Kepentingan Tak Terakomodir, Koalisi Jokowi Langsung Bubar
jawa pos
Apr 22, 2018 6:38 PM
| Editor : Dimas Ryandi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekranoputri (JawaPos.com)
JawaPos.com - Koalisi parpol pendukung Joko Widodo bisa terancam bubar menjelang Pilpres digelar. Kondisi ini biasanya terjadi jika ada kepentingan salah satu parpol yang tak terakomodasi.
Hal itu dikatakan Pengamat politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. Menurutnya, kolaisi akan solid dan kompak juga kepentingannya terkaomodir semua. Begitupun untuk konteks Jokowi, karena jika salah memilih sosok Calon Wakil Presiden yang mendampinginya dalam Pilpres, maka bisa jadi ada yang mendadak belok.
"Koalisi ini nggak ada yang permanen ya, ini koalisi yang rasa kepentingan pragamatis. Jadi bisa saja koalisi ini kandas di tengah jalan," kata Pangi saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (22/4).
![]()
Pengamat politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago meniali parpol pendukun Jokowi semuanya punya kepentingan pragmatis. (JawaPos.com)
Menurut Pangi, koalisi partai politik di Indonesia masih berbau kepentingan. Terlebih jika kepentingan tersebut tidak dapat terakomodir dengan baik. Nantinya partai politik tersebut akan mengevaluasi kalau kepentingannya tidak terpenuhi.
"Ya bisa saja ada poros ketiga, poros Jokowi, poros Prabowo. Koalisi ketiga sangat mungkin terjadi ketika kepentingan tidak mengakomodir," papar Pangi.
Kendati demikian, kriteria yang pantas untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019, Pangi menyebut bisa datang dari militer, kader partai, tokoh agama atau profesional.
Oleh karena itu, Pangi menyarankan agar Jokowi dapat berhati-hati menentukan pendampingnya dalam pesta demokrasi 2019.
"Menentukan Cawapres kemungkinan ada deal lain yang lebih konkret, tujuannya kepentingan parpol pendukung agar bisa terakomodir," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar