[6/20, 7:42 PM] Bibit Samad Riyanto 2 Tlp: 357 Guru Besar dukung KPK: Tolak Hak Angket KPK
PERNYATAAN GURU BESAR ANTIKORUPSI
KAMI ANTIKORUPSI,
KAMI DUKUNG KPK
Kami – Guru Besar dari sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia – menyatakan keprihatianan terhadap segala upaya yang dapat melemahkan atau mengganggu eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kami menghimbau kepada Presiden Joko Widodo, Pimpinan Partai Politik dan Pimpinan DPR/ MPR RI untuk tetap menjadi bagian penting bagi upaya pemberantasan korupsi dan mendukung langkah KPK memerangi korupsi. Presiden Joko Widodo dan jajaran Kepolisian sebaiknya dapat mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan – penyidik KPK dengan segera. Pimpinan Partai Politik dan DPR/MPR sebaiknya membatalkan penggunaan hak angket untuk KPK karena baik prosedur, subjek dan objeknya tidak tepat secara hukum.
Kami ingin menegaskan kembali bahwa Kami bersama dan tetap akan mendukung KPK karena Lembaga Antikorupsi ini adalah harapan bagi upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi.
Indonesia, 19 Juni 2017
Guru Besar Antikorupsi
1. Prof. Jusuf S. Effendi (Universitas Padjadjaran)
2. Prof Hera Sudoyo (Eijkman Institute)
3. Prof. A. Hamid Sarong (UIN Ar Raniry Aceh)
4. Prof. A. Sudiarja (STF Driyarkara)
5. Prof. AAIN. Marhaeni, M. A (Univ. Pendidikan Ganesha)
6. Prof. Abdullah Sulaiman (Universitas Islam Negeri Jakarta)
7. Prof. Abraham Lomi. M. Eng (Institut Teknologi Nasional Malang)
8. Prof. Adler Manurung (Universitas Bina Nusantara)
9. Prof. Agus Pramusinto (Universitas Gadjah Mada)
10. Prof. Agus Setiyono (Institut Pertanian Bogor)
11. Prof. Ahmad Rofiudin (Universitas Negeri Malang)
12. Prof. Akhmad Fauzi (UPN Veteran Jawa Timur)
13. Prof. Akmal Taher (Universitas Indonesia)
14. Prof. Alfitri (Universitas Sriwijaya)
15. Prof. Ali Agus (Universitas Gadjah Mada)
16. Prof. Almasdi Syahza (Universitas Riau)
17. Prof. Alois A. Nugroho (Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta)
18. Prof. Aloysius Uwiyono (Universitas Indonesia)
19. Prof. Ambariyanto (Universitas Diponegoro)
20. Prof. Ambo Tuwo (Universitas Hasanuddin)
21. Prof. Aminuddin Salle (Universitas Hasanuddin)
22. Prof. Amir Kamal (Universitas Hasanuddin)
23. Prof. Amiruddin (Universitas Hasanuddin)
24. Prof. Amran Achmad (Universitas Hasanuddin)
25. Prof. Anak Agung Gede Agung (Undiksha di Singaraja Bali)
26. Prof. Andi Iqbal Burhanuddin (Universitas Hasanuddin)
27. Prof. Andi Pangeran (Universitas Hasanuddin)
28. Prof. Andi Zulkifli (Universitas Hasanuddin)
29. Prof. Ani M Hasan (Universitas Negeri Gorontalo)
30. Prof. Anja Meryandini (Institut Pertanian Bogor)
31. Prof. Anna Erliyana (Universitas Indonesia)
32. Prof. Antonius Suwanto (Institut Pertanian Bogor)
33. Prof. Ari Purbayanto (Institut Pertanian Bogor)
34. Prof. Arie Sukanti Hutagalung (Universitas Indonesia)
35. Prof. Arief Sabdo Yuwono (Institut Pertanian Bogor)
36. Prof. Arifin Sitio (Universitas Mercu Buana)
37. Prof. Aris Tri Wahyudi (Institut Pertanian Bogor)
38. Prof. Armansyah Tambunan (Institut Pertanian Bogor)
39. Prof. Asadul Islam (Universitas Hasanuddin)
40. Prof. Asep Saefuddin (Institut Pertanian Bogor)
41. Prof. Asep Sapei (Institut Pertanian Bogor)
42. Prof. Asmuddin Natsir (Universitas Hasanuddin)
43. Prof. Atmonobudi Soebagjo (Universitas Kristen Indonesia)
44. Prof. Azyumardi Azra (Universitas Islam Negeri Jakarta)
45. Prof. Baharuddin Hamzah (Universitas Hasanuddin)
46. Prof. Bambang Hero Saharjo (Institut Pertanian Bogor)
47. Prof. Bambang Juanda (Institut Pertanian Bogor)
48. Prof. Bambang Kaswanti (Universitas Atma Jaya, Jakarta)
49. Prof. Bambang Pontjo Priosoeryanto (Institut Pertanian Bogor)
50. Prof. Bambang Purwantara (Institut Pertanian Bogor)
51. Prof. Bambang Riyanto (Universitas Gadjah Mada)
52. Prof. Bambang Rusdiarso (Universitas Gadjah Mada)
53. Prof. Bambang Shergi Laksmono (Universitas Indonesia)
54. Prof. Bernadette N. Setiadi (Unika Atmajaya)
55. Prof. Bernadette Waluyo (Universitas Parahiyangan)
56. Prof. Betty Sri Laksmi Jenie (Institut Pertanian Bogor)
57. Prof. Bibiana W. Lay (Unika Atma Jaya Jakarta)
58. Prof. Billy Sarwono (Universitas Indonesia)
59. Prof. Bingaran Anton Simanjuntak (Universitas Negeri Medan)
60. Prof. Bonar MT Sinaga (Institut Pertanian Bogor)
61. Prof. Budi Eko Soetjipto (Universitas Negeri Malang)
62. Prof. Budi Indra Setiawan (Institut Pertanian Bogor)
63. Prof. Budi Mulyanto (Institut Pertanian Bogor)
64. Prof. Budi Nurani (Universitas Padjadjaran)
65. Prof. Budi Prasetyo (Universitas Airlangga)
66. Prof. Budi Prawvoto (Universitas Wisnuwardhana Malang)
67. Prof. Budimawan, DEA (Universitas Hasanuddin)
68. Prof. C. Hanny Wijaya (Institut Pertanian Bogor)
69. Prof. Cahyono Agus (Universitas Gadjah Mada)
70. Prof. Cecep Darmawan, M.H. (Universitas Pendidikan Indonesia)
71. Prof. Cholichul Hadi MSI (Universitas Airlangga)
72. Prof. Clara M. Kusharto, MSc (Institut Pertanian Bogor)
73. Prof. D. S. Priyarsono (Institut Pertanian Bogor)
74. Prof. Dadang (Institut Pertanian Bogor)
75. Prof. Dadang Sukandar (Institut Pertanian Bogor)
76. Prof. Dadang Syarief (Universitas Padjadjaran)
77. Prof. Damayanti Buchori (Institut Pertanian Bogor)
78. Prof. Darwati Susilastuti (Universitas Borobudur)
79. Prof. Deddy Muchtadi (Institut Pertanian Bogor)
80. Prof. Dede Mariana (Universitas Padjadjaran)
81. Prof. Denny Indrayana (Universitas Gadjah Mada)
82. Prof. Dewi Apri Astuti (Institut Pertanian Bogor)
83. Prof. Diah Ratnadewi (Institut Pertanian Bogor)
84. Prof. Diana Harding (Universitas Padjadjaran)
85. Prof. Dida A Gurnida (Universitas Padjadjaran)
86. Prof. Didik Suharjito (Institut Pertanian Bogor)
87. Prof. Didin Hafiduddin (Institut Pertanian Bogor)
88. Prof. Didy Sopandie (Institut Pertanian Bogor)
89. Prof. Dirayah Rauf Husain (Universitas Hasanuddin)
90. Prof. Djamar TF.Lumban Batu (Institut Pertanian Bogor)
91. Prof. Djisman Simanjuntak (Universitas Prasetiya Mulya)
92. Prof. Djumali Mangunwidjaja (Institut Pertanian Bogor)
93. Prof. Duddy S Nataprawira (Universitas Padjadjaran)
94. Prof. Dulmi’ad Iriana (Universitas Padjadjaran)
95. Prof. Dwi Kartini (Universitas Padjadjaran)
96. Prof. Dwia Aries Tina (Universitas Hasanuddin)
97. Prof. Dyah Iswantini (Institut Pertanian Bogor)
98. Prof. E.K.S.Harini Muntasib (Institut Pertanian Bogor)
99. Prof. Edhi Martono (Universitas Gadjah Mada)
100. Prof. Efa Laela Fakhriah (Universitas Padjadjaran)
101. Prof. Ellin Harlia (Universitas Padjadjaran)
102. Prof. Eman Suparman (Universitas Padjadjaran)
103. Prof. Endang Komara (STIKP Pasundan)
104. Prof. Endang Suhendang (Institut Pertanian Bogor)
105. Prof. Endang Sutedja (Universitas Padjadjaran)
106. Prof. Endriatmo Soetarto (Institut Pertanian Bogor)
107. Prof. Engkus Kuswarno (Universitas Padjadjaran)
108. Prof. Erika B. Laconi (Institut Pertanian Bogor)
109. Prof. Ernie Sule (Universitas Padjadjaran)
110. Prof. Erny Poedjirahajoe (Universitas Gadjah Mada)
111. Prof. Etty R. Agoes (Universitas Padjadjaran)
112. Prof. Evie Hulukati (Universitas Negeri Gorontalo)
113. Prof. Evy Damayanthi (Institut Pertanian Bogor)
114. Prof. Faisal Anwar (Institut Pertanian Bogor)
115. Prof. Farida Patittingi (Universitas Hasanuddin)
116. Prof. Fauzi Febrianto (Institut Pertanian Bogor)
117. Prof. Fedik Abdul Rantam (Universitas Airlangga)
118. Prof. Felix Oentoeng Sobagjo (Universitas Indonesia)
119. Prof. Firman F. Wirakusumah (Universitas Padjadjaran)
120. Prof. Fransisca Rungkat Zakaria (Institut Pertanian Bogor)
121. Prof. Fuad Abdul Hamied (Universitas Pendidikan Indonesia)
122. Prof. Gagaring Pagalung (Universitas Hasanuddin)
123. Prof. Ganjar Kurnia (Universitas Padjadjaran)
124. Prof. Gimbal Doloksaribu (Universitas Mercu Buana)
125. Prof. Giyatmi (Universitas Sahid Jakarta)
126. Prof. Gunawan Sumodiningrat (Universitas Gadjah Mada)
127. Prof. H. Naswan Suharsono (Undiksha Bali)
128. Prof. H. Sarwidi (Universitas Islam Indonesia Yogyakarta)
129. Prof. H.Ansar Suyuti (Universitas Hasanuddin)
130. Prof. Hadi Alikodra (Institut Pertanian Bogor)
131. Prof. Hadi Pratomo (Universitas Indonesia)
132. Prof. Hadi Susilo Arifin (Institut Pertanian Bogor)
133. Prof. Hafied Cangara (Universitas Hasanuddin)
134. Prof. Hamzah Halim (Universitas Hasanuddin)
135. Prof. Hanes Riady
136. Prof. Hardinsyah (Institut Pertanian Bogor)
137. Prof. Hariadi Kartodihardjo (Institut Pertanian Bogor)
138. Prof. Harianto Hardjasaputra
139. Prof. Hartati Ch (Universitas Padjadjaran)
140. Prof. Haryono Umar
141. Prof. Hendra Gunawan (Institut Teknologi Bandung)
142. Prof. Herry Purnomo (Institut Pertanian Bogor)
143. Prof. Herry Sonjaya (Universitas Hasanuddin)
144. Prof. Hersanti (Universitas Padjadjaran)
145. Prof. Hibnu Nugroho (Universitas Jenderal Soedirman)
146. Prof. Hidayat Syarief (Institut Pertanian Bogor)
147. Prof. Husein Umar
148. Prof. I B. Jelantik Swasta ( Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Bali)
149. Prof. I Ketut Suda (Universitas Hindu Indonesia)
150. Prof. I Made Sutajaya (Undiksha Singaraja Bali)
151. Prof. I Nengah Suparta (Universitas Pendidikan Ganesha)
152. Prof. I Nengah Surati Jaya (Institut Pertanian Bogor)
153. Prof. I Putu Gelgel (Universitas Hindu Indonesia Denpasar)
154. Prof. I Wayan Darmawan (Institut Pertanian Bogor)
155. Prof. I Wayan Rasna, M.Pd (Universitas Pendidikan Ganesha Bali)
156. Prof. I Wayan Redhana (Universitas Pendidikan Ganesha)
157. Prof. I Wayan Santyasa (Universitas Pendidikan Ganesha)
158. Prof. I Wayan Subagia (Universitas Pendidikan Ganesha).
159. Prof. I Wayan Teguh Wibawan (Institut Pertanian Bogor)
160. Prof. Ietje Wientarsih (Institut Pertanian Bogor)
161. Prof. Iis Arifiantini (Institut Pertanian Bogor)
162. Prof. Ildrem Syafri (Universitas Padjadjaran)
163. Prof. Ilya Revianti S. Sunarwinadi (Universitas Indonesia)
164. Prof. Imam Wahyudi (Institut Pertanian Bogor)
165. Prof. Iman Rahayu HS (Institut Pertanian Bogor)
166. Prof. Imas Siti Setiasih (Universitas Padjadjaran)
167. Prof. Irawan Yusuf (Universitas Hasanuddin)
168. Prof. Irwanto (Unika Atmajaya Jakarta)
169. Prof. Iskhaq Iskandar (Universitas Sriwijaya)
170. Prof. Isril Berd (Universitas Andalas)
171. Prof. Iswandi Anas (Institut Pertanian Bogor)
172. Prof. Iwin Sumarman (Universitas Padjadjaran)
173. Prof. J. Sudarminta ( STF Driyarkara)
174. Prof. Joeharnani Tresnati (Universitas Hasanuddin)
175. Prof. Juang R. Matangaran, (Institut Pertanian Bogor)
176. Prof. Junun Sartohadi (Universitas Gadjah Mada)
177. Prof. Kahar Mustari (Universitas Hasanuddin)
178. Prof. Kartawan (Universitas Siliwangi)
179. Prof. Ketut Suma, M.S (Universitas Pendidikan Ganesha Bali)
180. Prof. Khaswar Syamsu (Institut Pertanian Bogor)
181. Prof. Kholil (Universitas Sahid Jakarta)
182. Prof. Koentjoro (Universitas Gadjah Mada)
183. Prof. Komang G. Wiryawan (Institut Pertanian Bogor)
184. Prof. Komariah Emong (Universitas Padjadjaran)
185. Prof. Kresnohadi Ariyoto (Universitas Indonesia)
186. Prof. Kusnandi Rusmil (Universitas Padjadjaran)
187. Prof. Lanny W. Pandjaitan
188. Prof. Laura Sudarnoto (Unika Atma Jaya)
189. Prof. Lijan Poltak Sinambela (Universitas Nasional Jakarta)
190. Prof. Lilik Budi Prasetyo (Institut Pertanian Bogor)
191. Prof. Lisdar I. Sudirman (Institut Pertanian Bogor)
192. Prof. Loekas Soesanto (Universitas Jenderal Soedirman)
193. Prof. Luki Abdullah (Institut Pertanian Bogor)
194. Prof. M Ade M Kramadibrata (Universitas Padjadjaran)
195. Prof. M. Agus Setiadi (Institut Pertanian Bogor)
196. Prof. M. Hendra Chandha (Universitas Hasanuddin)
197. Prof. M. Saleh S. Ali, PhD (Universitas Hasanuddin)
198. Prof. M. Syukur (Institut Pertanian Bogor)
199. Prof. M.H.Bintoro (Institut Pertanian Bogor)
200. Prof. M.Parulian Hutagaol (Institut Pertanian Bogor)
201. Prof. Made Astawan (Institut Pertanian Bogor)
202. Prof. Maggy T Suhartono (Institut Pertanian Bogor)
203. Prof. Mahfud Arifin (Universitas Padjadjaran)
204. Prof. Maman Paturochman (Universitas Padjadjaran)
205. Prof. Maria A. Kartawidjaya (Universitas Atma Jaya Jakarta)
206. Prof. Maria Sumarjono (Universitas Gadjah Mada)
207. Prof. Marimin (Institut Pertanian Bogor)
208. Prof. Marthen Arie (Universitas Hasanuddin)
209. Prof. Ma'Ruf Hafidz (Universitas Muslim Indonesia)
210. Prof. Marzuki, DEA (Universitas Hasanuddin)
211. Prof. Mayling Oey (Universitas Indonesia)
212. Prof. Meily (Universitas Indonesia))
213. Prof. Meity Suradji Sinaga (Institut Pertanian Bogor)
214. Prof. Melani Budianta (Universitas Indonesia)
215. Prof. Metusalach (Universitas Hasanuddin)
216. Prof. Mieke Komar (Universitas Padjadjaran)
217. Prof. Mirnawati B Sudarwanto (Institut Pertanian Bogor)
218. Prof. Mochtar Mas'oed (Universitas Gadjah Mada)
219. Prof. Moh. Ivan Azis (Universitas Hasanuddin)
220. Prof. Moh. Mahfud MD (Universitas Islam Indonesia)
221. Prof. Mohamad Amin (Universitas Negeri Malang)
222. Prof. Mudjahirin Thohir (Universitas Diponegoro)
223. Prof. Mudjahirin Thohir (Universitas Diponegoro)
224. Prof. Mudjio Rahardjo (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)
225. Prof. Mudrajad Kuncoro (Universitas Gadjah Mada)
226. Prof. Muh Nasrum Massi (Universitas Hasanuddin)
227. Prof. Muh. Akmal Ibrahim (Universitas Hasanuddin)
228. Prof. Muh. Yusram Massijaya (Institut Pertanian Bogor)
229. Prof. Muhajir Darwin (Universitas Gadjah Mada)
230. Prof. Muhammad Zainuri (Universitas Trunojoyo Madura)
231. Prof. Muhammad Zilal Hamzah (STIEBI, Jakarta).
232. Prof. Muladno (Institut Pertanian Bogor)
233. Prof. Mulia Purba (Institut Pertanian Bogor)
234. Prof. Mulyono S. Baskoro (Institut Pertanian Bogor)
235. Prof. Musrizal Muin (Universitas Hasanuddin)
236. Prof. Nana Sulaksana (Universitas Padjadjaran)
237. Prof. Nastiti Siswi Indrasti (Institut Pertanian Bogor)
238. Prof. Nathan Hindarto (Universitas Negeri Semarang)
239. Prof. Ngadino Surip (Universitas Mercu Buana Jakarta)
240. Prof. Ni Putu Ristiati (Universitas Pendidikan Ganesha)
241. Prof. Ni Nyoman Padmadewi
242. Prof. Ningrum Natasya Sirait (Universitas Sumatera Utara)
243. Prof. Nuni Gofar (Universitas Sriwijaya)
244. Prof. Nunuk Hariani S (Universitas Hasanuddin)
245. Prof. Nurdien Harry Kistanto (Universitas Diponegoro)
246. Prof. Nuri Andarwulan (Institut Pertanian Bogor)
247. Prof. Nurjanah (Institut Pertanian Bogor)
248. Prof. Nurpilihan Bafdal (Universitas Padjadjaran)
249. Prof. Nurpudji (Universitas Hasanuddin)
250. Prof. Nyoman Dantes (Univ. Pendidikan Ganesha )
251. Prof. Obsatar Sinaga (Universitas Padjadjaran)
252. Prof. Okky Setyawati Dharmaputra (Institut Pertanian Bogor)
253. Prof. Opan S. Suwartapradja (Universitas Padjadjaran)
254. Prof. Panca Dewi (Institut Pertanian Bogor)
255. Prof. Paulus Israwan Setyoko (Universitas Jenderal Soedirman)
256. Prof. Pawennari Hijjang (Universitas Hasanuddin)
257. Prof. PM. Budi Haryono (Universitas Kristen Krida Wacana)
258. Prof. PM. Laksono (Universitas Gadjah Mada)
259. Prof. Posman Sibuea (Unika Santo Thomas Medan)
260. Prof. Pratiwi Soedharmono (Universitas Indonesia)
261. Prof. Prijono Tjiptoherijanto (Universitas Indonesia)
262. Prof. Purnama Darmadji (Universitas Gadjah Mada)
263. Prof. Putu Kerti Nitiasih
264. Prof. Rahayu Hidayat Universitas Indonesia)
265. Prof. Rahayu Prabowo (Universitas Diponegoro)
266. Prof. Ratih Dewanti (Institut Pertanian Bogor)
267. Prof. Ratna Ariawati (Universitas Padjadjaran)
268. Prof. Retno Damajanti (Institut Pertanian Bogor)
269. Prof. Retno Murwani (Universitas Diponegoro)
270. Prof. Rhenald Kasali (Universitas Indonesia)
271. Prof. Rianto Adi (Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta)
272. Prof. Ridad Agoes (Universitas Padjadjaran)
273. Prof. Rina Oktaviani (Institut Pertanian Bogor)
274. Prof. Rindit Pambayun (Universitas Sriwijaya)
275. Prof. Riris Sarumpaet (Universitas Indonesia)
276. Prof. Ristianto Utomo (Universitas Gadjah Mada)
277. Prof. Rizal Damanik (Institut Pertanian Bogor)
278. Prof. Rizal Syarief (Institut Pertanian Bogor)
279. Prof. Roni Kastaman (Universitas Padjadjaran)
280. Prof. Roostita (Universitas Padjadjaran)
281. Prof. Samugyo Ibnu Redjo (Universitas Padjadjaran)
282. Prof. Sangkala (Universitas Hasanuddin)
283. Prof. Saparinah Sadli (Universitas Indonesia)
284. Prof. Saryono, M.Si. (Univesitas Riau)
285. Prof. Satriyas llyas (Institut Pertanian Bogor)
286. Prof. Sholahuddin (Universitas Sebelas Maret)
287. Prof. Sigit Riyanto (Universitas Gadjah Mada)
288. Prof. Sihol Situngkir (Universitas Jambi)
289. Prof. Sismanto (Universitas Gadjah Mada)
290. Prof. Slamet Budijanto (Institut Pertanian Bogor)
291. Prof. Soenyono (Universitas Wisnuwardhana Malang)
292. Prof. Sofie Rifayani Rifai (Universitas Padjadjaran)
293. Prof. Sri Hartoyo (Institut Pertanian Bogor)
294. Prof. Sri Mulyani (Universitas Negeri Semarang)
295. Prof. Sri Wilarso Budi (Institut Pertanian Bogor)
296. Prof. Subagyo Pramumijoyo (Universitas Gadjah Mada)
297. Prof. Sudradjat Supian (Universitas Padjadjaran)
298. Prof. Sugeng Utaya (Universitas Negeri Malang)
299. Prof. Suharsono (Institut Pertanian Bogor)
300. Prof. Sujianto (Universitas Riau)
301. Prof. Suko Wiyono (Universitas Negeri Malang)
302. Prof. Sulistiono (Institut Pertanian Bogor)
303. Prof. Sulistyowati Irianto (Universitas Indonesia)
304. Prof. Sulmin Gumiri (Universitas Palangka Raya)
305. Prof. Sumadi (Universitas Negeri Malang)
306. Prof. Suminar Akhmadi (Institut Pertanian Bogor)
307. Prof. Sunarno (Universitas Gadjah Mada)
308. Prof. Sunjoto (Universitas Gadjah Mada)
309. Prof. Supriyatna Sutardjo (Universitas Padjadjaran)
310. Prof. Sutinah Made (Universitas Hasanuddin)
311. Prof. Sutrisno Mardjan (Institut Pertanian Bogor)
312. Prof. Suyono (Universitas Negeri Malang)
313. Prof. Syamsu Alam (Universitas Hasanuddin)
314. Prof. Syamsul Bachri (Universitas Hasanuddin)
315. Prof. Tadjudin Nur Effendi (Universitas Gadjah Mada)
316. Prof. Tarkus Suganda (Universitas Padjadjaran)
317. Prof. Tati Nurmala (Universitas Padjadjaran)
318. Prof. Tengku Silvana Sinar
319. Prof. Tineke Mandang ((Institut Pertanian Bogor)
320. Prof. Todung Mulya Lubis (University of Melbourne)
321. Prof. Toto Subroto (Universitas Padjadjaran)
322. Prof. Tri Budi Rahardjo (Universitas Respati Indonesia)
323. Prof. Tri Ratna Murti (Universitas Persada Indonesia YAI)
324. Prof. Tridoyo Kusumastanto (Institut Pertanian Bogor)
325. Prof. Tualar Simarmata (Universitas Padjadjaran)
326. Prof. Tun Tedja Irawadi (Institut Pertanian Bogor)
327. Prof. Tuti Widjastuti (Universitas Padjadjaran)
328. Prof. Tutik Wresdiyati (Institut Pertanian Bogor)
329. Prof. Tuty L. Yusuf (Institut Pertanian Bogor)
330. Prof. Udiansyah (Universitas Lambung Mangkurat)
331. Prof. Ujang Sumarwan (Institut Pertanian Bogor)
332. Prof. Umar Santoso (Universitas Gadjah Mada)
333. Prof. Umi Cahyaningsih (Institut Pertanian Bogor)
334. Prof. Upik Kesumawati (Institut Pertanian Bogor)
335. Prof. W. Dj. Pomalati, MPd (Universitas Negeri Gorontalo)
336. Prof. Wahyudi Kumorotomo (Universitas Gadjah Mada)
337. Prof. Waras Kamdi (Universitas Negeri Malang)
338. Prof. Warid Ali Qosim (Universitas Padjadjaran)
339. Prof. Wasino (Universitas Negeri Semarang)
340. Prof. Wasmen Manalu (Institut Pertanian Bogor)
341. Prof. Wasrin Syafii (Institut Pertanian Bogor)
342. Prof. Widjijono (Universitas Gadjah Mada)
343. Prof. Yanto Santosa (Institut Pertanian Bogor)
344. Prof. Yayat Dahiyat (Universitas Padjadjaran)
345. Prof. Yeremias T. Keban (Universitas Gadjah Mada)
346. Prof. YH. Udju D. Rusdi (Universitas Padjadjaran)
347. Prof. Yonny Koesmaryono (Institut Pertanian Bogor)
348. Prof. Yuli Retnani (Institut Pertanian Bogor)
349. Prof. Yuliandri (Universitas Andalas)
350. Prof. Yulianto Kadji (Universitas Negeri Gorontalo)
351. Prof. Yunita Winarto (Universitas Indonesia)
352. Prof. Yushinta Fujaya (Universitas Hasanuddin)
353. Prof. Yusuf Sudo Hadi (Institut Pertanian Bogor)
354. Prof. Yuyun Yuwariah (Universitas Padjadjaran)
355. Prof. Zainul Daulay (Universitas Andalas)
356. Prof. Zulfadil (Universitas Riau)
357. Prof. Zulkifli Nasution (Universitas Sumatera Utara)357 Guru Besar dukung KPK: Tolak Hak Angket KPK
PERNYATAAN GURU BESAR ANTIKORUPSI
KAMI ANTIKORUPSI,
KAMI DUKUNG KPK
Kami – Guru Besar dari sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia – menyatakan keprihatianan terhadap segala upaya yang dapat melemahkan atau mengganggu eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kami menghimbau kepada Presiden Joko Widodo, Pimpinan Partai Politik dan Pimpinan DPR/ MPR RI untuk tetap menjadi bagian penting bagi upaya pemberantasan korupsi dan mendukung langkah KPK memerangi korupsi. Presiden Joko Widodo dan jajaran Kepolisian sebaiknya dapat mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan – penyidik KPK dengan segera. Pimpinan Partai Politik dan DPR/MPR sebaiknya membatalkan penggunaan hak angket untuk KPK karena baik prosedur, subjek dan objeknya tidak tepat secara hukum.
Kami ingin menegaskan kembali bahwa Kami bersama dan tetap akan mendukung KPK karena Lembaga Antikorupsi ini adalah harapan bagi upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi.
Indonesia, 19 Juni 2017
Guru Besar Antikorupsi
1. Prof. Jusuf S. Effendi (Universitas Padjadjaran)
2. Prof Hera Sudoyo (Eijkman Institute)
3. Prof. A. Hamid Sarong (UIN Ar Raniry Aceh)
4. Prof. A. Sudiarja (STF Driyarkara)
5. Prof. AAIN. Marhaeni, M. A (Univ. Pendidikan Ganesha)
6. Prof. Abdullah Sulaiman (Universitas Islam Negeri Jakarta)
7. Prof. Abraham Lomi. M. Eng (Institut Teknologi Nasional Malang)
8. Prof. Adler Manurung (Universitas Bina Nusantara)
9. Prof. Agus Pramusinto (Universitas Gadjah Mada)
10. Prof. Agus Setiyono (Institut Pertanian Bogor)
11. Prof. Ahmad Rofiudin (Universitas Negeri Malang)
12. Prof. Akhmad Fauzi (UPN Veteran Jawa Timur)
13. Prof. Akmal Taher (Universitas Indonesia)
14. Prof. Alfitri (Universitas Sriwijaya)
15. Prof. Ali Agus (Universitas Gadjah Mada)
16. Prof. Almasdi Syahza (Universitas Riau)
17. Prof. Alois A. Nugroho (Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta)
18. Prof. Aloysius Uwiyono (Universitas Indonesia)
19. Prof. Ambariyanto (Universitas Diponegoro)
20. Prof. Ambo Tuwo (Universitas Hasanuddin)
21. Prof. Aminuddin Salle (Universitas Hasanuddin)
22. Prof. Amir Kamal (Universitas Hasanuddin)
23. Prof. Amiruddin (Universitas Hasanuddin)
24. Prof. Amran Achmad (Universitas Hasanuddin)
25. Prof. Anak Agung Gede Agung (Undiksha di Singaraja Bali)
26. Prof. Andi Iqbal Burhanuddin (Universitas Hasanuddin)
27. Prof. Andi Pangeran (Universitas Hasanuddin)
28. Prof. Andi Zulkifli (Universitas Hasanuddin)
29. Prof. Ani M Hasan (Universitas Negeri Gorontalo)
30. Prof. Anja Meryandini (Institut Pertanian Bogor)
31. Prof. Anna Erliyana (Universitas Indonesia)
32. Prof. Antonius Suwanto (Institut Pertanian Bogor)
33. Prof. Ari Purbayanto (Institut Pertanian Bogor)
34. Prof. Arie Sukanti Hutagalung (Universitas Indonesia)
35. Prof. Arief Sabdo Yuwono (Institut Pertanian Bogor)
36. Prof. Arifin Sitio (Universitas Mercu Buana)
37. Prof. Aris Tri Wahyudi (Institut Pertanian Bogor)
38. Prof. Armansyah Tambunan (Institut Pertanian Bogor)
39. Prof. Asadul Islam (Universitas Hasanuddin)
40. Prof. Asep Saefuddin (Institut Pertanian Bogor)
41. Prof. Asep Sapei (Institut Pertanian Bogor)
42. Prof. Asmuddin Natsir (Universitas Hasanuddin)
43. Prof. Atmonobudi Soebagjo (Universitas Kristen Indonesia)
44. Prof. Azyumardi Azra (Universitas Islam Negeri Jakarta)
45. Prof. Baharuddin Hamzah (Universitas Hasanuddin)
46. Prof. Bambang Hero Saharjo (Institut Pertanian Bogor)
47. Prof. Bambang Juanda (Institut Pertanian Bogor)
48. Prof. Bambang Kaswanti (Universitas Atma Jaya, Jakarta)
49. Prof. Bambang Pontjo Priosoeryanto (Institut Pertanian Bogor)
50. Prof. Bambang Purwantara (Institut Pertanian Bogor)
51. Prof. Bambang Riyanto (Universitas Gadjah Mada)
52. Prof. Bambang Rusdiarso (Universitas Gadjah Mada)
53. Prof. Bambang Shergi Laksmono (Universitas Indonesia)
54. Prof. Bernadette N. Setiadi (Unika Atmajaya)
55. Prof. Bernadette Waluyo (Universitas Parahiyangan)
56. Prof. Betty Sri Laksmi Jenie (Institut Pertanian Bogor)
57. Prof. Bibiana W. Lay (Unika Atma Jaya Jakarta)
58. Prof. Billy Sarwono (Universitas Indonesia)
59. Prof. Bingaran Anton Simanjuntak (Universitas Negeri Medan)
60. Prof. Bonar MT Sinaga (Institut Pertanian Bogor)
61. Prof. Budi Eko Soetjipto (Universitas Negeri Malang)
62. Prof. Budi Indra Setiawan (Institut Pertanian Bogor)
63. Prof. Budi Mulyanto (Institut Pertanian Bogor)
64. Prof. Budi Nurani (Universitas Padjadjaran)
65. Prof. Budi Prasetyo (Universitas Airlangga)
66. Prof. Budi Prawvoto (Universitas Wisnuwardhana Malang)
67. Prof. Budimawan, DEA (Universitas Hasanuddin)
68. Prof. C. Hanny Wijaya (Institut Pertanian Bogor)
69. Prof. Cahyono Agus (Universitas Gadjah Mada)
70. Prof. Cecep Darmawan, M.H. (Universitas Pendidikan Indonesia)
71. Prof. Cholichul Hadi MSI (Universitas Airlangga)
72. Prof. Clara M. Kusharto, MSc (Institut Pertanian Bogor)
73. Prof. D. S. Priyarsono (Institut Pertanian Bogor)
74. Prof. Dadang (Institut Pertanian Bogor)
75. Prof. Dadang Sukandar (Institut Pertanian Bogor)
76. Prof. Dadang Syarief (Universitas Padjadjaran)
77. Prof. Damayanti Buchori (Institut Pertanian Bogor)
78. Prof. Darwati Susilastuti (Universitas Borobudur)
79. Prof. Deddy Muchtadi (Institut Pertanian Bogor)
80. Prof. Dede Mariana (Universitas Padjadjaran)
81. Prof. Denny Indrayana (Universitas Gadjah Mada)
82. Prof. Dewi Apri Astuti (Institut Pertanian Bogor)
83. Prof. Diah Ratnadewi (Institut Pertanian Bogor)
84. Prof. Diana Harding (Universitas Padjadjaran)
85. Prof. Dida A Gurnida (Universitas Padjadjaran)
86. Prof. Didik Suharjito (Institut Pertanian Bogor)
87. Prof. Didin Hafiduddin (Institut Pertanian Bogor)
88. Prof. Didy Sopandie (Institut Pertanian Bogor)
89. Prof. Dirayah Rauf Husain (Universitas Hasanuddin)
90. Prof. Djamar TF.Lumban Batu (Institut Pertanian Bogor)
91. Prof. Djisman Simanjuntak (Universitas Prasetiya Mulya)
92. Prof. Djumali Mangunwidjaja (Institut Pertanian Bogor)
93. Prof. Duddy S Nataprawira (Universitas Padjadjaran)
94. Prof. Dulmi’ad Iriana (Universitas Padjadjaran)
95. Prof. Dwi Kartini (Universitas Padjadjaran)
96. Prof. Dwia Aries Tina (Universitas Hasanuddin)
97. Prof. Dyah Iswantini (Institut Pertanian Bogor)
98. Prof. E.K.S.Harini Muntasib (Institut Pertanian Bogor)
99. Prof. Edhi Martono (Universitas Gadjah Mada)
100. Prof. Efa Laela Fakhriah (Universitas Padjadjaran)
101. Prof. Ellin Harlia (Universitas Padjadjaran)
102. Prof. Eman Suparman (Universitas Padjadjaran)
103. Prof. Endang Komara (STIKP Pasundan)
104. Prof. Endang Suhendang (Institut Pertanian Bogor)
105. Prof. Endang Sutedja (Universitas Padjadjaran)
106. Prof. Endriatmo Soetarto (Institut Pertanian Bogor)
107. Prof. Engkus Kuswarno (Universitas Padjadjaran)
108. Prof. Erika B. Laconi (Institut Pertanian Bogor)
109. Prof. Ernie Sule (Universitas Padjadjaran)
110. Prof. Erny Poedjirahajoe (Universitas Gadjah Mada)
111. Prof. Etty R. Agoes (Universitas Padjadjaran)
112. Prof. Evie Hulukati (Universitas Negeri Gorontalo)
113. Prof. Evy Damayanthi (Institut Pertanian Bogor)
114. Prof. Faisal Anwar (Institut Pertanian Bogor)
115. Prof. Farida Patittingi (Universitas Hasanuddin)
116. Prof. Fauzi Febrianto (Institut Pertanian Bogor)
117. Prof. Fedik Abdul Rantam (Universitas Airlangga)
118. Prof. Felix Oentoeng Sobagjo (Universitas Indonesia)
119. Prof. Firman F. Wirakusumah (Universitas Padjadjaran)
120. Prof. Fransisca Rungkat Zakaria (Institut Pertanian Bogor)
121. Prof. Fuad Abdul Hamied (Universitas Pendidikan Indonesia)
122. Prof. Gagaring Pagalung (Universitas Hasanuddin)
123. Prof. Ganjar Kurnia (Universitas Padjadjaran)
124. Prof. Gimbal Doloksaribu (Universitas Mercu Buana)
125. Prof. Giyatmi (Universitas Sahid Jakarta)
126. Prof. Gunawan Sumodiningrat (Universitas Gadjah Mada)
127. Prof. H. Naswan Suharsono (Undiksha Bali)
128. Prof. H. Sarwidi (Universitas Islam Indonesia Yogyakarta)
129. Prof. H.Ansar Suyuti (Universitas Hasanuddin)
130. Prof. Hadi Alikodra (Institut Pertanian Bogor)
131. Prof. Hadi Pratomo (Universitas Indonesia)
132. Prof. Hadi Susilo Arifin (Institut Pertanian Bogor)
133. Prof. Hafied Cangara (Universitas Hasanuddin)
134. Prof. Hamzah Halim (Universitas Hasanuddin)
135. Prof. Hanes Riady
136. Prof. Hardinsyah (Institut Pertanian Bogor)
137. Prof. Hariadi Kartodihardjo (Institut Pertanian Bogor)
138. Prof. Harianto Hardjasaputra
139. Prof. Hartati Ch (Universitas Padjadjaran)
140. Prof. Haryono Umar
141. Prof. Hendra Gunawan (Institut Teknologi Bandung)
142. Prof. Herry Purnomo (Institut Pertanian Bogor)
143. Prof. Herry Sonjaya (Universitas Hasanuddin)
144. Prof. Hersanti (Universitas Padjadjaran)
145. Prof. Hibnu Nugroho (Universitas Jenderal Soedirman)
146. Prof. Hidayat Syarief (Institut Pertanian Bogor)
147. Prof. Husein Umar
148. Prof. I B. Jelantik Swasta ( Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Bali)
149. Prof. I Ketut Suda (Universitas Hindu Indonesia)
150. Prof. I Made Sutajaya (Undiksha Singaraja Bali)
151. Prof. I Nengah Suparta (Universitas Pendidikan Ganesha)
152. Prof. I Nengah Surati Jaya (Institut Pertanian Bogor)
153. Prof. I Putu Gelgel (Universitas Hindu Indonesia Denpasar)
154. Prof. I Wayan Darmawan (Institut Pertanian Bogor)
155. Prof. I Wayan Rasna, M.Pd (Universitas Pendidikan Ganesha Bali)
156. Prof. I Wayan Redhana (Universitas Pendidikan Ganesha)
157. Prof. I Wayan Santyasa (Universitas Pendidikan Ganesha)
158. Prof. I Wayan Subagia (Universitas Pendidikan Ganesha).
159. Prof. I Wayan Teguh Wibawan (Institut Pertanian Bogor)
160. Prof. Ietje Wientarsih (Institut Pertanian Bogor)
161. Prof. Iis Arifiantini (Institut Pertanian Bogor)
162. Prof. Ildrem Syafri (Universitas Padjadjaran)
163. Prof. Ilya Revianti S. Sunarwinadi (Universitas Indonesia)
164. Prof. Imam Wahyudi (Institut Pertanian Bogor)
165. Prof. Iman Rahayu HS (Institut Pertanian Bogor)
166. Prof. Imas Siti Setiasih (Universitas Padjadjaran)
167. Prof. Irawan Yusuf (Universitas Hasanuddin)
168. Prof. Irwanto (Unika Atmajaya Jakarta)
169. Prof. Iskhaq Iskandar (Universitas Sriwijaya)
170. Prof. Isril Berd (Universitas Andalas)
171. Prof. Iswandi Anas (Institut Pertanian Bogor)
172. Prof. Iwin Sumarman (Universitas Padjadjaran)
173. Prof. J. Sudarminta ( STF Driyarkara)
174. Prof. Joeharnani Tresnati (Universitas Hasanuddin)
175. Prof. Juang R. Matangaran, (Institut Pertanian Bogor)
176. Prof. Junun Sartohadi (Universitas Gadjah Mada)
177. Prof. Kahar Mustari (Universitas Hasanuddin)
178. Prof. Kartawan (Universitas Siliwangi)
179. Prof. Ketut Suma, M.S (Universitas Pendidikan Ganesha Bali)
180. Prof. Khaswar Syamsu (Institut Pertanian Bogor)
181. Prof. Kholil (Universitas Sahid Jakarta)
182. Prof. Koentjoro (Universitas Gadjah Mada)
183. Prof. Komang G. Wiryawan (Institut Pertanian Bogor)
184. Prof. Komariah Emong (Universitas Padjadjaran)
185. Prof. Kresnohadi Ariyoto (Universitas Indonesia)
186. Prof. Kusnandi Rusmil (Universitas Padjadjaran)
187. Prof. Lanny W. Pandjaitan
188. Prof. Laura Sudarnoto (Unika Atma Jaya)
189. Prof. Lijan Poltak Sinambela (Universitas Nasional Jakarta)
190. Prof. Lilik Budi Prasetyo (Institut Pertanian Bogor)
191. Prof. Lisdar I. Sudirman (Institut Pertanian Bogor)
192. Prof. Loekas Soesanto (Universitas Jenderal Soedirman)
193. Prof. Luki Abdullah (Institut Pertanian Bogor)
194. Prof. M Ade M Kramadibrata (Universitas Padjadjaran)
195. Prof. M. Agus Setiadi (Institut Pertanian Bogor)
196. Prof. M. Hendra Chandha (Universitas Hasanuddin)
197. Prof. M. Saleh S. Ali, PhD (Universitas Hasanuddin)
198. Prof. M. Syukur (Institut Pertanian Bogor)
199. Prof. M.H.Bintoro (Institut Pertanian Bogor)
200. Prof. M.Parulian Hutagaol (Institut Pertanian Bogor)
201. Prof. Made Astawan (Institut Pertanian Bogor)
202. Prof. Maggy T Suhartono (Institut Pertanian Bogor)
203. Prof. Mahfud Arifin (Universitas Padjadjaran)
204. Prof. Maman Paturochman (Universitas Padjadjaran)
205. Prof. Maria A. Kartawidjaya (Universitas Atma Jaya Jakarta)
206. Prof. Maria Sumarjono (Universitas Gadjah Mada)
207. Prof. Marimin (Institut Pertanian Bogor)
208. Prof. Marthen Arie (Universitas Hasanuddin)
209. Prof. Ma'Ruf Hafidz (Universitas Muslim Indonesia)
210. Prof. Marzuki, DEA (Universitas Hasanuddin)
211. Prof. Mayling Oey (Universitas Indonesia)
212. Prof. Meily (Universitas Indonesia))
213. Prof. Meity Suradji Sinaga (Institut Pertanian Bogor)
214. Prof. Melani Budianta (Universitas Indonesia)
215. Prof. Metusalach (Universitas Hasanuddin)
216. Prof. Mieke Komar (Universitas Padjadjaran)
217. Prof. Mirnawati B Sudarwanto (Institut Pertanian Bogor)
218. Prof. Mochtar Mas'oed (Universitas Gadjah Mada)
219. Prof. Moh. Ivan Azis (Universitas Hasanuddin)
220. Prof. Moh. Mahfud MD (Universitas Islam Indonesia)
221. Prof. Mohamad Amin (Universitas Negeri Malang)
222. Prof. Mudjahirin Thohir (Universitas Diponegoro)
223. Prof. Mudjahirin Thohir (Universitas Diponegoro)
224. Prof. Mudjio Rahardjo (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)
225. Prof. Mudrajad Kuncoro (Universitas Gadjah Mada)
226. Prof. Muh Nasrum Massi (Universitas Hasanuddin)
227. Prof. Muh. Akmal Ibrahim (Universitas Hasanuddin)
228. Prof. Muh. Yusram Massijaya (Institut Pertanian Bogor)
229. Prof. Muhajir Darwin (Universitas Gadjah Mada)
230. Prof. Muhammad Zainuri (Universitas Trunojoyo Madura)
231. Prof. Muhammad Zilal Hamzah (STIEBI, Jakarta).
232. Prof. Muladno (Institut Pertanian Bogor)
233. Prof. Mulia Purba (Institut Pertanian Bogor)
234. Prof. Mulyono S. Baskoro (Institut Pertanian Bogor)
235. Prof. Musrizal Muin (Universitas Hasanuddin)
236. Prof. Nana Sulaksana (Universitas Padjadjaran)
237. Prof. Nastiti Siswi Indrasti (Institut Pertanian Bogor)
238. Prof. Nathan Hindarto (Universitas Negeri Semarang)
239. Prof. Ngadino Surip (Universitas Mercu Buana Jakarta)
240. Prof. Ni Putu Ristiati (Universitas Pendidikan Ganesha)
241. Prof. Ni Nyoman Padmadewi
242. Prof. Ningrum Natasya Sirait (Universitas Sumatera Utara)
243. Prof. Nuni Gofar (Universitas Sriwijaya)
244. Prof. Nunuk Hariani S (Universitas Hasanuddin)
245. Prof. Nurdien Harry Kistanto (Universitas Diponegoro)
246. Prof. Nuri Andarwulan (Institut Pertanian Bogor)
247. Prof. Nurjanah (Institut Pertanian Bogor)
248. Prof. Nurpilihan Bafdal (Universitas Padjadjaran)
249. Prof. Nurpudji (Universitas Hasanuddin)
250. Prof. Nyoman Dantes (Univ. Pendidikan Ganesha )
251. Prof. Obsatar Sinaga (Universitas Padjadjaran)
252. Prof. Okky Setyawati Dharmaputra (Institut Pertanian Bogor)
253. Prof. Opan S. Suwartapradja (Universitas Padjadjaran)
254. Prof. Panca Dewi (Institut Pertanian Bogor)
255. Prof. Paulus Israwan Setyoko (Universitas Jenderal Soedirman)
256. Prof. Pawennari Hijjang (Universitas Hasanuddin)
257. Prof. PM. Budi Haryono (Universitas Kristen Krida Wacana)
258. Prof. PM. Laksono (Universitas Gadjah Mada)
259. Prof. Posman Sibuea (Unika Santo Thomas Medan)
260. Prof. Pratiwi Soedharmono (Universitas Indonesia)
261. Prof. Prijono Tjiptoherijanto (Universitas Indonesia)
262. Prof. Purnama Darmadji (Universitas Gadjah Mada)
263. Prof. Putu Kerti Nitiasih
264. Prof. Rahayu Hidayat Universitas Indonesia)
265. Prof. Rahayu Prabowo (Universitas Diponegoro)
266. Prof. Ratih Dewanti (Institut Pertanian Bogor)
267. Prof. Ratna Ariawati (Universitas Padjadjaran)
268. Prof. Retno Damajanti (Institut Pertanian Bogor)
269. Prof. Retno Murwani (Universitas Diponegoro)
270. Prof. Rhenald Kasali (Universitas Indonesia)
271. Prof. Rianto Adi (Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta)
272. Prof. Ridad Agoes (Universitas Padjadjaran)
273. Prof. Rina Oktaviani (Institut Pertanian Bogor)
274. Prof. Rindit Pambayun (Universitas Sriwijaya)
275. Prof. Riris Sarumpaet (Universitas Indonesia)
276. Prof. Ristianto Utomo (Universitas Gadjah Mada)
277. Prof. Rizal Damanik (Institut Pertanian Bogor)
278. Prof. Rizal Syarief (Institut Pertanian Bogor)
279. Prof. Roni Kastaman (Universitas Padjadjaran)
280. Prof. Roostita (Universitas Padjadjaran)
281. Prof. Samugyo Ibnu Redjo (Universitas Padjadjaran)
282. Prof. Sangkala (Universitas Hasanuddin)
283. Prof. Saparinah Sadli (Universitas Indonesia)
284. Prof. Saryono, M.Si. (Univesitas Riau)
285. Prof. Satriyas llyas (Institut Pertanian Bogor)
286. Prof. Sholahuddin (Universitas Sebelas Maret)
287. Prof. Sigit Riyanto (Universitas Gadjah Mada)
288. Prof. Sihol Situngkir (Universitas Jambi)
289. Prof. Sismanto (Universitas Gadjah Mada)
290. Prof. Slamet Budijanto (Institut Pertanian Bogor)
291. Prof. Soenyono (Universitas Wisnuwardhana Malang)
292. Prof. Sofie Rifayani Rifai (Universitas Padjadjaran)
293. Prof. Sri Hartoyo (Institut Pertanian Bogor)
294. Prof. Sri Mulyani (Universitas Negeri Semarang)
295. Prof. Sri Wilarso Budi (Institut Pertanian Bogor)
296. Prof. Subagyo Pramumijoyo (Universitas Gadjah Mada)
297. Prof. Sudradjat Supian (Universitas Padjadjaran)
298. Prof. Sugeng Utaya (Universitas Negeri Malang)
299. Prof. Suharsono (Institut Pertanian Bogor)
300. Prof. Sujianto (Universitas Riau)
301. Prof. Suko Wiyono (Universitas Negeri Malang)
302. Prof. Sulistiono (Institut Pertanian Bogor)
303. Prof. Sulistyowati Irianto (Universitas Indonesia)
304. Prof. Sulmin Gumiri (Universitas Palangka Raya)
305. Prof. Sumadi (Universitas Negeri Malang)
306. Prof. Suminar Akhmadi (Institut Pertanian Bogor)
307. Prof. Sunarno (Universitas Gadjah Mada)
308. Prof. Sunjoto (Universitas Gadjah Mada)
309. Prof. Supriyatna Sutardjo (Universitas Padjadjaran)
310. Prof. Sutinah Made (Universitas Hasanuddin)
311. Prof. Sutrisno Mardjan (Institut Pertanian Bogor)
312. Prof. Suyono (Universitas Negeri Malang)
313. Prof. Syamsu Alam (Universitas Hasanuddin)
314. Prof. Syamsul Bachri (Universitas Hasanuddin)
315. Prof. Tadjudin Nur Effendi (Universitas Gadjah Mada)
316. Prof. Tarkus Suganda (Universitas Padjadjaran)
317. Prof. Tati Nurmala (Universitas Padjadjaran)
318. Prof. Tengku Silvana Sinar
319. Prof. Tineke Mandang ((Institut Pertanian Bogor)
320. Prof. Todung Mulya Lubis (University of Melbourne)
321. Prof. Toto Subroto (Universitas Padjadjaran)
322. Prof. Tri Budi Rahardjo (Universitas Respati Indonesia)
323. Prof. Tri Ratna Murti (Universitas Persada Indonesia YAI)
324. Prof. Tridoyo Kusumastanto (Institut Pertanian Bogor)
325. Prof. Tualar Simarmata (Universitas Padjadjaran)
326. Prof. Tun Tedja Irawadi (Institut Pertanian Bogor)
327. Prof. Tuti Widjastuti (Universitas Padjadjaran)
328. Prof. Tutik Wresdiyati (Institut Pertanian Bogor)
329. Prof. Tuty L. Yusuf (Institut Pertanian Bogor)
330. Prof. Udiansyah (Universitas Lambung Mangkurat)
331. Prof. Ujang Sumarwan (Institut Pertanian Bogor)
332. Prof. Umar Santoso (Universitas Gadjah Mada)
333. Prof. Umi Cahyaningsih (Institut Pertanian Bogor)
334. Prof. Upik Kesumawati (Institut Pertanian Bogor)
335. Prof. W. Dj. Pomalati, MPd (Universitas Negeri Gorontalo)
336. Prof. Wahyudi Kumorotomo (Universitas Gadjah Mada)
337. Prof. Waras Kamdi (Universitas Negeri Malang)
338. Prof. Warid Ali Qosim (Universitas Padjadjaran)
339. Prof. Wasino (Universitas Negeri Semarang)
340. Prof. Wasmen Manalu (Institut Pertanian Bogor)
341. Prof. Wasrin Syafii (Institut Pertanian Bogor)
342. Prof. Widjijono (Universitas Gadjah Mada)
343. Prof. Yanto Santosa (Institut Pertanian Bogor)
344. Prof. Yayat Dahiyat (Universitas Padjadjaran)
345. Prof. Yeremias T. Keban (Universitas Gadjah Mada)
346. Prof. YH. Udju D. Rusdi (Universitas Padjadjaran)
347. Prof. Yonny Koesmaryono (Institut Pertanian Bogor)
348. Prof. Yuli Retnani (Institut Pertanian Bogor)
349. Prof. Yuliandri (Universitas Andalas)
350. Prof. Yulianto Kadji (Universitas Negeri Gorontalo)
351. Prof. Yunita Winarto (Universitas Indonesia)
352. Prof. Yushinta Fujaya (Universitas Hasanuddin)
353. Prof. Yusuf Sudo Hadi (Institut Pertanian Bogor)
354. Prof. Yuyun Yuwariah (Universitas Padjadjaran)
355. Prof. Zainul Daulay (Universitas Andalas)
356. Prof. Zulfadil (Universitas Riau)
357. Prof. Zulkifli Nasution (Universitas Sumatera Utara)
[6/20, 7:50 PM] Bibit Samad Riyanto 2 Tlp: ANGGOTA PANSUS DPR BISA DITANGKAP KPK DALAM KASUS EKTP
Oleh : Habil Marati
Anggota DPR RI 1999-2009
Pansus sebagai hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu peristiwa perbuatan asersi pemerintahan ( President) yang menimbulkan keresahan masyarakat dan berpotensi merugikan keuangan Negara dan keselamatan Negara. Demikian juga, bahwa Pansus DPR itu akan melahirkan keputusan politik yang akan di sampaikam pada MPR untuk ditindak lanjuti berdasarkan UUD. Oleh karena itu, mekanisme kerja Pansus di lakukan dengan memanggil pejabat yang terlibat pada peristiwa suatu kasus yang akan di selidiki tersebut. Jadi object pansus itu pejabat negara yang berkaitan erat dengan terjadinya suatu kebijakan Pemerintah yang menimbulkan dampak sistimatis adanya potensi kerugian negara dan meresahkan stabilitas politik nasional, Pansus di adakan untuk menyelidiki apakah telah terjadi pelanggaran UU atas keputusan yang di ambil pemerintah,out put dari pada pansus ini adalah keputusan politik yang bisa menjatuhkan president, Contoh kasus Sumber Waras, BPK telah menyatakan adanya kerugian Negara akan tetapi KPK tidak melakukan penyelidikan ada apa?, DPR harus membuat Pansus hak angket untuk menyelidiki apakah ada intervensi kekuasaan terhadap kasus korupsi sumber waras ini?. Tapi nyatanya DPR tidak menggulirkan hak angket pada hal jelas jelas BPK telah melakukan investigatif audit dan telah menetapkan besarnya kerugian Negara, tapi mengapa dalam kasus EKTP yang melibatkan beberapa anggota DPR, DPR buru buru membentuk pansus hak angket ada apa????, justru Pansus hak angket DPR ini bisa jadi senjata makan tuan, KPK bisa menangkap anggota Pansus angket termasuk semua pengusul hak angket dengan tuduhan menghalang halangi penyidikan, sementara dari kalangan masyarakat, DPR bisa di tuduh mengintervensi KPK dalam kasus EKTP.
BU MIRIYANI BUKAN OBJECT PANSUS ANGKET DPR
Ada banyak pertanyaan mengenai lahirnya hak angket DPR ini, pertama adalah apakah hak angket DPR ini lahir disebabkan E-KTP yang sedang di sidik oleh KPK?, pertanyaan kedua Apakah hak angket ini ada kalau tidak ada kasus korupsi E-KTP yang melibatkan beberapa anggota DPR?, pertanyaan ketiga Apakah KPK itu bagian dari Kebijakan Pemerintah?. Demikian juga pertanyaan Apakah DPR bisa mengangket KPK? Jawaban saya adalah DPR bisa menggulirkan hak angket terhadap KPK sepanjang untuk menyelidiki apakah ada intervensi pemerintah terhadap kasus E-KTP, kasus sumber waras, Century dan reklamasi. Pernyataan seorang Pejabat Pemerintah pada Munas Golkar bahwa KPK sudah ada yang amankan kasus E-KTP, kalau tujuan DPR membentuk hak angket untuk menyelidiki pernyataan Pejabat ini maka tujuan DPR membentuk hak angket sesuai dengan UUD,dan UU, tapi kalau tujuan dibentuknya hak angket tersebut untuk menghilangkan jejak atau menghentikan penyelidikan korupsi E-KTP maka DPR telah melakukan intervensi pada KPK, dan KPK bisa menangkap para anggota pansus angket. Pansus angket DPR dengan memanggil Bu Miriyam untuk di mintai keterangan adalah salah dan bertentangan dengan UUD2002 maupun UU pembentukan hak angket DPR tersebut. Pernyataan Bu Miryam di depan penyedik KPK yang telah di BAP bukan object Pansus, Bu miryam bukan penjabat excekutif, bu Miryam bukan bagian dari pejabat pemerintah yang bisa mengintervensi KPK untuk menghentikan proses penyidikan EKTP yang sudah berjalan di KPK. Dalam BAP Bu Miryam pada KPK Dia mengatakan bahwa Dia ditekan beberapa anggota DPR, pernyataan Bu Miryam harus di selesaikan lewat jalur pengadilan atau komisi III DPR mengadakan RDP khusus dengan KPK untuk menanyakan perihal pernyataan Bu Miryam yang telah di BAP oleh KPK, masa hanya untuk mengklarifikasi BAP Bu Miryam di hadapan penyedik KPK yang menyebut di tekan beberapa anggota DPR harus membentuk hak angket?, ini sangat membahayakan anggota Pansus dan pengusul hak angket tersebut. KPK bisa menggunakan kewenangannya yang diberikan UU tentang menghalang halangi proses hukum E-KTP. Akan tetapi apabila Pansus angket DPR ini tujuannya untuk menyelidiki pernyataan Pejabat pemerintah di Munas Golkar dan Pansus angket DPR memanggil Pejabat Pemerintah tersebut untuk di mintai keterangannnya atas Pernyataannya tersebut, maka tujuan dibentuknya hak angket DPR tersebut telah sesuai dengan UUD dan UU.
Demikian juga KPK, kesan di masyarakat KPK sudah tidak independen lagi dalam penegakan hukum, saya pernah di sampaikan oleh seorang Prof ahli pidana bahwa ada lima orang penyedik KPK menemuinya dan mengeluh tentang kasus sumber waras dan reklamasi bahwa mereka telah menemukan alat bukti korupsi pada Sumber Waras dan Reklamasi tetapi pimpinan KPK tidak mendukung atau belum mendukung penyidikan tersebut. KPK harus kembali pada jati dirinya sebagai lembaga penegak hukum independen dari Pemerintah, KPK merupakan perpanjangan tangan Rakyat untuk mengcegah dan memberantas korupsi. Kasus EKTP, Sumber waras, Reklamasi, Pelindo, Garuda dan DKI ini kasus kasus big fish yang bersifat sistimatis, terstruktur dan massive mengapa KPK tidak menyediknya, Sumber Waras jelas jelas sudah ada hasil dari BPK perhitungan kerugian Negaranya mengapa KPK mendiamkan?, ini mestinya DPR membentuk pansus hak angket Sumber waras tujuannya untuk menyelidiki apakah ada intervensi pemerintah atau ada kah keterlibatan pejabat negara dalam kasus Sumber waras ini?, bukan membentuk hak angket DPR untuk menyelidiki BAP Bu Miryani. Dengan demikian pansus angket DPR ini benar benar untuk kepentingan Rakyat jikalau Pansus angket KPK ini di arahkan untuk menyelidiki apakah ada intervensi pemerintah dalam kasus Sumber waras, Reklamasi, Century, dan SKL BLBI tapi kalau pansus angket DPR ini hanya untuk menyelidiki EKTP yang berkaitan dengan BAP bu Miryam dan keterlibatan beberapa anggota DPR, saya khawatir KPK bisa menangkap seluruh anggota Pansus dan pengusul hak angket karena dianggap mengintervensi KPK dalam Kasus EKTP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar