Minggu, 19 Mei 2019

NU DAN MUHAMMADIYAH MULAI TERSINGKIR OLEH ISLAM TRANS-NASIONAL*

*ANALISA RASIONAL*

*NU DAN MUHAMMADIYAH MULAI TERSINGKIR OLEH ISLAM TRANS-NASIONAL*

Upaya terselubung Islam *Anyaran* untuk mendirikan *Khilafah Daulah Islamiyah* :

1. Siapa di Indonesia yang tak kenal *Nahdlatul Oelama* dan *Muhammadiyah* ?
Di atas kertas, merekalah dua Organisasi Islam terbesar di RI.

2. Sekitar 85 juta umat Islam di Indonesia adalah NU, dan 50 juta  Muhammadiyah. Artinya, sekitar 65 % seluruh penduduk muslim Indonesia.

3. Ini jumlah yang besar,  tapi dalam  kenyataannya, tampaknya 135 juta anggota NU dan Muhammadiyah hanya  sebatas *besar di angka statistik* semata.

4. Buktinya ? Lihat bagaimana NU dan Muhammadiyah tidak bisa lagi memegang Kepemimpinan Ummat.

5. Ummat justru dikendalikan oleh pergerakan Islam Trans-Nasional yang di Indonesia telah menjelma dalam wujud Islam *”anyaran / baru”.*

6. Mereka adalah penerus gagasan *Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tharir* yang ingin mendirikan *Khalifah Daulah Islamiyah.*

7. Pelan-pelan, mereka terus menggerus Kepemimpinan NU dan Muhammadiyah yang masih setia dengan Pancasila dan NKRI.

8. Kenapa itu bisa terjadi ? Karena kelompok Islam "anyaran" itu justru dibiarkan tumbuh subur di era SBY (2004-2014).

9. Dalam 10 tahun itu, kelompok Islam Trans-Nasional banyak mendapatkan ruang hidup, memperoleh subsidi dan juga difasilitasi untuk tumbuh.

10. Dengan cara itu, kelompok Islam Trans-Nasional makin besar.
Mereka mulai memotong kaki NU dan Muhammadiyah di Mesjid, Pengajian, dan Sekolah.

11. Awalnya Islam Trans-Nasional hanyalah kelompok kecil yang mulai hadir pada era tahun 1970-an.

12. Di era Orde Baru mereka masih tiarap, tapi setelah reformasi mereka mulai unjuk gigi.

13. Melihat tren ini, SBY *justru membiarkan* kelompok ini untuk bergerak dan mengakomodasi mereka untuk memperkuat kekuasaannya.

14. Akhirnya, kelompok Trans Nasional tumbuh, bantuan asing dari Timur Tengah, Dana *Wahabi* mengalir deras bersamaan dengan fasilitasi dari SBY.

15. Selama 10 tahun cukup untuk mereka membesar dengan Dana Asing yang tidak ber-seri (sangat banyak).

16. Mari lihat satu-persatu para Islam Trans-Nasional yang mulai membuat NU dan Muhammadiyah gigit jari.

17. Pertama, *Ikhwanul Muslimin* atau yang sering dikenal dengan nama *Moslem Brotherhood* kalau di luar negeri.

18. Didirikan di Mesir pada Maret 1928, saat ini mereka menyebar di 70 negara dengan menggunakan metode Halaqah.

19. Gerakan Ikwan terbelah menjadi 2 arus utama : *Ikhwan Tarbiyah* yang menjadi cikal bakal *Partai Keadilan Sejahtera.*

20. Serta *Ikhwan Jihad* yang gunakan kekerasan yang jadi embrio *Jamiatul Muslimin*, *Jama’ah Islamiyah* dan *Jamaah Jihad* yang berujung pada *Al Qaeda.*

21. Di Indonesia, *Ikhwanul Muslimin dideklarasikan tahun 1994,* lebih banyak gerak di kelompok Tarbiyah SMA dan Perguruan Tinggi (LMD/ LDK).

22. Setelah reformasi, mereka berubah bentuk jadi *Komite Aksi Muslim Indonesia*, lalu berubah jadi *Partai keadilan* dan selanjutnya jadi *PKS.*

23. Tujuan utama Ikhwan Tarbiyah yaitu membentuk *Daulah Islamiyah* dengan cara non kekerasan.

24. Mereka manfaatkan instrumen demokrasi dengan mendirikan partai dan merebut kursi di Parlemen untuk mewujudkan cita-cita *Daulah Islamiyah.*

25. Mereka turut bentuk jaringan *Ikhwan Tarbiyah* di seluruh dunia, yaitu *The International Forum for Islamic Parliaments (IFIP).*

26. IFIP pernah adakan pertemuan di Indonesia tahun 2007 di Jakarta, bahkan Jakarta ditetapkan sebagai Sekretariat IFIP.

27. Waktu itu SBY dengan bangga membuka acara IFIP di Jakarta. 
m.tempo.co/read/news/2007…     

28. Sedangkan *Ikhwan Jihadi* atau Ikhwan sayap radikal muncul di Indonesia setelah dipicu oleh perang Afghanistan.

29. Dan gerakan ini menemukan bahan baku pada aktivis Darul Islam Indonesia (DII)*.
Kelompok ini juga dirikan *Jammaah islamiyah (JI)* pada tahun 1991.

30. Tujuan utamanya : Mendirikan Khilafah Islamiyah dengan menggunakan metode kekerasan.      allaboutwahhabi.blogspot.co.id/2011/09/

31. Kedua, adalah *Hizbut Tahrir* yang menolak konsep demokrasi dan menekankan tentang paham kekhalifahan.

32. HTI jelas tidak menerima NKRI dan Pancasila.
HTI juga tidak mau hormat kepada bendera merah Putih.      muslimedianews.com/2014/08/ustadz…

33. Metode perjuangan HTI adalah kaderisasi, sosialisasi dan merebut kekuasaan.

34. Gerakan HT di Indonesia berawal dari aktivis masjid kampus Mesjid Al-Ghifari, IPB Bogor yang disebarkan melalui halaqah-halaqah.

35.  Kader-kadernya HTI aktif melakukan sosialisasi dan kaderisasi dengan memanfaatkan Masjid-masjid.

36. Sejalan dengan gerakan Tarbiyah, mereka juga lakukan kaderisasi ke sekolah dan kampus-kampus, selain mengajak ke pengajian HT Indonesia.

37. Karakter dari HTI : angkat isu struktural dan global, bahaya kapitalisme, dominasi USA serta sistem ekonomi dan politik alternatif.

38. Jawaban mereka (HTI) hanya satu : *ganti NKRI dengan sistem Khalifah*. Bagi mereka Khalifah adalah harga mati !!!

39. Ketiga adalah gerakan *Salafi Dakwah* dan *Salafi Sururi* yabg berkembang dengan bantuan dana pemerintah *Arab Saudi.*

40. Awalnya mereka adalah alumni *Lembaga Ilmu pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA)*. Perkembangan mereka berbasis pesantren.

41. Keempat adalah *Syiah* yang berkembang setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979 dan menyebarnya alumnus Qum.

42. Di Indonesia muncul dua organsiasi Syiah : pertama, *Lembaga Komunikasi Ahlul Bait* yang merupakan wadah alumni Al Qum.

43. Organisasi kedua tergabung dalam *IJABI* yang lebih berkiblat ke Ayatollah Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah.

44. Pengikut Syiah keturunan Arab lakukan bertaqiyah (sikap menyembunyikan diri).
Jaringan Syiah yang kuat ditemukan di Jatim dan Pekalongan.

45. Di era SBY, perkembangan Syiah dianggap ancaman oleh kelompok Sunni termasuk Tarbiyah dan HTI karena Iran sangat mengganggu kepentingan Arab Saudi.

46. Inilah yang membuat kelompok *Wahabi* justru menyerang kelompok *Syiah dan Ahmaddiyah.*

47. Sekali lagi demi dukungan, menyingkirkan NU dan Muhammadiyah, maka jaringan SBY fasilitasi konflik Sunni-Syiah ini.

48. Kelima adalah *Jamaah Tablig* juga masuk kategori Gerakan Trans-Nasional.

49. Jamaah Tablig ini berpusat di perkotaan dan bersifat non-politis.  Anggotanya kurang lebih 20.000 orang.

50. Dalam 10 tahun di era SBY, gerakan Islam Trans-Nasional banyak menggerogoti basis-basis organisasi massa.

51. Masjid-masjid NU dan Muhammadiyah mulai dikuasai oleh Ikhwan dan HTI.  Jemaah Tabliq menggerogoti beberapa basis penting NU di perkotaan.

52. Sedangkan gerakan *Salafi* mengambil jemaah @Nahdlatul Oelama dengan pendekatan pesantren.

53. Jadi strategi kuasai Mesjid dari kelompok Trans-Nasional relatif berhasil, dengan cara itu mereka menguasai Marbot, takmir sampai pendakwah.

54. Aktivitas mesjid digunakan untuk halaqah para Ikhwan dan HTI.

55. Selain itu para *Ikhwan Tarbiyah (PKS)* dan *HTI aktif* juga bergerak di sekolah dan perguruan tinggi.

56. Mereka masuk melalui dua cara : pertama, melakukan kaderisasi yang sangat agresif di forum Kerohanian Islam (Rohis).

57. Kader-kader mereka aktif mendekati pelajar dan mahasiswa dengan pendekatan emosional, empati dalam Liqo.

58. Dan selanjutnya mengajak bergabung dalam Halaqah Jaringan kaderisasi seperti bergerak berjenjang dalam model sel-sel kecil.

59. Tentu ini mengherankan karena model kerja sel kecil ini awal muasalnya diciptakan oleh Komunis Internasional.

60. Padahal kita tahu, kelompok Islam Trans-Nasional gaungkan anti-komunis, tapi cara penguatan jaringan à la komunis ternyata mereka pakai juga.

61. Dengan kaderisasi di perguruan tinggi, gerakan *Tarbiyah* pelan-pelan masuk ke sektor negara jadi PNS, anggota TNI, Polri dan profesional.

62. Di era SBY mereka juga menikmati fasilitas  beasiswa dan tugas belajar ke luar negeri.

63. Di luar negeri mereka aktif membangun jaringan dan semakin terbentuk setelah kembali ke tanah air.

64. Mereka kemudian mulai menguasai Mesjid kementerian / BUMN dengan pendakwah dari kader Tarbiyah dan HTI.

65. Dakwah lain yang dikembangkan adalah melalui media dan medsos.
Kelompok ini aktif mengisi acara dakwah di TV maupun radio @RRI TVRI Nasional.

66. Di era SBY mereka diberi ruang gerak karena SBY mengangkat Menteri Kominfo yang kader PKS *@tifsembiring.*

67. Dengan penguasaan kementerian Kominfo oleh Tarbiyah, mereka mengendalikan media resmi seperti TVRI, RRI dan Antara.

68. Dan menempatkan kader mereka di posisi eselon 1 sampai 3 untuk jaga kontrol internet dan medsos.

69. Mereka juga agresif menyediakan jasa Ustad-ustad untuk mengisi pengajian-pengajian komunitas Islam.

70. TV yang memerlukan penceramah agama juga disediakan oleh mereka secara gratis dan juga melakukan dakwah melalui pengajian di radio.

71. Di media sosial mereka juga berjaya. Pendekatan pada generasi muda dilakukan melalui media sosial baik WA Groups, BBM maupun SMS.

72. Hal ini membuat metode dakwah dari *NahdlatulOelama* dan *Muhammadiyah* menjadi ketinggalan kereta.

73. Bahkan para Islam Trans-Nasional sudah membentuk pasukan dunia maya (cyber army) di medsos.

74. Yang bukan hanya sebarkan dakwah à la Tarbiyah dan HTI tapi juga sebarkan fitnah dengan bungkus dalih agama untuk mulai serang kelompok lawan mereka.

75. Kelompok Trans nasional terutama Ikhwan dan HTI mulai ubah strategi dengan membuat aliansi strategis antar kelompok Islam dengan berbagai nama.

76. Bisa menggunakan *Forum Umat Islam (FUI)* ataupun Front-front Aksi yang bersifat taktis seperti *GNPF-MUI.*

77. Dengan cara itu, mereka tidak terkungkung oleh dominasi kepemimpinan @NahdlatulOelama dan @Muhammadiyah.

78. Upaya menggerogoti kepemimpinan NU dan Muhammadiyah juga dilakukan SBY dengan membentuk *Majelis Dzikir Nurussalam.*

79. Dengan bentuk kelompok ini, SBY ingin punya kendali langsung atas massa Islam tanpa harus bernegosiasi dengan NU dan Muhammadiyah.

80. Cara ini juga berkembang sejalan dengan trend maraknya para *Habib* dirikan kelompok Dzikir yang pengikutnya ribuan.

81. Kegiatannya sekilas hanya berdizikir, namun dengan acara itu, bisa jadi ajang baru untuk melakukan konsolidasi massa terutama anak-anak muda.

82. Alasan itu yang melatar belakangi SBY memobilisasi *Majelis Dzikir Nurussalam* yang dipimpin oleh *Utun Tarunadjaja* pada tahun 2000.

83. *Yayasan Majelis Dzikir Nurussalam* disebut sebagai mesin politik dan mesin uang tim sukses SBY.
nasional.inilah.com/read/detail/25.

84. Kelompok Trans-Nasional melanjutkan aksinya menggerogoti kepemimpinan NU dan Muhammadiyah.

85. Dengan cara merebut kepengurusan organisasi fatwa seperti *Majelis Ulama Indonesia.*

86. Dengan menancapkan pengaruh di MUI maka mereka bisa memberikan legitimasi pada aksi yang dipakai dengan bekal fatwa MUI.

87. Mereka memanfaatkan kelengahan NU dan Muhammadiyah pasca berpulangnya KH Sahal Mahfud.

88. Dien Syamsudin dan KH Mahruf Amin yang menggantikan Sahal Mahfud justru lebih bersikap oportunis pada kelompok Trans-Nasional.

89. Dua orang pengganti Sahal ini dikenal punya nafsu politik yang tinggi dan sepertinya rela meninggalkan Muhammadiyah dan NU demi posisi politik.

90. Dengan penguasaan MUI ditambah dengan terbentuknya Front aksi, maka kelompok Trans-Nasional berhasil merebut kepemimpinan umat Islam.

91. Kelompok Trans-Nasional berhasil merebut kepemimpinan umat Islam dari NU dan Muhammadiyah, serta bisa kendalikan agenda politik keumatan.

92. Ini yang jelaskan kenapa kelompok Trans-Nasional setir ummat untuk kepentingan politik ideologi, yakni terwujudnya *Daulah Islamiyah dan Kekhalifahan.*

93. Berbagai cara mereka gunakan untuk menguji kepemimpian mereka (kelompok islam trans-nasional).

94. Mulai safari Maulid Nabi ke berbagai daerah, shalat subuh berjamaah sampai dengan pengumpulan dana untuk bergerak.

95. Terakhir ada upaya untuk kumpulkan dana untuk mendanai kelompok teroris di Suriah.  cnnindonesia.com/nasional/2016.

96. Demi persatuan aksi *Daulah Islamiyah dan Kekhalifahan*, para Islam Trans-Nasional terpaksa mau terima *Rizieq* sebagai pemimpin gerakan.

97. Walaupun kelompok islam trans-nasional ini tahu, bahwa *Rizieq FPI* dulu dibesarkan oleh elit tentara.

98. Tapi mereka  juga tahu kelemahan Rizieq yang mudah dibeli oleh elit politik dan punya sejumlah *“cacat”* yang bisa setiap saat untuk disingkirkan.

99. @syihabrizieq *didorong-dorong masuk perangkap makar*.
Setelah itu gantian kelompok *Ikhwan dan HTI yang akan memimpin.*

100. Kelompok islam trans-nasional sudah siap mengganti *Pancasila dan NKRI* dengan *Negara Khalifah Daulah Islamiyah.*

101. Sekali lagi, kepemimpinan NU dan Muhammadiyah semakin jauh disisihkan secara sistematis.

102. Entah apakah NU dan Muhammadiyah merasa *”tertampar”* dengan berbagai aksi Islam Trans-Nasional belakangan ini.

103. Atau mungkin NU dan Muhammadiyah masih belum sadari ini ? Mereka masih merasa posisinya *aman walau nyatanya sudah berdiri di atas batang lidi ?*

104. Ketika kepemimpinan *NU dan Muhammadiyah jatuh*, maka *jatuh pula NKRI* dan sangat mudah  digantikan dengan *Negara Khilafah Daulah Islamiyah.*

105. *Semoga kita Indonesia masih bisa berharap munculnya kembali kepemimpinan ummat Islam di tangan NU dan Muhammadiyah demi tegaknya NKRI.*

JANGAN PERNAH LELAH MENCINTAI KERAGAMAN DALAM BALUTAN NKRI.
Kita harus jeli membaca berita dan tidak meneruskan berita dari *blog/website yang tidak jelas !*

*ISLAM YES ... NKRI HARGA MATI ... !!!*

NB : *Catatan ini hanya untuk memahami hiruk pikuk yang terjadi dan menyikapi dengan bijak, berbagai sumber informasi di antaranya seperti artikel tersebut di atas.*

*Mari kita rawat Islam Nusantara yang sesuai dengan karakter bangsa bukan faham impor yang terbukti bikin kisruh dimana-mana di belahan bumi lain.*

Renungkanlah logikanya ...

Jumat, 17 Mei 2019

Mahfud MD: Prabowo-Sandiaga Bisa Langsung Menang Pilpres 2019 asal…

Mahfud MD: Prabowo-Sandiaga Bisa Langsung Menang Pilpres 2019 asal…

beritabuzz.com

May 16, 2019 5:24 PM

Nampaknya keputusan Capres Prabowo Subianto yang menyatakan sikapnya menolak hasil Pemilu 2019 serta sikap BPN yang tidak akan menggugat hasil Pilpres 2019 melalui Mahkamah Konsitusi (MK) saat ini sedang menjadi topik yang sangat panas. Salah satu tokoh yang ikut berpendapat terkait hal tersebut adalah mantan ketua MK Mahfud MD.

(tribunnews.com)

Prabowo secara gamblang menyatakan sikapnya yang menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 karena menurutnya terdapat banyak tindak kecurangan. saat berpidato di acara simposium kecurangan pemilu 2019. Pernyataannya menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat indonesia tidak terkecuali tokoh hukum Mahfud MD.

Seperti yang dilansir dari tayangan iNews Sore pada Rabu (15/5/2019) kemarin ketika dimintai pendapat, Mahfud menyampaikan komentar untuk penolakan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu.

“Kita ketahui betul bahwa Pak Prabowo dan BPN secara keseluruhan menolak hasil Pemilu 2019 dan kemudian menarik seluruh saksinya dari rekapitulasi nasional yang sedang berlangsung di kantor KPU. Apa implikasinya dalam konteks UU Pemilu, Prof?” tanya presenter.

ngopibareng.id

Menurut Mahfud MD, penolakan BPN terhadap hasil Pemilu 2019 tidak akan menjadi masalah ataupun penghalang bagi pengesahan hasil penghitungan suara dari KPU, meski jika hasilnya tidak sesuai dengan keinginan BPN.

(tribunnews.com)

“Kalau dalam konteks hukum enggak apa-apa, ya. Artinya begini, kalau misalnya dia menolak proses rekapitulasi, tidak mau menandatangani padahal sudah sidang dibuka secara sah dan diberi kesempatan untuk mengajukan pendapat, lalu dia tidak mau, tetap tidak mau menerima, ya pemilu selesai, secara hukum ya,” ujar Mahfud MD.

“Dan KPU bisa mengesahkan itu pada tanggal 22 Mei,” tambahnya.

(tribunnews.com)

Mahfud MD mengatakan jika BPN tak memproses masalah yang ditemukan dalam Pemilu 2019 sampai ke MK, mau-tidak mau kubu Prabowo tersebut harus menerima pengumuman dari KPU tanggal 22 Mei nanti.

Hal itu lantaran tiga hari setelah pengumuman, pilpres sudah selesai secara hukum, jika tak ada yang menggugat.

“Nah, tanggal 22 Mei kalau tidak menggugat ke MK sampai dengan tanggal 25, maka pemilihan presiden secara hukum, secara yuridis, sudah selesai, tidak ada masalah,” kata Mahfud MD.

(Suara.com)

Di sisi lain, dari penjelasan Mahfud MD bisa disimpulkan bahwa Prabowo-Sandiaga bisa saja menang, tetapi jika timses mereka mau memenuhi satu syarat, yaitu menunjukkan bukti-bukti kecurangan kubu lawan alias adu data di KPU hingga MK dan terbukti benar.

“Tetapi memang secara politik ada problem, orang merasa tidak terima terhadap hasil pemilu, tetapi tidak mau menunjukkan bukti-buktinya, tidak mau adu data, itu kan tidak fair juga ya,” jelas Mahfud MD.

“Seharusnya kalau memang tidak mau atau tidak menerima, kecurangannya di mana, tunjukkan saja lalu adu data di KPU. Kalau tidak puas di KPU, adu lagi ke MK,” sambungnya.

(twitter.com/mediaindonesia)

Mahfud MD sendiri mengaku kerap mengubah hasil penghitungan suara ketika masih menjabat sebagai Ketua MK. Ia menjelaskan, kandidat yang kalah bisa menang dan sebaliknya setelah dilakukan pembuktian untuk dugaan kecurangan atau masalah lainnya yang diajukan ke MK.

(moeslimchoice.com)

“Nah di MK itu bisa lo mengubah suara. Saya waktu jadi ketua MK sering sekali mengubah hasil suara anggota DPR, kemudian kepala daerah, gubernur, bupati,” tuturnya. “Itu bisa yang kalah jadi menang, bisa suaranya berubah susunannya, ranking satu dua tiga menjadi yang nomor tiga, nomor satu, dan sebagainya. Itu sering sekali dilakukan asal bisa membuktikan.”

Mahfud MD pun meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pemilu untuk bersikap jujur dan adil.

“Dan yang penting kalau di dalam hukum seperti itu kan kebenaran materiilnya itu bisa ditunjukkan di persidangan. Oleh sebab itu, yang kita harapkan fair-lah di dalam berdemokrasi,” terangnya.

Sindirian Menohok Yusril Ihza Mahendra ke Prabowo, Percuma Ngaku Jadi Presiden Tapi tak Dilantik MPR

Sindirian Menohok Yusril Ihza Mahendra ke Prabowo, Percuma Ngaku Jadi Presiden Tapi tak Dilantik MPR

tribun news

May 16, 2019 10:28 PM

Ketua Umum Parta Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, di Jambi, Senin (5/3). 

Sindirian Menohok Yusril Ihza Mahendra ke Prabowo, Percuma Ngaku Jadi PresidenTapi tak Dilantik MPR

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menanggapi penolakan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto terhadap penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yusril mengatakan, jika memang penolakan tersebut didasarkan pada klaim kecurangan, maka Prabowo harus bisa membuktikannya.

Caranya satu-satunya untuk membuktikan kecurangan itu adalah dengan menempuh jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi.

"Jadi kita ingin segala proses berjalan secara konstitusional. Karena itu kalau kita menuduh ada kecurangan, maka kita wajib

Bac Juga:

membuktikan bahwa kecurangan itu ada," kata Yusril usai menghadiri buka puasa bersama di kediaman Ketua DPD Oesman Sapta Odang, di Jalan Karang Asem Utara, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Ia meminta Prabowo tidak sekadar melakukan penolakan dan melempar asumsi bahwa Pemilu berlangsung curang tanpa membeberkan bukti.

"Bukan orang lain yang harus menyanggahnya, kita harus membuktikan kecurangan itu. Jadi itu prinsip dalam hukum, jadi bukan

asumsi ada kecurangan. Intinya ada di situ," kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Menurut Yusril, tindakan Prabowo dan kubunya yang menolak hasil penghitungan KPU serta menolak mengajukan protes melalui

Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan memberikan pengaruh terhadap hasil pemilu tanggal 22 Mei mendatang.

"Justru kan kalau diputuskan KPU, dia legitimate, apalagi diputuskan oleh MK. Tapi ya kalau orang ngaku 'saya menang. jadi presiden' tapi tidak dilantik MPR, tidak ada gunanya," kata dia.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan penolakan terhadap perhitungan resmi yang dilakukan oleh KPU karena dinilai penuh kecurangan.

Sebaliknya, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengklaim mereka memenangi Pilpres 2019 dengan perolehan suara 54,24 persen dan Jokowi-Maruf Amin 44,14 persen.

Perolehan suara yang diklaim hasil perhitungan internal paslon 02 itu bertolak belakang dengan hasil Situng KPU yang sudah menembus 82,68 persen data masuk.

Perhitungan KPU menunjukkan Jokowi-Maruf Amin unggul dengan 56,23 persen dan Prabowo-Sandi kalah dengan 43,77 persen.

Meski mengklaim ada kecurangan, namun Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafi'i mengatakan,

Prabowo-Sandi tidak akan mengajukan gugatan ke MK. Ia mengaku pihaknya sudah tidak percaya lagi terhadap Mahkamah Konstitusi.

Partai Demokrat tidak sejalan

Partai Demokrat tidak sejalan dengan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menolak penghitungan suara Pilpres 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, semua pihak berharap ketika Pemilu pada

17 April dilaksanakan, maka perbedaan pilihan kembali bersatu dan saling memaafkan setelah delapan bulan terlibat dalam proses kompetisi politik.

"Tetapi apa yang terjadi, kami rasakan bersama benih-benih perselisihan tetap bersemai dan ini tentu kami tidak harapkan,

karena bagaimanapun kami ingin Indonesia tetap utuh," ujar AHY setelah melakukan pertemuan forum Bogor dengan sejumlah

kepala daerah di Museum Kepresidenan Balai Kitri pada Rabu (15/5/2019) sore.

Menurut AHY, Demokrat sejak 17 April 2019 secara jelas berkomitmen untuk memberikan ruang kepada KPU yang saat ini sedang dalam proses penghitungan suara Pemilu.

"Kita hormati proses itu. Tentunya dengan catatan bahwa kita semua sebagai warga negara, pemilik suara, memiliki hak termasuk kewajiban untuk mengawasi proses penghitungan tersebut," papar AHY. 

Putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu pun mengajak semua pihak untuk menghadapi proses penghitungan suara di KPU dengan semakin bijaksana dan bersikap dewasa terhadap hasil yang diterima nantinya. 

"Mudah-mudahan proses rekapitulasi suara ini dengan baik, terbuka, transparan, akuntabel, jujur dan juga demokratis. Sehingga jika nanti hasilnya keluar, kita semua bisa menerima dengan baik," ujar AHY. 

Untuk diketahui Badan Pemenang Nasional Prabowo-Sandiaga menggelar pemaparan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (14/5/2019). 

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan menolak hasil perhitungan suara pemilu.

"Sikap saya sangat jelas, saya akan menolak hasil penghitungan yang curang, kami tidak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran dan ketidakjujuran," kata Prabowo Subianto di depan ratusan pendukungnya.

Masih menurut Prabowo Subianto, Indonesia saat ini mengalami pemerkosaan demokrasi. Dia menyatakan mandat rakyat telah diberikan kepadanya bersama Sandiaga Uno.

Minggu, 12 Mei 2019

Dibalik ketidaktahuan

*DIBALIK KETIDAKTAHUAN*

⁠⁠*Nabi NUH* belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.



⁠⁠*Nabi IBRAHIM* belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.

🐏

⁠⁠*Nabi MUSA* belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

🎋

⁠⁠Yg Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti berharap yg terbaik.

💝

⁠⁠Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan !

💝

⁠⁠SERINGKALI Allah berkehendak di-detik2 terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.

💝

⁠⁠Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa. Karena kadang Allah mencintai kita dgn cara2 yg kita tidak duga dan kita tidak suka.

💝

⁠⁠Allah memberi apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita inginkan !!

💝

⁠⁠Lakukan bagianmu saja, dan biarkan Allah mengerjakan bagianNYA.

💝
⁠⁠*_LANGKAH MENUJU SYURGA_*⁠⁠
💭
⁠⁠Ada 5 perkara, kita semua pasti inginkan serta berusaha untuk mendapatkannya

🌼

1. wajah yg menarik
2. duit yg banyak
3. sehat dan kuat
4. anak-anak yg patuh dan sukses
5. Tidur nyenyak tanpa Obat penenang

⁠⁠Hal itu sangat mudah kita peroleh .....
🌾
Bagaimana caranya...

Nabi bersabda :
1. Siapa yg tinggalkan *shalat Subuh* maka *"wajahnya tak akan ada cahaya".*

2. Siapa yg tinggalkan *shalat Dzuhur* niscaya *"tak ada keberkahan dalam rezekinya".*

3. Siapa yg tinggalkan *shalat Ashar* niscaya *"tak ada kekuatan dalam jasadnya".*

4. Siapa yg tinggalkan *shalat Magrib* niscaya *"tak ada buah hasil yg boleh di petik dari anak-anaknya".*

5. Siapa yg tinggalkan *shalat Isya'* niscaya *"tak ada kenyamanan dalam tidurnya".*

⁠⁠Tahu kenapa kalimat *Laa ilaaha Illallaah* tidak sampai menggerakkan bibir jika diucapkan ?
🌿
⁠⁠Sebab ini adalah *"Rahmat dari Allah kpd kita supaya jika maut menghampiri dengan mudah ia menyebutkan kalimat itu".*
🍃
⁠⁠Mudah-mudahan tangan yg mengirim dan menyebarkan ini kelak tidak sulit untuk *"melafadzkan,Membaca Memperbanyak Dzikir kalimat".*.. *Laa ilaaha Illallaah*.
🤲🏻

Dibalik ketidaktahuan

*DIBALIK KETIDAKTAHUAN*

⁠⁠*Nabi NUH* belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.



⁠⁠*Nabi IBRAHIM* belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.

🐏

⁠⁠*Nabi MUSA* belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

🎋

⁠⁠Yg Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti berharap yg terbaik.

💝

⁠⁠Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan !

💝

⁠⁠SERINGKALI Allah berkehendak di-detik2 terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.

💝

⁠⁠Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa. Karena kadang Allah mencintai kita dgn cara2 yg kita tidak duga dan kita tidak suka.

💝

⁠⁠Allah memberi apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita inginkan !!

💝

⁠⁠Lakukan bagianmu saja, dan biarkan Allah mengerjakan bagianNYA.

💝
⁠⁠*_LANGKAH MENUJU SYURGA_*⁠⁠
💭
⁠⁠Ada 5 perkara, kita semua pasti inginkan serta berusaha untuk mendapatkannya

🌼

1. wajah yg menarik
2. duit yg banyak
3. sehat dan kuat
4. anak-anak yg patuh dan sukses
5. Tidur nyenyak tanpa Obat penenang

⁠⁠Hal itu sangat mudah kita peroleh .....
🌾
Bagaimana caranya...

Nabi bersabda :
1. Siapa yg tinggalkan *shalat Subuh* maka *"wajahnya tak akan ada cahaya".*

2. Siapa yg tinggalkan *shalat Dzuhur* niscaya *"tak ada keberkahan dalam rezekinya".*

3. Siapa yg tinggalkan *shalat Ashar* niscaya *"tak ada kekuatan dalam jasadnya".*

4. Siapa yg tinggalkan *shalat Magrib* niscaya *"tak ada buah hasil yg boleh di petik dari anak-anaknya".*

5. Siapa yg tinggalkan *shalat Isya'* niscaya *"tak ada kenyamanan dalam tidurnya".*

⁠⁠Tahu kenapa kalimat *Laa ilaaha Illallaah* tidak sampai menggerakkan bibir jika diucapkan ?
🌿
⁠⁠Sebab ini adalah *"Rahmat dari Allah kpd kita supaya jika maut menghampiri dengan mudah ia menyebutkan kalimat itu".*
🍃
⁠⁠Mudah-mudahan tangan yg mengirim dan menyebarkan ini kelak tidak sulit untuk *"melafadzkan,Membaca Memperbanyak Dzikir kalimat".*.. *Laa ilaaha Illallaah*.
🤲🏻

Jumat, 10 Mei 2019

Bukan Jokowi, Permadi Malah Blak-blakan Tentang Sosok Ini yang Jadi Sumber Masalah Bagi Indonesia

Bukan Jokowi, Permadi Malah Blak-blakan Tentang Sosok Ini yang Jadi Sumber Masalah Bagi Indonesia

beritao.com

May 10, 2019 1:00 PM

Dunia politik yang semakin memanas tentu menyulut emosi sebagian pihak. Salah satunya yang terlibat adalah Politikus Partai Gerindra, Permadi. Begini pernyataan dari Permadi terkait dukungannya untuk Prabowo.

(Nasional Tempo.co)

Politikus Partai Gerindra Permadi mengajak masyarakat melakukan revolusi dan jihad. Ia juga membujuk masyarakat agar tak mengikuti konstitusi untuk menyelesaikan masalah di Indonesia ini. Ajakan itu ia lakukan dalam sebuah pertemuan dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, di sebuah ruang rapat. Belum jelas kapan, di mana, dan dalam rangka apa pertemuan itu digelar.

(pojoksatu.id)

“Masalah di Indonesia ini bukan Jokowi, bukan Luhut, bukan Megawati, tetapi di belakangnya Cina dengan 2 miliar penduduk yang siap menyerbu Indonesia. Kalau saja Undang-undang Dasar yang dibuat oleh Megawati dan Amien Rais yang mengamandemen, tidak diubah kembali ke Undang-undang Dasar asli, sebentar lagi presiden kita Cina.” tutur Permadi.

“Oleh karena itu, tidak ada kata lain, kita tidak punya waktu lagi. Begitu tanggal 22 (Mei) diumumkan, pasti terjadi benturan. Apakah memenangkan Jokowi, atau memenangkan Prabowo, sama, pasti akan benturan. Karena mereka juga siap, siap untuk mati, kita pun siap untuk mati. Para ulama, para habib, sudah menyatakan kita jihad. Habib Rizieq, saudara saya, sahabat saya, sudah menyuarakan kita jihad (disambut takbir dan tepuk tangan). Paling tidak ketua MUI, ulama-ulama, banyak yang membela mereka, juga siap berjihad. Karena itu, pasti kita benturan. Tidak ada konstitusi, yang terjadi adalah hukum siapa kuat siapa menang. Terima kasih.” sambungnya dalam video tersebut.

(mediaindonesia.com)

Dilansir dari Tribunnews.com, ucapannya itu akhirnya dilaporkan ke polisi, terkait ucapannya yang membahas tentang revolusi setelah pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang. Berikut ini pernyataan lengkap Permadi yang dilaporkan tersebut, ditranskrip Wartakotalive.com dari video yang banyak beredar di YouTube:

“Ucapan Permadi itu akhirnya dilaporkan oleh seorang pengacara, Fajri Safi’i, ke Polda Metro Jaya. Video Permadi mengucapkan hal tersebut tersebar melalui laman YouTube. Fajri menjadikan video tersebut sebagai bukti untuk membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Dirinya menyebut polisi sudah membuat laporan sendiri, sehingga tidak perlu membuat laporan baru, tetapi akan dijadikan saksi dalam kasus itu.

(tempo.co)

“Kita enggak perlu buat laporan polisi (LP) lagi, menindaklanjuti LP yang sudah ada katanya oleh tim cyber. Dan nanti kita akan dipanggil sebagai saksi,” ujar Fajri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/5/2019) malam.

“Setelah kita sampai sini, katanya sudah ada laporan polisi. Nah, itu LP-nya LP A. Kalau LP A itu polisi yang buat laporan sendiri, temuan polisi,” sambungnya.

Fajri menyebut dirinya hanya berkonsultasi di SPKT Polda Metro. Laporan dirinya dijadikan satu oleh laporan polisi. Selanjutnya, Fajri akan dipanggil sebagai saksi oleh polisi. Saat di SPKT, Fajri memberikan video berupa pernyataan-peryataan Permadi yang menyebut revolusi.

(pojoksatu.id)

“Tadi hanya saya menunjukkan beberapa video dan yang diunggah di beberapa YouTube ada, dan itu tersebar di akun YouTube lain. Itu yang berpotensi menyulut kebencian orang yang membaca dan melihat video itu,” papar Fajri.

Fajri juga menyoroti kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Permadi dalam video itu. Menurutnya, kalimat itu menakutkan untuk masyarakat Indonesia.

“Kalimat pertama yang saya soroti (dalam video itu) bahwa kita ini, negara ini sudah dikendalikan oleh Cina. Orang berkulit putih itu yang mengendalikan bangsa ini dan akan menjajah bangsa ini,” jelas Fajri.

“Kemudian kalimat kedua yang sangat penting sekali, jangan tunduk kepada konstitusi Indonesia, kita harus revolusi, harus bubarkan negara ini,” tambah Fahri.

Fajri mengaku akan dipanggil oleh polisi untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus yang ia laporkan itu.

Kamis, 09 Mei 2019

APAKAH ORANG MENINGGAL ITU SADAR BAHWA DIRINYA SUDAH MATI ?

"APAKAH ORANG MENINGGAL ITU SADAR BAHWA DIRINYA SUDAH MATI ?.................:

1.Orang yang mati
   awalnya tidak
   menyadari bahwa
   dirinya mati. Dia
   merasa dirinya
   sedang bermimpi
   mati. Dia melihat
   dirinya ditangisi,
   dimandikan,
   dikafani, disholati
   hingga diturunkan
   ke dalam kubur.
  Dia merasa dirinya
   sedang bermimpi
   saat dirinya
   ditimbun tanah.
   Dia berteriak-
   teriak tapi tidak
   ada yang
   mendengar
   teriakannya.

2.Beberapa waktu
   kemudian :

3.Saat semua
   sudah pulang
   meninggalkannya
   sendirian di
   bawah tanah.
   Allah kembalikan
   ruhnya. Dia
   membuka mata,
  dan terbangun dari
  "mimpi” buruknya.

4.Dia senang dan
   bersyukur, bahwa
   ternyata apa yang
   dia alami
   hanyalah sebuah
   mimpi buruk, dan
   kini dia sudah
   bangun dari
   tidurnya.

5.Kemudian dia
   meraba badannya
   yang hanya
   diselimuti kain
   sambil bertanya
   kaget,

6.“Dimana bajuku ?
   Kmana celanaku?”
   Lalu dia meraba
   sekelilingnya yang
   berupa tanah
   “Dimanakh aku ?”
   “Tempat apa ini ?
   Kenapa bau tanah
   dan lumpur ?”
   Kemudian dia
   mulai menyadari
   bahwa dia ada di
   bawah tanah, dan
   sebenarnya apa
   yang dialaminya
   bukanlah mimpi!
   Ya, dia sadar
   bahwa dirinya
   benar-benar telah
   mati.

7.Berteriak lah dia
   sekeras-kerasnya,
   mmanggil orang2
   terdekatnya yang
   dianggap bisa
   menyelamatkan
   nya :

7.“Ibuuuuu….!!!!
   “Ayaaaaaah…!!!!”
   “Kakeeeeek!!!”
   “Neneeeek!!”
   “Kakaaaaak!!!”
   “Sahabaaaat!!!”

8.Tidak ada seorang
   pun yg menjawab.
   Dia yang selama
   ini lupa pada
   Allah-pun ingat
   bahwa ALLAH
   adalah satu2nya
   harapan.

9.Menangis-lah dia
   sambil meminta
   ampun,

10.“Ya, Allaaaaah….
     Ya Allaaaaaah….
     Ampuni aku ya
     Allaaaaah….!!!”

11.Dia berteriak
     dalam ketakutan
     yang luar biasa
     yang belum
     pernah dirasakan
     sebelumnya
     sepanjang
     hidupnya.

12.Jika dia orang
     baik, maka
     muncullah 2
     malaikat dengan
     wajah tersenyum
     akan mndudukkn
     nya & menenang
     kannya,
     menghiburnya
    dan melayaninya
    dg pelayanan
    yang terbaik.

13.Jika dia orang
     buruk, maka 2
     malaikat akan
     menambah
     ketakutannya
    dan akan
    menyiksanya
    sesuai keburukan
    nya.

14.Pertolongan Al-
     Quran di Alam
     Kubur.

15.Dari Sa’id bin
     Sulaim ra,
     Rasulullah
     Shallallahu Alaihi
     wa Sallam
     bersabda :

(1)."Tiada penolong
     yang lebih utama
     derajatnya di sisi
     Allah pada hari
     Kiamat daripada
     Al-Qur’an. Bukan
     Nabi, bukan
     Malaikat dan
     bukan pula yang
     lainnya.” (Abdul
     Malik bin Habib-
     Syarah Ihya)."

(2).Al-Bazzar
     meriwayatkan
     dalam kitab
     La’aali
     Masnunah
     bahwa jika
     seseorang mati/
     meninggal dunia,
     ketika orang2
     sibuk dengan
     kain kafan dan
     persiapan
     pengebumian di
     rumahnya, tiba2
     seseorang yang
     sangat tampan
     berdiri di kepala
     mayat. Ketika
     kain kafan mulai
     dipakaikan, dia
     berada di antara
     dada dan kain
     kafan.

16.Setelah
     dikuburkan dan
     orang-orang
     mulai
     meninggalkan
     nya, datanglah 2
     Malaikat. Yaitu
     Malaikat Munkar
     dan Nakir yang
     berusaha
     memisahkan
     orang tampan itu
     dari mayat agar
     memudahkan
     tanya jawab.

17.Tetapi si tampan
     itu berkata : ”Ia
     adalah sahabat
     karibku. Dalam
     keadaan bgmn-
     pun aku tidak
     akan meninggal
     kannya. Jika
     kalian ditugaskn
     untuk bertanya
     kepadanya,
     lakukanlah
     pekerjaan kalian.
     Aku tidak akan
     berpisah dari
     orang ini
     sehingga ia
     dimasukkan ke
     dalam syurga.”

18.Lalu ia berpaling
     kepada sahabat
     nya dan berkata,
     “Aku adalah Al-
     qur'an yang
     terkadang kamu
     baca dengan
     suara keras dan
     terkadang
     dengan suara
     perlahan.

19.Jangan khawatir
     setelah
     menghadapi
     pertanyaan
     Munkar dn Nakir
     ini, engkau tidak
     akan mengalami
     kesulitan.”

20.Setelah para
     Malaikat itu
     selesai memberi
     pertanyaan, ia
     menghamparkn
     tempat tidur dan
     permadani sutera
     yang penuh
     dengan kasturi
     dari Mala’il A’la
    (Himpunan
    Fadhilah Amal :
    609)

21.Allahu Akbar,
     selalu saja ada
     getaran haru
     selepas
     membaca hadits
     ini. Getaran
     penuh
     pengharapan
     sekaligus
     kekhawatiran.
     Getaran harap
     karena tentu saja
     mengharapkan
     Al-Quran yang
     kita baca dapat
     menjadi pembela
     kita di hari yang
     tidak ada
     pembela.
     Sekaligus
     getaran takut,
     kalau2 Al-Qur'an
     akan menuntut
     kita.

22.Banyak riwayat
     yang
     menerangkan
     bahwa Al-Qur'an
     adalah pemberi
     syafa’at yang
     pasti dikabulkan
     Allah Subhanahu
     wa Ta’ala.

23.Ya Allah,
     ampunilah
     dosaku, dosa Ibu
     Bapakku,
     keluargaku,
     saudaraku dan
     seluruh kaum
     Muslimin, Ya
     Allah, jangan
     Engkau cabut
     nyawa kami saat
     tubuh kami tak
     pantas berada di
     SurgaMu
     Aamiin.

24.Sobat sekarang
     anda memiliki
     dua pilihan :

(1).Membiarkan
     sedikit
     pengetahuan ini
     hanya dibaca
     disini.
(2).Membagikan
     pengetahuan ini
     kesemua teman
     mu , insyallah
     bermanfaat dan
     akan menjadi
     pahala bagimu.
     Aamiin.

25.Siapakah
     sahabatku
     selama di alam
     kubur dialah AL-
     QUR'ANNUL
     KARIM.

Mari kita kaji bersama Kitabulloh Al-Qur'an dengan sabar dan ikhlas krn Allah SWT.

Hamba yg dhoif.. (Jang Farid)

APAKAH ORANG MENINGGAL ITU SADAR BAHWA DIRINYA SUDAH MATI ?

"APAKAH ORANG MENINGGAL ITU SADAR BAHWA DIRINYA SUDAH MATI ?.................:

1.Orang yang mati
   awalnya tidak
   menyadari bahwa
   dirinya mati. Dia
   merasa dirinya
   sedang bermimpi
   mati. Dia melihat
   dirinya ditangisi,
   dimandikan,
   dikafani, disholati
   hingga diturunkan
   ke dalam kubur.
  Dia merasa dirinya
   sedang bermimpi
   saat dirinya
   ditimbun tanah.
   Dia berteriak-
   teriak tapi tidak
   ada yang
   mendengar
   teriakannya.

2.Beberapa waktu
   kemudian :

3.Saat semua
   sudah pulang
   meninggalkannya
   sendirian di
   bawah tanah.
   Allah kembalikan
   ruhnya. Dia
   membuka mata,
  dan terbangun dari
  "mimpi” buruknya.

4.Dia senang dan
   bersyukur, bahwa
   ternyata apa yang
   dia alami
   hanyalah sebuah
   mimpi buruk, dan
   kini dia sudah
   bangun dari
   tidurnya.

5.Kemudian dia
   meraba badannya
   yang hanya
   diselimuti kain
   sambil bertanya
   kaget,

6.“Dimana bajuku ?
   Kmana celanaku?”
   Lalu dia meraba
   sekelilingnya yang
   berupa tanah
   “Dimanakh aku ?”
   “Tempat apa ini ?
   Kenapa bau tanah
   dan lumpur ?”
   Kemudian dia
   mulai menyadari
   bahwa dia ada di
   bawah tanah, dan
   sebenarnya apa
   yang dialaminya
   bukanlah mimpi!
   Ya, dia sadar
   bahwa dirinya
   benar-benar telah
   mati.

7.Berteriak lah dia
   sekeras-kerasnya,
   mmanggil orang2
   terdekatnya yang
   dianggap bisa
   menyelamatkan
   nya :

7.“Ibuuuuu….!!!!
   “Ayaaaaaah…!!!!”
   “Kakeeeeek!!!”
   “Neneeeek!!”
   “Kakaaaaak!!!”
   “Sahabaaaat!!!”

8.Tidak ada seorang
   pun yg menjawab.
   Dia yang selama
   ini lupa pada
   Allah-pun ingat
   bahwa ALLAH
   adalah satu2nya
   harapan.

9.Menangis-lah dia
   sambil meminta
   ampun,

10.“Ya, Allaaaaah….
     Ya Allaaaaaah….
     Ampuni aku ya
     Allaaaaah….!!!”

11.Dia berteriak
     dalam ketakutan
     yang luar biasa
     yang belum
     pernah dirasakan
     sebelumnya
     sepanjang
     hidupnya.

12.Jika dia orang
     baik, maka
     muncullah 2
     malaikat dengan
     wajah tersenyum
     akan mndudukkn
     nya & menenang
     kannya,
     menghiburnya
    dan melayaninya
    dg pelayanan
    yang terbaik.

13.Jika dia orang
     buruk, maka 2
     malaikat akan
     menambah
     ketakutannya
    dan akan
    menyiksanya
    sesuai keburukan
    nya.

14.Pertolongan Al-
     Quran di Alam
     Kubur.

15.Dari Sa’id bin
     Sulaim ra,
     Rasulullah
     Shallallahu Alaihi
     wa Sallam
     bersabda :

(1)."Tiada penolong
     yang lebih utama
     derajatnya di sisi
     Allah pada hari
     Kiamat daripada
     Al-Qur’an. Bukan
     Nabi, bukan
     Malaikat dan
     bukan pula yang
     lainnya.” (Abdul
     Malik bin Habib-
     Syarah Ihya)."

(2).Al-Bazzar
     meriwayatkan
     dalam kitab
     La’aali
     Masnunah
     bahwa jika
     seseorang mati/
     meninggal dunia,
     ketika orang2
     sibuk dengan
     kain kafan dan
     persiapan
     pengebumian di
     rumahnya, tiba2
     seseorang yang
     sangat tampan
     berdiri di kepala
     mayat. Ketika
     kain kafan mulai
     dipakaikan, dia
     berada di antara
     dada dan kain
     kafan.

16.Setelah
     dikuburkan dan
     orang-orang
     mulai
     meninggalkan
     nya, datanglah 2
     Malaikat. Yaitu
     Malaikat Munkar
     dan Nakir yang
     berusaha
     memisahkan
     orang tampan itu
     dari mayat agar
     memudahkan
     tanya jawab.

17.Tetapi si tampan
     itu berkata : ”Ia
     adalah sahabat
     karibku. Dalam
     keadaan bgmn-
     pun aku tidak
     akan meninggal
     kannya. Jika
     kalian ditugaskn
     untuk bertanya
     kepadanya,
     lakukanlah
     pekerjaan kalian.
     Aku tidak akan
     berpisah dari
     orang ini
     sehingga ia
     dimasukkan ke
     dalam syurga.”

18.Lalu ia berpaling
     kepada sahabat
     nya dan berkata,
     “Aku adalah Al-
     qur'an yang
     terkadang kamu
     baca dengan
     suara keras dan
     terkadang
     dengan suara
     perlahan.

19.Jangan khawatir
     setelah
     menghadapi
     pertanyaan
     Munkar dn Nakir
     ini, engkau tidak
     akan mengalami
     kesulitan.”

20.Setelah para
     Malaikat itu
     selesai memberi
     pertanyaan, ia
     menghamparkn
     tempat tidur dan
     permadani sutera
     yang penuh
     dengan kasturi
     dari Mala’il A’la
    (Himpunan
    Fadhilah Amal :
    609)

21.Allahu Akbar,
     selalu saja ada
     getaran haru
     selepas
     membaca hadits
     ini. Getaran
     penuh
     pengharapan
     sekaligus
     kekhawatiran.
     Getaran harap
     karena tentu saja
     mengharapkan
     Al-Quran yang
     kita baca dapat
     menjadi pembela
     kita di hari yang
     tidak ada
     pembela.
     Sekaligus
     getaran takut,
     kalau2 Al-Qur'an
     akan menuntut
     kita.

22.Banyak riwayat
     yang
     menerangkan
     bahwa Al-Qur'an
     adalah pemberi
     syafa’at yang
     pasti dikabulkan
     Allah Subhanahu
     wa Ta’ala.

23.Ya Allah,
     ampunilah
     dosaku, dosa Ibu
     Bapakku,
     keluargaku,
     saudaraku dan
     seluruh kaum
     Muslimin, Ya
     Allah, jangan
     Engkau cabut
     nyawa kami saat
     tubuh kami tak
     pantas berada di
     SurgaMu
     Aamiin.

24.Sobat sekarang
     anda memiliki
     dua pilihan :

(1).Membiarkan
     sedikit
     pengetahuan ini
     hanya dibaca
     disini.
(2).Membagikan
     pengetahuan ini
     kesemua teman
     mu , insyallah
     bermanfaat dan
     akan menjadi
     pahala bagimu.
     Aamiin.

25.Siapakah
     sahabatku
     selama di alam
     kubur dialah AL-
     QUR'ANNUL
     KARIM.

Mari kita kaji bersama Kitabulloh Al-Qur'an dengan sabar dan ikhlas krn Allah SWT.

Hamba yg dhoif.. (Jang Farid)

Stretegi ‘Kuda Catur’ Begini Cara Jokowi Permalukan Kekalahan Prabowo Subianto Lewat AHY

Stretegi ‘Kuda Catur’ Begini Cara Jokowi Permalukan Kekalahan Prabowo Subianto Lewat AHY

beritao.com

May 4, 2019 12:03 PM

(Tribun)

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di ruang kerjanya, Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Kamis (2/5).

Jokowi menyambut AHY dengan kemeja lengan panjang berwarna putih. Sementara, AHY datang mengenakan kemeja lengan panjang bermotif batik warna hitam dengan menumpangi sebuah mobil berpelat nomor B 2024 AHY.

Pertemuan ini menimbulkan beragam spekulasi. Salah satunya disebut-sebut sebagai ‘langkah kuda catur’ Jokowi jelang penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 22 Mei 2019 mendatang.

(CNN Indonesia)

Bidak kuda dalam permainan catur dikenal dengan langkah huruf ‘L’. Kuda catur tak bisa memakan lawannya dengan cara jalan lurus, dia harus berbelok lebih dulu dan melangkah ke depan membentuk huruf ‘L’ untuk mencapai targetnya.

Langkah kuda catur itu dilihat dari kenyataan bahwa AHY menjadi salah satu simbol separuh kekuatan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Karenanya pertemuan dengan AHY dilakukan Jokowi untuk mendelegitimasi beragam narasi yang disampaikan kubu Prabowo-Sandi ke publik, seperti kecurangan Pemilu 2019.

Pengamat politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro mengamini hal tersebut. Ia membaca pertemuan dengan AHY merupakan langkah Jokowi untuk melucuti kekuatan kubu Prabowo-Sandi, sekaligus meredam berbagai potensi konflik yang bisa terjadi jelang hari penetapan hasil Pemilu 2019.

Menurut dia cara mengundang AHY ke Istana ditempuh Jokowi lantaran upaya sebelumnya dengan mengutus Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan menemui Prabowo bisa dibilang gagal.

(Tribunnews.com)

“Jadi cara lain yang ditempuh Jokowi ya ini, merangkul AHY yang merupakan simbol dari separuh kekuatan kubu 02 [Prabowo-Sandi],”ucap Bawono kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/5).

Menurutnya, strategi-strategi yang dilakukan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin juga bisa dianggap sebagai upaya untuk menunjukkan ke publik bahwa partai politik dalam barisan pengusung Prabowo-Sandi sudah dalam kondisi yang tidak nyaman. Dimana Prabowo-Sandi kini hanya bermain dengan kelompok yang tergabung dalam Ijtimak Ulama.

“Mendelegitimasi narasi kecurangan, 02 sekarang yang bermain bisa dikatakan orang dari Ijtimak Ulama. Kalau dilihat orang partai pengusung sudah tidak ada. Jadi delegitimasi itu dibentuk Jokowi,” ucap Bawono.

Lebih dari itu, dia menilai pertemuan antara Jokowi dan AHY juga telah melahirkan kekhawatiran bagi Prabowo. Hal tersebut terlihat dari rencana Prabowo kembali menjumpai Ketua Umum Demokirat SBY dengan alasan menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura Jumat (3/5).

Bawono menilai rencana Prabowo itu bertujuan untuk meminta penjelasan SBY terkait langkah AHY memenuhi undangan pertemuan dengan Jokowi dan menetralisir opini publik yang mulai berpendapat bahwa Demokrat merapat ke kubu Jokowi.

Meski diketahui Prabowo batal ke Singapura dan malah ke Aceh bersama Sandi dalam rangka safari ‘terima kasih Indonesia’.

(CNN Indonesia)

“Jelas pertemuan Jokowi dan AHY bikin Prabowo khawatir karena AHY putra mahkota. Apa yang dilakukan AHY merupakan persetujuan dan sejalan dengan pemikiran SBY, artinya langkah AHY itu cerminan pemikiran SBY,” ujar dia.

Jokowi Amankan Diri dan Rencana AHY Jangka Panjang

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo juga berpendapat pertemuan dengan AHY dapat dibaca sebagai langkah Jokowi untuk mengamankan diri.

Namun, menurutnya, pertemuan Jokowi dan AHY lebih kepada strategi untuk menguatkan pemerintahan Jokowi bersama wakilnya Ma’ruf lima tahun mendatang.

(Gatra)

“Bisa dibaca demikian. Tapi saya melihatnya ini lebih ke strategi jangka panjang, untuk urusan lima tahun ke depan,” kata Kunto kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/5).

Kunto juga melihat, AHY pun harus memenuhi undangan Jokowi di Istana karena menyadari akan kebutuhan untuk mendapatkan jabatan sehingga masih bisa tampil di hadapan publik hingga Pemilu 2024 mendatang.

(Tribunnews.com)

Menurutnya, AHY juga terlihat tengah berupaya untuk membawa Partai Demokrat mendekat kepada kekuasaan sehingga tidak dalam posisi penyeimbang, apalagi oposisi untuk lima tahun ke depan.

“Untuk mendapatkan jabatan menteri atau jabatan lain yang bisa maintain public appearance, karena ini ujungnya [Pemilu] 2024. Inilah yang bikin yang ketemu itu AHY, bukan SBY,” kata Kunto.

KISAH BAHLUL

*KISAH BAHLUL*

"Bahlul" adalah kata yang biasa digunakan untuk mensifati orang yang bodoh. Tahukah anda dari mana asal kata itu?

Sesungguhnya *BAHLUL* adalah nama seseorang yang dikenal sebagai orang gila di zaman Harun Al-Rasyid (Dinasti Abasiyah).

Pada suatu hari, Harun Al-Rasyid lewat di suatu pekuburan, dilihatnya Bahlul sedang duduk di sana.

Berkata Harun Al-Rasyid kepadanya :
"Wahai Bahlul, kapankah kamu akan berakal (sembuh dari gila)?"

Mendengar itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik ke atas pohon, lalu dia memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suaranya dari atas pohon :
"Wahai Harun yang gila, kapankah engkau akan sadar?"

Maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon dengan menunggangi kudanya dan berkata : "Siapa yang gila, aku atau engkau yang selalu duduk di kuburan?"

Bahlul berkata :
"Aku berakal dan engkau yang gila."

Harun : "Bagaimana itu bisa?"

Bahlul : "Karena aku tahu bahwa istanamu akan hancur dan kuburan ini akan tetap ada. Maka aku memakmurkan kubur sebelum istana, dan sebaliknya engkau memakmurkan istanamu sampai-sampai engkau takut untuk dipindahkan dari istanamu ke kuburanmu, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti akan masuk ke dalam kubur. Maka katakan wahai Harun siapa yang gila di antara kita?"

Bergetarlah hati Harun Al Rasyid, lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi jenggotnya. Lalu Harun Al Rasyid berkata : "Demi ALLAH engkau yang benar, tambahkan nasihatmu untukku wahai Bahlul".

Bahlul : "Cukup bagimu Al-Qur'an maka jadikanlah pedoman".

Harun : "Apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul? Aku akan penuhi".

Bahlul : "Iya aku punya 3 permintaan. Jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu".

Harun : "Mintalah"

Bahlul : 1. "Tambahkan umurku".

Harun : "Aku tidak mampu."

Bahlul: 2. "Jaga aku dari Malaikat maut".

Harun : "Aku tidak mampu."

Bahlul: 3. "Masukkan aku ke dalam surga dan jauhkan aku dari api Neraka".

Harun : "Aku tidak mampu".

Bahlul : "Ketahuilah bahwa engkau dimiliki (sebagai seorang hamba) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak perlu padamu".

(Dikutip dari kitab عقلاء ﺍﻟﻤﺠﺎﻧﻴﻦ, "Orang-orang Gila yang Berakal").

Tetapi kita menggunakan kata *BAHLUL* untuk mengatakan bhw seseorang itu bodoh, sedangkan aslinya adalah nama seorang Ulama yang hebat.

Makam Syekh Bahlul Majnun ada Di Baghdad, Irak.

Marilah berbagi kebaikan walaupun satu huruf.

Stretegi ‘Kuda Catur’ Begini Cara Jokowi Permalukan Kekalahan Prabowo Subianto Lewat AHY

Stretegi ‘Kuda Catur’ Begini Cara Jokowi Permalukan Kekalahan Prabowo Subianto Lewat AHY

beritao.com

May 4, 2019 12:03 PM

(Tribun)

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di ruang kerjanya, Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Kamis (2/5).

Jokowi menyambut AHY dengan kemeja lengan panjang berwarna putih. Sementara, AHY datang mengenakan kemeja lengan panjang bermotif batik warna hitam dengan menumpangi sebuah mobil berpelat nomor B 2024 AHY.

Pertemuan ini menimbulkan beragam spekulasi. Salah satunya disebut-sebut sebagai ‘langkah kuda catur’ Jokowi jelang penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 22 Mei 2019 mendatang.

(CNN Indonesia)

Bidak kuda dalam permainan catur dikenal dengan langkah huruf ‘L’. Kuda catur tak bisa memakan lawannya dengan cara jalan lurus, dia harus berbelok lebih dulu dan melangkah ke depan membentuk huruf ‘L’ untuk mencapai targetnya.

Langkah kuda catur itu dilihat dari kenyataan bahwa AHY menjadi salah satu simbol separuh kekuatan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Karenanya pertemuan dengan AHY dilakukan Jokowi untuk mendelegitimasi beragam narasi yang disampaikan kubu Prabowo-Sandi ke publik, seperti kecurangan Pemilu 2019.

Pengamat politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro mengamini hal tersebut. Ia membaca pertemuan dengan AHY merupakan langkah Jokowi untuk melucuti kekuatan kubu Prabowo-Sandi, sekaligus meredam berbagai potensi konflik yang bisa terjadi jelang hari penetapan hasil Pemilu 2019.

Menurut dia cara mengundang AHY ke Istana ditempuh Jokowi lantaran upaya sebelumnya dengan mengutus Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan menemui Prabowo bisa dibilang gagal.

(Tribunnews.com)

“Jadi cara lain yang ditempuh Jokowi ya ini, merangkul AHY yang merupakan simbol dari separuh kekuatan kubu 02 [Prabowo-Sandi],”ucap Bawono kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/5).

Menurutnya, strategi-strategi yang dilakukan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin juga bisa dianggap sebagai upaya untuk menunjukkan ke publik bahwa partai politik dalam barisan pengusung Prabowo-Sandi sudah dalam kondisi yang tidak nyaman. Dimana Prabowo-Sandi kini hanya bermain dengan kelompok yang tergabung dalam Ijtimak Ulama.

“Mendelegitimasi narasi kecurangan, 02 sekarang yang bermain bisa dikatakan orang dari Ijtimak Ulama. Kalau dilihat orang partai pengusung sudah tidak ada. Jadi delegitimasi itu dibentuk Jokowi,” ucap Bawono.

Lebih dari itu, dia menilai pertemuan antara Jokowi dan AHY juga telah melahirkan kekhawatiran bagi Prabowo. Hal tersebut terlihat dari rencana Prabowo kembali menjumpai Ketua Umum Demokirat SBY dengan alasan menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura Jumat (3/5).

Bawono menilai rencana Prabowo itu bertujuan untuk meminta penjelasan SBY terkait langkah AHY memenuhi undangan pertemuan dengan Jokowi dan menetralisir opini publik yang mulai berpendapat bahwa Demokrat merapat ke kubu Jokowi.

Meski diketahui Prabowo batal ke Singapura dan malah ke Aceh bersama Sandi dalam rangka safari ‘terima kasih Indonesia’.

(CNN Indonesia)

“Jelas pertemuan Jokowi dan AHY bikin Prabowo khawatir karena AHY putra mahkota. Apa yang dilakukan AHY merupakan persetujuan dan sejalan dengan pemikiran SBY, artinya langkah AHY itu cerminan pemikiran SBY,” ujar dia.

Jokowi Amankan Diri dan Rencana AHY Jangka Panjang

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo juga berpendapat pertemuan dengan AHY dapat dibaca sebagai langkah Jokowi untuk mengamankan diri.

Namun, menurutnya, pertemuan Jokowi dan AHY lebih kepada strategi untuk menguatkan pemerintahan Jokowi bersama wakilnya Ma’ruf lima tahun mendatang.

(Gatra)

“Bisa dibaca demikian. Tapi saya melihatnya ini lebih ke strategi jangka panjang, untuk urusan lima tahun ke depan,” kata Kunto kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/5).

Kunto juga melihat, AHY pun harus memenuhi undangan Jokowi di Istana karena menyadari akan kebutuhan untuk mendapatkan jabatan sehingga masih bisa tampil di hadapan publik hingga Pemilu 2024 mendatang.

(Tribunnews.com)

Menurutnya, AHY juga terlihat tengah berupaya untuk membawa Partai Demokrat mendekat kepada kekuasaan sehingga tidak dalam posisi penyeimbang, apalagi oposisi untuk lima tahun ke depan.

“Untuk mendapatkan jabatan menteri atau jabatan lain yang bisa maintain public appearance, karena ini ujungnya [Pemilu] 2024. Inilah yang bikin yang ketemu itu AHY, bukan SBY,” kata Kunto.

Kamis, 02 Mei 2019

Kiai Kharismatik Sukorejo Ragukan Keilmuan Peserta Ijtima Ulama III

Kiai Kharismatik Sukorejo Ragukan Keilmuan Peserta Ijtima Ulama III

daulat.co

May 3, 2019 1:47 AM

daulat.co – Kiai Kharismatik yang juga Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Asembagus, Sukorejo, Situbondo, KH Afifuddin Muhajir merasa ragu pada keilmuan dan kealiman para pihak yang ikut dalam Ijtima Ulama III.

Ijtima Ulama III sendiri digelar oleh para anggota PA 212 dan berafiliasi dengan Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Rekomendasi Ijtima Ulama III berisi desakan kepada KPU untuk mendiskualifikasi Paslon 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin yang dalam quick count dinyatakan menang Pilpres dengan elektabilitas kisaran 55 persen.

Menanggapi ijtima ulama III ini, Kiai Afifuddin menegaskan bahwa ulama semestinya mendinginkan situasi, membuat pernyataan yang menyejukkan dan menuntun umat untuk menjalankan akhlakul karimah.

“Ulama itu adalah pewaris para nabi. Jadi tidak sembarangan menyebut dirinya ulama. Saya sendiri ragu, apa betul mereka ulama? Ulama harus memiliki keluasan ilmu dan ketakwaan yang luar biasa,” kata Kiai Afif kepada media.

Kiai Afifuddin yang juga Guru Besar Usul Fiqih Ma’had Aly Salafiyah Syafi’yah Situbondo mengatakan, tugas ulama harus bisa memberikan kamaslahatan dan tidak memecah belah umat. Pasca Pemilu 2019, peran Ulama semestinya mendinginkan suasana yang dterjadi di masyarakat, bukan sebaliknya.

Apalagi, sebentar lagi sudah memasuki bulan suci Ramadan. Maka ulama harus fokus membimbing umat bukan sibuk mengurus Pemilu.

“Ulama dengan keahliannya harus mendinginkan suasana, memberikan maslahah untuk umat bukan mudharat,” terang dia.

Sementara itu, Ustadzah Jauhariatul Fardhiyya dari Sukabumi, Jawa Barat menyatakan peran ulama terutama menjelang Bulan Ramadhan seharusnya lebih banyak melakukan pembinaan spiritual ketimbang ikut hiruk pikuk memihak capres tertentu.

“Ulama adalah mereka yang berilmu, bekerja membimbing ummat ke arah yang benar,” jelasnya.

Ustadzah Jauhariatul yang juga Pimpinan Majelis Taklim Azzainiyya mengingatkan, ulama jangan justru ikut memperkeruh suasana dengan mendukung satu kubu, lalu mengeluarkan otoritas keulamaannya untuk itu.

Padahal otoritas pemilu sudah jelas ada di tangan siapa. Ia menganjurkan kepada ummat Islam Indonesia untuk bersatu dan bersilaturahim.

“Kita sudah menjalankan kewajiban untuk memilih, sekarang tinggal kita tunggu saja prosesnya sampai selesai. KPU dan Bawaslu bukan pertama kali ini menggelar pilpres, jadi beri mereka kepercayaan. Lagian dipercaya atau tidak, mereka adalah organ yang sah secara konstitusi untuk mengurus pemilu,” ujarnya saat dihuhungi media.