aparat keamanan yang mengambil tindakan pelarangan dan pembubaran.

Malah, ia membantah dalih bahwa gerakan tersebut adalah sebuah kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat.

Sebaliknya, aksi itu sudah melanggar Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Dalam aturan itu, jelasnya, ada syarat untuk kepentingan persatuan dan kesatuan, menghargai pendapat orang lain dan tidak mengacau keamanan.

“Mereka melawan polisi, dan polisi adalah representasi hukum, hukum berjalan,” bebernya.

Nah, agar tidak ada unsur makar dalam gerakan tersebut, Ngabalin kemudian memberikan saran agar mengubah nama.

Yakni disesuaikan dengan pelaksanaan Pilpres 2019 yang jatuh pada tanggal 17 April 2019.

‎”#2019GantiPresiden harus diubah jadi #17April2019GantiPresiden. Kalau 2019 itu makar,” tutupnya.

Untuk diketahui, terbaru, deklarasi ganti presiden sebelumnya ditolak dan gagal digelar di Pekanbaru, Riau.

Neno Warisman yang datang untuk menjadi salah satu orator dalam kegiatan tersebut sampai ditahan di bandara dan tak diperbolehkan menginjakkan kaki di kota tersebut.

Ia lalu dipulangkan kembali pada Sabtu (25/8/2019) tengah malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar