Emil Minta Hasil Real Count Versi Asyik Dicek Kembali
bisnis
Jun 28, 2018 3:23 PM

Ilustrasi/Antara
Bisnis.com, BANDUNG — Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil meminta pengecekan kembali terhadap hasil real count versi PKS terkait Pilgub Jabar 2018 yang menempatkan dirinya pada urutan ke dua dengan raihan 29,4 % dibawah pasangan Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) yang mencapai 33,1 %.
Berdasarkan rilis yang diterima Bisnis, real count versi PKS hingga pukul 23.45 malam, suara yang sudah dihimpun mencapai 32,6 % berbasis formulir C1. Sedangkan untuk pasangan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi 25,8 % dan TB Hasanudin - Anton Charliyan 11,7 %.
“Nah tolong cek, setelah tim saya menjumlah ternyata ternyata 104 persen, coba cek ini harus menjadi viral, tapi saya kasih clue saja, tadi tim saya menjumlah si angka-angka itu ternyata pas di jumlah angkanya melebihi 100 persen, jadi dari situ saja kita sudah bisa paham,” kata Emil usai mengunjungi Mang Ihin, Jalan Cisitu, Kota Bandung, Kamis (28/6).
Menurutnya, raihan yang dicapai oleh pasangan Asyik ini memang menjadi kejutan dalam kontestadi Pilgub Jabar 2018. Pasalnya kata dia, hingga survei di detik terakhir, pasangan Asyik meraih suara hingga tiga kali lipat dari raihan elektabilitas sebelum pencoblosan berdasarkan lembaga survei.
“Jadi saya tidak tahu metode apa yang digunakan oleh pasangan nomer 3 yang memang luar biasa dari isu-isu, karena pembacaan survei-survei sampai detik terakhir kan jauh sekali kan meningkatnya sampai tiga kali lipat,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku setiap pasangan calon memiliki cara dan metode masing-masing dalam memenangkan Pilgub Jabar.
“Ya masing-masing punya cara dan metode sendiri ya, mudah-mudahan cara dan metodenya adalah yang baik kan bukan yang buruk,” katanya.
Meski demikian, pihaknya menjamin pasangan Rindu sudah berkomitmen telah menggunakan cara yang baik untuk mencapai hingga saat ini.
“Cara kita adalah yang baik yng maslahat, tidak berbasis isu-isu, tapi berbasis gagasan berbasis prestasi,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku tidak khawatir jika nantinya hasil perhitungan dari KPU digugat ke MK. Pasalnya berdasarkan hasil quick count yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei menemptkan dirinya di posisi pertama.
“Sama semua konsultan 3-5 persen, akan jadi ke MK kalau perbedaannya 0,5 persen kan, mudah-mudahan itu tidak tejadi,” katanya.
Meski demikian, ia tetap menghormati Tim Asyik yang masih belum menyerah hingga hasil resmi KPU dikelurkan.
“Saya paham, bahwa resminya itu kan nanti, jadi kepada Asyik yang belum saya hormat juga silahkan saja,” katanya.
Ia pun mengaku hal serupa pernah terjadi pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2013 lalu di mana dirinya digugat oleh rivalnya.
“Sama saya 2013 kan menang 45 persen digugat oleh mereka yang 17 persen, jadi beda jauh oge (juga) ada yang ingin meluapkan rasa penasarannya dengan tidak logis,” katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar