Manuver Pendukung Jokowi yang Bikin Kacau Kubu Oposisi
seword.com
Jul 10, 2018 7:33 AM
Membahas mengenai siapa cawapres Jokowi itu seperti harus menemukan sebatang jarum di tumpukan jerami. Susah dan tidak gampang. Terlalu njelimet. Masing-masing punya argumen sendiri-sendiri ketika menjagokan pilihannya. Bahkan rekan-rekan penulis Seword pun tak tahu siapa yang akan diambil sebagai cawapres oleh Jokowi. Semuanya hanya kira-kira. Tak ada yang tahu persis.
Tetapi saya salut dengan pendukung Jokowi. Mereka mencoba membuat bingung kubu lawan. Bahkan kubu lawan pun tidak bisa menerka siapa yang akan menjadi cawapres Jokowi. Ini semua berkat manuver pendukung-pendukung Jokowi. Mereka pintar membuat kubu lawan tak bisa menebak siapa yang akan terpilih. Mari kita lihat satu per satu manuver dari pendukung Jokowi.
Kita mulai dari Partai Golkar. Partai Golkar selalu menghembuskan isu bahwa Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi salah satu pilihan rasional bagi Jokowi. Dan Golkar sangat yakin bahwa Airlangga akan menjadi pendamping Jokowi. Hal ini bisa terlihat dari kedekatan antara Jokowi dan Airlangga pada setiap kesempatan. Mereka terlihat akrab di Istana Bogor. Dan Airlangga pun paham akan kehendak dari Jokowi. Dan menurut Golkar Jokowi dan Airlangga adalah pasangan yang klop, bisa saling mengisi.
Tetapi bagi PKB, hanya Cak Imin atau Muhaimin Iskandar yang patut menjadi pendamping Jokowi. Cak Imin dari kalangan santri. Muda. Penuh semangat. Berdarah NU. Maka menurut PKB akan sangat disayangkan jika Jokowi tidak mengambil Cak Imin sebagai cawapresnya. Dan kita juga melihat berbagai spanduk, billboard bertebaran di mana-mana yang mengiklankan Cak Imin sebagai Cawapres. Memilih Cak Imin sebagai cawapres akan membuat warga NU memilih Jokowi. Karena Cak Imin sangat identik dengan NU. Jadi sangat rugi jika Jokowi tidak memilih Cak Imin sebagai cawapres.
Bagaimana dengan PPP? Mereka juga tidak mau ketinggalan. Mereka juga mengusung Ketua Umum mereka Muhammad Romahurmuziy atau yang biasa dipanggil Romy untuk menjadi cawapres Jokowi. Karena menurut PPP para ulama mengusulkan agar Romy dapat menjadi cawapesnya Jokowi. Selain muda, berkharisma, juga sangat dekat dengan para ulama. Salah satu syarat dari cawapres Jokowi adalah yang dapat mengakomodasi keberadaan umat Muslim. Dan Romy memenuhi kualifikasi tersebut.
Hanura juga begitu, mereka mengajukan Wiranto sebagai cawapresnya Jokowi. Wiranto yang berasal dari kalangan militer tentu akan menjadi pasangan yang pas dengan Jokowi yang adalah seorang sipil. Karena bagaimana pun juga peranan militer sangat penting untuk Indonesia di kemudian hari. Dan Wiranto sangat cocok untuk itu.
Sedangkan Nasdem, meski pun tidak mengajukan calon mereka. Tetapi mereka mengharapkan Surya Paloh dapat menjadi pasangan Jokowi. Sepak terjang Surya Paloh dalam kancah perpolitikan Indonesia sudah tidak dapat diragukan lagi. Jadi tidak ada salahnya jika Jokowi mengambil Surya Paloh sebagai pendampingnya nanti. Tetapi, kelihatannya Nasdem tidak terlalu antusias mendorong Surya Paloh menjadi cawapres Jokowi. Karena Nasdem terlihat total mendukung Jokowi tanpa pamrih. Bahkan menurut informasi dari politisi Nasdem bahwa cawapres pilihan Jokowi tersebut akan menggemparkan Indonesia. Jadi kita lihat saja, siapa yang akan dipilih oleh Jokowi.
Dan yang baru-baru ini menggemparkan publik. Siapa sangka TGB yang selama ini mendukung oposisi berubah haluan mendukung Jokowi? Dan spekulasi yang ada, TGB berniat menjadi cawapresnya Jokowi. Begitu juga dengan Moeldoko yang keluar dari Hanura, yang dikabarkan akan menjadi pendamping Jokowi. Karena kalau masih di Hanura, dikhawatirkan akan membuat iri partai-partai lain pendukung Jokowi. Dengan keluar dari Hanura, Moeldoko lebih bebas menjadi cawapresnya Jokowi.
Selain pilihan-pilihan partai. Pilihan pendukung Jokowi yang berasal dari publik pun bertebaran dengan kandidat-kandidat yang mumpuni. Seperti ajang pencarian cawapres yang diselenggarakan oleh Seword bersama Pusat Kajian Pengembangan Berdikari (PKPB) berhasil menghimpun beberapa sosok yang layak menjadi pendamping Jokowi nantinya, seperti Mahfud MD, Moeldoko, Tito Karnavian, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, CT, AHY bahkan terdapat juga nama Prabowo.
Karena banyak calon-calon yang layak menjadi pendamping Jokowi, membuat kubu oposisi tidak dapat menebak siapa yang benar-benar akan menjadi pendamping Jokowi nantinya. Apakah Airlangga, Cak Imin, Romy, Mahfud MD, Moeldoko atau pun bisa saja sosok yang lain yang tidak dapat kita duga sebelumnya. Inilah sebuah permainan catur yang sangat brilian dari Jokowi dan Megawati. Mereka sampai sekarang tidak mau mengumumkan siapa yang akan menjadi pendamping Jokowi sampai pada saat-saat terakhir. Hal ini untuk mengantisipasi agar kubu oposisi tidak dapat membuat gerakan perlawanan terhadap Jokowi. Dan mereka pun sampai saat ini masih menduga-duga siapa yang akan menjadi cawapresnya Jokowi.
Mari kita menunggu cuaca cerah secerah mentari terbit dari timur, seperti yang dikatakan oleh Megawati. Bisa saja cuaca cerah pada hari ini atau pada saat detik-detik terakhir pendaftaran calon Presiden.
Bukan begitu kura-kura?
#IndonesiaMaju #CawapresJokowi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar