Kamis, 19 April 2018

Kalahkah Jokowi Gak Bisa, Prabowo Subianto Malah Dipecundangi AHY

Kalahkah Jokowi Gak Bisa, Prabowo Subianto Malah Dipecundangi AHY

pojok satu

Apr 19, 2018 12:09 PM

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menemui warga Cianjur, Sabtu (17/3/2018). Foto: Guruh Permadi/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA – Prabowo Subianto bukan saja kembali dipecundangi Joko Widodo (Jokowi). Terbaru, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga dipecundangi Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY).

Demikian terungkap dalam hasil survei terbaru yang dirilis Cyrus Network ‘Peta Persepsi Publik Menjelang Pileg dan Pilpres 2019′ di D’ Consulate, Menteng, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Dalam hasil survei tersebut, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi nama yang paling potensial jadi cawapres Jokowi.

AHY bukan saja mempecundangi mantan menantu Presiden Soeharto itu, melainkan 19 nama lainnya.

“15 persen responden memilih Agus Harimurti atau AHY untuk mendampingi Jokowi,” ungkap Direktur Cyrus Network, Eko David.

Di bawah putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, ada nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

“Gatot mendapat 10 persen,” jelasnya.

Sedangkan Prabowo sendiri, berada di urutan ketiga yang dikehendaki publik menjadi pendamping Joko Widodo.

“Sejumlah 9,1 persen responden survei menginginkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, jadi cawapres,” beber Eko.

Di belakang ketiga nama tersebut, ada Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (8,8 persen), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (4,9 persen) dan mantan Ketua MK Mahfud MD (4,8 persen).

Lalu, ada juga nama Menteri Keuangan Sri Mulyani (4 persen), Gubernur Jawa Timur Soekarwo (2,9 persen), Menko PMK Puan Maharani (2,8 persen).

Sementara, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang sedari awal ngotot menjadi cawapres Jokowi hanya dipilih 2,6 persen publik saja.

Di sisi lain, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi mendapat 2 persen, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (2 persen), serta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan pengusaha sukses Chairul Tanjung masing-masing 1,1 persen.

Eko menjelaskan, hasil survei tersebut merekam persepsi publik bahwa elektabilitas Anies Baswedan malah berada di bawah AHY, kompetitornya di Pilkada DKI.

“Ini menunjukkan Anies belum berhasil mengapitalisasi posisinya sebagai gubernur DKI,” ulas Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, Anies seharusnya bisa membuat gebrakan dan menyedot perhatian publik. Namun dari hasil survei hal itu tidak terlihat.

Untuk diketahui, riset survei Cyrus Network itu dilakukan dalam periode 27 Maret-3 April 2018.

Sedangkan jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 1.230 orang yang tersebar di seluruh Indonesia yang memiliki hak pilih pada Pemilu 2019.

Yakni 123 desa/kelurahan yang dipilih dari 34 provinsi dengan metode wawancara tatap muka.

Sementara tingkat kepercayaan hasil survei ini mencapai 95 persen dengan margin of error plus minus 3 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar