Kamis, 09 Agustus 2018

Demokrat Balik Kucing Tinggalkan Gerindra, SBY Serukan Dukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin

Demokrat Balik Kucing Tinggalkan Gerindra, SBY Serukan Dukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin

pojok satu

Aug 9, 2018 6:51 PM

Jokowi dan ketum parpol pengusung usai mendeklrasikan pencapresan, Kamis (9/8/2018)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Partai Demokrat memastikan tak akan bergabung dalam koalisi pangusung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.

Dengan begitu, dipastikan tak ada pula duet Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra.

Hal itu tertuang dalam cuitan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, Jumat (10/8/2018) dini hari WIB.

Selanjutnya, beredar sebuah foto kertas dengan tulisan tangan. Diduga, tulisan itu adalah tulisan tangan SBY.

Dalam surat tersebut, tertulis bahwa Partai Demokrat memastikan tak akan berada di kubu mantan menantu Presiden Soeharto itu.

SBY dan Prabowo Subianto dalam pertemuan di kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018)

Sebaliknya, partai berlambang bintang mercy itu akan memberikan dukungan penuh kepada duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Surat itu sendiri mengatasnamanakan SBY dengan dibubuhi tandatangan serta di buat di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Tertanggal 9 Agustus 2018.

Alasan yang dikemukakan dalam tulisan tersebut adalah kepentingan bangsa dan negara.

“Demi kepentingan bangsa dan negara, saya SBY dan Partai Demokrat sepakat untuk mendukung pasangan Bapak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019,” demikian bunyi tulisan tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui apakah benar itu asli tulisan SBY atau bukan.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief mencuitkan hal senada. Ia memastikan Demokrat tak berkoalisi dengan Prabowo Subianto.

“Jam 00.00 . Partai Demokrat menyatakan tidak berkoalisi dengan Pak Prabowo dalam Pilpres 2019,” cuitnya lagi.

Salah satunya penyebabnya adalah karena menilai Prabowo telah mengkhianati kehendak dan janjinya di dua hari menjelang 10 Agustus 2018.

“Jendral Kardus belum berubah, dia masih seperti yang dulu,” sindir dia mengulang cuitan kontroversial sebelumnya.

Berselang beberapa saat kemudian, ia kembali melanjutkan cuitannya.

“Beaok pagi 10 Aguatus 2018 sebelum pk 09.00 Majelis Tinggi Partai Demokrat akan bersidang menetapkan kemana Demokrat berkoalisi,”

“Pada pk 09.00 Pimpinan partai Demokrat akan bergabung dengan partai koalisi lainnya mendaptarkan Capres dan Cawapres di KPU,” jelasnya.

Di akhir rentetan cuitannya itu, Andi Arief menutupnya dengan menyinggung soal pengkhianatan.

“Bagi Pak Prabowo penghianatan itu hal biasa, bagi Partai Dempkrat itu hal Prinsip,” tutupnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar