*Jokowi Beli Saham Freeport 57T dan Berkelanjutan, SBY Subsidi BBM 1.300T dan Hangus*
https://www.facebook.com/101433349930850/posts/2351223638285132/
Jokowi Beli Saham Freeport 57T dan Berkelanjutan, SBY Subsidi BBM 1.300T dan Hangus Ekonomi
Akuisisi saham mayoritas Freeport yang dilakukan oleh era Jokowi, di bumi pertiwi Indonesia ini menjadi sebuah hal yang dikritik oleh para genderuwo dan sontoloyo politik. Para genderuwo dan sontoloyo politik ini menakut-nakuti. Bahkan ada mantan artis seksi mengatakan bahwa pembelian Freeport adalah sia-sia. Ini bentuk penihilan hasil kerja Jokowi.
Tapi sadarkah kalian, bahwa SBY sudah membakar 1.300T hanya untuk subsidi BBM, yang tidak tahu ke mana. Era SBY adalah era paling boros. Asap kendaraan dan hutan dengan menteri Zulkifli juga gak jelas.
Subsidi 1.300 T dan tidak menjadi apa-apa. Tidak ada buahnya. Jadi asap saja. Berbeda dengan Jokowi. Beli 57T, dapat emas. Bagaimana logikanya? Yuk kita simak.
Di era SBY, 10 tahun 1.300 alias seribu tiga ratus triliun, menjadi asap begitu saja. Demi apa? Demi pencitraan murahan ala SBY. Selama ia berkuasa di Indonesia, 1.300 T uang rakyat dihambur-hamburkan dan dibakar begitu saja.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Indonesia semakin maju? Tidak.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, jalan tol makin panjang? Tidak terlalu.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Rocky Gerung bisa dapat gelar profesor? Dengkulmu Bahar.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Ferdinand Hutahaean bisa semakin cerdas? Aduh, perlu dijawab?
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Candi Hambalang bisa berubah menjadi gedung olahraga dan pusat pelatihan atlet Indonesia? Masih jauh.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, SBY semakin kaya? Nah ini bisa jadi.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Freeport bisa diakuisisi? Ah. SBY itu kan teman Amerika.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, Anies bisa jadi gubernur bagus? Kecacatan program pemprov itu tidak ternilai.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, warga dapat kesejahteraan? Coba tanya ke orang Papua.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, harga minyak di Papua bisa 1 harga? Kali 10 saja masih kurang untuk biaya di Jakarta!
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, pemerataan pembangunan terjadi dengan baik? Coba tanya orang Miangas.
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, ekonomi Indonesia membaik? Memburuk malah!
Apakah dengan membakar 1.300 T untuk subsidi BBM, utang negara mulai dilunasi? Kayaknya malah nambah ya?
Jadi semua pertanyaan di atas itu, sebenarnya merupakan sebuah refleksi dari tiada bergunanya nilai 1.300 T itu untuk rakyat Indonesia.
SBY membakar 1.300T untuk subsidi BBM, tidak membuat Petral dibeli kembali, Blok Rokan direbut balik, Blok Mahakam dikuasai dan Freeport diakuisisi.
Penulis merasa bahwa apa yang dikerjakan oleh SBY selama kepemimpinannya, adalah sebuah kesalahan sejarah. Indonesia jatuh sakit di era SBY.
Maka keberadaan Jokowi adalah sebuah hal mutlak yang harus dipertahankan. Dengan mencabut subsidi BBM dan mengalhikan ke tempat lain,, Jokowi membuktikan bahwa Indonesia tetap bisa segar. Iklim perekonomian di Indonesia tetap menggairahkan.
Harga bahan pokok tetap terjangkau. Inflasi normal. Perekonomian stabil, cenderung naik. Pengangguran berkurang.
Justru Jokowi membuktikan bahwa dengan pengalihan subsidi BBM ke sektor-sektor yang jauh lebih penting, sangat memberikan dampak bagi kemajuan bangsa ini. Indonesia memang butuh Jokowi sampai setidaknya satu periode lagi.
Kalau Genderuwo memimpin, ia bahkan bisa saja akan mengembalikan Freeport ke Amerika. Ia akan menghancurkan Indonesia, dan membakar lagi Indonesia ke mezbah persembahan Tronald Dump dan Sencingping. Indonesia butuh Jokowi sekali lagi.
Kemajuan dan kelajuan perkembangan Indonesia, sudah terbukti. Nyaris ratusan bandara, bendungan, jembatan, ribuan KM jalanan dibangun di seluruh Indonesia sampai ke pelosok-pelosoknya. BBM tetap stabil. Semua pembangunan ini dilakukan Jokowi untuk pembangunan peradaban.
Jadi, 1.300T itu adalah nilai yang fantastis.
Bayangkan dalam 10 tahun, 1300 T, artinya 130 T dibakar per tahunnya secara rata-rata. Coba pencitraan murahan si mantan ini, dialihkan untuk pembangunan blok-blok minyak, jembatan, jalur tol, ini dan itu.
Jadi sekarang ini, Indonesia sudah terlambat 42 tahun. 10 tahun di era SBY, dan 32 tahun di era manusia yang tercatat paling korup di dunia oleh majalah terkemuka dunia.
Masih mau pilih mantunya?
Begitulah satu-satu.
#JokowiLagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar