Ali Mochtar Ngabalin Sebut Menteri dari PAN Sebagai Pengkhianat
tribun news
Jul 28, 2018 7:38 PM
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin (berdiri) dalam acara diskusi dan deklarasi politik di kawasan Matraman, Jakarta Timur, pada Sabtu (28/7/2018).
TENAGA Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin dalam sebuah acara diskusi dan deklarasi politik di kawasan Matraman Jakarta Timur pada Sabtu (28/7/2018) melempar sindiran kepada Partai Amanat Nasional (PAN).
"Saya berkali-kali bilang kepada teman-teman sekalian menjadi manusia tidak boleh menjadi penghianat, oke? Giliran kuenya mau tapi giliran disuruh berbicara tentang kepentingan negara tidak mau. Tarik itu menteri, keluar. Itu namanya penghianat. (Dari) Partai Amanat Nasional," kata Ali Mochtar Ngabalin yang diikuti tepuk tangan para peserta diskusi dan deklarasi.
Dalam perombakan kabinet jilid 2 yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, salah satu kader PAN yakni Asman Abnur diangkat menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) menggantikan Yuddy Chrisnandy.
Ia dengan suara lantang bertanggungjawab atas apa yang diucapkannya itu, termasuk menyebut menteri dari PAN sebagai seorang pengkhianat.
Ia tidak pernah takut apalagi gentar menghadapi siapa pun yang menyematkan sebutan pengkhianat kepada dirinya lantaran pernah melakukan manuver politik dengan berbalik mendukung Presiden Joko Widodo.
Disebutkannya, justru pengkhianat sebenarnya adalah seperti Menteri yang berasal dari PAN saat ini.
Ditegaskannya, dalam demokrasi setiap orang berhak menentukan pilihan politiknya.
Ali Mochtar Ngabalin diketahui pernah menjadi juru bicara tim pemenangan Prabowo-Hatta pada Pemilu 2014 yang lalu.
Namun pada tahun 2018, Ali Mochtar Ngabalin melakukan manuver politik dengan berbalik mendukung Presiden Joko Widodo dan menjadi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan.
"Saya tidak pernah takut, tidak pernah gentar menghadapimu dimana pun kamu berada, Partai Amanat Nasional. Tidak usah anda ragu kepada saya. Saya tidak pernah bercanda, saya tidak pernah membuat perjanjian dengan Prabowo Subianto. Saya tidak pernah makan serupiah pun, saya tidak pernah mengambil uang satu rupiah pun. Jadi, anda tidak perlu berbicara tentang pengkhianatan kepada saya," tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar