Di Luar Dugaan, Tak Hanya PKS dan PSI, Ini Deretan Parpol yang Diprediksi Terjegal ke DPR
beritao.com
Apr 18, 2019 12:49 PM
Dukungan dari beberapa partai politik kepada Capres menentukan langkah mereka untuk maju ke parlemen. Tak disangka salah satunya adalah PSI yang mengalami kekalahan. Berikut parpol lain yang diprediksi tak lolos ke DPR.

(sinarharapan.net)
PKS adalah salah satu partai yang sempat diprediksi tak lolos ke parlemen pada Pemilu 2019 ini. Namun hasil hitung cepat menunjukkan kejutan, PKS melejit. Sedangkan partai baru yakni PSI kalah di ambang batas. Ambang batas parlemen adalah 4% dari total suara sah nasional di pemilu legislatif, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Lembaga Cyrus Network pernah memprediksi PKS tak lolos ambang batas itu, yakni lewat hasil survei mereka yang dilakukan pada 27-3 April 2018 lalu. Selain PKS, ada partai-partai lain yang mereka prediksi tak lolos ambang batas parlemen, yakni NasDem, Hanura, dan PSI.
Saat @psi_id tahu tidak lolos, @grace_natbisa menerima itu dengan lapang dada.
Ini adalah contoh jiwa negarawan seorang ketum Parpol, beda kelas sama yg kalah dan sujud 5 tahunan. Salut buat PSI! 👍 pic.twitter.com/hRlKoth1gP
— Dumdum (@yusuf_dumdum) April 18, 2019
“Pada partai koalisi di luar pengusung Jokowi, tampaknya hanya Gerindra yang bisa meraih dukungan stabil di angka 11,5% dengan persepsi publik bahwa lawan Jokowi adalah Prabowo. Tapi hal ini tidak berlaku bagi PKS, yang angkanya hari ini hanya berkisar 3,5%,” kata Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Alfianto dalam keterangan pers hasil survei dari Cyrus Network, yang dirilis pada Kamis (18/4/2018) lalu.
Parpol Pro-Jokowi Ini Diprediksi Tak Lolos ke DPR
Partai-partai politik mendapatkan manfaat dari citra tokoh yang didukungnya di pilpres. Namun ada sebagian partai pendukung Jokowi yang perolehan suaranya tak terdongkrak dan malah terancam gagal ke parlemen.
“Beberapa partai pengusung Jokowi pun malah berada pada titik rawan atau terancam tak lolos parliamentary trresholdsama sekali, seperti NasDem (3,3%), Hanura (1%), dan PSI (0,3%),” kata Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Alfianto dalam keterangan pers hasil survei dari Cyrus Network, yang dirilis pada Kamis (18/4/2018).

(detik.com)
Ambang batas parlemen adalah 4% dari total suara sah nasional di pemilu legislatif, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Tiga partai pendukung Jokowi yang terancam tak lolos ke parlemen adalah Partai NasDem, Partai Hanura, dan PSI. Mereka terancam tak lolos ke parlemen karena tidak bisa mengoptimalkan figur Jokowi untuk mendongkrak keterpilihan partai.

(fimela.com)
“Pada partai koalisi di luar pengusung Jokowi, tampaknya hanya Gerindra yang bisa meraih dukungan stabil di angka 11,5% dengan persepsi publik bahwa lawan Jokowi adalah Prabowo. Tapi hal ini tidak berlaku bagi PKS, yang angkanya hari ini hanya berkisar 3,5%,” kata dia.
Survei dilakukan pada 27-3 April 2018. Survei ini melibatkan 1.239 responden dari 123 desa/kelurahan di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka. Tingkat keyakinan survei sebesar 95% dengan margin of error sebesar 3%.

(tribunnews.com)
“Survei ini juga menemukan bahwa publik mempersepsikan PDIP dan Jokowi sangat identik. Dengan begitu, PDIP memetik keuntungan elektoral terbesar dari persepsi ini. Hanya PDIP yang mendapatkan limpahan luar biasa ini, yaitu sebesar 27%. Sedangkan Partai Golkar hanya mendapat 11,5%,” kata Eko.
Kami keluar arena pertandingan dengan kepala tegak. We shall return 🇮🇩 pic.twitter.com/L9t9IPqZQh
— Andy Budiman (@Andy_Budiman_) April 17, 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar