Surat terbuka dr bpk Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Kemartiman).👇🏽👇🏽
YTH BP. AMIN RAIS & BP. PRABOWO SUBIANTO.
Hal : Kegaduhan Murahan.
Assalamu'alaikum Wr Wb
Selamat datang lagi ke tanah air setelah Bapak berdua umroh sekaligus sowan ke orang yg menghina PANCASILA sekaligus buron karena beberapa kasus hukum yg tidak dihadapinya, dan itu menandakan dia pengecut.
Bapak berdua yg saya hormati, akhir2 ini situasi politik kita memanas, menjelang pileg dan pilpres seolah Indonesia diambang kehancuran. Bermula dari pidato fiksi Bp. Prabowo yg mengatakan 2030 Indonesia bubar dan ditambah cuitan Pak Amin yg terus mengumbar kontroversi dan cenderung tanpa data dan bukti, yg ada malah mengandung fitnah dan provokasi. Seperti sertifikat tanah yg bpk sebut pengibulan, padahal bapak yg ngibul katanya mau jalan kaki dari Solo ke Jkt, tak jg terlaksana.
Kehadiran Pak Amin pd beberapa kali event demo sdh mendown grade bapak dari seorang profesor menjadi seperti orang bocor. Orasi tanpa nutrisi, yg keluar rasa benci kepada Jokowi. Tapi biasanya bapak tak lama kemudian minta mau ketemu Jokowi. Kami bingung bapak kok jadi plin plan tidak punya pendirian. Kalau sudah benci ya benci saja ngapain pula merayu minta ketemu, jadi lucu.
Bapak berdua sowan ke Rizieq, orang yg diagungkan oleh kelompok pengolok olok apa saja yg tidak sama dgn pikiran mereka, bahkan ulama diluar garis mereka dianggap tercela. Bapak berdua harusnya punya selera agak tinggilah, masak kelas pahlawan reformasi ( walau menurut Adian Napitupulu Bpk penumpang gelap ), dan Pak Prabowo mantan jendral walau berhentinya kurang pas, namun tetap bekas jendral. Apa yg ada dipikiran Bpk berdua saat sowan ke orang pelarian, apalagi kalau bicara rencana utk Indonesia, Pancasila saja dia maki maki, dan malah mau diganti kok malah Bpk berdua sbg garda bangsa cium tangan kepadanya, gak salah ni pak, jangan jangan bapak berdua lupa manusia itu musuh negara, apa kami harus menilai bhw bapak berdua sama saja kualitasnya.
Dalam 7 hari bekangan ini saya dapat beberapa postingan bhw Pak Amin, mengundang Pak PRESIDEN kerumah bapak. Bahkan sampai putri bapak menimpali dgn kalimat tak senonoh kepada seorang presiden, komentar teman saya; siapa dulu dong bapaknya. Saya mau nanya, apa bapak sadar setelah Pak Presiden bapak kata katai, ( sy sengaja menulis presiden krn sy takut bpk lupa, JOKOWI ITU PRESIDEN RI ) diundang pakai twitter dan mulut lancang seorang putri yg pongah ikut menimpali karena mendudukkan dirinya terlalu tinggi, dua anak bapak selalu viral krn ngomongnya ngawur persis bapak.
Kengawuran sebagai lebel bapak saat ini bapak perkuat lagi hari ini. Saya dapat dua postingan dimana pd panggung terbuka bapak mengatakan Pak Jokowi membuat kerusakan. Dan postingan yg lain NKRI bisa hilang kalau Jokowi terpilih lagi. Sikap bapak akhir akhir ini seperti dua kepribadian. Kadang mau ketemu dan mengundang Jokowi, gak lama bapak mencaci maki, apa karena emosi atau lupa diri saya tak ngerti lagi.
Bapak berdua seperti sedang memandang fatamorgana seolah kursi presiden ada di depan mata. Akibatnya jadi gelap mata dan menutup telinga bahwa mendekati akhir masa jabatannya Pak Jokowi makin gila kerja, sementara kalian cuma gila bicara, rekayasa dan mencela. Rakyat sekarang tidak lagi kuper pak. Bapak teriak Pak Jokowi gagal, sementara mereka sdg dijalan tol tanpa bayar mudik menikmati hasil pembangunan Pak Jokowi. Dalam hati mereka menilai, ini yg kerja siapa, yg gila siapa. Jadi orang yg berteriak mengatakan pembangunan tak ada, hampir pasti dia gila.
Pak Amin mau mengusung Pak Prabowo, Pak Prabowo minta diusung koalisi yg sehati. Semua sah dan fine fine saja, cuma caranya jangan maksa. Sampai ada yg mengolok ADA ORANG GILA MEMAKSA MAU BERKUASA, bapak berdua jadi tercela. Berjuanglah dengan elegan, kalah menang ya diterima kalau bapak memang masih cinta Indonesia, bukan pura pura, kelihatan kalau kalah marah. Hampir 5 thn bapak marah terus, di DPR dan MPR anak buah bapak juga terus marah, apa tidak capek. Sementara Pak Jokowi kerja kerja dan bapak dicueki, yang rugi bapak sendiri.
Ini saya kasi bocoran ya pak, survai terakhir dan valid semalam, suara Pak Jokowi sudah mengungguli Pak Prabowo di basis lumbung suara 2014. Artinya bapak teriak Jokowi gagal, rakyat merasakan faktanya. Bapak lupa ini zaman digital nano frekwensi bukan kadal gigit besi. Jadi hello.. kalau ngarang harus cadas kalau tidak kita bisa kena stigma tak cerdas.
Demikian sekedar masukan, oh titip salam buat rekan rekan Gerindra, PKS dan sejenisnya. Kalau mudik lebaran selfienya pakai back ground gunung dan langit saja ya. Karena jalan tol, jembatan, waduk, dst adalah hasil kerja Jokowi, malu kalau sudah maki maki Jokowi eh selfie didepan hasil karyanya. Marah boleh saja, tapi malunya sepanjang masa.
Selamat mudik JANGAN GANTI LEBARAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar