Inilah Isi Ancaman Ma'ruf Amin Kepada Presiden Jokowi
tribun news
Aug 16, 2018 12:39 AM
TRIBUNNEWS.COM/SERAMBI INDONESIA
TRIBUN-TIMUR.COM -Kegeraman Mahfud MD soal penyebutan dirinya bukan kader NU semakin memuncak.
Hal itu turut ia sampaikan pada tayangan pada talkshow Indonesian Lawyers Club yang ditayangkan stasiun televisi TV One, Selasa (14/8/2018).
Kepada Karni Ilyas, pemandu acara tersebut, Mahfud justru mengungkap hal lain yang selama ini luput dari pemberitaan.
Mahfud mengungkap soal ancaman dari NU yang diucapkan oleh Ma'ruf Amin untuk Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi.
Sempat dibantah oleh Robikin Emhas, kader PBNU, Mahfud pun menceritakan secara jelas bahwa pernyataan tersebut memang benar adanya.
"Apa juga haknya, NU itu mengancam-ancam, kalau bukan kader NU, NU akan tidur, NU akan meninggalkan pemerintah. Pada hari Rabu sore jam 5, ada pernyataannya, Robikin, NU akan keluar, meninggalkan Jokowi kalau yang diangkat bukan kader NU sebagai Cawapres. Ributlah, dari seluruh Indonesia itu ribut kasih pernyataan (bantahan). Padahal pernyataan itu ada, Robikin yang menyatakan dan yang menyuruh itu Kiai Ma'ruf Amin," ujar Mahfud.
Mengenai informasi soal hal tersebut, Mahfud pun kembali menceritakannya.
Mahfud mengaku tahu informasi tersebut dari Muhaimin Iskandar ketua umum PKB.
Muhaimin pun nyatanya menceritakan secara jelas detik-detik saat Ma'ruf memberikan ancaman tersebut.
Meski awalnya Mahfud menolak untuk bertemu dengan Muhaimin Iskandar.
Namun siapa sangka, dari situlah Mahfud mengetahui dinamika politik yang sedang terjadi di sana.
Di awal pertemuan Mahfud dan Muhaimin, ia menyebut bahwa Ketua Umum PKB itu sempat memberikan klarifikasi bahwa bukan dirinya yang menyatakan Mahfud bukan kader NU.
"Muhaimin bilang 'Pak Mahfud, kita ini dipermainkan politik ya. Bukan saya lah yang bilang pak Mahfud bukan kader NU, iya tau itu anak buah Anda," kata Mahfud.
Maklum dengan hal itu, Mahfud pun akhirnya mendengarkan cerita bahwa ada ancaman dari NU lewat Ma'ruf untuk Jokowi.
Lewat Muhaimin, Mahfud pun menceritakan kembali kronologi sampai ancaman itu muncul.
"Saya tanya, gimana itu yang soal ancam-ancam (NU). Muhaimin jawab, oh itu yang nyuruh kiai Ma'ruf Amin," ucap Mahfud menirukan Muhaimin.
Lebih lanjut lagi, Mahfud pun mengungkap cerita selanjutnya.
Menurut pengakuan Muhaimin, pada hari Rabu, Ma'ruf, Aqil Sirad dan Muhaimin dipanggil presiden.
Namun saat pertemuan itu berlangsung, presiden nyatanya tidak menyebut nama (Bawapres) dan justru minta saran siapa cawapres (yang pas kepada mereka bertiga).
Karena ketiga tokoh tersebut dikumpulkan secara bersama-sama, mereka akhirnya menduga bahwa nama mereka bukanlah yang jadi Cawapres.
Karenanya, Muhaimin berujar bahwa ketiga tokoh yang diundang itu marah.
Kemarahan itu rupanya meluap hingga akhirnya Ma'ruf memberikan pernyataan yang membuat Muhaimin mengingatnya dengan jelas.
Yakni saat Ma'ruf secara jelas meminta NU (lewat Robikin) untuk memberikan ancaman kepada Jokowi.
"Kiai Ma'ruf menyatakan 'kalau begitu kita tidak bertanggung jawab secara moral atas pemerintahan ini kalau bukan kader NU yang diambil'. Ini kata Muhaimin. 'Robikin, bilang begitu ke pers nanti'. Datanglah Robikin, trus didikte kalimatnya sama Kiai Ma'ruf. Didikte memang," tutur Mahfud yang lagi-lagi menirukan Muhaimin.(*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar