Senin, 04 Juni 2018

Karena Off Side Sekber Koalisi Gerindra Terancam Bubar ! PAN & PKS Tarik Dukungan !!!

Karena Off Side Sekber Koalisi Gerindra Terancam Bubar ! PAN & PKS Tarik Dukungan !!!

seword.com

Jun 3, 2018 9:25 PM

Orang yang hatinya lurus, tidak pernah melawan walau ditekan, dan tidak membalas walau diserang, bekerja baik tapi disangkal dan malah dijatuhkan, Selalu bersabar dan terus bekerja, akhirnya Tuhan yang turun tangan untuk menghadapi pihak-pihak yang mengganggu si orang baik ini.

Kesalahan demi kesalahan, kekacauan demi kekacauan, sedikit demi sedikit mulai terlihat nyata.

Mari kita hitung berapa isu yang sudah mereka goreng untuk dijual ke khalayak ramai.... banyuaaaaak !!! Mulai dari menagih janji kampanye Jokowi yang dijajarkan ke bawah sampai mencapai 66 janji !!! tapi terpatahkan karena di youtube bisa ditemukan video dimana stasiun-stasiun televisi menayangan JANJI KAMPANYE RESMI PASANGAN JOKOWI-JK yang isinya hanya 9 DAN INI BUKAN NAWACITA walaupun isinya sama-sama 9 butir (video bisa dilihat disini : (https://www.youtube.com/watch?v=m6nbyjpMrzE) ).

Dan isu terakhir yang mereka goreng adalah tentang gaji Badan Pembina Ideologi Pancasila yang katanya dahsyat. Padahal sejumlah Rp 100 juta itu adalah jumlah take home pay karena jumlah yang disebut gaji itu hanya Rp 5 juta saja. Kerennya, isu yang mereka goreng ini menabrak korban yang salah, yaitu Prof. Mahfud MD. Ibarat motor matic yang melaju kencang menabrak buldozer yang sedang parkir, ya langsung hancur berantakan. Ha ha ha.....

Satu kejadian demi satu kejadian mulai bermunculan yang mengakibatkan elektabilitas jagoan lawan rontok perlahan. Sampai-sampai Mbah Tua mulai menawarkan undangan pada Presiden kita untuk bertandang ke rumahnya di Yogyakarta. Hhmm.... dia sebenarnya sudah kehabisan gaya.

Anyway.... as you know....

Kalau ada orang yang sadar bahwa dirinya sedang dilanda stress, atau kepanikan yang akut, biasanya jalan terbaik yang mereka lakukan adalah berdo'a, mendekatkan diri pada Sang Maha Kuasa. Dan saya dengar, sekarang ini para petinggi pihak oposisi sedang melakukan Umrah ke Mekkah (harus ditulis umrahnya ke Mekkah dan bukan ke kota lain atau tempat lain) untuk beribadah ramai-ramai.

Saya salut dengan keimanan dan taqwa mereka, sampai-sampai meeting dan rapat tentang politik di Indonesia harus dilakukan ditanah suci Mekkah !!!! Mungkin harapannya agar mendapatkan berkah yang berlimpah.... Amin. Kita aminkan saja.... tidak salah kan???

Tapi tangan Tuhan tetap bekerja menjaga manusia yang benar tapi teraniaya....

Sekretariat Bersama yang diinisiatifi oleh Partai Gerindra dimana Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera termasuk menjadi bagian dari Sekber Koalisi Gerindra terancam bubar !!!

Sejak diresmikan bulan April lalu, penampakan Sekber Gerindra ini adalah terpampangnya foto Logo Partai Gerindra, PAN dan PKS di depan rumah yang beralamat di Jalan Amir Hamzah Menteng, Jakarta Pusat. Wajah Ketua Umum Partai Gerindra pun cukup mendominasi di Sekber ini. Berbeda saat diresmikan, logo Partai Bulan Bintang kini malah hilang.

Lucunya, kehadiran Sekber ini malah membuat PAN terkejut. Pasalnya PAN ini belum memutuskan akan berkubu kemana. Bahkan di dalam internal Partai Gerindra sendiripun demikian. Sekber bentukan ketua DPD Gerindra M. Taufik itu ternyata belum seluruhnya disepakati oleh Gerindra. Alamaaaaaak.....

Andre Rosiade selaku juru bicara Sekber mengklaim bahwa ketiga partai sudah mengirimkan nama-nama kadernya untuk duduk di Sekber ini. Namun, pernyataan ini dibantah oleh FAldo Maldidi, wasekjen PAN, dengan alasan bahwa semua kader PAN saat ini sedang terfokus untuk merapatkan barisan menjaring pikiran rakyat untuk diperjuangkan, dibanding main sekber-sekberan.

Sementara Suhud Alynudin, Direktur Pencapresan Tim Pemenangan Pemilu Pusat PKS, mengatakan bahwa partainya tidak ingin mendahului takdir, mengingat masih terbuka peluang perubahan konstelasi politik hingga pendaftaran capres-cawapres bulan Agustus nanti.

Dua bulan menuju pendaftaran Pilpres, Prabowo dan Partai Gerindra-nya masih belum bisa duduk manis. Pasalnya, sampai hari ini, belum ada satupun partai politik diluar Gerindra yang menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai calon Presiden mereka. Partai Gerindra semula sempat mengandalkan PKS, namun terakhir ini hubungan keduanya tampak terlihat merenggang.

Pemicunya tak lain karena munculnya peluang Partai Demokrat untuk ikut bergabung ke barisan Prabowo dengan syarat calon wakil presiden harus dari kader Demokrat.

Kita tahu dari sejak dulu bahwa PKS begitu berambisi untk mendapatkan kursi cawapres dengan selalu menyebut-nyebut bahwa mereka memiliki 9 nama sebagai calon wakil yang akan mendampingi Prabowo di Pilpres 2019 nanti. Walaupun kader PKS selalu mengklaim bahwa mereka sudah bulat untuk mengakui apa yang menjadi agenda Gerindra adalah juga menjadi agendra PKS. Tapi saya tidak yakin kalau PKS akan tetap setia dengan Gerindra jika pada akhirnya Prabowo memilih kader Demokrat yang akan berdiri mendampinginya.

Ini memang sulit bagi Gerindra. Di satu sisi PKS dukungan selama ini memang terbukti nyata namun kursi Demokrat jauh lebih banyak dipanding PKS. Demokrat memiliki 110.19% sementara PKS hanya 6.79%.

Gerindra ibarat seorang laki-laki yang sedang dihadapkan pada pilihan 2 wanita untuk dipinang menjadi istri. Yang satu cantik tapi malas (Demokrat), yang lain tidak terlalu cantik tapi rajin (PKS). Sementara PAN hanya berlaku sebagai wali dalam pernikahan.

Jika Prabowo salah menentukan langkah politiknya, bisa-bisa kata bubar yang dia tujukan pada negara Indonesia, akhirnya terjadi duluan pada koalisi dia.

Kasihan juga ya.... cuma gara-gara sekber-sekberan akhrinya koalisi 3 partai ini bubar !!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar