Selasa, 24 Juli 2018

Eps 141 KANGSADEWA Adu Jago.

Episode 141

" *Ken Sagopi* "

KANGSADEWA
Adu Jago.

Raden Ugrasena dengan sengaja sampai di Mandura pada malam hari agar kedatangannya bersama Raden Bima Sena tidak diketahui oleh siapapun. Mereka kemudian masuk keraton lewat pintu _pungkuran_ - pintu belakang langsung menghadap Prabu Basudewa.
Setelah saling sapa dan berkabar keselamatan, Raden Bima Sena kemudian diperkenalkan kepada Prabu Basudewa. Prabu Basudewa kagum dengan perawakan _anak perunan_ - anak dari adiknya itu yang gagah tinggi besar, namun memang masih terlalu muda. Dalam hati ia ragu akan kemampuan Bima Sena untuk diadu melawan Ditya Suratimantra.
"Apakah paman Bagawan Abiyasa sudah mengijinkan Angger Bima Sena untuk bertanding melawan Ditya Suratimantra?" tanya Prabu Basudewa untuk meyakinkan dirinya sendiri. Jika Bagawan Abiyasa sudah mengijinkan, pasti sudah dengan perhitungannya.
"Paman Bagawan Abiyasa telah memberi restu dan bahkan juga sudah memberi banyak wejangan," jawab Raden Ugrasena.
Prabu Basudewa mencoba meyakini bahwa Bima Sena akan mampu melawan Ditya Suratimantra.
Prabu Basudewa telah bertekad, jika jagonya kalah, ia tidak akan rela menyerahkan begitu saja tahta dan kerajaan Mandura. Ia akan gempur seluruh kekuatan lawan dari Sengkapura, Gowabarong dan Magada.

Malam itu adalah malam terakhir menjelang diadakannya puncak adon-adon. Suasana di alun-alun Mandura sungguh sangat meriah, terutama di gelanggang adon-adon. Malam itu diselenggarakan penentuan pemenang dari para pemenang dari segala tingkatan. Tidak ada pertunjukan lain selain di gelanggang itu. Para penonton berjubel memenuhi alun-alun, bahkan banyak yang bertengger diatas pohon beringin yang melingkari alun-alun itu demi bisa menyaksikan pertandingan.
Yang tidak diduga oleh siapapun, ternyata Ditya Suratimantra sudah hadir di samping gelanggang. Ia menyaksikan para jawara muda Mandura bertanding. Ia berkali-kali tertawa terbahak-bahak menghina para peserta yang dianggapnya hanyalah permainan anak-anak.
Raden Harya Prabu Rukma sangat marah atas tingkah laku Ditya Suratimantra itu.
"Diam kau Suratimantra! Jangan kau ganggu acara ini!" bentak Raden Harya Prabu Rukma.
Dibentak demikian, Ditya Suratimantra semakin terbahak-bahak tertawanya.
"Ha ha ha ha ha, kau sendiri tak berani menghadapi aku," ejek Ditya Suratimantra kepada Raden Harya Prabu Rukma. "Buktinya, sampai sekarang belum ada jago yang disodorkan kepadaku!" imbuh Ditya Suratimantra.
"Sekarang juga naik ke panggung, aku layani!" tantang Raden Harya Prabu Rukma yang marah.
Hampir saja Ditya Suratimantra meloncat ke gelanggang ketika kemudian Raden Ugrasena meloncat ke panggung menenangkan suasana.
"Suratimantra! jangan khawatir, telah aku siapkan lawan sepadan untukmu untuk besuk, biarlah malam ini menjadi permainannya anak-anak muda Mandura.
"Kalau perlu, kau berdua boleh mengeroyokku besuk siang!" tantang Ditya Suratimantra.
"Besuk siang akan terjadi pembantaian di tempat ini!" teriak Ditya Suratimantra. Berkata demikian ia sambil  menghantam panggung dengan tangan kosong sehingga hancur berantakan. Kemudian ia ngeloyor pergi.
Para penonton menjadi gaduh riuh menyaksikan adegan diluar acara yang sesungguhnya itu. Para penonton, terlebih para bebotoh - para petaruh menjadi semakin yakin akan kesaktian Ditya Suratimantra. .........

_Bersambung........._

Petuah Simbah: _*"Para pamaos ugi kasuwun sabar, nengga crita saklajengipun.*"_
(@SUN-aryo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar