Jumat, 13 Juli 2018

Habis Disemprot Susi Pudjiastuti, Fahri Hamzah Twit Ngalor Ngidul Berujung Bullying

Habis Disemprot Susi Pudjiastuti, Fahri Hamzah Twit Ngalor Ngidul Berujung Bullying

tribun news

Jul 13, 2018 9:34 PM

twitwar @susipudjiastuti vs @fahrihamzah 

FAHRI Hamzah disemprot Menteri Susi Pudjiastuti akibat dianggap salah berkomentar lantaran membaca komentar Susi secara sepotong-sepotong di sebuah media.

Susi menyemprot Fahri usai berkomentar di twitter terkait pemberitaan di media Antara berjudul 'Menteri Susi tegaskan pemberantasan pencurian ikan baru langkah awal'.

Fahri mempertanyakan mengapa kinerja selama 5 tahun baru menjadi langkah awal. 

Seperti inilah twit @fahrihamzah yang bikin disemprot 'Dikasi waktu 5 tahun dijadikan langkah awal...seharusnya 5 tahun dipakai selesaikan kerjaan. Baru bertanggungjawab atas amanah namanya...kalau 5 tahun lagi kan beum tentu terpilih...'

Susi @susipudjiastuti menyemprot @fahrihamzah dengan menulis '@Fahrihamzah Sebaiknya baca seluruh statemen saya. Jangan dipotong separuh separuh. Akhirnya seolah seperti yg anda pikir. Naif !!!'

Usai disemprot @susipudjiastuti, @fahrihamzah lalu men-twit ngalor ngidul yang membuat dirinya justru tambah dicemooh warga twitterland.

Inilah twit ngalor ngidul @fahrihamzah :

@fahrihamzah :' Saya komentari setelah baca bu. Kalau saya komentari lebih jauh salahnya tambah banyak nanti..'.

@fahrihamzah :Ibu Susi yth, Negara ini besar Perlu pikiran besar. Tapi bangsa ini juga punya kultur, sering terpukau sama orang terkenal. Itulah yang saya lihat sehingga kesalahan ibu Gak ada yg berani cegah. Ketemu lagi presiden yang Gak paham persoalan. Sempurna!

@fahrihamzah :Di tambah lagi, gaya jenggo ibu Susi memang langka (saya dalam banyak hal setuju). Tetapi, kita tetap harus benar, tidak melanggar hukum dan terbuka menerima kritik dan saran. Saya ingin menyampaikan masukan kepada ibu di luar puja puji asal ibu senang.

@fahri hamzah : Ada anak muda dari kampung saya, aktifis nelayan namanya Rusdianto. Kami orang sumbawa tinggal di pesisir jadi kami tahu keadaan nelayan. Rusdianto mengkritik ibu Susi yg merugikan. Eka yan lalu dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Itu tidak baik. Dia nelayan.

@fahrihamzah : Saya sekarang ingin memperdengarkan suara nelayan kepada ibu. Nelayan tambah susah bu, hidup makin sengsara, melaut lebih susah dan mereka menangis. Lalu dengan segenap popularitas itu ibu berjuang untuk siapa? Rusdi bukan siapa2 bu, dia nelayan kecil.

@fahrihamzah : Tapi, gebrakan ibu tentu bikin heboh. Banyak orang terkesima. “Tenggelamkan!” Itu adalah sempurna memenuhi hasrat untuk mengukur kinerja dengan hancurkan! dan habisi! Tangkap! Dan bakar! Dan ibu dipuji termasuk oleh presiden yang gembira menyaksikan itu dengan kasat mata.

@fahrihamzah : Pertama, kesalahan ibu adalah bikin nelayan sengsara. Padahal. Tugas ibu nomor 1 di posisi itu bukan yang lainnya tetapi bikin nelayan hidup bahagia. Ibu boleh punya alasan konservasi, dll sampai ibu dipuji dunia. Seperti sudah ibu nikmati. Hebatlah.

@fahrihamzah : Tetapi ibu perlu tau. Karena kaum kapitalis global maunya kita membersihkan laut kita dengan membatasi rakyat kita sendiri setelah mereka kotori laut kita berabad-abad. Mereka tidak peduli rakyat nelayan tambah miskin. Kemiskinan hanya statistik!

@fahrihamzah : Kedua, tugas ibu bukan menegakkan hukum. Saya sudah baca UU yang sekarang ibu mau ubah. Memang Gak ada dan tidak boleh. Konsep poros maritim itu bukan menyulap menteri kelautan menjadi penegak hukum. Kenapa ibu mengambil pekerjaan polisi dan tentara?

@fahrihamzah : Suatu hari, di istana, saya berbincang dengan ibu dan mengeluhkan para beking pencuri ikan. Orang2 yang ibu sebut termasuk yang dekat dengan pejabat di sekitar rapat kabinet. Ya itulah persoalannya. Pencuri itu ada bekingnya. Dan pejabatnya masih aktif.

@fahrihamzah : Soal keberanian saya anggap ibu Ok punya lah. Tapi ini soal kemiskinan rakyat yang ada dalam kenyataan dan dalam statistik. Ibu ingin konservasi ikan, lalu syarat bagi rakyat untuk menangkap dipersulit padahal rakyat cuman bisa itu karena berabad-abad hidup di situ.

@fahrihamzah : Kalau ikan hanya ditangkap oleh industri besar terus rakyat kecil dilarang menangkap lalu untuk siapa ibu jadi menteri? Sementara ekspor laut kita juga Turun dan rakyat menangis akibat aparat yang menangkapnya padahal turun temurun sudah begitu.

@fahrihamzah : Entahlah, tapi saya pernah bersinggungan sebentar di KKP sebagai konsultan dan mengerti bahwa nelayan kita Perlu pembela. Pesisir laut Indonesia dari dulu adakah kantong kemiskinan. Sekarang juga adalah kantong sampah. Hidup tambah susah dan tidak ada yang membela.

@fahrihamzah : Entahlah, tapi saya pernah bersinggungan sebentar di KKP sebagai konsultan dan mengerti bahwa nelayan kita Perlu pembela. Pesisir laut Indonesia dari dulu adakah kantong kemiskinan. Sekarang juga adalah kantong sampah. Hidup tambah susah dan tidak ada yang membela.

@fahrihamzah : Teori ibu tentang bertambahnya jumlah ikan setelah pertunjukan “ngebom” itu bohong. Gak usah hitung kepala ikan dilaut yang luasnya 75% bumi dan 75% nusantara. Hitung jumlah kepala orang miskin aja kita Gak sanggup. Poros maritim jokowi jadi Gak jelas. Di laut kita binasa.

@fahrihamzah : Maaf bU Susi, Saya juga seperti ibu Gak suka basa basi. Banyak yang saya mengerti sebagai anak pesisir tapi ibu lebih tahu. Hanya kita beda tugas dan beda posisi, tugas ibu eksekutif dan tugas saya legislatif. Percakapan ini anggaplah sebuah kopi siang. Tks. @susipudjiastuti.

Tapi usai twit ngalor ngidul itu, @fahrihamzah justru dicemooh warga twitterland tanpa ampun.

Warganet mempertanyakan soal apakah @fahrihamzah memiliki data akurat bahwa nelayan di Indonesia semakin sulit di era menteri Susi Pudjiastuti.

@HAPOSANM menanggapi dengan keras'@Fahrihamzah '@susipudjiastuti Fahri, utk sekedar memberi masukan dan kritik saja, menurut saya anda naif dan tdk cerdas.'

@widanpink menulis '@Fahrihamzah Yth bapak fahri yg notabenya sebagai wakil saya, saya sebagai rakyat ingin bapak bekerja secara maksimal jangan cuma twitteran aja sambil nyinyir. Iya tahu tugasnya legislatif itu mengkontrol pemerintah tapi ya mbok nyinyirnya yg sejuk gitu. Rakyat gabisa itu diginiin'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar