NW Bersatu Dukung Jokowi
radarlombok.co.id
Jul 13, 2018 2:28 PM
Nahdlatul Wathan
MATARAM – Keputusan Gubernur NTB TGBKH M Zainul Majdi mendukung Joko Widodo pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 merubah peta politik nasional hingga lokal. Terutama di Provinsi NTB yang merupakan daerah kelahiran TGB.
Di NTB, kekuatan politik tidak lepas dari organisasi masyarakat (ormas) Nahdlatul Wathan (NW). Baik itu NW Pancor di bawah komando TGB maupun NW Anjani yang dipimpin Hj Sitti Raihanun. NW Anjani dan NW Pancor sudah cukup lama pecah. Mulai dari struktural, geografis hingga arah politik. “Insya Allah kami tetap membela dan mendukung Bapak Jokowi sebagai Presiden,” ujar Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Anjani, TGH Lalu Muhyi Abidin MA kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (12/7).
Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) kemarin, arah politik kedua ormas tersebut berseberangan. NW Anjani mendukung paslon HM Ali Bin Dachlan dan TGH Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni (Ali-Sakti) untuk pilgub NTB dan paslon H Haerul Warisin dan H Machsun Ridwainy (Harum) pada pilbup Lombok Timur. Sedangkan NW Pancor mendukung paslon H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) untuk pilgub dan HM Syamsul Luthfi dan H Najamudin Mustafa (Fiddin) untuk pilbup.
Kesamaan arah dukungan politik kedua kubu tersebut terakhir kalinya dalam pilkada Lombok Tengah tahun 2010. Bahkan, saat itu banyak pihak memprediksi akan menjadi titik awal bersatunya NW. Namun pada realitasnya, islah tidak juga terjadi pascakekalahan dalam TGH Lalu Gede Sakti dan Elyas Munir (Salam) dalam pilkada waktu itu. “Dulu saat pilpres, kita NW Anjani punya kedekatan dengan pak Jusuf Kalla. Makanya kami dukung Jokowi-JK,” kata Muhyi Abidin.
Pria yang duduk sebagai anggota DPRD Provinsi NTB ini memandang NW Anjani saat ini tidak hanya dekat dengan JK saja. Namun telah menjadi sahabat Jokowi. “Saat ini kan kami juga dekat dengan Jokowi, sudah beberapa kali kami ke istana dan Bapak Jokowi ke Anjani,” sebutnya.
Berbeda halnya dengan NW Pancor yang mendukung Prabowo-Hatta pada pilpres 2014 lalu. Namun untuk pilpres 2019 mendatang, Ketum PBNW Pancor TGBKH M Zainul Majdi telah memastikan diri mendukung Jokowi. “Kami akan tetap dukung Jokowi apapun keadaan beliau. Siapapun yang dipilih jadi wakil beliau, termasuk jika TGB,” kata Muhyi.
Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini tidak mempermasalahkan arah dukungan TGByang juga ikut mendukung Jokowi. Apalagi sebenarnya, sejak tahun lalu TGB sudah menyatakan kesepakatannya mendukung Jokowi. Dituturkan, pada saat Jokowi mengunjungi NW Anjani tahun lalu, hadir juga TGB selaku Gubernur NTB. “Saya selaku jubir ungkapkan bahwa NW Anjani akan tetap dukung Jokowi jadi presiden berikutnya. Beliau (Bapak Zainul Majdi) setuju sebagaimana apa yang kita sepakati. Itu ungkapan beliau, jadi mengatakan ikut sebagaimana apa yang diungkapkan NW Anjani. Tapi tidak dipublikasikan saat itu karena kita di ruangan khusus. Kalau sekarang beliau mengatakan mendukung Jokowi, ya wajar-wajar saja menurut saya,” terangnya.
Bagi tokoh yang pernah menjadi anggota DPD RI ini, keputusan politik yang sama antara NW Anjani dengan TGB bukanlah peristiwa biasa. “Ini mungkin petunjuk Allah, untuk saat ini kita sama-sama dalam satu hal. Satu pilihan politik ini, jika disebut hikmah maka hikmah itu dari Tuhan. Masya Allah, tabarakallah,” kata Muhyi.
Oleh karena itu, NW Anjani siap bekerja sama dengan NW Pancor untuk memenangkan Jokowi pada pilpres mendatang. Muhyi bersama seluruh keluarga besar NW Anjani akan berjuang bersama NW Pancor jika memang mendukung Jokowi. “Kalau sudah berkomitmen, maka harus diperjuangkan. Kita akan sama-sama berjuang, insya Allah. Kan tidak tabu berjuang bersama-sama,” tegasnya.
Muhyi sendiri, tidak mempersoalkan siapapun nantinya pendamping Jokowi. Namun, dirinya akan lebih lantang bersuara ketika Jokowi mengambil Muhaimin Iskandar yang merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mengingat, Muhyi tercatat sebagai wakil rakyat dari PKB.
Menurut Muhyi, Muhaimin sangat ideal untuk mendampingi Jokowi. Muhaimin merupakan tokoh NU dan saat ini juga Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PMII se-Indonesia. “Muhaimin walau gak disebut namanya, beliau punya peluang besar untuk dampingi Jokowi. Karena politik itu bisa berubah-ubah, menit demi menit sangat dinamis. Sehingga keputusan politik itu sesuai dengan kebutuhan. Arah politik boleh berubah-ubah, tapi kebutuhan tetap. Kepentingannya tetap untuk capai tujuan politik,” tandas Muhyi.
Sebelumnya, Ketua Dewan Mustasyar PBNW Anjani, TGH Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni menegaskan, pihaknya mendukung Jokowi dalam pilpres 2019 mendatang. Banyak faktor warga NW menjatuhkan pilihan untuk tetap mendukung Jokowi. Beberapa alasannya yaitu kesederhanaan Jokowi, kepedulian terhadap rakyat kecil, tidak suka diskriminasi dan lain sebagainya. Jokowi juga dinilai peduli dan melakukan pemerataan pembangunan di seluruh nusantara. “Dari dulu sampai sekarang, warga NW tetap mendukung dan memilih Jokowi. Apalagi, dia satu-satunya presiden yang menganugerahkan gelar pahlawan nasional pada Maulana Syaikh,” tegas Gede Sakti.
Terpisah, Ketua Umum PBNW Pancor, TGBKH M Zainul Majdi menegaskan, dirinya telah mendukung Jokowi untuk Pilpres 2019. TGB siap menghadapi semua konsekuensi dari keputusan politiknya tersebut. TGB juga tentu saja akan menyukseskan Jokowi menjadi presiden. Termasuk membawa semua gerbongnya untuk mendukung Jokowi. Meskipun saat ini, keputusan politiknya masih bersifat pribadi. “Ini masih sikap pribadi saya. Kalau sikap NW, belum saya bicarakan dengan Dewan Muhtasyar,” ucapnya.
Rekam jejak selama ini, NW Pancor berkiblat pada TGB. Apapun keputusan TGB, sudah pasti akan diikuti oleh seluruh keluarga besar NW Pancor secara struktural maupun kultural. (zwr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar