Akhirnya Prabowo Akan Sendirian !!!
seword.com
Jun 24, 2018 1:42 AM

Ceroboh !!! Itu kesimpulan yang saya ambil dari apa yang Prabowo lakukan selaku Ketua Umum sebuah partai besar !!!
Banyaknya pernyataan rakyat yang puas akan kinerja Presiden Jokowi sudah membuat Prabowo dan kader Gerindra lainnya kalap dan cukup panik. Karena sampai hari ini apa yang dimiliki Gerindra untuk menarik hati rakyat hanyalah nyinyiran dan kritikan yang dilemparkan pada pemerintahan Jokowi. Tidak sekalipun dari pihak Partai Gerindra menerangkan atau menjabarkan program apa yang bisa mereka tawarkan bagi rakyat supaya lebih memilih mereka.
Setelah Prabowo dengan begitu semangat, mengatakan bahwa negara lain sudah membuat kajian-kajian dan menyatakan bahwa negara Indonesia akan bubar di tahun 2030, namun kemudian diketahui bahwa dasar dari pidato bubarnya Indonesia adalah sebuah novel fiksi belaka, sekarang lagi-lagi Prabowo membuat kesalahan yang hampir sama. Yaitu menuduh pemerintah me-mark-up proyek LRT di Palembang dengan dasar informasi KATANYA dari Anies Baswedan. Belum lagi tuduhan tentang kelompok orang yang berduit yang menguasai Indonesia dan sebagainya dan sebagainya....
Lama-lama omongan Prabowo jadi mirip omongan orang g*la.
Kengacoan seorang prabowo tidak hanya sampai disana. Dari pernyataan Prabowo yang lainnya, semuanya dia katakan seperti tanpa pertimbangan akan efek yang ditimbulkan. Prabowo seolah tak peduli kalau nanti dia akan dibully dan dikuliti. Serangan demi serangan tak berarti terus dia lancarkan pada pemerintahan Jokowi.
Semakin hari semakin terkikis habis wibawa seorang Probowo. Bahkan di dunia maya atau media sosial, banyak rakyat yang berkomentar dan menjuluki Prabowo dengan nama macam-macam yang merendahkan.
Ini sangat menyedihkan melihat seseorang yang menjadi korban sebuah ambisi untuk bisa menjadi penguasa Indonesia.
Dalam keadaan seperti ini, tak satupun dari kader-kader partai Gerindra bisa menolong Prabowo. Setiap pernyataan yang dikeluarkan, akhirnya membuat para kader dipermalukan disetiap kesempatan perbincangan yang ditayangkan televisi-televisi swasta.
Fadli Zon, Ferry Julianti, Ahmad Riza Patria, Arief Poyuono, Marwah Daud Ibrahim, Sufmi Dasco Ahmad, rahmawati atau kader-kader DPD seperti M. Taufik sekalipun, sudah tak sanggup lagi untuk membela kengacoan Prabowo.
Sementara kawan-kawan koalisi Prabowo juga sibuk dengan ambisi mereka masing-masing.
Amien Rais sibuk dengan obsesinya yang ingin mengikuti jejak Mahatir Muhammad yang di usia 90 tahun lebih kembali memimpin Malaysia. Amien Rais mulai berkeinginan untuk mencalonkan dirinya menjadi capres di Plpres 2019. Dia tidak ada waktu untuk membela Prabowo..
Hidayat Nur Wahid, Untung Wahono, Salim Segaf Al Jufri, Sohibul Iman, Mardani Ali Sera dan semua simpatisan-simpatisannya sibuk meniup-niup bara mempertahankan api tagar makar ganti presiden yang mulai redup dan dipastikan akan segera mati. Mereka tidak ada waktu untuk membela pernyataan Prabowo.
Sementara para pendekar dan laskar Aksi 212, sibuk mengurusi ambisi sang Imam Besar yang katanya juga ingin menjadi Presiden Indonesia. Apalagi sekarang dia sudah mengantongi 2 surat SP3 !!! Mereka tidak ada waktu untuk mengurusi Prabowo lagi. Bahkan, kalau Allah mengijinkan bagi Rizieq Shihab untuk bisa mencalonkan dirinya menjadi Presiden Indonesia, Prabowo jelas akan menjadi saingan, lawan, rival bagi dirinya !!! JAdi buat apa pula kelompok ini harus membela Prabowo lagi??
Yang jelas, semakin mendekati masa pendaftaran presiden, tiga serangkai partai semakin terlihat berjalan sendiri-sendiri karena sibuk menahan serangan balasan yang sebenarnya datang dari alam, karena pihak Pak Jokowi tidak pernah melawan balik serangan mereka sebelumnya.
Prabowo selalu mendengungkan kata-kata perjuangan seolah Indonesia sedang berperang. Padahal, pada kenyataannya, Prabowo bukan sedang berperang dengan pihak manapun, apalagi berperang dengan Jokowi. Tapi sepertinya Prabowo sedang berperang dengan dirinya sendiri yang ingin melihat Indonesia sedang dalam keadaan krisis, rakyat melarat, harga-harga mahal, listrik dan BBM naik.
Seruan-seruan ini Prabowo gaungkan dengan harapan, dia bisa tampil sebagai pahlawan jika satu hari nanti dia memenangkan pertarungan di Pilpres 2019.
Sayangnya, kekuatan Prabowo semakin hari semakin melemah. Tidak hanya serangan-serangan dia yang berhasil dipatahkan oleh rakyat Indonesia yang sadar bahwa Jokowi sudah melakukan hal yang baik untuk negeri, tetapi Prabowo juga mengaku tidak memiliki uang untuk modal berjuang.
Benar-benar tragis sebenarnya nasib Prabowo Subianto ini. Sekarang dia mengharapkan bantuan pendukungnya dan mengajak mereka untuk memberikan sumbangan, yang ternyata inisiatif membuka rekening bank untuk donasi dan sumbangan disinyalir juga sebagai cara mengelabui negara atau menyamarkan aliran dana yang datang dari luar Indonesia.
Ah, Sri Mulyani dan perangkat serta jajarannya harus hati-hati jangan sampai ada dana asing yang masuk ke Indonesia untuk mengongkosi perjuangan lawan Pak Jokowi mengguncang kedamaian bumi Nusantara.
Kita semua harus hati-hati !!!
Klik untuk baca semuanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar