Tjahjo terkejut Sandiaga berani bandingkan Jokowi dengan Najib Razak
Mendagri Tjahjo Kumolo. ©2018 Merdeka.com
17
SHARES
PERISTIWA | 28 Mei 2018 20:07
Reporter : Merdeka
Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyayangkan dan merasa terkejut dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Menurut dia tak etis itu dilontarkan.
BACA
Mendagri nilai Pilkada 2018 aroma pemilihan presiden
Sindir pasangan Asyik, Mendagri sebut calon pemimpin daerah ditunggangi
Soal kaos #2019GantiPresiden, Mendagri minta ketegasan Bawaslu
Sebelumnya, Sandiaga mengatakan, kondisi Malaysia sama persis dengan Indonesia yang akan menggelar pemilihan umum tahun depan. Dalam kacamata Sandi, pemerintahan Jokowi-JK saat ini belum dapat mengentaskan berbagai masalah ketimpangan ekonomi di masyarakat. Hal yang sama terjadi di Malaysia selama rezim Najib Razak berkuasa.
"Tidak etis pernyataan Wagub DKI Sandiaga Uno dikaitkan dengan Presiden Pak Jokowi dan mantan PM Malaysia. Disayangkan pernyataan. Kami cukup terkejut, seorang Wakil Gubernur yang jadi wakil pemerintah pusat di daerah membuat pernyataan oposisi," kata Tjahjo di kantornya, Jakarta , Senin (28/5).
Dia mengatakan Tuhan akan tahu. Bahkan mengeluarkan peribahasa. "Tuhan Maha Tahu, peribahasa Jawa sing salah akan seleh," ungkap Tjahjo.
Politisi PDIP ini menuturkan, beda pilihan presiden, parpol, jangan membuat seperti itu. Bahkan tak ada Gubernur dan Wagub di seluruh Indonesia mengeluarkan pernyataan seperti Sandiaga.
"Saya kira, seluruh Gubernur dan Wakil Gubernur tidak ada yang buat pernyataan atau sikap seperti itu. Apalagi bikin perbandingan yang tidak ada relevansinya. Itu urusan dalam negeri Malaysia, urusan mantan PM Pak Najib. Tidak bisa dihubungkan dengan Jokowi. Apa yang dihubungkan beda sekali," jelasnya.
Tjahjo menjelaskan, apa yang disampaikan Sandiaga ada unsur provokator dan fitnah.
"Saya kira ada unsur provokator yang bersifat fitnah. Menurut saya, Wagub ini kurang etis menyatakan sikap begini ke Jokowi. Kecuali kalau dia pimpinan parpol, beda lagi, bukan Wagub," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar