Jumat, 25 Januari 2019

MENUJU MASA TUA

*Bagus sekali, tlg dibaca berulang kali*

*"MENUJU MASA TUA"*

*1. Sisa umur ini pendek,*
"selagi selera.....makanlah"
"selagi layak........pakailah"
"Selagi manfaat......belilah"
"Selagi bisa........berbagilah"
"Silaturahmi......lakukanlah"
*Nikmati hidup apa adanya.*

*2.* Dulu kita berusaha, utk memiliki. Kini saatnya untuk melepas, harta, tahta, anak, istri semua akan kembali kepada-NYA. *Bahagia terletak pada keikhlasan.*

*3.* Sehari berlalu, umur berkurang, berbuat baiklah karena *kita tidak tahu kapan akan dipanggil.*

*4.* Hidup ini sangat singkat dalam sekejap kita mulai tua dan *pasti masuk pusara..*

*5.* Jangan tengok ke atas akan selalu kurang, tengok ke bawah bisa merasa cukup dan syukuri apa adanya pasti bahagia. *Bersyukurlah..*

*6.* Yang terbaik adalah berbuat  baik, membantu orang lain, *Jangan  menyakiti, latih diri dgn berbaik sangka , agar sehat lahir batin.*

*7.* Kasih orang tua tidak ada batas. Sadarlah, bila anak sakit, orang tua bagai teriris, bila orang tua sakit anak cuma tengok dan bertanya.
Anak-anak memakai uang orang tua seperti keharusan, tetapi orang tua memakai uang anak pasti rikuh. *Cukupilah diri sendiri jangan berharap pemberian anak.*

*8.* Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah orang tua. *Sadarilah.*

*9.* Orang tua selalu mendoakan anak, tapi anak jarang  mendoakan orang tua. Maka *bekali kubur kita dgn amal yg banyak, jangan bergantung pada doa anak.*

*10.* Kebaikan dan keburukan sebagai ujian dan tdk akan berakhir sampai kita mati. *Sikapi dg syukur dan sabar.*                                                                                                                                                                                 Mamah : Kalau anak anak sudah berkeluarga dan meninggalkan kita, giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri . . .

*Renungan menjelang tua . . .*

*Bila kita tua* ...
Luangkan waktu bersama pasangan anda karena salah seorang drpd kita akan pergi lebih dahulu dan yang masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yg indah.

*Bila kita tua* ...
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, jalan2 lah kebeberapa banyak tempat untuk mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, utk mengagumi keindahan ciptaan NYA.

*Bila kita tua* ...
Jangan susahkan  diri *memikirkan anak2 secara berlebihan*.
Mereka akan mampu berusaha sendiri.
Cuma tentukan hutang anda Lunas sebelum meninggal dunia supaya mereka tidak menanggung beban yang anda tinggalkan.

*Bila kita tua* ...
Luangkan waktu  bersama rekan2 lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.

*Bila kita tua* ...
Terimalah penyakit apa adanya.  Karena Semua sama,  kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, yaitu: lahir bayi, kanak2, dewasa, tua, sakit & mati

*Kata2 nasihat* ...
"Cari kawan yg seperti cermin, kita gembira dia gembira, kita sedih dia ikut sedih.

Selamat menikmatij Masa Tua dengan Bahagia ..... 🙏🙏

*Bagus sekali, tlng di share ke teman " ......*

pengalaman saya ngobrol dengan para sesepuh TNI

NOTE : Awal nya info Rahasia, tapi dah gak tahan agar Rakyat Indonesia supaya mengerti dan faham...

_Selamat malam para senior Alumni Trisakti yang saya banggakan. Perkenalkan nama saya Dili Wisnu Syaukat (saya lulusan STP Trisakti jurusan Perhotelan angkatan 96)._

*Kalo boleh sharing, saya mau sedikit bercerita ttg pengalaman saya ngobrol dengan para sesepuh TNI di NKRI ini.*

Tahun 2012 yl, saya didatangi oleh 2 orang dari Gardu Prabowo ke rumah saya utk menjadi salah satu Pengurus Pusat Gardu Prabowo yg bermarkas di Jl. Kendal Jakarta Pusat. Lalu saya tanya “mas tahu dari mana rumah saya?” Katanya saya sudah di jadikan “target” utk menjadi relawan Prabowo utk pilpres 2014 yl, bahkan saya sampai dibuatkan kartu anggota yg tinggal dikasih foto saya dan sdh di ttd oleh Prabowo langsung dan mendatangi markas Gardu Prabowo tsb utk cross check kebenaran ttg Gardu Prabowo. Singkat cerita, saya bertanya, minta restu, minta izin dan minta ridho utk bergabung di Gardu Prabowo dari ayah saya yg notabene seorang sesepuh TNI AD di NKRI ini dan menjadi orang kepercayaan pak Harto (ex mertua Prabowo). Ayah saya berkata “Nak, kamu minta restu, ijin dan ridho dari Bapak utk menjadi Pengurus Pusat Gardu Prabowo ?” Dengan santun tapi tegas ayah saya berkata “Bapak TIDAK merestui, mengijinkan dan meridhoi kamu menjadi Pengurus Pusat Gardu Prabowo!” Saya tanya knp Pak ? Ayah saya menjawab dgn kalimat bersayap “Bapak secara politik militer berseberangan dgn Prabowo”
Lalu saya bertanya, “berseberangan seperti apa Pak ?”
Ayah saya menjawab “Kalo Bapak ceritakan, kamu tidak akan mengerti dan intinya Prabowo itu sukanya bertindak dulu baru berpikir. Ini sangat membahayakan Negara kalo ada prajurit TNI seperti itu apalagi kalo sampai dapat posisi menjadi Komandan Pasukan Elite (Kopassus dan Kostrad)!!!” (Sambil ngeloyor meninggalkan saya diruang keluarga dirumahnya). Dan semenjak itu saya semakin yakin bahwa Prabowo bukan orang yang amanah.
Saya melihat dikasus Ratna Sarumpaet kemarin bagaimana seorang Prabowo bisa dgn mudahnya di “bohongi” oleh RS, tanpa berpikir dulu bertindak kemudian.

Dalam bbrp tahun sejak perbincangan dengan ayah saya tsb di thn 2012 saya bertanya2 “apa gerangan yang membuat ayah saya sampai begitu bicaranya ttg Prabowo ???”

Akhirnya 5 tahun kemudian saya bertemu dengan seorang sesepuh TNI AU berpangkat bintang 2 Purnawirawan yg merupakan orang dekat Jendral TNI (Purn) LB. Moerdani, yang mengatakan “saya tahu persis dari A-Z siapa itu Prabowo!”. Nah dalam pertemuan ini beliau banyak cerita ttg siapa itu Prabowo, salah satunya adalah bagaimana Prabowo menjadi seorang prajurit TNI (bagaimana dulu keluarga ayahnya dikejar oleh Bung Karno mulai ke Malaysia sampai ke Austria), dan bagaimana ayahnya dipanggil kembali oleh Pak Harto utk menjadi menteri di kabinet pertamanya sebagai menteri perdagangan dan perindustrian serta hasil psiko test-nya ketika akan masuk Akmil thn 70 adalah _berkepribadian ganda dan psikopat_ !. Dan sama persis spt ayah saya bilang yaitu, bertindak dulu baru berpikir. Dan bagaimana seorang Kapten Inf. Kopassus (Prabowo) memfitnah seorang bintang 3 TNI AD (yg saat itu beliau sebagai Asintel Menhankam/Pangab) akan melakukan kudeta kpd mertuanya dgn berbicara kepada Komandannya sendiri di Satuan-81 Anti Teror Kopassus yaitu Mayor Inf. LB Panjaitan. Sampai komandannya tsb mengatakan bhw info A1 Prabowo dinyatakan tidak benar dan tidak tepat.
Dan seorang LB. Moerdani ketika tahu berita itu hanya tersenyum saja (krn menurutnya yg waras ngalah krn Prabowo itu menantunya Pak Harto, bukan menjilat/takut kepada Pak Harto tapi Pak Harto org yg sangat dia hormati dan segani di NKRI ini). Sebenernya kalo mau di “habisi” seorang Prabowo akan dengan mudahnya utk seorang Guru Besar Intelijen Indonesia (LB. Moerdani).

Lalu 2 minggu yl saya bertemu dengan sesepuh TNI AD juga, yg sudah berusia 82 tahun (teman 1 angkatan ayah saya dan alm. Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat dan mantan Wakil Ketua MPR dari Fraksi ABRI era Orde Baru) di RSPAD saat menjenguk ayah saya yang sedang dirawat di ICU.
Sambil mengantar ke parkiran dan menunggu pemgemudinya jemput dilobby, saya bertanya kepadanya; “Om, Presiden kita tetap dua periode atau ganti dgn yg baru ?” Beliau berkata dengan gerak gerik yg sopan, santun dan tegas; “ya kalo ada yg lebih baik dan benar dari yg skrg silahkan saja. Tapi masa yg skrg diganti dengan orang yg tidak baik dan tidak benar ? Mau jadi apa negara dan bangsa ini ??? Lalu saya  menjawab; “jadi kita sama dong om, masih pengen Jokowi menjadi RI 1”? Lalu beliau berkata; “Kamu Jokowi ya nak ? Saya bilang 1000% iya om ! Lalu kita Hi-Five (tos). Nah setelah itu beliau melanjutkan pembicaraannya dengan mengatakan saya tahu persis dari A-Z siapa itu Prabowo (kok jawabannya sama dengan Jendral Purnawirawan TNI AU diatas ya ? Tidak ada yg kebetulan didunia ini.
Dan akhirnya kendaraan yg menjemputnya datang, dan beliau berkata; “kita nanti lanjut ngobrol lagi ttg Prabowo dan NKRI ini ya nak”.

Nah dari kesimpulan cerita diatas, saya semakin yakin bhw 3 org sesepuh purnawirawan TNI mengatakan demikian, mengatakan sesungguhnya siapa itu Prabowo. Utk itu saya semakin yakin dengan pilihan saya dan memohon kepada Allah SWT agar Pak Jokowi tetap menjadi Presiden RI periode 2019-2024. Insya Allah doa dan permohonan saya ini dikabulkan Allah SWT...
Aamiin Allahumma Aamiin Yaa
Allah 🙏🙏🙏

_Note : masih banyak cerita untold story ttg Prabowo dan Sandiaga Uno_ 🙏👌

Postingan 👆 saya terima dari Sahabat Alumni Trisakti yg sekantor dg saya di Kebayoran Baru.
Mmp.  🙏🙏 bro.

Senin, 21 Januari 2019

Tunduk pada Kepentingan dan Tekanan Amerika

Tunduk pada Kepentingan dan Tekanan Amerika

pojok satu

Jan 20, 2019 12:18 AM

POJOKSATU.id, JAKARTA – Saat Ustaz Abu Bakar Ba’asyir ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri, tidak ada satupun orang luar yang diterima beliau untuk membesuk, kecuali keluarga dan santri-santri beliau.

Tapi ketika itu, penulis diperbolehkan membesuk karena Ustaz Abu memang sudah mengenal saya dan merupakan pembaca setia tulisan-tulisan saya.

Sebelum beliau ditahan, kami memang sering berkomunikasi melalui SMS.

Inilah wawancara saya dengan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir tanggal 21 Januari 2011 di Rutan Bareskrim Mabes Polri:

Mega Simarmata (MS): Baru sekarang saya bisa membesuk setelah 5 bulan Pak Ustaz Abu ditahan, bagaimana kondisi Pak Ustaz saat ini?

Ustaz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) : Alhamdulilah baik. Terimakasih saya dibesuk. Ya …. selama di tahanan, saya diperlakukan baik. Artinya, tidak ada tekanan di sini. Waktu yang saya miliki juga jadi lebih banyak untuk beribadah. Salat dan membaca Alquran.

MS: Pak Ustaz sempat menjalani operasi katarak mata. Bagaimana kondisi mata pak Ustaz?

ABB: Mata kanan saya yang dioperasi. Saya masih sulit melihat jarak jauh. Hari ini ada dokter mata yang akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap mata saya.

MS: Selama di dalam tahanan, apakah masih mengikuti berita-berita di luar? Baik itu pemberitaan nasional ataupun internasional?

ABB: Saya tetap ikuti informasi dari pemberitaan yang disampaikan media massa.

MS: Kasus mafia pajak yang melibatkan pegawai rendahan sekelas Gayus Tambunan sempat mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan bahwa patut dapat diduga ia dibantu oleh seseorang yang dituduhnya sebagai agen CIA untuk membuat paspor palsu. Apakah Pak Ustad mengikuti juga kasus Gayus Tambunan dan rumors tentang agen CIA itu?

ABB: Saya ikuti kasus Gayus …. (terdiam dan tidak ingin mengomentari masalah rumors seputar agen CIA).

MS: Lalu di tingkat internasional, dunia sempat dikejutkan dengan bocornya data-data diplomatik Amerika dari Situs WIKILEAKS. Pak Ustaz mengikuti permasalahan WIKILEAKS?

ABB: Ya saya ikuti tapi tidak banyak.

MS: Pak Ustaz, kita bicara soal kasus yang menimpa Pak Ustaz saat ini. Anda dituduh mempelopori dan mendanai kasus terorisme yang dituding Densus 88 menjamur di wilayah Nangroe Aceh Darussalam. Pertanyaan saya sangat sederhana saja, sebesar apa sebenarnya aset dan kekayaan anda sebagai seorang muslim sehingga dituduh bisa mendanai aksi Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang melakukan latihan militer?

ABB: Terpukul hati saya mendapatkan fitnah yang sekejam ini. Dalam Surat Albaqarah kedua ayat 217 ditulis disana soal fitnah.

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya’,” (Al-Baqarah: 217).

Saya tidak tahu menahu soal masalah itu. Tetapi jika ada umat Islam melakukan latihan perang, apakah itu bisa secara otomatis dikategorikan sebagai latihan terorisme?

Dalam Surat Alanfal ayat 10 ada dituliskan mengenai hal itu.

Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya. (QS al-Anfal [8]: 60).

MS: Saya perdalam lagi pertanyaan tadi Pak Ustaz, sebesar apa kekayaan anda dalam hal finansial sehingga anda dituduh mampu mendanai latihan perang di Aceh?

ABB: Pertanyaan saudari cukup tegas. Saya akan jawab sejujurnya. Sampai detik ini, saya bercita-cita agar Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) bisa punya kantor yang sederhana. Tapi itu belum bisa tercapai karena susah sekali mendapatkan uangnya. Saya sudah kumpulkan sedikit demi sedikit tapi tetap belum cukup. Lalu saya diberitahu bahwa kantor JAT yang di wilayah Jakarta Selatan diteror oleh Densus 88 Anti Teror Polri sehingga mereka tidak dikasih lagi mengontrak di tempat yang lama. Nah, untuk mendapatkan kantor yang baru saja, harus ada anggaran antara Rp 30-50 juta sebagai biaya kontrak semacam rumah per tahunnya. Uangnya yang belum ada. Kalau saya kaya raya berkecukupan, untuk apa harus bersusah payah mengumpulkan uang untuk bisa membayar uang kontrak misalnya?

MS: Pak Ustaz, mengapa diri anda ini seperti laris manis dalam kasus terorisme. Anda ini sebenarnya menjadi incaran pihak mana?

ABB: Amerika. Sejak awal saya tahu bahwa saya adalah incaran Amerika. Anda sudah pernah dengar toh … kan ada di pemberitaan, Amerika pernah meminta secara khusus kepada Presiden Megawati Soekarnoputri agar saya ditangkap. Tetapi yang namanya Megawati mendapat kekuatan dari Allah untuk menolak permintaan Amerika yang arogan itu. Namun menurut saya, pemerintahan Yudhoyono ini adalah pemerintahan yang tunduk kepada kepentingan dan tekanan Amerika.

MS: Apa komentar anda soal Amerika?

ABB: Amerika itu adalah musuh umat Islam nomor 1 di dunia.

MS: Lalu dengan kekuatan yang berjumlah 32 orang, apakah anda siap menjalani persidangan untuk menghadapi dakwaan dari Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang jumlah personilnya sangat luar biasa banyaknya untuk mengadapi anda pada persidangan bulan depan?

ABB: (Tersenyum) …. ya … betul … ada 32 orang Jaksa yang dibentuk menangani kasus saya saja. Tidak apa-apa. Silahkan saja. Saya siap menjalani persidangan itu.

MS: Pak Ustad, izinkan saya membelokkan topik pembicaraan ini ke masalah Palestina. Satu persatu negara-negara di komunitas internasional menyampaikan dukungan terbuka untuk terbentuknya Negara Palestina. Tanggapan anda mengenai pembentukan Negara Palestina itu bagaimana?

ABB: Saya ikuti secara seksama masalah Palestina. Sepanjang negara yang mau dibentuk itu adalah Palestina sebagai Negara Islam, pasti saya juga ikut mendukung. Tetapi pertanyaan saya, apakah Palestina yang mau dibentuk itu memang betul negara Islam? Ingat bahwa negara Islam tidak boleh berkompromi dengan kekafiran, baik untuk masalah pribadi sampai ke masalah negara. Untuk apa dibentuk Negara Palestina kalau mereka tidak bisa tegas misalnya? Kalau Palestina tidak mampu bersikap tegas maka itu artinya mereka hanya bermain-main membentuk sebuah negara.

MS: Lho, bukankah di mata semua orang, kalau sudah bicara soal Palestina maka itu artinya bicara soal Islam. Sebab Palestina identik dengan Islam.

ABB: Kalau memang Negara Palestina yang mau dibentuk itu adalah negara Islam yang sesungguhnya, tentu harus didukung. Tetapi kalau yang mau dibentuk itu adalah negara yang mengaku Islam namun berkompromi ke sana kemari di luar Islam, itu bukan negara Islam namanya.

MS: Presiden Amerika Serikat Barack Obama terlihat sangat gigih menyuarakan agar tahun 2011 ini Palestina bisa hadir dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai sebuah negara. Sebagai tokoh Islam, bisakah anda mempercayai kegigihan Barack Obama mendukung Palestina?

ABB: (Tersenyum) …. Amerika hanya bersikap seolah-olah mendukung karena pasti mereka punya misi lain di Palestina yaitu ingin meraup keuntungan ekonomi yang terkandung dalam kekayaan alam di Palestina. Harus diwaspadai ancaman tentang penjajahan atas Palestina. Kapitalisme kan seperti itu karakternya, yang penting buat Amerika adalah bagaimana caranya agar mereka yang dapat untung sebesar-besarnya. Itu ciri kapitalisme!

MS: Bagaimana mungkin di Palestina ada kekayaan alam yang bisa menguntungkan Amerika karena sampai saat ini saja penggunaan air di seluruh wilayah Palestina masih sangat dibatasi oleh Israel?

ABB: Anda jangan salah! Biasanya di dalam sebuah negara yang mayoritas rakyatnya adalah Islam, Allah pasti memberikan kekayaan alam yang luar biasa di dalam negara itu. Mana kita tahu kalau ternyata di Palestina sana ada lahan minyak yang bisa digarap dan menghasilkan keuntungan ekonomi yang luar biasa besarnya.

MS: Lalu bagaimana Palestina bisa membentuk negara yang berdaulat kalau di dalam negeri mereka sendiri saja masih ada perpecahan antara Fatah dan Hamas misalnya?

ABB: Itulah yang saya maksud tadi, untuk apa membentuk sebuah negara kalau tidak serius? Saya mendengar kabar ya …. bahwa petinggi Fatah dan Hamas yang saat ini memegang kekuasaan adalah sekuler. Saya pribadi sangat mendukung perjuangan jihad dari kelompok Hamas yang ada di lapangan. Mujahid-Mujahid Hamas yang gagah berani seperti mereka inilah yang harusnya mendapatkan peluang untuk berkuasa. Bukan yang sekuler! Hamas yang ada di lapangan itulah yang tegas menolak keberadaan Israel. Sebab Yahudi yang menjadi otak untuk memerangi Islam.

MS; Baiklah Pak Ustaz Abu, terimakasih untuk wawancara kita ini.

ABB: Terimakasih kembali.

*Wawancara Mega Simarmata dengan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, 21 Januari 2011 di Rutan Bareskrim Mabes Polri

Kamis, 17 Januari 2019

mandi sambil menyanyi!!!

Siapa yang suka mandi sambil menyanyi!!!
Ada yang sayang nih kalau dilewatkan, yuk baca :

Dalam sebuah hadis,Rasulullah bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah seperti halnya Allah memberikan tempat tinggal kepada anak adam untuk berada di bumi.

"Ya Allah,,adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi,,maka berilah pula aku tempat tinggal..!!" Kata Iblis..Allah berfirman,,"Tempat tinggalmu adalah kamar mandi atau tandas"(HR. Bukhari)

Dari situlah kemudian Iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kmr mandi..

Godaan iblis macam-macam dan aneka warna.contohnya menggoda manusia supaya:
.
1. Berlama-lama di dalam bilik mandi
2. Bernyanyi atau berkata-kata
3. Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa hp mendengarkan muzik, ber'facebook') 4. Membisik seseorang supaya kencing sambil berdiri
5. Membiarkan baju yang kotor t'gntung di dalm bilik mandi
6. Melupakan seseorang untuk berdoa ketika hendak masuk atau keluar dari bilik mandi
7. Mengambil whudu sambil telanjang
8. Mencoret-coret dinding bilik mandi
9. Merencanakan kejahatan
10.Onani/masturbasi di dalam bilik mandi, air mani akan bercampur air mani iblis & menyebabkan terlahirlah tuyul.
Maka,,hati-hatilah sewaktu dalam bilik mandi atau tandas.Dan tips yang baik adalah mandi,buang air dll sewajarnya saja..
lebih cepat lebih baik
Sekarang Anda mempunyai 3 pilihan:

1. Anda -
Aku akan biarkan tulisan ini tetap di sini saja..

2. Malaikat -
Ingatkan pada teman yang anda kenal...Sebarkanlah..!

3. Syaitan -
Tidak usah capek2 dan sibuk-sibuk menyebarkan tulisan ini..Biarkan saja di sini..Kalau bs hapus/ tutup saja..Mereka tidak perlu membaca tulisan ini..

ilmu agama... Silakan Share untuk kawan-kawan yang lain...
smoga bermanfaat
.
🍃 Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D

🍃 Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantias a istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

PENGHARGAAN DAN KEBAIKAN DI COUNTER KFC JAYAPURA

-
*KISAH YANG SANGAT MENYENTUH HATIKU HARI INI*
*(Copy-Paste dari FB Honai Papua Bersinar)*
*diceritakan oleh: Pasta Harold Oijaitou*
------------------------------
*PENGHARGAAN DAN KEBAIKAN DI COUNTER KFC JAYAPURA*
Siang ini saya mampir di KFC Gelael Jayapura. Saat sedang antri di counter,
tepat di antrian sebelah saya ada seorang ayah dan anak perempuannya
yg kira2 duduk di kelas 4 atau 5 SD.

Dari tampilannya saya langsung dapat menebak bahwa Sang Ayah
adalah seorang Petugas Parkir kota Jayapura. Itu terlihat dari seragam
yg dikenakan dan sebuah handuk kecil kumal untuk membasuh keringat
plus topi yg jg sudah mulai lapuk.

Dari antrian di belakang sampai ke depan, anak perempuan kecil ini
terus menerus tersenyum sambil menggenggam erat tangan ayahnya
dan terus mengucapkan kata terima kasih yg tak putus2nya dng suara yg
cukup keras tanpa rasa malu, seolah2 dia mau membanggakan
ayahnya di depan kami semua.

Ketika tiba giliran mereka, ayah ini hanya memesan sepotong ayam dan
sebongkah nasi saja. Tanpa minum, sup maupun pudding.

Kami semua terheran2. Koq untuk pesanan seperti ini saja tp kata2
ucapan syukur tak putus2nya.

Saat membayar, ayah ini mengambil pecahan 1000 rupiah yg sudah kumal sebagian, menghitung kembali di depan kasir dan membayarnya.
Sekali lagi kalimat "Terima kasih Bapa......" keluar dari bibir anak ini.
Di belakang mereka ada sepasang ibu orang suku Chiness yg terus
memperhatikan tingkah bapa dan anak ini.
Ibu China ini kemudian bertanya: "Ade, ko semangat sekali...?"
Ayah dari anak ini menjawab: "Oh ini hari Ulang tahunnya, saya su janji
dari lalu untuk ajak makan di sini, makanya dia senang sekali"
"Berapa bersaudara mereka ? Tanya ibu Chiness tadi sambil tersenyum.
"Tiga orang dan ini yg tua".

Setelah mengambil makanan mereka, bapa dan anak ini duduk di meja.
Tapi Ayah ini hanya duduk memperhatikan anak kecil ini makan dengan lahap.
Sepotong ayam dan sebongkah nasi. Yang terus tersenyum dan memuji
ayahnya dengan kalimat "terima kasih bapa".
Saat hampir selesai anak ini makan, datang petugas KFC membawakan
1 ember kecil Paket Super family lengkap dengan Pepsi 4 botol besar dan puding.
Kami semua bingung..... Ayah ini bingung..... Dan bertanya ke petugas KFC "
Ahh z tra pesan barang banyak ini, sapa yg suruh bawa ke sini?"

Jawabnya: "Oh itu tadi bapa dan ibu chiness yg bayar, katanya untuk perayaan
ultah lanjutan anak perempuan ini dengan adik2nya di rumah....."
Bapa ini tunduk dan menangis.... Mau mengucap terima kasih tapi bapa dan
ibu Chiness ini sudah tidak ada...mereka sudah pergi.

Siang ini semua mata pengunjung tertuju ke bapak dan anak perempuan ini.....
KFC hening beberapa saat.......

Pesan Moral yg z dapat:
1. Kegigihan sang ayah, bekerja di bawah terik matahari mengumpul
setiap rupiah demi memenuhi janji memberi kebahagiaan sesaat bagi
anak perempuan di hari ulang tahunnya.
2. Raut wajah syukur seorang anak perempuan untuk apa yg diberikan
oleh ayahnya walau hanya sepotong ayam goreng dan sebongkah nasi,
tapi kalimat "Terima kasih bapa" itu keluar terus dng tulus dan penuh cinta.
3. Kebaikan hati yg spontan, tidak mau diketahui....tidak mencari pujian...
tapi dng diam2 diberikan oleh bapak dan ibu orang Chiness yg
'umumnya/biasanya' dianggap jarang melakukan tindakan spontan seperti ini.
Hmmmm Thanks God, saya dapat pelajaran tentang berterima kasih, menepati janji,
cinta dan kebaikan yg spontan tapi tersembunyi.

KFC Gelael Jayapura, 15 Januari 2014
Pukul 14:00 WIT.
----------------------------

Rabu, 16 Januari 2019

Untuk semua wanita ⭕ Kick Off "Kanker Payudara".

Untuk semua wanita ⭕ Kick Off "Kanker Payudara".

🔺rawat bayimu dengan ASI

🔺cuci BH Anda setiap hari.

🔺Hindari BH hitam di musim panas

🔺Jangan kenakan BH saat tidur.

🔺 Jangan sekali-kali memakai BH berkawat.

🔺 Selalu menutupi dada Anda sepenuhnya dengan syal saat Anda berada di bawah terik matahari.

🔺Gunakan deodrant bukan anti perspirant.

🔺Ini adalah pesan Layanan Umum dari Rumah Sakit Kanker.

⭕ Kirim ini ke Semua Wanita yang Anda Peduli Tanpa Ragu-ragu.

⭕ Kesadaran itu penting

⭕ aku peduli untukmu

⭕ Jangan ragu untuk menginformasikan kepada wanita lain. Teruskan ke setiap wanita di Daftar Anda!!! ASAL USUL KANKER RAHIM

Sharing Untuk Para Wanita. (bila pria yang terima, tolong diteruskan ke wanita di sekitar anda).

1. Jangan minum air es, air soda dan air kelapa pada saat haid.

2. Jangan keramas pada saat haid, karena pori kepala sedang terbuka pada saat haid. Bisa menyebabkan sakit kepala (kena angin kepala), sangat berbahaya. Efek ini bisa dirasakan saat muda dan saat tua.

3. Jangan makan mentimun saat haid, karena getah yang ada pada mentimun bisa menyebabkan haid tersisa di dinding rahim.

4. Saat haid, tubuh tidak boleh terbentur, terjatuh dan terpukul oleh benda keras terutama bagian perut, karena bisa menyebabkan muntah darah, dan rahim bisa terluka.

Riset membuktikan, minum es saat haid bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 tahun dapat menyebabkan : "KISTA & KANKER RAHIM".

Khusus untuk wanita....

Dalam rangka memperingati 'Hari Kanker' sedunia, peduli-lah.

Sebarkan info ini ke banyak wanita.... Ibu, Istri, anak putri, maupun teman wanita.
Ini menunjukkan bahwa kita peduli sama mereka.

Sayangi Wanitamu.

1 x kiriman saja mungkin kamu sudah menyelamatkan 1 orang wanita.

Semoga Bermanfaat Bagi Para Wanita...

SUMBER:
LPKI (LEMBAGA PENYULUHAN KANKER INDONESIA)🙏🙏🙏

Senin, 14 Januari 2019

Domba Udin

*Domba Udin*

Udin boga Domba alus,
di  Majalaya aya Kontes Domba sehat, hadiahna duit Rp300 rb..
Udin ngilu lomba.
..Alhamdulillah meunang Kontes,
hadiahna duit 300 rb
Dibayar tunai ku Panitia,
duitna 3 lambar 100,- rebuan.

Waktu narima hadiah,bakat ku geumpeur ...
duitna anu 300 rb murag, langsung diteureuy ku Domba na..

Panitia nyarankeun yen Domba na sina nginum kopi, terus ditepak-tepak bujurna, ngarah Domba na bisa utah, ambeh duit nu diteureuyna bisa kaluar.

Udin balik bari neangan kopi ka H. Dadi, bari nunungtun si domba..
pas ka imah H Dadi .Udin menta sagelas kopi.
Ku Udin kopi na diinumkeun ka si Domba saregot, terus ditepak-tepak bujurna,
..Bener geuning kaluar salambar duit 100 rebu !

H. Dadi jadi kepo, langsung nawar 3 juta supaya Domba Udin jadi milik manehna.

_Udin ngajawab singket ;_
*"Teu dijual !"*

Udin nginumkeun deui kopi, terus nepakkan bujur Domba na,
..kaluar deui duit 100 rebu...!!

H. Dadi beuki panasaran, ditawar eta Domba Udin teh jadi 10 juta.
Udin keukeuh nampik bari nginumkeun deui kopi ka Domba na, ditepakkan deui bujur Domba na teh, terus utah deui duit 100 rebu.

H. Dadi beuki panasaran pisan...,
tuluy nawaran duit 25 juta ka Udin.

*"Deal !"*
_..Ceuk  Udin meni atoh.._

Tungtungna si Domba teh jadi milik H. Dadi.

_Isukna rame aya berita dina headline koran ;_

*"H. Dadi ditahan Pulisi  ku sabab najongan Bujur Domba nepi ka paeh !"*

Wilujeng wayah kieu..
😁😄

# Simple hirup mah....teu kudu kabita ku milik batur, komo tepi ka hayang miboga, komo deui  bari jeung teu nyaho mimitina mah.
Sabab kulakna rizki tiap jalma moal sarua...

Rek seuri pek
Rek ambek pek
Teu dibaca ge Sawios.
🐏🐏😂😂😂

HINDARI PHUBBING

🍀 HINDARI PHUBBING 🍀

Phubbing adalah istilah sibuk main HP dan mengabaikan orang di hadapan kita, itulah yang terjadi, pola anti sosial.

Stop phubbing kalau kita sedang berhadapan atau sedang dalam pertemuan. Ini kata baru dan sedang diadakan *campaign* / kampanye anti phubbing.

JAUHI PHUBBING

Enam tahun silam, tepatnya pada bulan Mei 2012 para ahli bahasa, sosiolog, dan budayawan berkumpul di Sidney University. Hasil pertemuan tersebut melahirkan satu kata baru dalam tata bahasa Inggris.

Kata tersebut adalah phubbing. Yaitu _sebuah tindakan seseorang yang sibuk sendiri dengan gadget di tangannya, sehingga ia tidak perhatian lagi kepada orang yang berada di dekatnya._

Karena sudah menjadi fenomena yang sangat umum, dunia sampai memerlukan sebuah kata khusus untuk penyebutannya. Kini kata _phubbing_ secara resmi sudah dimasukkan dalam Kamus Bahasa Inggris di berbagai negara.

Sampai saat ini Bahasa Indonesia belum memiliki kata serapan dari phubbing ini. Padahal kita sendiri sering berbuat phubbing. Misalnya saat berbicara dengan petugas teller di bank, tangan kita sambil memainkan gadget.

Ketika menemani anak-anak mengerjakan tugas sekolah, setiap satu menit sekali kita melirik layar handphone kalau-kalau ada notifikasi yang masuk.

Pada momen makan berdua di restoran dengan istri, yang terjadi sekarang.. hp diletakkan sedekat mungkin di sisi kita dan mampu menyela obrolan apapun ketika ada suara pesan dari medsos.

Ya.. Kita sudah menjadi phubber sejati.

*PHUBBING* = kependekan dari kata : *PHONE and SNUBBING*; diciptakan oleh Alex Haigh seorang Australia. Dalam penelitiannya menemukan fakta mengabaikan sesama dalam masyarakat dan keluarga saat bertemu.

Saudaraku, mari kita benahi diri sendiri. Tidak berarti kita berhenti gunakan HP, tapi setidaknya kurangi phubbing sebisa mungkin.

*HORMATILAH ORANG - ORANG DISEKITAR ANDA, JANGAN SAMPAI ANDA DIKATAKAN TIDAK MEMPUNYAI SOPAN SANTUN OLEH ORANG DISEKITAR ANDA*

Jangan sampai handphone yang kita beli dengan keringat hasil usaha sendiri ini, justru memisahkan kita dengan teman, dengan sahabat, bahkan memisahkan kita dari saudara, orangtua, anak dan suami atau istri.

TGB Sebut Jokowi Paling Banyak Dihina

TGB Sebut Jokowi Paling Banyak Dihina
Viva.co.id
2019/01/14 11:30
Ikuti
– Mantan gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi, menyebut Presiden Joko Widodo adalah presiden yang paling banyak dihina sepanjang kepemimpinannya.

Hinaan itu, kata pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang alias TGB tersebut, juga menyasar keluarganya, bahkan sampai menyangkut hal inti kehormatan dan martabatnya. Namun dia berterus terang, Jokowi tetap istikamah bekerja membangun Indonesia.

"Jadi hobi [hinaan] bagi sebagian orang. Tapi, alhamdulillah yang kita saksikan bersama, walaupun fitnah tidak pernah putus, beliau tetap bekerja," ujarnya dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 14 Januari 2019.

TGB juga mengingat, Jokowi kalah di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pemilu 2014--kekalahan yang cukup besar. Namun kekalahan itu tak menghalangi Jokowi untuk tetap ikhlas bekerja membangun NTB.

NTB bukanlah provinsi dengan jumlah penduduk besar; hanya tiga juta, setara dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. NTB pun bukan penentu kemenangan dalam pemilu presiden 2019.

"Namun, seperti yang saya saksikan, beliau (Jokowi) tidak kurang-kurang untuk membangun NTB," ujarnya.

TGB tak meragukan sedikit pun integritas Jokowi, begitu pun kadar keislamannya, meski sebagian orang menganggapnya kurang saleh. "Ibadah beliau bukanlah [seperti] orang yang baru belajar syariat. Bukan santri, tak seperti thullab ma'had tentu," katanya.

Dia mengaku mengetahui sendiri kapasitas kemusliman Jokowi, termasuk kalau diukur dari kefasihannya membaca Alquran. Jokowi, katanya, memang bukan muslim seperti santri yang menguasai khazanah keilmuan Islam, tetapi jelas muslim yang taat.

"Insya Allah beliau muslim yang baik. Bertahun-tahun dihina dianggap pura-pura, sampai akhirnya terjadi titik balik," katanya.

Atas dasar itulah TGB juga tak meragukan kemampuan Jokowi memimpin Indonesia. Dia berpengalaman selama sepuluh tahun menjadi gubernur NTB dan tentu saja tidak mudah. Memimpin Indonesia, katanya, lebih tidak mudah lagi.

"Ini Ulama yg pantas jadi Calon Pemimpin Masa Depan NKRI".

Sabtu, 12 Januari 2019

ELIT  POLITIK BERBOHONG??

*Ulasan dari Alumni ITB*

*ELIT  POLITIK BERBOHONG??*

*Semua elite politik yang sekarang ada, adalah bagian dari sistem kekuasaan, yang sehingga Jokowi bisa berprestasi.*

*Setiap rencana kerja Jokowi, telah melewati perdebatan politik di DPR.*
*Semua program Jokowi, soal pembangunan insfrastruktur, :*
*Reformasi* *MIGAS,..*
*Reformasi* *Anggaran,..*
*Reformasi Pajak,..*
*Reformasi Birokrasi,..*
*dan lain* *sebagainya sudah dibahas di DPR.*
*Apakah mudah.?*
*tidak..!*
*Itu terjadi perdebatan panjang.*

*Tentu mereka berdebat, tidak seperti di ILC.*
*Ada protokol yang mengatur.*
*Semua bicara dengan, data dan hukum yang jelas.*

*Kalau sampai, program itu lolos dalam perdebatan dan akhirnya dilaksanakan, maka ia menjadi produk UU yang secara sistem harus didukung.*

*Apakah setelah itu DPR diam saja.? TIdak..!*
*Ada lagi pengawasan DPR, secara berkala terhadap kinerja Pemerintah.*
*UU memberikan kekuasaan DPR untuk itu.*

*Artinya semua partai, termasuk oposan sangat paham, mengapa APBN harus diganjal dengan utang.*

*Tahu benar berapa utang masa lalu, yang dibayar Jokowi dan berapa utang baru, yang dilakukan Jokowi dan untuk apa utang itu.*

*Tahu benar mengapa BUMN harus di restruktur permodalanya.*

*Tahu benar bagaimana, program pembiayaan di luar anggaran ( PINA ) harus dilaksanakan, sebagai solusi keterbatasan APBN, yang sehingga terjadi proyek B2B atau PPP secara meluas.*

*Tahu benar skema subsidi, untuk sektor produksi dan peningkatan anggaran Investasi pendidikan.*
*Semua mereka tahu.*

*Tetapi mengapa.?* *Mereka seenaknya menyampaikan berita, di media massa seakan mereka tidak tahu.?*
*Yang lebih konyolnya lagi, berita itu lebih banyak opini yang menyesatkan.*
*Mengapa.?*

*Contoh mereka teriak di media massa, bahwa utang Indonesia, sudah lampu merah dan akan tergadaikan dengan asing.*

*Bagaimana sampai ini keluar dari elite politik.?*
*Padahal mereka tahu besaran utang itu, diatur dalam UU.*
*Kalau Jokowi melanggar UU, kan bisa jatuh dia.*
*Mereka teriak BUMN di jual.*

*Padahal mereka tahu, bahwa penjualan BUMN, harus izin DPR.*

*Apakah pada era Jokowi, DPR mengizinkan penjualan BUMN.?*
*Tidak ada...!*

*Justru DPR era sebelum Jokowi, yang mengizinkan privatisasi BUMN lewat bursa.*

*Kalaupun sekarang BUMN melepas saham di bursa, itu adalah right issue, dalam rangka aksi korporate bagi BUMN, yang sudah listed dibursa.*

*Kini komposisi saham pemerintah di BUMN diperbesar lewat PMN.*
*Itu semua elite politik, tahu duduk persoalannya.*
*Tetapi mengapa mereka pura-pura bego.?*

*Jawabannya adalah ketika mereka berada didalam sistem, mereka gagal dalam perbedatan dan loby politik dengan team kabinet Jokowi.*
*Mengapa?*

*Maklum karena, sebelumnya mereka terbiasa melakukan konspirasi dengan penguasa, untuk membohongi rakyat lewat program merampok APBN atau corruption mind.*

*Dan ketika team Kabinet Jokowi, menolak konspirasi itu dan focus kepada program berdasarkan amanah UU, mereka kecewa.*

*Benarkah itu.?*
*OK...Kalaulah niat mereka baik dan Jokowi salah, tentu mereka akan berkoar di media massa dengan ide yang hebat dan bukti yang akurat sebagai koreksi terhadap program Jokowi.*

*Bukankah media massa, adalah kekuatan politik nomor empat, yang diakui dalam system Demokrasi.?*
*Tetapi kita tidak mendengar ide hebat, sebagai koreksi kebijakan Jokowi.*
*Yang ada malah, kebohongan tiada henti.*

*Kami dari Group Alumni ITB...*
🇮🇩🆔onesia🙂👍🇮🇩

Tanda-Tanda Alam Mengisyaratkan Kemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

Tanda-Tanda Alam Mengisyaratkan Kemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

harianaceh.co.id

Jan 8, 2019 10:00 AM

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan Sandiaga Salahuddin Uno. FOTO/Indonesiaraya.co.id

Jakarta – Laga El Classico akan kembali terjadi di 17 April 2019 mendatang. Ibarat pertemuan antara klub Real Madrid dan Barcelona. Keduanya akan berusaha semaksimal mungkin (all out) menyerang. Pasalnya, pertandingan di laga terakhir ini akan menentukan siapa yang merengkuh gelar juara Liga Spanyol musim 2019.

Tak ada istilah bertahan sambil menunggu babak adu penalti. Kedua tim akan mengerahkan skuad terbaiknya karena hanya dengan poin 3 angka gelar La Liga akan mereka rengkuh.

Keduanya memiliki poin sama 100 dengan jumlah kemasukan gol yang juga sama. Di putaran pertama Barcelona ditahan imbang 0-0 di Stadion Nou Camp oleh Real Madrid.

Hal ini memberikan keuntungan bagi Real Madrid yang akan menjalani laga di markasnya sendiri yakni Santiago Bernabeu.

Real Madrid tentu tak ingin menyiakan kesempatan terbaik ini lantaran sudah cukup lama mereka puasa gelar La Liga.

Kemenangan Prabowo-Sandi

Real Madrid diibaratkan Prabowo-Sandi sedangkan Jokowi-Amin adalah Barcelona.

Dapat dipastikan Pilpres kali ini tentu akan sangat berbeda dengan tahun 2014 lalu. Duet Prabowo – Hatta kurang menarik simpati pemilih, terutama kaum milenial. Karena keduanya tidak mewakili suara anak muda.

Kali ini Prabowo telah menggandeng mantan Wagub DKI, Sandiaga Uno yang begitu memukau kaum milenial. Jangankan milenial, emak-emak pun jatuh hati dengan sosok Sandiaga Salahudin Uno.

Meninggalkan zona aman sebagai pengusaha muda yang sangat sukses, Sandiaga terpanggil untuk memperbaiki nasib bangsa.

Pertanyaannya apalagi yang akan dia cari?, harta berlimpah tak habis tujuh turunan, istri yang sholehah dan berhijab serta anak-anak yang begitu cerdas.

Namun darah pejuang yang diturunkan kakeknya membuat dirinya harus meninggalkan zona aman menuju pertempuran sesungguhnya merebut kembali Indonesia Raya.

Euforia warga menyambut duet Prabowo-Sandi jauh sekali berbeda dengan masa Pilpres 2014 yang menampilkan duet Prabowo-Hatta.

Di seluruh wilayah Indonesia, kehadiran Sandiaga Uno ibarat kehadiran sosok perubahan. Puluhan ribu warga rela meninggalkan pekerjaan sementara waktu untuk menyambut langsung sosok muda yang sukses dan religius ini. Tanpa dibayar mereka berbondong-bondong hadir.

Hal itu dapat dilihat dari sukarelanya Warga menjadikan rumah mereka sebagai posko dan menyumbang dana kampanye untuk Prabowo-Sandi. Bahkan, siswa sekolah pun ada yang membongkar celengannya dan mengirimnya kepada pasangan Calon Presiden nomor urut dua (2) itu, Prabowo-Sandi.

Pemilu Presiden kali ini sangat mudah memprediksikan siapa yang akan menang menduduki kursi RI satu. Tentu, pemilih Prabowo pada tahun 2014 lalu, 95 persennya dapat dipastikan akan tetap mendukung Prabowo kembali. Jika diprediksikan hanya maksimal 5 persen saja yang pindah pilihan karena alasan partai politik.

Namun pemilih Jokowi kemungkinan besar akan hilang hingga 30 persen, lantaran kekecewaan terbesar rakyat Indonesia ini terhadap petahana. Sebut saja, setidaknya ada 30 persen akan pindah ke Prabowo-Sandi dengan alasan ingin adanya perubahan terhadap NKRI.

Keinginan rakyat adanya pemerintahan baru sangat masif dilihat. Rakyat Indonesia sudah membuktikannya di beberapa pilkada yang pernah dihelat, calon yang diusung PDIP pada bertumbangan.

Debat nanti juga menjadi momen yang sangat menguntungkan Prabowo-Sandi, karena Jokowi akan tersandera dengan janji-janji politiknya saat Pilpres dulu.

Di Pemilihan Kepala Daerah Jakarta adalah contoh bagaimana pertarungan antara Prabowo dan Jokowi. Begitu juga di Sumut, Prabowo vs Jokowi juga tersaji.

Djarot yang notabenenya dibackup oleh Jokowi harus mengakui kekalahan dalam duet Head to Head. Rakyat Sumatera Utara lebih memilih sosok Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.

Pilkada serentak 2017 dan 2018 lalu merupakan salah satu pembelajaran peta politik Indonesia jelang pilpres 2019. Hal itu dapat dilihat dari runtuhnya dominasi PDI Perjuangan, partai pengusung utama Jokowi.

Kita berharap KPU RI bisa semaksimal mungkin bekerja keras menghadirkan Pemilu yang jujur dan bermartabat.

Semua pilihan ada di tangan rakyat Indonesia itu sendiri tentunya sebagai penonton yang juga sekaligus sebagai tuan di rumahnya sendiri. Ingin memilih pemimpin yang sama atau berharap adanya pemimpin baru yang sangat diharapkan membawa perubahan nasib bangsa.

Ingat! Jangan sampai golput. 17 April 2019 adalah momentum saatnya anda melakukan perubahan.[]

Rabu, 09 Januari 2019

Cara Sunnah minum air adalah:

Cara Sunnah minum air adalah:

1. Minumlah air dengan
    tangan kanan.
2. Minum air dengan
    duduk.
3. Mulailah minum air
    dengan mengucapkan
    Bismillah.
4. Lihat air sebelum
    minum.
5. Minumlah air dalam 3
    teguk.
6. Setelah selesai setiap
    tegukan, katakanlah
    Alhamdulillah
7.Setelah 3 teguk air
    minum, katakan
    akhirnya Alhamdulillahi
    Wasshukru lillaah.

MANFAAT SUNNAH AIR MINUM Dengan Duduk dan  3 teguk air minum:
1. Ginjal tidak pernah
    gagal.
2. Lutut selalu berfungsi.
3. Tulang punggung
     selalu kuat.
4. Katup Jantung tidak
     pernah berhenti.
5. Pikiran selalu aktif.

Subhanallah, bagikan manfaat ini dengan semua orang

Salam berbagi 🙏🙏🙏

Mayit Memilih "BERSEDEKAH

✅ Kenapa Seorang Mayit Memilih "BERSEDEKAH" Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?

Sebagaimana firman. Allah:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

"Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah..." {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tdk mengatakan,
"Maka aku dapat melaksanakan umroh" atau
"Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa" dll?

Berkata para ulama,
Tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal...

Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya...

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad)

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka...

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya”. (HR. Bukhari & Muslim) *

Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah...

Dan sedekah yg "paling utama" saat ini adalah; menyebarkan tulisan ini dengan niat sedekah.

Karena siapa saja yg mempraktekkan isi tulisan ini, dan mengajarkannya untuk generasi berikutnya, maka pahala-nya akan kembali kepada anda in-syaa Allah.

Oleh:
Syeikh Maher al'Mueaqlyk hafidzahullah
(Imam Masjidil Haram)

HARAPAN PRABOWO HANYA PADA AHOK DAN GRACE NATALIE

👇🏿😨♨ *Salah satu Rencana besar Prabowo dalam meng,-praktekkan teori yang pernah diucapkannya, yaitu ❗Firehose at falsehood❗, dengan harapkan Elektabilitas dimata Swing Voters dapat meningkat*😲♨❗

HARAPAN PRABOWO HANYA PADA AHOK DAN GRACE NATALIE

Rumusnya begini. Kalau suasana Indonesia biasa-biasa saja, adem-adem saja, sebagai petahana Jokowi akan terpilih lagi.

Sedangkan Prabowo hanya punya kesempatan memenangkan Pilpres kalau terjadi huru-hara.

Di Jakarta, teori itu terbukti. Ahok berprestasi. Tingkat kepuasan publik 70%. Cara mengalahkannya harus dengan huru-hara. Setelah emosi rakyat dibakar gak karu-karuan, Gubernur petahana dengan segudang prestasi itu berhasil dikalahkan.

Jadi kita gampang membaca strategi Prabosan untuk memenangkan Pilpres 2019. Peluang hanya tercipta jika terjadi kekacauan. Caranya bisa menunggu nongolnya momentum lalu membesarka api. Bisa juga direkayasa.

Sebetulnya pernah ada satu momentum yang mencuat. Pembakaran bendera HTI. Begitu ada kasus tersebut, mereka mengipasi agar apinya membesar. Demonstrasi besar-besaran dirancang. HTI dan Capres saling tunggang menunggangi. Saling memanfaatkan momentum.

Agama dijajakan lagi seperti Cilok. Dari Saudi, Rizieq ikut mengipasi. Harapannya, terjadi kekacauan atas nama agama. Untung polisi sigap. Apipun padam. Mereka gondok setengah mati.

Kini mereka sedang menunggu-nunggu momentum lain yang bisa dikipas. Sambil menunggu datangnya momentum itu, diciptakan jab-jab kecil. Prabowo melempar keresahan soal selang cuci darah. Gerombolan lain memainkan isu 7 kontainer surat suara.

Semua mudah dipatahkan. Rakyat yang cerdas mulai gerah diadu-domba.

Lalu momentum apa yang mereka tunggu? Ahok!

24 Januari 2019, masa hukuman Ahok selesai. Inilah kesempatan untuk membangunkan laskar 212. Sentimen agama dan rasial akan disulut lagi. Nanti rakyat ikut terbakar. Mereka yakin persoalan Ahok masih bisa untuk memanasi suasana Pilpres yang gerah.

Kini mungkin mereka sedang menyiapkan penggorengan. Minyak sudah dididihkan. Penabuh genderang dan penari hula-hula mulai berlatih. Para pengasong agama menunggu mangsa. Ahok akan jadi sasaran lagi.

Selain Ahok, ada mangsa lain yang sedang ditunggu terpleset : Grace Natalie, Ketua Umum PSI. Kiprah PSI yang garang membela kaum minoritas bisa diputar balik dengan tudingan musuh Islam. Grace diincar untuk di-Ahok-an.

Tapi Grace juga punya tangungjawab besar memperjuangkan ideologi partainya. Ia berjuang untuk melawan diskriminasi. Melawan penindasan pada minoritas. Ia berjuang untuk mengangkat harkat perempuan. Sebagai ketua Partai ia gak bisa berdiam diri.

Dengan kata lain, Grace seperti sedang meniti jembatan gantung. Jika ia terpleset sedikit, buaya dan srigala di bawah jurang siap memangsanya.

Jadi begitu. Prabowo dan tim suksesnya menaruh harapan besar pada Ahok dan Grace Natalie. Tanpa mereka berdua, rasa-rasanya sulit bisa meraup suara rakyat.

"Kum, tumben kamu gak mau komentar?," tanyaku pada Abu Kumkum.

"Gak, mas. Aku mau ngaji dulu. Siapa tahu nanti dicalonkan jadi Capres."

www.ekokuntadhi.id

KAYA SETELAH USIA 5O TAHUN !

*KAYA SETELAH USIA 5O TAHUN ! . . .*

*Rata2 Orang Menjadi KAYA Setelah Usianya DI ATAS 50 Thn , Karena :*
*1. Ada PERAK Di Rambutnya*
*2. Ada EMAS Di Giginya*
*3. Ada GAS Di Perutnya*
*4. Ada KRISTAL Di Kandung Kemihnya*
*5. Ada MINYAK Di Darahya*
*6. Ada GULA Di Air Seninya*
*7. Ada KAPUR Di Tulangnya*
*8. Ada PASIR Di Empedunya*
*9. Bahkan Jantungnya pun Ada yang Pakai CINCIN* . . .

*Meski Begitu . . . , Mereka Umumnya TIDAK LAGI SOMBONG . . . ,*

*Karena Tercermin Dari CARA JALANNYA Yang KIAN MENUNDUK . . . Dan Mereka MULAI MENYADARI Menjadi KAYA DUNIAWI Tidaklah Menyenangkan ! ! ! .*

*JAGALAH KESEHATAN & IMAN SELAGI MASIH SEHAT , JANGAN LAH TUNGGU SAMPAI SAAT TELAH TIDAK BERDAYA LAGI* ! ! ! . . .

R   E   U   N   I 

*Kata² Yang Sering Di Tanya Saat Reuni !  :*

*REUNI Di Usia 20-an :*
           *" KAMU KULIAH AMBIL JURUSAN APA* ? "  Ini

*REUNI Di Usia 30-an :*
          *" KERJA Di Mana* ? " 

*Di Usia 40-an :*
          *" ANAK Sudah Berapa* ? ? ? "

*Di Usia 50- an :*
          *" CUCU Sudah Berapa* ? ? ? "

*Di Usia 60- an :*
          *"Teman Kita Yang Sudah MENINGGAL , Siapa Aja Yaa* . . . ? ? ?

*Di Usia 70- an :*
          *" Teman2  Kita Yang MASIH HIDUP SIAPA AJA YAA  . . . ? ? ? "*

*REUNI Di Usia 80 -an :*
          *" KAMU SIAPA YAAA . . . ? ? ? "*
                   
*Sahabat2 ku Semuanya  . . .*

*Mari Manfaatkan Masa Sehat Kita Untuk Senantiasa Menjaga Hati & Mempererat Persaudaraan ! . . .*

*Saling Mengingatkan Dalam Kebaikan Dan Saling Mendoakan ! . . .*

*SELAMAT MERENUNGI ! ! ! . . .*

*HARI INI Tahun 2019, TERNYATA UMUR KITA SUDAH KURANG SATU TAHUN LAGI ! ! ! . . .*

*TANDA-TANDA TUA BAGI PARA LELAKI*

- Dulu Sering Gandeng *Perawan . . .*
+ Begitu Tua Di Gandeng *Perawat ! . . .*

- Dulu Senengnya *Cewek Manis ! . . .*
+ Begitu Tua *Kencing Manis ! . . .*

- Dulu Rajin Pake *Minyak Wangi ! . . .*
+ Begitu Tua Pake *Minyak Angin ! . . .*

- Dulu rajin *Ke Diskotik . . .*
+ Begitu Tua Rajin *Ke Apotik ! . . .*

- Dulu Jadi Pemburu *NIKMAT . . .*
+ Begitu Tua Di Buru *MALAIKAT !  . . .*

*KONDISI DAH GINI . . .* _MAU DIAPAIN LAGI . . .???_

DI SERVICE *KAGAK BISA,* TUKAR TAMBAH *KAGAK LAKU ! . . .*

*TERUSKANLAH  Ke Group2 Lain , AGAR KITA TAHU LEBIH MENGHARGAI & MEMAKNAI KEHIDUPAN INI ! ! ! . . .*

*SEMOGA BERMANFAAT ! .*

Selasa, 08 Januari 2019

Yen apeme murah entuk?

Yen apeme murah entuk?

TA: mas kok ora nulis soal 80jt sak nyukan?
A: ditulis apane?
TA: iku kan ngrusak pekerti?
A: we ladalah...ong si Vanessa iku gur nggolek duit. Dodol barange dhewe, sing tuku yo gelem. Kowe mesti meri iya to? Ora kuat mbayar...haha
TA: yo ora ngono...mbok nyambut gawe liyo. Njenengan kok mbelani lonthe ki piye to mas?
A: Sapa ngerti kanthi mbela entuk gratisan....
TA: wuih...jebule ya pingin...wah wegah aku ngefans njenengan...rusuh, saru...trocoh...
A: sik...sik...guyon ....aku ki ora mbela. Aku ki gur ngajak sing pener. Lha piye coba, VA iku dodolan barange dhewe, ora meksa, ora ono sing dirugeke... salahe apa? Ora nggawa agama, ora ngelek-elek wong liya, ora ngelek-elek pemimpin. Coba salahe apa?
TA: nglanggar kasusilan...
A: dheweke siap nanggung risiko..dadi ora perlu awake dhewe menghakimi

TA: kok ora ditangkap?
A: Ora ono sing dirugeke
TA: ning 80jt kan Isa nggo nyantuni wong mlarat utawa anak yatim tinimbang gur nggo ngono kuwi?
A: terserah sing nduwe dhuwit. Ong dudu dhuwitmu...dudu dhuwite mbahmu...mungkin malah sing tuku kuwi  sodaqohe yo luwih akeh....
TA: Ora ditampa amale...Wong reget...
A: ojo sok dadi Gusti Allah....durung mesthi awake dhewe luwih apik...
TA: Dadi apik ya mas dodolan ngono kuwi, kalebu sing tuku?
A: pekokmen kowe ..to le...
TA: lha piye mas?
A: kuwi urusane dheweke....lha yen germo, dodolan PSK  kuwi salah....ngrugeke wong liya..bisnis sing nglanggar etika.nggawe lingkungan' dadi kotor...PSK lan sing tuku kuwi pantese dimesake, ora dihujat utawa dibully. Yen gumun ora papa..ing atase gur apem kok regane larangmen...iya ta?
Ning jane awake dhewe ki yo durung mesthi luwih becik lho le. Wong ya akeh sing dodolan ayat kanggo golek dhuwit, apa ora tambah jahat kuwi? ana sing nggunake agama kanggo nggolek kekuasaan. Apa ora luwih hina? Ana koruptor sing omongane ngapusi rakyat, luwih akeh maling dhuwit negara. Kuwi jelas ngrugeke liyan..
TA: oo iya ya....lonthe ming nggolek pangan...lha isohe ming dodol apem...
A: lha kuwi pinter...Dadi rasah emosi, sok suci....biasa wae...kuwi kanggo pepak-pepak jagat...sing penting awake dhewe ora melu-melu tuku apem larang kuwi....
TA: yen murah?
A: lho aja mancing...yo ora entuk... yen nekat risiko ne tanggung dhewe...kabeh kelakuane awake dhewe ana risikone..
TA: dosa ya mas?
A: yen miturutku rasah dijenengke dosa...Amal sing apik ana imbalane, nyang donya Isa dirasake. Semono uga tumindak ala ya ana balesane, nyang ndonya wis Isa dirasake...ati iki ora bakal tentrem....
TA: Dadi ukurane atine dhewe? Ana lho sing tumindak ala nanging ya ketoke happy?
A: Ora...ati kang resik isa ngrasake endi sing gawe tentrem, endi sing gawe ora ayem....endi sing nggawe kemrungsung...Coba rasakno dhewe...piye rasane bar nulung wong liya karo rasane bar ngapusi wong liya....

Senin, 07 Januari 2019

Bakal Tahu Siapa Sahabat dan Bukan

Dalam hidup, dalam berteman, kadang kita bingung dan salah, siapa mereka, apa teman, sahabat atau bukan?
Untuk percobaannya sangat mudah, dikala kita sakit, siapa yg sungguh2 perhatian, basa basi dan siapa yg cuwek. Disaat kita punya cucu baru, siapa yg ngucapin siapa yg tidak...
Saya dapat sahabat yg bener2 sahabat, yaitu Dede Rukmana dan Jumadi. Dede sangat perhatian, sampai nanya2 terus kapan melahirkan, pun sampai saya dan istri datang, Dede juga datang, walaupun tidak nunggu sampai melahirkan

Aneh atau tidak?

Saya kirim berita kalau saya punya cucu lagi, dr jam 3:30, yg pertama baca Abah, tapi lama gk komen sampai sekarang, yg ngucapin pertama Dede, terus siang jam 8 baru pa madi, sementara pa tukijan bacapun gak komen sama sekali, sampai dia komen di grup kbb, tanpa ada pertlhatian sama sekali, oya, saya kirim berita di ABDJT, entah knp mereka, ternyata bukan teman... Terus di kel Salomo, mas topo sampai sekarang gak komen sama sekali, padahal ngikutin terus obrolan kita... Apakah saya kecewa, tentu ada rasa tsb, tapi saya introspeksi, knp mrk gak komen, mungkin mrk gak suka ke saya, saya mungkin tdk merasa salah, tapi mereka yg tahu permasalahannya...  Saya bertanya dlm hati sendiri tanpa berani mengungkapkan ke siapapun...
Dikeluarga Salomo semua kakak dan adik sudah komen, mas topo enggak juga... Haha mungkin berat hatinya untuk komen, gpp, egp... Saya belajar makin dewasa... Cuwek bebek aja dlm berfikir...

Jumat, 04 Januari 2019

MAMAKU PEREMPUAN LUAR BIASA #1

Kisah hidup yg ditulis sendiri oleh yg bersangkutan...

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156390517326107&id=684961106
Kisah hidup yg ditulis sendiri oleh yg bersangkutan...

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156390517326107&id=684961106
============

MAMAKU PEREMPUAN LUAR BIASA #1

Namaku Chicha. Aku lahir dari orangtua yang berbeda agama. Papaku, Nomo Koeswoyo, beragama islam dan masih keturunan Sunan Drajat, salah seorang Wali Songo. Seorang wali yang sangat terkenal sebagai penyebar agama Islam di wilayah Jawa Timur.

Mamaku seorang perempuan Kristen yang taat. Beliau masih berdarah Belanda. Dan banyak saudara-saudara dari pihak Mama yang menjadi pendeta. Walaupun berbeda agama, Papa dan Mama tidak pernah mempunyai masalah. Keduanya hidup berbahagia dan saling menghargai kepercayaan masing-masing.

Sejak kecil aku dididik secara Kristen. Seperti anak-anak Kristen lainnya, aku diikutsertakan di sekolah Minggu. Setiap kali pergi untuk melaksanakan kebaktian, Papaku sering mengantarkan kami ke gereja. Intinya, kami adalah keluarga yang sangat berbahagia. Baik hari Natal ataupun Hari Lebaran, rumah kami selalu meriah. Semua bersuka-cita merayakan kedua hari besar tersebut.

Usiaku sudah menginjak 16 tahun dan duduk di bangku kelas 1, SMA Tarakanita. Rumah tempat tinggal kami sangat berdekatan dengan masjid. Terus terang, aku sangat terganggu dengan suara azan, apalagi di saat magrib. Suara azan dari Toa masjid begitu keras dan sangat memekakkan telinga. Belum lagi suara azan dari televisi. Setiap kali azan magrib berkumandang, aku matikan televisi karena di semua chanel, semua stasiun menayangkan azan yang sama.

Di suatu magrib terjadilah sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka. Ketika itu azan magrib muncul di layar TV. Seperti biasa aku mencari remote control untuk mematikan televisi. Namun hari itu aku tidak bisa menemukannya. Dengan hati kesal kutelusuri sela-sela sofa, kuangkat semua bantal, kuperiksa kolong meja tapi alat pengontrol jarak jauh itu tidak juga terlihat. Karena putus asa, aku terduduk di sofa lalu duduk menatap layar TV yang sedang menayangkan azan dengan teks terjemahannya. Lalu apa yang terjadi?

Sekonyong-konyong hatiku menjadi teduh. Baris demi baris terjemahan azan tersebut terus kubaca dan entah karena apa, hati ini semakin sejuk. Aku seperti orang terhipnotis dan tubuh ini terasa sangat ringan dengan perasaan yang semakin lama semakin nyaman. Di dalam benak ini seakan-akan ada suara yang berkata padaku, “Sampai kapan kau mau mendengar panggilanKu, Chicha. Sudah berapa tahun Aku memanggilmu, masihkah kau akan terus berpaling dariKu?”

Lalu aku menangis. Entah karena sedih, marah, bingung, galau, hampa, takut atau mungkin juga semua perasaan itu ada dan berbaur menjadi satu. Aku terus menangis tanpa tau harus melakukan apa.

Esok harinya, aku curhat pada adikku. Kami berdua memang sangat dekat satu sama lain. Adikku ini ternyata sangat berempati atas apa yang menimpaku. Dia tidak mengeluarkan satupun kata yang menyalahkan kakaknya bahkan dia berkata, “Aku akan support apapun kalau itu memang membahagiakan Kakak.”

“Terima kasih, Dik. Sekarang ikut, Kakak, yuk?”

“Ikut ke mana?” tanyanya.

Dengan diam-diam kami berdua pergi ke sebuah toko muslim yang letaknya tidak jauh dari rumah. Di sana kami membeli mukena, Kitab Suci Al’Quran dengan tafsir dan terjemahannya. Tidak lupa sebuah buku yang berjudul ‘Tuntunan Sholat’.

Sesampainya di rumah, kami berdua mempelajari cara berwudhu, melakukan sholat dan menghafal bacaannya. Setelah dirasa mampu, kami berdua mencoba mendirikan sholat bersama-sama.

Perbuatan kami tentu saja di luar pengetahuan kedua orangtua. Pernah suatu kali Mama mengetuk pintu dan sangat marah karena kami mengunci kamar dari dalam. Begitu mendengar teriakan Mama, secepat kilat kami membuka mukena dan menyembunyikannya di laci paling atas.

“Dengar, ya, Nduk! Kalian nggak boleh mengunci pintu kamar. Selama kamu tinggal di rumah Mama, kalian ikut peraturan Mama,” bentak ibuku dengan galak.

“Iya, Ma,” sahutku dengan suara perlahan karena tak ingin ribut dengan Mama apalagi kami sangat perlu menjaga kerahasiaan ini.
Waktu terus berlalu. Bulan Ramadhan pun datang. Tentu saja di bulan suci seperti ini, kami juga ingin melakukan puasa seperti muslim lainnya. Berpuasa dari waktu subuh sampai magrib sebetulnya sama sekali tidak sulit. Masalah yang lebih pelik datang setiap kali Mama mengajak makan bersama. Mama tentunya curiga karena kami berdua selalu menolak.

“Aku udah makan di sekolah tadi, Ma,” kataku dengan suara bergetar.
Mama menatap saya dengan tajam. Sepertinya dia telah mencium ada yang tak beres dengan kami berdua. Ketegangan pun terjadi. Buatku itu adalah saat yang sangat menegangkan sampai akhirnya Mama menghela napas panjang dan berkata, “Baiklah kalau begitu.”

Bulan penuh rahmat berlalu. Suara takbir yang begitu merdu di telinga berkumandang. Idul Fitri adalah hari kemenangan dan kami tidak mau kehilangan momen untuk sholat bersama Jemaah yang lain. Aku dan Adikku berdiskusi menyusun strategi bagaimana cara pergi ke masjid tanpa sepengetahuan orang rumah.

Esok harinya, sekitar jam 6.30 pagi, kami mengendap-endap membuka membuka pintu depan. Setelah itu membuka pagar sampai terbuka lebar. Kami berdua mendorong mobil dalam keadaan mesin mati supaya tidak terdengar oleh orangtua kami yang masih tenggelam dalam nyenyak. Pada satpam yang menjaga rumah, aku berpesan, “Kalau ada yang tanya, bilang kami mau latihan basket, ya, Pak?”

“Siap, Non!” kata Sang Satpam entah curiga atau tidak.

Setelah mobil dirasa cukup jauh, aku menghidupkan mobil dan meluncur langsung ke masjid terdekat. Sesampainya di sana, banyak tetangga-tetangga menatap kami dengan paras keheranan. Mereka tentu saja bingung karena semua orang tau bahwa aku beragama Kristen. Bahkan barisan ibu-ibu yang duduk tepat di depan kami langsung mendekatkan kepalanya dan berbisik kepada kami.

“Cha, ngapain kamu di sini? Sholat Idul Fitri itu buat kaum muslim. Kamu kan Kristen?”

Aku cuma tersenyum dan tidak berusaha menjawab. Sementara ibu-ibu lain terus berkasak-kusuk sambil menengok bahkan ada yang menunjuk-nunjuk ke arah kami. Kami bergeming dan tidak mempedulikan sikap orang yang merasa aneh dengan kehadiran kami. Dan akhirnya sholat Idul Fitri dapat kami ikuti dengan sukses. Dengan hati berbunga-bunga kami kembali pulang. Alhamdulillah.

Baru saja sampai di depan pagar, di depan rumah telah berdiri Papa dan Mama. Mereka membantu membuka pagar, membuka pintu mobil lalu Mama langsung menlontarkan pertanyaan tanpa basi-basi.

“Dari mana kalian?” tanya Mama dengan suara keras.

“Abis latihan basket, Ma,” sahutku. Kami berdua memang telah berganti pakaian dan semua mukena dan sajadah sudah dimasukkan ke dalam tas dengan rapih.

“Kalian jangan berbohong, ya? Mama menangkap ada yang aneh dengan kalian berdua,” kata Mama lagi.
Aku menatap Mama yang nampak sangat kesal. Sementara Papa cuma cengar-cengir bahkan mengedipkan sebelah matanya pada kami.

“Kami latihan basket, Ma. Masa Mama gak percaya sama anak sendiri?” kata adikku.

Rupanya omongan Adik membuat hati Mama tersentuh juga. Seperti sebelumnya, dia menatap kami bergantian dengan tajam, menghela napas panjang lalu berkata dengan suara halus, “Hmm…baiklah kalau begitu.”
“Yuk, kita ke atas, Ma,” kata Papa sambil menggamit tangan Mama untuk mengajaknya pergi dari situ. Sebelum masuk ke dalam rumah. Papa sempat-sempatnya menengok ke arah kami dan mengedipkan sebelah matanya sekali lagi sambil tersenyum dengan paras jail...

Aku masih termangu-mangu di depan rumah. Kecurigaan Mama mulai menghantui perasaanku. ‘Sampai berapa lama aku bisa mempertahankan rahasia ini?’ tanyaku dalam hati. ‘Daripada Mama yang menemukan rahasia ini, bukankah beliau lebih baik mengetahui semuanya langsung dari anaknya sendiri?’

“Mama!” Aku memanggil dan mengejar Mama yag sudah berada di dalam rumah.

Mama dan Papa membalikkan badan dan menunggu apa yang akan disampaikan anaknya. Kembali kediaman berulang. Sesaat aku gentar hendak menyampaikan berita ini.

“Ya, Cha?” Kamu mau ngomong apa?” tanya Papa.

Keheningan kembali mendominasi. Bibirku bergetar. Semua kata dalam tenggorokan telah berkumpul dan berdesak-desakan untuk keluar dari bibir. Aku masih diselimuti kebimbangan. Ngomong, jangan, ngomong, jangan, ngomong, jangan….

“Chicha masuk Islam, Ma. Chica masuk Islam, Papa. Chicha minta maaf tapi Chicha mendapat hidayah dan tidak bisa menolak panggilan itu.”

Akhirnya tanpa dikendalikan oleh otak semua kata terlontar begitu saja.

‘Alhamdulillah!” Di luar dugaan Papa berteriak kegirangan mendengar berita tersebut. Tidak cukup melampiaskan kegembiraannya dengan cara itu, beliau langsung berlutut di lantai dan melakukan sujud syukur atas hidayah yang didapat anaknya. Melihat sikap Papa, aku tentu saja menjadi lebih tabah. Dengan penuh harap, aku memandang Mama, berharap mendapat dukungan yang sama.
Mama menatapku dengan pandangan tidak percaya. Matanya melotot, dadanya kembang kempis dan bibirnya bergetar hebat.

“Hueeeeek…!!!!” Tanpa diduga tiba-tiba Mama muntah darah dan tubuhnya sempoyongan, untungnya Papa dengan sigap menangkap tubuh Mama dan mendudukkannya di sofa.

“Mamaaaaaa….!!!” Aku menangis sejadi-jadinya. Bagaimana tidak sedih? Tidak ada kesedihan yang paling menyakitkan kecuali mengetahui bahwa kita telah menyakiti hati ibu kita sendiri.

Bersambung

MAMAKU PEREMPUAN LUAR BIASA #2

Papa mengurus Mama dengan telaten. Perlahan-lahan kesehatan Mama berangsur-angsur membaik. Tapi sejak peristiwa itu, Mama tidak mau lagi berbicara denganku. Selama ini, Mama dan aku hubungannya sangat dekat. Melihat Mama bersikap seperti itu, aku sedih sekali. Berkali-kali aku mengajak Mama berbicara tapi beliau tidak menyahut sehingga aku memutuskan untuk mengalah dan membiarkannya sendiri. Itu adalah salah satu periode hidup yang paling menyiksa buatku. Tapi mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa pasrah dan menunggu perubahan sikap Mama.
Bulan demi bulan berlalu. kami masih belum berkomunikasi satu sama lain. Mama sering meninggalkan rumah. Entah kemana. Aku nggak berani bertanya, takut malahan membuatnya lebih marah. Sudah 3 bulan aku tidak berbicara dengan Mama. Hari-hari yang kuhadapi sering aku isi dengan mengurung diri di kamar sambil membaca sejarah para Nabi. Terutama kisah-kisah Rasullulah yang membuatku semakin mantap menjadi seorang muslim.

BRAK! Tiba-tiba pintu kamar dibuka dengan suara keras. Aku menengok dan terlihat Mama masuk dengan membawa sebuah kotak yang cukup besar. Parasnya dingin dan sulit ditebak apa yang ada di pikirannya.

“Nduk, Mama mau tanya. Kamu harus menjawab dengan tegas!” katanya.

“Iya, Ma,” sahutku dengan suara hampir tak terdengar. Dalam hati aku bersorak karena akhirnya Mama mau berbicara lagi.

“Kamu sudah mantap mau masuk islam?” tanyanya lagi tanpa basa-basi.

“Mantap, Ma. Chicha rasa ini benar-benar panggilan Allah,” jawabku pelan tapi tegas.

“Okay, kalau begitu,” kata Mama lalu dia mengangsurkan kotak yang dibawanya ke tanganku.

Dengan terheran-heran, aku menerima kotak tersebut, “Apa ini, Ma?”

“Nggak usah banyak tanya. Kamu buka aja kotak itu sekarang juga.”

Dengan gerak perlahan, aku membuka kotak tersebut. Masya Allah! Ternyata isinya adalah Kitab Suci Al Quran, mukena, kerudung, buku-buku agama Islam yang lumayan tebalnya. Aku menatap Mama dengan pandangan bertanya.
Mama membalas menatapku dengan tajam, “Kalau kamu ingin menjadi Islam, be a good one!”

Mendengar perkatannya, aku menangis dan menghambur ke pelukan Mama. Mama memeluk aku seerat yang dia bisa. Tangisku makin menjadi-jadi dan membasahi baju Mama di bagian dada.
Setelah tangis mereda, Mama bertanya lagi, “Kamu sudah resmi masuk islam?”

“Chicha udah ngucapin dua kalimat syahadat, Ma.”

“Disaksikan oleh ustad atau Kyai?”

“Nggak sih, Ma. Chicha ngucapin sendiri aja.”

“Berarti kamu belum resmi masuk Islam. Besok Mama akan antar kamu ke Mesjid Al Azhar di Jalan Sisingamangaraja. Mama udah bikin janji dengan Kyai di sana untuk mengislamkan kamu.”

“Huhuhuhuhuhu…” Aku nggak sanggup untuk mengatakan apa-apa kecuali memeluk Mama lagi sambari menangis menggerung-gerung. Setelah perlakuan Mama yang mendiamkan aku selama tiga bulan, siapa sangka Mama akan bersikap begini akhirnya. Mamaku memang luar biasa.

Esok harinya, di Mesjid Al Azhar, aku resmi memeluk agama Islam di usia 16 tahun. Ah, bahagianya sulit dilukiskan. Setelah ritual mengucapkan dua kalimat syahadat berakhir, aku menarik Mama untuk menuju ke mobil dan kembali pulang ke rumah.

“Eh, tunggu dulu, Nduk. Sekarang kamu harus ikut Mama ke belakang.”
“Ke belakang mana, Ma?” tanyaku keheranan.

Ke SMA Al Azhar. Kamu harus pindah sekolah ke sana.”

“Loh? Kenapa harus pindah? Chicha udah betah sekolah di Tarakanita. Semua teman-teman Chicha ada di sana. Chicha nggak mau pindah.”

“Nduk! Denger kata Mama. Kalau kamu serius pindah ke Islam, kamu nggak boleh setengah-setengah.”

“Maksudnya gimana, Ma?”

“Tarakanita itu sekolah Kristen. Kalau kamu pindah Islam maka kamu harus bersekolah di sekolah Islam. Sekali lagi Mama bilang, kamu nggak boleh setengah-setengah. Ini peristiwa besar dan pilihan hidup kamu. Mama mau kamu total dalam menyikapi pilihan kamu sendiri.”

Lagi-lagi sikap Mama membuatku kagum bukan main. Sepertinya dia telah mempersiapkan semuanya dengan baik dan terencana.

“Mama kok bisa-bisanya punya pemikiran seperti ini?” tanyaku penasaran.

Mama menghela napas panjang lagi lau berucap, “Sejak kamu mengatakan mau masuk Islam, Mama sering berkonsultasi dengan teman Mama yang muslim. Mama minta pendapat dia dan dia banyak menasihati Mama soal ini.”

“Oh, pantes Mama sering pergi belakangan ini. Biasanya kan Mama selalu di rumah.”

“Iya, Cha. Mama butuh support dan teman Mama itu sangat membantu sehingga membuat Mama jauh lebih tenang.”

“Kalau boleh tau, teman Mama siapa namanya?” tanyaku lagi.

“Namanya Doktor Zakiah Darajat.”

“Itu temen Mama? Wah dia orang hebat di kalangan Islam, Ma.”
“Betul. Nama belakangnya mirip dengan Sunan Drajat, leluhur Papa kamu. Jadi setelah kamu resmi masuk Islam, rasanya kamu juga perlu berziarah ke makam beliau.”

Sekali lagi aku memeluk Mamaku. Jadi selama tiga bulan ini, dia mendiamkan anaknya bukan karena hendak mengacuhkan tapi beliau tidak tau harus bersikap bagaimana. Beliau hendak mencari penerangan pada apa yang terjadi pada anaknya. Sudah pastilah Mama kebingungan tapi akhirnya setelah mendapat pencerahan dari Doktor Zakiah Darajat, Mama sekarang malah mendukung pilihan anaknya. Pilihan anak yang berbeda dengan keyakinannya. Ah Mamaku memang luar biasa.

Dari lubuk hati yang paling dalam, sebenarnya aku hendak mengajak Mama untuk turut memeluk agama Islam. Tapi aku mengurungkan niat itu. Apa yang terjadi padaku pastilah sudah berat buat Mama. Bagaimana mungkin aku mampu mempengaruhinya sementara saudara-saudaranya banyak yang menjadi pendeta. Beban Mama sudah sangat berat. Semua butuh waktu. Kalau memang Allah SWT mengizinkan, apa yang untuk manusia pikir tidak mungkin pastinya akan terjadi jika Allah berkehendak.

Waktu berjalan tanpa pernah berhenti. Dengan hati tenteram, aku menjalani hidup sebagai perempuan muslim. Tahun 2002, Mama meninggal dunia. Tiga bulan sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir, beliau juga menjadi mualaf dan memeluk agama Islam. Alhamdulillah! Terima kasih, ya, Allah. Ah Mamaku memang luar biasa.

Selamat Hari Ibu buat semua perempuan hebat di Indonesia! #1

Namaku Chicha. Aku lahir dari orangtua yang berbeda agama. Papaku, Nomo Koeswoyo, beragama islam dan masih keturunan Sunan Drajat, salah seorang Wali Songo. Seorang wali yang sangat terkenal sebagai penyebar agama Islam di wilayah Jawa Timur.

Mamaku seorang perempuan Kristen yang taat. Beliau masih berdarah Belanda. Dan banyak saudara-saudara dari pihak Mama yang menjadi pendeta. Walaupun berbeda agama, Papa dan Mama tidak pernah mempunyai masalah. Keduanya hidup berbahagia dan saling menghargai kepercayaan masing-masing.

Sejak kecil aku dididik secara Kristen. Seperti anak-anak Kristen lainnya, aku diikutsertakan di sekolah Minggu. Setiap kali pergi untuk melaksanakan kebaktian, Papaku sering mengantarkan kami ke gereja. Intinya, kami adalah keluarga yang sangat berbahagia. Baik hari Natal ataupun Hari Lebaran, rumah kami selalu meriah. Semua bersuka-cita merayakan kedua hari besar tersebut.

Usiaku sudah menginjak 16 tahun dan duduk di bangku kelas 1, SMA Tarakanita. Rumah tempat tinggal kami sangat berdekatan dengan masjid. Terus terang, aku sangat terganggu dengan suara azan, apalagi di saat magrib. Suara azan dari Toa masjid begitu keras dan sangat memekakkan telinga. Belum lagi suara azan dari televisi. Setiap kali azan magrib berkumandang, aku matikan televisi karena di semua chanel, semua stasiun menayangkan azan yang sama.

Di suatu magrib terjadilah sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka. Ketika itu azan magrib muncul di layar TV. Seperti biasa aku mencari remote control untuk mematikan televisi. Namun hari itu aku tidak bisa menemukannya. Dengan hati kesal kutelusuri sela-sela sofa, kuangkat semua bantal, kuperiksa kolong meja tapi alat pengontrol jarak jauh itu tidak juga terlihat. Karena putus asa, aku terduduk di sofa lalu duduk menatap layar TV yang sedang menayangkan azan dengan teks terjemahannya. Lalu apa yang terjadi?

Sekonyong-konyong hatiku menjadi teduh. Baris demi baris terjemahan azan tersebut terus kubaca dan entah karena apa, hati ini semakin sejuk. Aku seperti orang terhipnotis dan tubuh ini terasa sangat ringan dengan perasaan yang semakin lama semakin nyaman. Di dalam benak ini seakan-akan ada suara yang berkata padaku, “Sampai kapan kau mau mendengar panggilanKu, Chicha. Sudah berapa tahun Aku memanggilmu, masihkah kau akan terus berpaling dariKu?”

Lalu aku menangis. Entah karena sedih, marah, bingung, galau, hampa, takut atau mungkin juga semua perasaan itu ada dan berbaur menjadi satu. Aku terus menangis tanpa tau harus melakukan apa.

Esok harinya, aku curhat pada adikku. Kami berdua memang sangat dekat satu sama lain. Adikku ini ternyata sangat berempati atas apa yang menimpaku. Dia tidak mengeluarkan satupun kata yang menyalahkan kakaknya bahkan dia berkata, “Aku akan support apapun kalau itu memang membahagiakan Kakak.”

“Terima kasih, Dik. Sekarang ikut, Kakak, yuk?”

“Ikut ke mana?” tanyanya.

Dengan diam-diam kami berdua pergi ke sebuah toko muslim yang letaknya tidak jauh dari rumah. Di sana kami membeli mukena, Kitab Suci Al’Quran dengan tafsir dan terjemahannya. Tidak lupa sebuah buku yang berjudul ‘Tuntunan Sholat’.

Sesampainya di rumah, kami berdua mempelajari cara berwudhu, melakukan sholat dan menghafal bacaannya. Setelah dirasa mampu, kami berdua mencoba mendirikan sholat bersama-sama.

Perbuatan kami tentu saja di luar pengetahuan kedua orangtua. Pernah suatu kali Mama mengetuk pintu dan sangat marah karena kami mengunci kamar dari dalam. Begitu mendengar teriakan Mama, secepat kilat kami membuka mukena dan menyembunyikannya di laci paling atas.

“Dengar, ya, Nduk! Kalian nggak boleh mengunci pintu kamar. Selama kamu tinggal di rumah Mama, kalian ikut peraturan Mama,” bentak ibuku dengan galak.

“Iya, Ma,” sahutku dengan suara perlahan karena tak ingin ribut dengan Mama apalagi kami sangat perlu menjaga kerahasiaan ini.
Waktu terus berlalu. Bulan Ramadhan pun datang. Tentu saja di bulan suci seperti ini, kami juga ingin melakukan puasa seperti muslim lainnya. Berpuasa dari waktu subuh sampai magrib sebetulnya sama sekali tidak sulit. Masalah yang lebih pelik datang setiap kali Mama mengajak makan bersama. Mama tentunya curiga karena kami berdua selalu menolak.

“Aku udah makan di sekolah tadi, Ma,” kataku dengan suara bergetar.
Mama menatap saya dengan tajam. Sepertinya dia telah mencium ada yang tak beres dengan kami berdua. Ketegangan pun terjadi. Buatku itu adalah saat yang sangat menegangkan sampai akhirnya Mama menghela napas panjang dan berkata, “Baiklah kalau begitu.”

Bulan penuh rahmat berlalu. Suara takbir yang begitu merdu di telinga berkumandang. Idul Fitri adalah hari kemenangan dan kami tidak mau kehilangan momen untuk sholat bersama Jemaah yang lain. Aku dan Adikku berdiskusi menyusun strategi bagaimana cara pergi ke masjid tanpa sepengetahuan orang rumah.

Esok harinya, sekitar jam 6.30 pagi, kami mengendap-endap membuka membuka pintu depan. Setelah itu membuka pagar sampai terbuka lebar. Kami berdua mendorong mobil dalam keadaan mesin mati supaya tidak terdengar oleh orangtua kami yang masih tenggelam dalam nyenyak. Pada satpam yang menjaga rumah, aku berpesan, “Kalau ada yang tanya, bilang kami mau latihan basket, ya, Pak?”

“Siap, Non!” kata Sang Satpam entah curiga atau tidak.

Setelah mobil dirasa cukup jauh, aku menghidupkan mobil dan meluncur langsung ke masjid terdekat. Sesampainya di sana, banyak tetangga-tetangga menatap kami dengan paras keheranan. Mereka tentu saja bingung karena semua orang tau bahwa aku beragama Kristen. Bahkan barisan ibu-ibu yang duduk tepat di depan kami langsung mendekatkan kepalanya dan berbisik kepada kami.

“Cha, ngapain kamu di sini? Sholat Idul Fitri itu buat kaum muslim. Kamu kan Kristen?”

Aku cuma tersenyum dan tidak berusaha menjawab. Sementara ibu-ibu lain terus berkasak-kusuk sambil menengok bahkan ada yang menunjuk-nunjuk ke arah kami. Kami bergeming dan tidak mempedulikan sikap orang yang merasa aneh dengan kehadiran kami. Dan akhirnya sholat Idul Fitri dapat kami ikuti dengan sukses. Dengan hati berbunga-bunga kami kembali pulang. Alhamdulillah.

Baru saja sampai di depan pagar, di depan rumah telah berdiri Papa dan Mama. Mereka membantu membuka pagar, membuka pintu mobil lalu Mama langsung menlontarkan pertanyaan tanpa basi-basi.

“Dari mana kalian?” tanya Mama dengan suara keras.

“Abis latihan basket, Ma,” sahutku. Kami berdua memang telah berganti pakaian dan semua mukena dan sajadah sudah dimasukkan ke dalam tas dengan rapih.

“Kalian jangan berbohong, ya? Mama menangkap ada yang aneh dengan kalian berdua,” kata Mama lagi.
Aku menatap Mama yang nampak sangat kesal. Sementara Papa cuma cengar-cengir bahkan mengedipkan sebelah matanya pada kami.

“Kami latihan basket, Ma. Masa Mama gak percaya sama anak sendiri?” kata adikku.

Rupanya omongan Adik membuat hati Mama tersentuh juga. Seperti sebelumnya, dia menatap kami bergantian dengan tajam, menghela napas panjang lalu berkata dengan suara halus, “Hmm…baiklah kalau begitu.”
“Yuk, kita ke atas, Ma,” kata Papa sambil menggamit tangan Mama untuk mengajaknya pergi dari situ. Sebelum masuk ke dalam rumah. Papa sempat-sempatnya menengok ke arah kami dan mengedipkan sebelah matanya sekali lagi sambil tersenyum dengan paras jail...

Aku masih termangu-mangu di depan rumah. Kecurigaan Mama mulai menghantui perasaanku. ‘Sampai berapa lama aku bisa mempertahankan rahasia ini?’ tanyaku dalam hati. ‘Daripada Mama yang menemukan rahasia ini, bukankah beliau lebih baik mengetahui semuanya langsung dari anaknya sendiri?’

“Mama!” Aku memanggil dan mengejar Mama yag sudah berada di dalam rumah.

Mama dan Papa membalikkan badan dan menunggu apa yang akan disampaikan anaknya. Kembali kediaman berulang. Sesaat aku gentar hendak menyampaikan berita ini.

“Ya, Cha?” Kamu mau ngomong apa?” tanya Papa.

Keheningan kembali mendominasi. Bibirku bergetar. Semua kata dalam tenggorokan telah berkumpul dan berdesak-desakan untuk keluar dari bibir. Aku masih diselimuti kebimbangan. Ngomong, jangan, ngomong, jangan, ngomong, jangan….

“Chicha masuk Islam, Ma. Chica masuk Islam, Papa. Chicha minta maaf tapi Chicha mendapat hidayah dan tidak bisa menolak panggilan itu.”

Akhirnya tanpa dikendalikan oleh otak semua kata terlontar begitu saja.

‘Alhamdulillah!” Di luar dugaan Papa berteriak kegirangan mendengar berita tersebut. Tidak cukup melampiaskan kegembiraannya dengan cara itu, beliau langsung berlutut di lantai dan melakukan sujud syukur atas hidayah yang didapat anaknya. Melihat sikap Papa, aku tentu saja menjadi lebih tabah. Dengan penuh harap, aku memandang Mama, berharap mendapat dukungan yang sama.
Mama menatapku dengan pandangan tidak percaya. Matanya melotot, dadanya kembang kempis dan bibirnya bergetar hebat.

“Hueeeeek…!!!!” Tanpa diduga tiba-tiba Mama muntah darah dan tubuhnya sempoyongan, untungnya Papa dengan sigap menangkap tubuh Mama dan mendudukkannya di sofa.

“Mamaaaaaa….!!!” Aku menangis sejadi-jadinya. Bagaimana tidak sedih? Tidak ada kesedihan yang paling menyakitkan kecuali mengetahui bahwa kita telah menyakiti hati ibu kita sendiri.

Bersambung

MAMAKU PEREMPUAN LUAR BIASA #2

Papa mengurus Mama dengan telaten. Perlahan-lahan kesehatan Mama berangsur-angsur membaik. Tapi sejak peristiwa itu, Mama tidak mau lagi berbicara denganku. Selama ini, Mama dan aku hubungannya sangat dekat. Melihat Mama bersikap seperti itu, aku sedih sekali. Berkali-kali aku mengajak Mama berbicara tapi beliau tidak menyahut sehingga aku memutuskan untuk mengalah dan membiarkannya sendiri. Itu adalah salah satu periode hidup yang paling menyiksa buatku. Tapi mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa pasrah dan menunggu perubahan sikap Mama.
Bulan demi bulan berlalu. kami masih belum berkomunikasi satu sama lain. Mama sering meninggalkan rumah. Entah kemana. Aku nggak berani bertanya, takut malahan membuatnya lebih marah. Sudah 3 bulan aku tidak berbicara dengan Mama. Hari-hari yang kuhadapi sering aku isi dengan mengurung diri di kamar sambil membaca sejarah para Nabi. Terutama kisah-kisah Rasullulah yang membuatku semakin mantap menjadi seorang muslim.

BRAK! Tiba-tiba pintu kamar dibuka dengan suara keras. Aku menengok dan terlihat Mama masuk dengan membawa sebuah kotak yang cukup besar. Parasnya dingin dan sulit ditebak apa yang ada di pikirannya.

“Nduk, Mama mau tanya. Kamu harus menjawab dengan tegas!” katanya.

“Iya, Ma,” sahutku dengan suara hampir tak terdengar. Dalam hati aku bersorak karena akhirnya Mama mau berbicara lagi.

“Kamu sudah mantap mau masuk islam?” tanyanya lagi tanpa basa-basi.

“Mantap, Ma. Chicha rasa ini benar-benar panggilan Allah,” jawabku pelan tapi tegas.

“Okay, kalau begitu,” kata Mama lalu dia mengangsurkan kotak yang dibawanya ke tanganku.

Dengan terheran-heran, aku menerima kotak tersebut, “Apa ini, Ma?”

“Nggak usah banyak tanya. Kamu buka aja kotak itu sekarang juga.”

Dengan gerak perlahan, aku membuka kotak tersebut. Masya Allah! Ternyata isinya adalah Kitab Suci Al Quran, mukena, kerudung, buku-buku agama Islam yang lumayan tebalnya. Aku menatap Mama dengan pandangan bertanya.
Mama membalas menatapku dengan tajam, “Kalau kamu ingin menjadi Islam, be a good one!”

Mendengar perkatannya, aku menangis dan menghambur ke pelukan Mama. Mama memeluk aku seerat yang dia bisa. Tangisku makin menjadi-jadi dan membasahi baju Mama di bagian dada.
Setelah tangis mereda, Mama bertanya lagi, “Kamu sudah resmi masuk islam?”

“Chicha udah ngucapin dua kalimat syahadat, Ma.”

“Disaksikan oleh ustad atau Kyai?”

“Nggak sih, Ma. Chicha ngucapin sendiri aja.”

“Berarti kamu belum resmi masuk Islam. Besok Mama akan antar kamu ke Mesjid Al Azhar di Jalan Sisingamangaraja. Mama udah bikin janji dengan Kyai di sana untuk mengislamkan kamu.”

“Huhuhuhuhuhu…” Aku nggak sanggup untuk mengatakan apa-apa kecuali memeluk Mama lagi sambari menangis menggerung-gerung. Setelah perlakuan Mama yang mendiamkan aku selama tiga bulan, siapa sangka Mama akan bersikap begini akhirnya. Mamaku memang luar biasa.

Esok harinya, di Mesjid Al Azhar, aku resmi memeluk agama Islam di usia 16 tahun. Ah, bahagianya sulit dilukiskan. Setelah ritual mengucapkan dua kalimat syahadat berakhir, aku menarik Mama untuk menuju ke mobil dan kembali pulang ke rumah.

“Eh, tunggu dulu, Nduk. Sekarang kamu harus ikut Mama ke belakang.”
“Ke belakang mana, Ma?” tanyaku keheranan.

Ke SMA Al Azhar. Kamu harus pindah sekolah ke sana.”

“Loh? Kenapa harus pindah? Chicha udah betah sekolah di Tarakanita. Semua teman-teman Chicha ada di sana. Chicha nggak mau pindah.”

“Nduk! Denger kata Mama. Kalau kamu serius pindah ke Islam, kamu nggak boleh setengah-setengah.”

“Maksudnya gimana, Ma?”

“Tarakanita itu sekolah Kristen. Kalau kamu pindah Islam maka kamu harus bersekolah di sekolah Islam. Sekali lagi Mama bilang, kamu nggak boleh setengah-setengah. Ini peristiwa besar dan pilihan hidup kamu. Mama mau kamu total dalam menyikapi pilihan kamu sendiri.”

Lagi-lagi sikap Mama membuatku kagum bukan main. Sepertinya dia telah mempersiapkan semuanya dengan baik dan terencana.

“Mama kok bisa-bisanya punya pemikiran seperti ini?” tanyaku penasaran.

Mama menghela napas panjang lagi lau berucap, “Sejak kamu mengatakan mau masuk Islam, Mama sering berkonsultasi dengan teman Mama yang muslim. Mama minta pendapat dia dan dia banyak menasihati Mama soal ini.”

“Oh, pantes Mama sering pergi belakangan ini. Biasanya kan Mama selalu di rumah.”

“Iya, Cha. Mama butuh support dan teman Mama itu sangat membantu sehingga membuat Mama jauh lebih tenang.”

“Kalau boleh tau, teman Mama siapa namanya?” tanyaku lagi.

“Namanya Doktor Zakiah Darajat.”

“Itu temen Mama? Wah dia orang hebat di kalangan Islam, Ma.”
“Betul. Nama belakangnya mirip dengan Sunan Drajat, leluhur Papa kamu. Jadi setelah kamu resmi masuk Islam, rasanya kamu juga perlu berziarah ke makam beliau.”

Sekali lagi aku memeluk Mamaku. Jadi selama tiga bulan ini, dia mendiamkan anaknya bukan karena hendak mengacuhkan tapi beliau tidak tau harus bersikap bagaimana. Beliau hendak mencari penerangan pada apa yang terjadi pada anaknya. Sudah pastilah Mama kebingungan tapi akhirnya setelah mendapat pencerahan dari Doktor Zakiah Darajat, Mama sekarang malah mendukung pilihan anaknya. Pilihan anak yang berbeda dengan keyakinannya. Ah Mamaku memang luar biasa.

Dari lubuk hati yang paling dalam, sebenarnya aku hendak mengajak Mama untuk turut memeluk agama Islam. Tapi aku mengurungkan niat itu. Apa yang terjadi padaku pastilah sudah berat buat Mama. Bagaimana mungkin aku mampu mempengaruhinya sementara saudara-saudaranya banyak yang menjadi pendeta. Beban Mama sudah sangat berat. Semua butuh waktu. Kalau memang Allah SWT mengizinkan, apa yang untuk manusia pikir tidak mungkin pastinya akan terjadi jika Allah berkehendak.

Waktu berjalan tanpa pernah berhenti. Dengan hati tenteram, aku menjalani hidup sebagai perempuan muslim. Tahun 2002, Mama meninggal dunia. Tiga bulan sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir, beliau juga menjadi mualaf dan memeluk agama Islam. Alhamdulillah! Terima kasih, ya, Allah. Ah Mamaku memang luar biasa.

Selamat Hari Ibu buat semua perempuan hebat di Indonesia!

Kamis, 03 Januari 2019

Kiriman pa RW

Marwan Batubara Tulis Surat Terbuka yang Menohok Jokowi

*Arsip pengingat
http://www.swamedium.com/2017/07/05/marwan-batubara-tulis-surat-terbuka-yang-menohok-jokowi/

Jakarta, Swamedium.com — Keresahan yang dirasakan oleh Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara sudah membuncah menyaksikan pertikaian sosial akibat kesalahan memilih penguasa.

*Bahkan dia menengarai adanya kesengajaan dan rekayasa yang menghancurkan tatanan sosial dari bangsa yang agamis menjadi komunis.*

Keresahan itu, dia tuangkan dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada penguasa yang menduduki jabatan tertinggi di negeri ini.

*“Bangsa Agamis Menjadi Komunis”*

“Engkau yang rambut lurus belah tepi, topeng mu telah terbuka kini. Melukai kami di negeri yang kami warisi dari kakek nenek kami yang memerdekakan republik ini. Air mata ini kau buat berderai, rakyat kau buat bertikai, Islam kau cederai.

Mulanya kau terlihat soleh pergi umrah dan jadi imam jemaah. Blusukan bagai peduli rakyat yang susah. Kini kau tunjukkan kau lah sumber masalah.

Kau bela si penista agama. Memenjarakannya kau tak berdaya. Ketika 2,3 juta umat Islam mengetuk istana, kau menghilang entah kemana.

Keadilan tak kunjung tiba, lalu ketika 7,5 juta umat berdoa dari monas melebar ke bundaran hotel Indonesia, kau tiba tiba datang tanpa diminta. Berbicara lima menit tanpa solusi apa apa, sungguh sesak melihatnya.

Lalu komunis Cina kau bangkitkan kembali merajalela, bangsa yang besar ini kau jual ke Iran dan Cina. TNI Polri merazia Palu arit kau larang pula. TNI POLRI yang kami cintai kau adu domba dan kau patri Palu Arit di mata uang Indonesia.

Saat dunia berjuang membela Allepo Syria Kau malah abstain tak ikut serta. Kau bersekutu dengan Syiah Iran pembantai Syria. Kini cukup sudah negeri ini kau buat terjajah. Rasa mencekam nyata sudah, namun kau perlu tahu, kau bukan siapa siapa.

Ratusan juta umat telah mengetuk pintu langit

Sang Pemilik Alam Semesta yang Maha Melihat dan Maha Menyaksikan ketidakadilan ini.

Berbuatlah sesuka mu. Sesungguhnya segala sesuatu itu ada batasnya. Aku akan hadir dalam pertarungan itu Membela dua ratus juta rakyat yang kau buat pilu.” (*/ls)

Nama Indonesia

Benarkah nama negara kita INDONESIA diberi nama sesuai dgn akronim para WALI SONGO?

1. I   Ibrahim Malik (Sunan
        Gresik)
2. N  Nawai Macdhum (Sunan
         Bonang)
3. D  Dorojatun R Khosim
         (Sunan Drajat)
4. O  Oesman R Djafar Sodiq
         (Sunan Kudus)
5. N  Ngampel R Rahmat
         (Sunan Ampel)
6. E  Eka Syarif Hidayatullah
         (SunanGunungJati)
7. S   Syaid Umar (Sunan
          Muria)
8. I    Isyhaq Ainul Yaqin
         ( Sunan Giri)
9. A  Aburahman R Syahid
         (Sunan Kalijaga)

Jumlah huruf INDONESIA 9 sesuai dgn jumlah Wali/Alim Ulama dikala itu = WaliSongo atw 9 Wali.
laluuuuuu...

Pernahkah  Kita Menghitung Angka dari
Kata  "INDONESIA" ???

,
Akan di dapat Keajaiban  yang luar biasa,

Mari, Kita coba Hitung :
Abjad = Urutan Angka

I : 9
N : 14
D : 4
O : 15
N : 14
E : 5
S : 19
I : 9
A : 1

Dari Semua Angka, yang Muncul Hanya
Angka  "1-9-4-5", 

Tdk ada angka 2,3,6,7,8

Tentu ini Bukan Kebetulan...
Ini adalah Kehendak dan Karunia dari Tuhan YME

Mari Coba Kita Jumlahkan semua Angka dari
Kata "INDONESIA", jumlahnya "90",
Dalam AL QURÀN,
Surat ke-90 adalah
Surat Al-Balad,
yang Artinya "NEGERI"

Tentu ini Bukan Suatu
Kebetulan ini semua Karunia yang Luar Biasa dari Tuhan YME

Mungkin ini Juga Jawaban pada HADITS ROSULLULAH
yang Mengatakan       Bahwa                                                                                      akan ada Negeri di atas Awan Bernama
Samudra...
yang di-Kelilingi Air dan menghasilkan Banyak Ulama...
Ternyata Negeri itu adalah...
INDONESIA- Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur

Mari kita jadikan INDONESIA menjadi Negara yang bermartabat, berdaulat dan kita wujudkan Rohmatan lil 'alaamiin...

Bagikan kepada yang lain, agar menambah pengetahuan kita ....
☝🏻🇲🇨🇲🇨🤝🏻

Apakah ini hanya kebetulan???   Share agar bnyak Org indonesia yg tau.