Manuver Jokowi Berhasil Rebut Dukungan Alumni 212 ? Begini Kata Partai Gerindra dan PKS
owl.opera.com
May 4, 2018 10:00 AM

Sumber Ilustrasi : Waspada.co.id / Logo Partai Gerindra dan Partai PKS
Seperti yang di lansir dari CNN Indonesia 25/04/2018, Pasca Pertemuan Ulama 212 di camp Presiden Jokowi, muncul berbagai pandangan yang menganggap bahwa pertemuan ini merupakan bentuk manuver Presiden Jokowi untuk merebut hati kelompok 212.
Kendati belum bisa terlihat jelas adanya pengalihan dukungan, namun bibit perpecahan di kubu 212, yakni Partai Gerindra dan Partai PKS merasa tetap optimis dukungan kelompok ini akan tetap konsisten kepada mereka.

Sumber Ilustrasi via https://m.youtube.com/watch?v=SbVwIV-dDr0 / Akhirnya Pemimpin 212, Ucapkan selamat tinggal Gerindra, PKS, PAN pada tahun 2019 / Radio Sindiran Sindirun Show
Pertemuan Presiden Jokowi dengan para alumni 212 dianggap sebagai salah satu pihak manuver Jokowi untuk merebut hati sebagai kelompok Muslim yang selama ini di kenal sebagai penentang kuat Pak Jokowi. Kendati membantah adanya pembicaraan politik, pertemuan ini memang menimbulkan kesan politik yang tajam.

Sumber : https://youtu.be/JG3ykxDOvRQ ( TN Double News / klarifikasi mengenai pertemuan yang di adakan dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor (25/04/2018)
Nah, kemarin dalam pertemuan itu kita sampaikan fakta - fakta kriminalisasi itu ada ya, sampai di situ aja, kita tidak tahu yang buat kebijakan itu siapa ? Yang pasti kita minta kepada Presiden agar kebijakan - kebijakan kriminalisasi itu di hentikan. Tidak berbicara tentang dukung mendukung tentang perpolitikan dalam hal ini.
Pasca pertemuan Pak Presiden Jokowi dengan Ulama 212, belum terlihat ada nya dukungan pengalihan politik kepada Jokowi, namun bibit perpecahan mulai muncul. Pengacara Riziq Shihab yang juga salah satu Pembina PA 212, Kapita Ampera menyesalkan sikap persaudaraan alumni 212 yang di nilai terlalu emosional dalam merespon terkuaknya pertemuan dengan Presiden Jokowi.
Meskipun bibit perpecahan mulai tampak, 2 Partai yang selama ini di kenal dekat dengan kelompok 212, Partai Gerindra dan Partai PKS merasa percaya diri bahwa dukungan 212 tidak akan berpindah ke Jokowi pasca pertemuan di Istana Bogor.
Berikut dari Perkataan Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon yang menanggapi isu tersebut.
"Nah, saya gak tahu ya, Itu mungkin. Nama nya juga usahakan, untuk mendapatkan dukungan dari mana - mana, tapi ya mungkin sih sedikit terlambat. Harus nya dari dulu - dulu dong gitu ya. Jangan mau pemilu baru kemudian mendekati dan kemudian berusaha untuk menjatuhkan", tutur Fadli Zon ketika di wawancarai.

Sumber Ilustrasi via https://youtu.be/JG3ykxDOvRQ / Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera
Begitupun ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera seperti yang di kutip dari Koran Tempo, Beliau menghimbau kelompok 212 tidak boleh pudar dan terpengaruh oleh manuver kubu Jokowi untuk kepentingan politik sesaat. Mardani juga meminta agar Ulama Alumni 212 tidak mudah di manfaatkan.
Sumber : dokumen pribadi, youtube.com, cnnindonesia.com,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar