Sabtu, 14 Juli 2018

Fahri Hamzah : Saya Mengundurkan Diri

Fahri Hamzah : Saya Mengundurkan Diri

seword.com

Jul 12, 2018 5:42 AM

Fahri Hamzah dikenal sebagai orang yang gemar, hobi mengkritik kebijakan pemerintahan bersama duet sehatinya dari Partai Gerindra yaitu Fadli Zon. Dua orang ini berjuang tak kenal lelah alias enggak ada kerjaan menyalahkaan kebijakan pemerintah. Seakan kebijakan Jokowi tidak ada yang benar.

Tetapi ketika mereka bertemu dengan sang empunya sasaran kritik yaitu Jokowi pada buka bersama lalu, mereka sok akrab, ketawa ketiwi. Apalagi Hamzah sebelum salaman sempat hormat komando segala. Hadeuh kayanya lagi gimmik nih. Apalagi sekarang politik sedang disibukkan dengan pencarian Capres dan Cawapres. Jokowi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Cawapres telah ditentukan dan tinggal diumumkan.

Publik begitu menantikan siapa sebenarnya tokoh bangsa yang ditunjuk Jokowi dan koalisi menjadi Cawapres untuk maju pada Pilpres 2019 nanti. Menurut saya kriteria yang harus dimiliki Cawapres bagi Jokowi yaitu : pertama, Cawapres adalah sosok yang memiliki loyalitas dan komitmen pribadi kepada Presiden Jokowi untuk menjadi pembantu utama dan wakil beliau sesuai ketentuan Konstitusi dan perundang-undangan terkait jabatan sebagai RI-2. Ia tidak memiliki agenda politik pribadi maupun ketergantungan politik yang berpotensi menggangu hubungan kerjanya dengan RI-1.

Kedua, Cawapres memiliki kemampuan sebagai komunikator Presiden Jokowi kepada berbagai kelompok strategis, baik pada tataran elite politik, Pemerintah, maupun organisasi masyarakat sipil (OMS). Karenanya ia harus mempunyai rapport yang baik dengan parpol (pendukung Pemerintah maupun oposisi), aparat Negara, dan tokoh-tokoh OMS yang memiliki pengaruh dan kekuatan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Relasi yang baik dengan kelompok-kelompok Islam moderat akan sangat penting.

Ketiga, Cawapres tersebut memiliki rekam jejak sebagai sosok berintegritas yang tidak memiliki catatan keterlibatan dalam tipikor dan/ atau kriminalitas. Ia juga harus memiliki rekam jejak yang baik dalam kehidupan publik, termasuk relasinya dengan kaum minoritas, serta tegas dalam menghadapi kelompok intoleran dan radikal.

Keempat, Komitmen cawapres terhadap peningkatan kualitas berdemokrasi dan perlindungan HAM tak diragukan dan dapat dibuktikan dalam rekam jejaknya dalam perjalanan karirnya. Pemihakan dan komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar dalam kehidupan demokrasi dan penerapannya di Indonesia, seperti reformasi TNI, Polri, sistem birokrasi aparatur negara sangat penting.

Kelima, Cawapres Presiden Jokowi juga memiliki kemampuan berdialog dan bisa membangun jejaring pada tataran regional dan internasional. Hal ini penting dalam rangka membantu RI-1 melakukan berbagai langkah kebijakan diplomatik khusus untuk memerkuat polugri, ekonomi, dan pemajuan Iptek.

Lalu kira-kira siapa yang memenuhi syarat tersebut?

Menurut berbagai pemberitaan media dan informasi dari berbagai laporan survei terkait cawapres Presiden Jokowi yang potensial, sudah ada nama-nama yang bermunculan dan menjadi pembicaraan publik. Mereka berasal dari parpol pendukung dan pengusung Presiden Jokowi dan nonparpol, seperti mantan Jenderal TNI/Polri atau yang masih aktif, serta kalangan profesional, pengusaha, dan pejabat negara yang masih aktif atau telah pensiun. Banyaknya nama potensial tak berarti akan mempermudah seleksi kerena semakin banyak pula kepentingan yang harus diperhatikan dan diperhitungkan.

Dulu pernah ada wacana bahwa Jokowi akan berduet dengan lawan politiknya selama ini. Jokowi diberitakan mendekati oposisi untuk menjadikan Prabowo Cawapres untuk Pilpres 2019 nanti. Tapi wacana itu terus dibantah dengan keras oleh kader Partai Gerindra. Ternyata wacana Prabowo sebagai Capres menjadi bahan bercandaan oleh kalangan netizen.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan tanggapan terkait sindiran akun netizen yang menyebutkan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo adalah Prabowo. Tanggapan tersebut dilontarkan akun netizen @iyutVB, Rabu (11/7/2018). Akun netizen itu memberikan beberapa tanggapan terkait calon presiden (capres) dan cawapres beserta nama-nama menterinya.

"Semoga cawapres Jokowi yaitu Prabowo. Biar damai sentosa negeri ini 5th ke depan.

Menag: HRS, Menkopolhukam: AHY, Menko maritim: Mega, Meneg BUMN: ARB, Menko perekonomian: CT, Mendes: TGB, Mendagri: Susi, Menkominfo: Fadli Zon,

Menpora: Fahri Hamzah, Menkeu: Ahok," tulis akun @iyutVB.

Fahri pun menanggapi dengan menjawab dirinya akan mengundurkan diri. "Saya mengundurkan diri, asli..," jawab Fahri.

Saya berpikiran lain kalau Fahri Hamzah benar-benar mengundurkan diri. Tapi mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPR. Soalnya dia akan tidak berpartai tapi kok bisa jadi Wakil Ketua DPR ya? he3. Kayanya pembaca setujua semua nih… SETUJU???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar