Mardani Ali Sera Akui Kedigdayaan Jokowi, Keseleo Lidah atau Menyerah?
pojok satu
Apr 19, 2018 5:31 PM

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
POJOKSATU.id, JAKARTA – Elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) kembali merangkak naik dan makin meninggalkan para pesaingnya jelang Pilpres 2019.
Malah, kali ini, calon petahana itu dikehendaki menjadi presiden untuk periode kedua memimpin Indonesia oleh lebih dari 50 persen masyarakat.
Hal itu terungkap dalam hasil survei terbaru yang dirilis Cyrus Network ‘Peta Persepsi Publik Menjelang Pileg dan Pilpres 2019′ di D’ Consulate, Menteng, Jakarta, Kamis (19/4/2018).
Menanggapi kenyataan tersebut, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengakui hingga saat ini belum ada tokoh yang mampu menandingi elektabilitas Presiden Joko Widodo.
Demikian dikatakan Mardani saat menjadi pembicara dalam rilis survei Cyrus Network tersebut.
“Melihat survei akhir-akhir ini, Jokowi seng ada lawan (tak ada lawan, red),” akunya.
Akan tetapi, tegas Mardani, pilpres tak hanya bicara soal hasil survei dan angka-angka.
Yang sangat menentukan adalah, tekan Mardani, pilihan para pemilih di saat hari pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang.
“Proses pilpres itu kan maraton, hanya orang bodoh menilai pemilu selesai sebelum pencoblosan,” tegasnya.
Karena itu, sambung Mardani, pihaknya tak akan tinggal diam dan akan terus berjuang.
“Ssensi demokrasi itu kompetisi yang elegan dan fair,” tekan dia.
Jika dianalogikan, kara Mardani, pilpres itu bak turnamen sepakbola kelas dunia.
Nah, jika pemenang dalam turnamen tersebut adalah tim yang itu-itu saja, maka justru membuat turnamen itu tak akan menarik lagi.
“Demikian juga dengan pilpres, ketika hasilnya belum diketahui maka baik bagi passion bangsa ini,”
“Rakyat bakal berbondong-bondong keluar untuk melakukan pencoblosan nantinya,” pungkas politikus inisiator gerakan #2019GantiPresiden itu.
Untuk diketahui, dalam hasil survei Cyrus Network terbaru, mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali menyungkurkan mantan menantu Presiden Soeharto itu.
Kali ini jaraknya pun makin menjauh dengan Jokowi yang menanjak di atas 50 persen.
“57,3 persen masyarakat masih mempercayakan dukungan kepada Joko Widodo,” tutur Direktur Cyrus Network, Eko David dalam pemaparannya.
Sementara, Ketua Umum Prabowo Subianto itu pun nyaris tak berkutik di posisi kedua dengan perolehan 20an persen saja.
“Prabowo Subianto masih menjadi penantang terkuat dengan angka 21,3 persen,” bebernya.
Selain dua nama tersebut, lanjut Eko, ada nama Gatot Nurmantyo, Hari Tanoesoedibyo dan Agus Harimurti Yudhoyono.
Masing-masing, lanjutnya, dipilih oleh 3,8 persen, 2,4 persen dan 2,4 persen.
Selanjutnya, ada juga nama Gubernur DKI Jakarta, Wakil Presiden dan Gubernur Jawa Timur.
“Anies Baswedan 2 persen, Jusuf Kalla 1,9 persen, Soekarwo 1,3 persen dan nama-nama lainnya dengan angka di bawah 1 persen dukungan responden,” jelasnya.
Untuk diketahui, riset survei Cyrus Network itu dilakukan dalam periode 27 Maret-3 April 2018.
Sedangkan jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 1.230 orang yang tersebar di seluruh Indonesia yang memiliki hak pilih pada Pemilu 2019.
Sementara tingkat kepercayaan hasil survei ini mencapai 95 persen dengan margin of error plus minus 3 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar