Selasa, 03 Juli 2018

Selisih Empat Persen Quick Count KPU, Sudah Sulit Terkejar'

Selisih Empat Persen Quick Count KPU, Sudah Sulit Terkejar'

republika

Jun 29, 2018 7:47 PM

Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil (kiri)-Uu Ruzhanul Ulum (kanan) menyampaikan visi dan misinya pada Debat Publik Putaran Kedua Pillgub Jabar 2018 di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (14/5).

Quick count menggunakan data dari TPS sedangkan real count menggunakan formulir C1

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Selisih suara antara paslon gubernur dan cawagub Jabar nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) dengan Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) versi KPUD Jabar adalah empat persen dengan suara masuk 91,27 persen. Dengan selisih angka tersebut, maka sulit untuk digugat. Syarat gugatan ke Mahkamah Konstitusi adalah 0,5 ke bawah dari total suara sah.  “Selisih empat persen itu menurut saya sulit terkejar oleh paslon lain,  posisi Rindu sudah aman. Dengan jumlah suara masuk di atas 91 persen, maka pemenang Pilgub Jabar 2018 sudah bisa disimpulkan,” kata Yogi Suprayogi Sugandi, pengamat kebijakan publik  Universitas Padjadjaran dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (29/6). 

Hasil quick count KPUD Jabar hingga siang (29/6) menempatkan paslon Rindu berada di posisi  nomor pertama  dengan perolehan suara 33,21 persen, diikuti Asyik  28,33 persen, 2D (Deddy- Dedi) 25,92, dan  Hasanah 12,5 persen.  “Jumlah suara quick count yang masuk hingga siang ini sudah sampai 91,27 persen. Jadi sulit terkejar. Meski demikian, sebaiknya kita tetap menunggu hasil penghitungan real count KPU yang hingga kini masih berlangsung,”  kata Yogi.   

Dia menjelaskan, bahwa  quick count menggunakan data dari TPS sedangkan real count  menggunakan formulir C1 atau manual, mungkin sekarang baru tahap kecamatan untuk penghitungan C1. Meski kemudian ada perbedaan antara quick count dan real count, menurut Yogi  tidak akan jauh. Karena quick count menjadi dasar untuk memprediksi hasil penghitungan suara secara cepat. Sejauh ini hasil quick dari beberapa lembaga survey kredibel tidak berbeda jauh degan KPUD. Kalau itu terjadi, maka dispute muncul mirip dengan proses penghitungan suara yang dilakukan oleh lembaga survey pada saat Pilpres 2014, Jokowi dan Prabowo. 

“JIka terjadi perbedaan, maka netralitas lembaga survey itu patut dipertanyakan,  kredibilitasnya bagaimana dan metodologinya seperti apa. Kalau mau fair-fair-an buka metodologinya,” ujarnya. Yogi mengingatkan kepada seluruh paslon dan simpatisannya untuk menunggu hasil keputusan real count KPU. Meski Rindu perolehan suaranya sudahdi posisi pertama saat ini, tim dan simpatisannya  tidak perlu terlalu dalam eforia kemenangan. Selain itu, tim juga juga  harus mengumpulkan kembali dan mengawal C1 di daerah. 

Terkait menang dan kalah dalam perhelatan demokrasi, Yogi  menyarakan kepada seluruh peserta Pilgub Jabar, timses dan simpatisannya  agar sama-sama menjaga kondusifitas yang sudah terbangun mulai dari masa penetapan paslon, kampanye, hingga proses penghitungan suara di KPUD. “Ini adalah sebuah pesta, semua harus bergembira, akna ada yang  menang dan kalah. Apapun hasilnya mari kita bangun Jabar bersama-sama,” ujarnya. 

Jika kemarin Kang Emil didatangi dan diberi ucapan selamat oleh para senior peserta Pilgub Jabar, menurut Yogi alangkah lebih baik, Kang Emil duluan sowan ke paslon lain  sebagai tanda silahturahmi dari yunior ke senior.   “Jika ini dilakukan,  ini menjadi budaya baru sekaligus juga mengedukasi masyarakat mengenai cara-cara berpolitik yang santun. Sekalian juga membalas kunjungan  para senior yang sudah meramaikan pesta demokrasi Jabar supaya tidak ada lagi  friksi. Saya yakin Kang Emil mau, karena Beliau politiknya politik santun,” ucap Yogi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar