Sejumlah kader Demokrat tolak Prabowo karena rasakan kinerja Jokowi
rima news
Sep 1, 2018 12:15 PM
"Mereka merasakan betul bagaimana Jokowi melaksanakan pembangunan dan alokasi pemerataannya, sehingga berkeyakinan Pak Jokowi patut diberi kesempatan untuk meneruskannya." - Arsul Sani
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) fraksi PPP Arsul Sani mengakui banyaknya kader dari Partai Demokrat yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 karena mereka merasakan langsung hasil kerja Jokowi selama ini.
"Beliau-beliau bukan hanya orang politik, tapi orang pemerintahan yang merasakan betul bagaimana Pak Jokowi melaksanakan pembangunan dan alokasi pemerataannya, sehingga wajar kalau berkeyakinan Pak Jokowi patut diberi kesempatan untuk meneruskannya," kata Arsul saat dihubungi wartawan Rimanews, Jumat (31/08/2018).
Arsul menampik pernyataan Wasekjen Demokrat Andi Arief yang mengatakan Koalisi Indonesia Kerja menggoda kader Demokrat. Menurutnya pernyataan Andi Arief itu berlebihan dan justru merendahkan nama baik Partai Demokrat.
"Berlebihanlah. Malah, merendahkan kader-kader Partai Demokrat seolah-seolah orang-orang yang bisa gampang digoda-goda," ujarnya.
Arsul mengatakan banyak kader Demokrat yang berkomunikasi dengan Koalisi Indonesia Kerja dan menyatakan dukungannya kepada Jokowi.
"Banyak elemen Partai Demokrat yang berkomunikasi dengan partai-partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bahwa sebagai pribadi-pribadi mereka mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf," kata Arsul.
Menurut Arsul beberapa nama dari Partai Demokrat yang menyatakan dukungan antara lain Tuan Guru Bajang, Deddy Mizwar dan Gubernur Papua Lukas Enembe.
Sebelumnya, Andi Arief menyinggung langkah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menggaet Deddy Mizwar jadi jubir timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Deddy merupakan kader Partai Demokrat dan punya posisi penting di DPD PD Jawa Barat.
"Saya tidak mengerti kenapa Ibu Megawati merestui Hasto yang rajin membajak kader Demokrat untuk gabung ke tim Jokowi. Apakah PDIP sudah sangat miskin kader berkualitas?" ujar Andi lewat Twitter, Kamis (30/08/2018).
Lewat cuitan di akun@AndiArief, Andi meminta Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri menertibkan Hasto karena disebut ingin merusak eksistensi Demokrat.
"Kami bukan hanya marah, tapi sudah taraf enek," kata Andi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar