🤓 *Hayuukk, kita sama2 belajar melihat latar belakang sebuah berita yang sayang kalau kita nggak ngerti apa2, ketinggalan jauh dari orang orang sekitar kita*
*Etung2 sambil nambah wawasan*
Sejarah KEK Mandalika yang mangkrak sampe 29 tahun skr selesai diklaim Jokowi, sepertinya ada yang gak terima😂
Nih mak kasih tahu sejarahnya.
KEK Mandalika atau Mandalika Resort memang proyek jadul. Dia dirancang di era Soeharto, saat Joop Ave jadi Dirjen Pariwisata, dan pelaksanaanya dipercayakan kepada BUMN Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Lombok.
.
Belum sempat berkiprah banyak, dan baru bisa menghadirkan Hotel Novotel Lombok, krismon keburu datang, dan LTDC pun harus diambil alih oleh BPPN dan penerusnnya: PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Di penghujung 2005, PPA mulai menawarkan Mandalika Resort kepada banyak pihak. Investor pun akhirnya berhasil didapat. Siapa? Pemerintah Dubai, yag diwakili oleh Emaar Properties LLC. Sebelum kesepakatan diteken pada 19 Maret 2008, Presiden SBY memutuskan untuk mengalihkan aset LTDC ke BTDC, via PP No. 50 tahun 2008. Walhasil, BTDC jadi pihak yang bekerjasama dengan Emaar Properties LLC. Sayang, kesepakatan bernilai Rp 21 triliun itu akhirnya berlalu begitu saja karena gonjang-ganjing moneter global pada 2008. Selanjutnya, BKPM pun jadi pihak yang sibuk ke sana-sini mencari investor baru.
Tahun 2013, Indonesia menjadi tuan rumah APEC. Kesempatan ini dijadikan momentum Pemprov NTB dan BTDC untuk 'mencolek' Presiden SBY agar 'ingat' pada Mandalika Resort. Maka, 2 tahun sebelum APEC, Juni 2011, rancangan bisnis senilai Rp 30 triliun pun dibuat dan dipresentasikan ke SBY. Beberapa bulan kemudian, Oktober 2011, tanpa mengatasnamakan APEC 2013, SBY pun meresmikan proyek pembangunan Kawasan Pariwisata Mandalika, berjangka 10 tahun, dan berbiaya Rp 27 triliun. Juga, menyaksikan MOU BTDC dengan 3 investor nasional yang akan membangun hotel, villa, dan resort: PT Global Land Development (sekarang PT MNC Land Tbk, milik Harry Tanoe, MNC Group), PT Gobel Internasional (milik Rahmat Gobel, sekarang menteri perdagangan), dan PT Canvas Development (milik Peter Sondakh, Rajawali Group).
Peresmian pada Oktober 2011 itu akhirnya terbukti tak berbekas. TAK BERBEKASSSS CATET DI JIDAT!
Dan ini link langsung dari Mandalika, Kadispudbar NTB mengeluhkan soal kerja SBY yang hanya MERESMIKAN GROUNDBREAKING....TANPA ADA KELANJUTANNYA CATET!
http://mandalikanews.com/index.php/2015/09/25/kek-mandalika-rugikan-ntb/
ini berita tahun 2015.
.
Padahal di link situs demokrat ini menulis anggaran KEK mandalika 30 TRILIUN
LINK:
http://www.demokrat.or.id/2017/09/prestasi-pembangunan-infrastruktur-di-era-sby/
Pertanyaannya itu 30 triliun uangnya kemana?
Tahukah anda?
Puncaknya, Jokowi datang bersama janji Rp 1,8 triliunnya. Dan JANJI MENJADI NYATA tidak SEKEDAR GROUNDBREAKING. TAPI PELAKSANAAN!!
Tapi beberapa media menyebutkan 3,3 triliun walo demikian kan Jadi tidak sampai 30 TRILIUN...
wkwkwkwkwkwkkkkk.....
.
JELAS YA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar