Senin, 05 Maret 2018

Diam – Diam, Surya Paloh Ternyata Ingin SYL Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

pojok satu

Mar 4, 2018 12:28 PM

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat diskusi akhir tahun Fajar Group di Pena Hall, lantai 1 Graha Pena, Senin (11/12/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh diam – diam ternyata menginginkan calon wakil (cawapres) yang akan mendampingi Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berasal dari luar Pulau Jawa.

Bahkan, mantan Elit Golkar Ini tak segan segan menyebut nama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo untuk diusung sebagai Cawapres mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Surya Paloh menegaskan, jika SYL punya potensi besar untuk jadi cawapres.

“Ya bisa aja, nanti kita tanya lagi,” ungkap Surya Paloh kepada wartawan di Jakarta, Kamis (1/3/2018) kemarin.

Surya Paloh akan berkonsultasi terlebih dulu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mencari sosok cawapres dari Sulsel. “Kalau sekarang belum. Nanti kita tanya sama JK (Jusuf Kalla) dulu, ada enggak potensi kita di Sulawesi Selatan,” katanya.

Meski begitu, Surya Paloh tidak menampik peluang Syahrul di Pilpres 2019 mendatang. “Nah kan kita tanya dulu, kalau memang yang lain-lain juga di bawah kapasitas Syahrul, kan lebih bagus Syahrul. Kemungkinan itu bisa aja,” katanya.

Kendati demikian, dia menyerahkan keputusan calon wakil presiden kepada Joko Widodo. “NasDem sudah pilih capres, yaitu Pak Jokowi. Kita nanti akan tanya Pak Jokowi siapa yang cocok jadi wakil beliau,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Nasdem Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, Partai NasDem hingga saat ini juga belum membahas cawapres yang akan mendampingi Jokowi. ”Partai NasDem menunggu waktu tepat untuk membicarakan soal ini. Dalam hal ini, kami tentu akan menunggu PDIP untuk duduk bersama,” kata dia.

Menurut dia, pihaknya akan duduk bersama partai koalisi untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan untuk kemenangan rakyat Indonesia. “Jadi enggak boleh ada yang menang-menangan karena untuk kemenangan rakyat Indonesia. Karena itu, (cawapres) akan kita lakukan dengan musyawarah mufakat lah,” kata dia.

Ditanya siapa kandidat yang berpeluang, dia enegaskan belum ada pembicaraan di internal Partai NasDem. Yang jelas, kata dia, cawapres itu nanti harus membantu menaikan elektabilitas Jokowi, bukan justru yang membebani.

(ins/pojoksulsel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar