Rico Afrido Simanjuntak
Jum'at, 16 Maret 2018 - 16:59 WIB
Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila, Mahfud MD. Foto/Dok/SINDOnews
halaman ke-1 dari 2
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Terkait
Pengamat: Rapimnas Perindo Momen Teguhkan Dukungan ke Jokowi
Gerindra: Bangsa Ini Punya Banyak Masalah
Didukung Petani dan Buruh, Cak Imin Pede Maju Pilpres
Gerindra Siap Cetak Juru Bicara Partai di Tingkat Daerah
Luhut Cari Dosa Amien, Gerindra: Jangan Sibuk Cari Kesalahan Pengkritik
Jokowi Dinilai Butuh Cawapres yang Bisa Jaga Elektabilitas
Lemkapi: Jangan Seret Nama Kapolri ke Bursa Cawapres
Topik Terkait :
partai gerindra pilpres 2019
Berita Lainnya
Pengamat: Balas Kritikan dengan Kinerja, Tak Perlu Reaktif
DPR Minta Korsel Terapkan Bebas Visa bagi WNI
Panglima TNI Larang Junior Bantu Senior yang Maju Pilkada
Pengamat: Rapimnas Perindo Momen Teguhkan Dukungan ke Jokowi
Diancam Dicari Dosanya, Amien Rais Santai dan Tetap Puasa Daud
berita lainnya
Rekomendasi
Whyte Ingin Balas Kekalahan dari Anthony Joshua
Sports
Soekarwo: Pilkada Jatim Aman Harga Mati
Daerah
Berikan Efek Jera, Sandi Minta Aktor Sampah Kulit Kabel Dipenjara
Metronews
Kembali ke Markas Tottenham, Paulinho Disambut Fans Spurs
Soccer
Blusukan, Khofifah Selalu Ditemani Relawan Jokowi
Daerah
Usai Diboikot Bonek, Begini Terobosan Baru Harga Tiket Persebaya
Soccer
Video Temuan Bangkai Hewan Raksasa, Diduga Kuat Loch Ness
Autotekno
Home
Nasional
Metronews
Daerah
Ekonomi Bisnis
International Sports
Soccer
Autotekno
Lifestyle
Photo
Video
Copyright © 2018 SINDOnews.com, All Rights Reserved
newsread/ rendering in 0.0270 seconds (12) JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD merupakan salah satu dari belasan tokoh yang dipertimbangkan Partai Gerindra untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Terkait hal itu, Mahfud MD belum ingin menanggapinya.
Kendati demikian, dia tidak mempersoalkan hal tersebut. Karena, lanjut dia, pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan partai politik. "Oleh sebab itu, kalau saya tidak bisa, tidak mau mengatakan bersedia atau tidak, tetapi pada dasarnya berkali-kali sudah saya katakan, saya tidak ingin aktif menanggapi itu, tidak juga tidak apa apa," kata Mahfud MD dihubungi wartawan, Jumat (16/3/2018).
Namun, Mahfud berjanji bersedia diajak diskusi jika dirinya sudah fix ditunjuk partai politik untuk maju di Pilpres mendatang. "Tetapi saya menghormati sepenuhnya dua hal," kata pakar hukum tata negara ini.
Pertama, kata Mahfud MD, pasangan calon presiden dan wakil presiden diajukan partai politik (Parpol) atau gabungan Parpol yang sudah mengantongi syarat Presidential Threshold, yakni 20 persen kursi DPR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar