Kamis, 31 Mei 2018

Deddy Sutomo Baru Saja Hembuskan Nafas Terakhirnya

Pernah Ngehits di Layar Kaca Generasi ’90an, Aktor Ini Baru Saja Hembuskan Nafas Terakhirnya

boombastis.com

May 31, 2018 10:04 AM

Tak hanya berhenti di era ’90an, kariernya terus mengudara hingga kini

Ngaku generasi ‘90an? Kalian pasti hafal betul dengan sosok satu ini. Ia merupakan aktor yang selalu menghiasi hari-hari kalian lewat aktingnya di layar kaca. Tak hanya opera sabun alias sinetron, ia juga menekuni film layar lebar yang kualitasnya enggak kalah dari produksi-produksi sineas tanah air kekinian.

Sudah bisa menebak siapa sosok yang dideskripsikan di atas? Ya, ia adalah Deddy Sutomo yang telah menjadi aktor senior pada era ini. Aktor kelahiran Jakarta, 26 Juni 1941 ini baru saja berpulang ke pelukan-Nya pagi tadi. Untuk mengenang sosok Deddy Sutomo, Boombastis.com akan menilik sepak terjangnya dari tahun ‘90an hingga kini di dunia perfilman Indonesia.

Deddy Sutomo Jaman Dulu [sumber gambar]

Mengawali karirnya lewat film berjudul Awan Jingga pada tahun 1970, nama Deddy Sutomo pun melambung di kalangan sineas tanah air lainnya. Ia pun menjadi salah satu aktor yang memainkan banyak film, seperti Reza Rahadian pada masa kini lah. Perannya pada film laga Panji Tengkorak pun menarik perhatian banyak orang. Selain itu, peran Pak Sukri dalam sinetron Rumah Masa Depan juga enggak kalah membuatnya menjadi aktor nomor satu kala itu. Kemampuan aktingnya pun tidak meluntur hingga tahun silih berganti. Bahkan, generasi di bawah ‘90an pun ikut mengenal seorang Deddy Sutomo.

Artis-artis Ikut Berduka [sumber gambar]Hal ini dikarenakan ia menjadi pemeran utama yang mencolok pada film Mencari Hilal pada tahun 2015. Aktingnya yang sudah tak diragukan lagi itu membuat dirinya membawa pulang penghargaan Aktor Utama Terbaik pada Festival Film Indonesia 2015. Ternyata, ia tak berhenti sampai di situ saja. Film-film terkenal seperti Tanda Tanya (?),The Raid 2: Berandal, serta Kartini pun turut mengikut sertakan dirinya menjadi salah satu karakternya. Tak ayal, jika berpulangnya Deddy Sutomo membuat banyak orang berduka. Salah satunya, Tio Pakusadewo—yang pernah beradu akting dalam film 2014bersamanya, serta Dian Sastrowardoyo, lawan mainnya di film Kartini.

Deddy Sutomo – Mencari Hilal [sumber gambar]Meskipun banyak kids zaman now yang mempertanyakan “siapa sih Deddy Sutomo?” jasa-jasanya di dunia perfilman Indonesia tak boleh dilupakan oleh mereka. Maka dari itu, lewat ulasan ini penulis berharap banyak orang yang semakin mengenal aktor dan aktris dari negeri sendiri, jangan hanya menggandrungi bintang-bintang Hollywoodatau idol-idol K-Pop saja, toh kualitas mereka dengan idola asli tanah air ini juga sebanding. Semoga dengan adanya berita duka ini, masyarakat Indonesia bisa mengantar Deddy Sutomo ke peristirahatan terakhirnya lewat apresiasi dari film-film yang pernah dimainkannya, itung-itung

Usung ABW-AHY, Istana Mati Gaye

Usung ABW-AHY, Istana Mati Gaye
BERITA TERKAIT Redjo Prahananda - Opini
Minggu, 27 Mei 2018
Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
Jokowi belum aman. Tidak saja elektabilitas, tapi juga tiket. Fahri Hamzah malah bilang: Jokowi tak akan dapat tiket. Boleh jadi. Prediksi Fahri bisa benar, bisa salah.
Jika PDIP dan Golkar tarik diri, Jokowi tak dapat tiket. Mana mungkin? Bisa saja. PDIP ingin Puan Maharani jadi cawapres. Istana keberatan. Alias menolak. Meski agak halus. Mana berani terang-terangan. Kalau PDIP ngotot, bisa jadi akan ada konflik yang mengakibatkan tarik dukungan ke Jokowi.
Golkar dikenal sebagai partai terlincah. Pertama, Manuvernya tak mudah dibaca arahnya, apalagi dikendalikan. Sangat dinamis. Partai tua yang mampu menjaga stabilitas konstituenya.
Kedua, banyak senior berpengalaman, matang dan berpengaruh. Dari pengaruh tangan para senior, peta bisa dirubah seketika. Tarik dukungan? Sangat terbuka.
Kurang kuatnya apa Akbar Tanjung dan Setya Novanto, tumbang di tangan para senior yang piawai merubah arah politik. PDIP dan Golkar, tak ada yang menjamin dukungannya ke Jokowi bertahan sampai akhir waktu pendaftaran ke KPU.
Apalagi, elektabilitas Jokowi tak terlalu menggembirakan, alias menghawatirkan. Begitu muncul tokoh yang kuat, dukungan bisa berbalik.
Selama lawannya Prabowo, istana boleh merasa aman. Tidak meremehkan, tapi kalkulasi survei memang demikian. Meski, semua tetap bisa berubah. Khusus Jokowi vs Prabowo,, harapan untuk berubah sangat kecil. Alias diragukan.
Jokowi tak aman, apalagi Prabowo. Prabowo juga tak aman. Baik elektabilitas, maupun kecukupan tiketnya. Sebab, Gerindra mesti koalisi kalau Prabowo mau tetap maju. Dengan siapa? Itulah masalahnya
Dengan PKS, Gerindra menolak Ahmad Heryawan (Aher). Prabowo-Aher, gak deal. Prabowo-Anis Matta? Belum jelas, karena belum ada penjajagan. Dengan PAN? Apalagi. Prabowo-Zulkifli Hasan nyaris tak terdengar suaranya. Dengan PKB? Prabowo-Muhaimin akan selalu dibayang-bayangi kardus duren.
Demo terhadap kasus ini sedang dimainkan. Dengan Demokrat? Prabowo-AHY tak dapat restu Sang Ayah. Sang Ayah, entah karena tak yakin pada Prabowo. Atau ada jejak masa lalu yang tak terlupakan, tak setuju Prabowo capres.
Jalan buntu mesti terurai kalau partai oposisi ingin berhenti puasa. Mesti sedikit melepaskan mindset kepartaian jika ingin menguasai istana. Caranya? Cari pasangan alternatif.
Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (ABW-AHY), bisa jadi pasangan ideal. Anies mewakili Gerindra-PKS-PAN. AHY mewakili Demokrat. Jumlah kursi Demokrat 61. Sedikit di bawah Gerindra, yaitu 73. Jadi, proporsional jika Demokrat dapat cawapresnya.
Anies punya narasi dan personifikasi yang relatif ideal. Kapasitas dan integritasnya diterima kelompok nasionalis dan religius. Abangan terima, ulama terima. Santri nerima, akademisi apalagi. Tapi yang paling menonjol dalam diri Anies adalah kemampuan konseptual dan oralnya
Ini jadi modal besar dalam komunikasi politik dan poin debat. Disamping dukungan luar negeri non-China. Ada yang seloroh, debat sama Anies, Jokowi bisa ditelan mentah-mentah. Sudah mulai banyak yang membandingkan pidato Anies dengan Jokowi. Dalam hal ini, memang publik menilai sangat kontras.
Sementara AHY adalah anak muda yang sedang bersinar. Ganteng, cerdas, dan santun. Secara psikologis, sangat digandrungi ibu-ibu dan para remaja. AHY itu milenial banget.
Jika Jokowi naik motor Cooper, berjaket ala anak muda, lalu berkeliling ke kampung-kampung. Besoknya, berita jadi heboh. Gambaran milenial Jokowi akan berakhir dan tamat jika AHY naik motor gede, lalu menyapa ibu-ibu dan anak-anak muda. Kelompok milenial akan tersapu bersih untuk AHY. Padahal jumlahnya hingga 40%.
Di sisi substansial konsep dan kinerja Jokowi dihadang oleh Anies. Dan di sisi pencitraan milenial, ditutup oleh AHY. Dua pintu branding Jokowi akan terhadang. Bagi istana, majunya pasangan ABW-AHY itu petaka.
Terlalu sempurna untuk bisa dilawan. Sempurna, karena pertama, pasangan ini akan mengkompromikan empat partai oposisi istana. Kedua, merepresentasikan semua kalangan.
Anies akademisi sipil, nasionalis-moderat dan dekat dengan para ulama. AHY militer, muda dan milenial banget. Ketiga, elektabilitas Anies dan AHY selalu berada di urutan 3-5 besar. Selain ada sosok Gatot Nurmantyo yang masih sibuk menyelesaikan masalah komunikasinya dengan Habib Rizieq.
Dari data tersebut, Anies-AHY tidak hanya solusi bagi kebuntuan koalisi, tapi juga pasangan yang bisa diharapkan untuk 2019 Ganti Presiden. Sebab, berhadapan dengan pasangan ABW-AHY, istana diprediksi bisa mati gaye.

Lanjutan Wali Songo

Hubungan erat ini nampak juga dalam bantuan militer yang diberikan oleh Khilafah Islamiyah. Dalam Bustanus Salatin karangan Nuruddin ar-Raniri disebutkan bahwa kesultanan Aceh telah menerima bantuan militer berupa senjata disertai instruktur yang mengajari cara pemakaiannya dari Khilafah Turki Utsmani (1300-1922)

Bernard Lewis (2004) menyebutkan bahwa pada tahun 1563 penguasa Muslim di Aceh mengirim seorang utusan ke Istanbul untuk meminta bantuan melawan Portugis. Dikirimlah 19 kapal perang dan sejumlah kapal lainnya pengangkut persenjataan dan persediaan; sekalipun hanya satu atau dua kapal yang tiba di Aceh

Tahun 1652 kesultanan Aceh mengirim utusan ke Khilafah Turki Utsmani untuk meminta bantuan meriam. Khilafah Turki Utsmani mengirim 500 orang pasukan orang Turki beserta sejumlah besar alat tembak (meriam) dan amunisi. Tahun 1567, Sultan Salim II mengirim sebuah armada ke Sumatera, meski armada itu lalu dialihkan ke Yaman. Bahkan Snouck Hourgroye menyatakan, “Di Kota Makkah inilah terletak jantung kehidupan agama kepulauan Nusantara, yang setiap detik selalu memompakan darah segar8 ke seluruh penduduk Muslimin di Indonesia.” Bahkan pada akhir abad 20, Konsul Turki di Batavia membagi-bagikan al-Quran atas nama Sultan Turki

Di Istambul juga dicetak tafsir al-Quran berbahasa melayu karangan Abdur Rauf Sinkili yang pada halaman depannya tertera “dicetak oleh Sultan Turki, raja seluruh orang Islam”. Sultan Turki juga memberikan beasiswa kepada empat orang anak keturunan Arab di Batavia untuk bersekolah di Turki

Pada masa itu, yang disebut-sebut Sultan Turki tidak lain adalah Khalifah, pemimpin Khilafah Utsmaniyah yang berpusat di Turki. Selain itu, Snouck Hurgrounye sebagaimana dikutip oleh Deliar Noer mengungkapkan bahwa rakyat kebanyakan pada umumnya di Indonesia, terutama mereka yang tinggal di pelosok-pelosok yang jauh di penjuru tanah air, melihat stambol (Istambul, kedudukan Khalifah Usmaniyah) masih senantiasa sebagai kedudukan seorang raja semua orang mukmin yang kekuasaannya mungkin agaknya untuk sementara berkurang oleh adanya kekuasaan orang-orang kafir, tetapi masih dan tetap [dipandang] sebagai raja dari segala raja di dunia. Mereka juga berpikir bahwa “sultan-sultan yang belum beragama mesti tunduk dan memberikan penghormatannya kepada khalifah.” Demikianlah, dapat dikatakan bahwa Islam berkembang di Indonesia dengan adanya hubungan dengan Khilafah Turki Utsmani

Dengan demikian, keterkaitan Nusantara sebagai bagian dari Khilafah, baik saat Khilafah Abbasiyah Mesir dan Khilafah Utsmaniyah telah nampak jelas pada pengangkatan Meurah Silu menjadi Sultan Malikussaleh di Kesultanan Samudra-Pasai Darussalam oleh Utusan Syarif Mekkah, dan pengangkatan Sultan Abdul Kadir dari Kesultanan Banten dan Sultan Agung dari Kesultanan Mataram oleh Syarif Mekkah

Dengan mengacu pada format sistem kehilafahan saat itu, Syarif Mekkah adalah Gubernur (wali) pada masa Khilafah Abbasiyah dan Khilafah Utsmaniyah untuk kawasan Hijaz. Jadi, wali yang berkedudukan di Mekkah bukan semata penganugerahan gelar melainkan pengukuhannya sebagai sultan. Sebab, sultan artinya penguasa. Karenanya, penganugerahan gelar sultan oleh wali lebih merupakan pengukuhan sebagai penguasa Islam. Sementara itu, kelihatan Aceh memiliki hubungan langsung dengan pusat khilafah Utsmaniyah di Turki

Kesimpulan

Jumlah dai yang diutus ini tidak hanya sembilan (Songo). Bahkan ada 6 angkatan yang dikirimkan, masing-masing jumlanya sekitar sembilan orang. (Versi lain mengatakan 7 bahkan 10 angkatan karena dilanjutkan oleh anak / keturunannya)

Para Wali ini datang dimulai dari Maulana Malik Ibrahim, asli Turki. Beliau ini ahli politik & irigasi, wafat di Gresik.
– Maulana Malik Ibrahim ini menjadi peletak dasar pendirian kesultanan di Jawa sekaligus mengembangkan pertanian di Nusantara.

– Seangkatan dengan beliau ada 2 wali dari Palestina yg berdakwah di Banten; salah satunya Maulana Hasanudin, beliau kakek Sultan Ageng Tirtayasa.

– Juga Sultan Aliyudin, beliau dari Palestina dan tinggal di Banten. Jadi masyarakat Banten punya hubungan darah & ideologi dg Palestina.

– Juga Syaikh Ja’far Shadiq & Syarif Hidayatullah; dikenal disini sebagai Sunan Kudus & Sunan Gunung Jati; mereka berdua dari Palestina.

– Maka jangan heran, Sunan Kudus mendirikan Kota dengan nama Kudus, mengambil nama Al-Quds (Jerusalem) & Masjid al-Aqsha di dalamnya.

(Sumber Muhammad Jazir, seorang budayawan & sejarawan Jawa , Pak Muhammad Jazir ini juga penasehat Sultan Hamengkubuwono X).

Adapun menurut Berita yang tertulis di dalam kitab Kanzul ‘Hum karya Ibnul Bathuthah, yang kemudiah dilanjutkan oleh Syekh Maulana Al Maghribi.

Sultan Muhammad I itu membentuk tim beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa dimulai pada tahun 1404. Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan ahli mengatur negara dari Turki.

Wali Songo Angkatan Ke-1, tahun 1404 M/808 H. Terdiri dari:

1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.
2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.
4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.
5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.
6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.
8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.
9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli ruqyah.

Wali Songo Angkatan ke-2, tahun 1436 M, terdiri dari :

1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Maulana Ishaq, asal Samarqand, Rusia Selatan
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Maulana Hasanuddin, asal Palestina
8. Maulana ‘Aliyuddin, asal Palestina
9. Syekh Subakir, asal Persia Iran.

Wali Songo Angkatan ke-3, 1463 M, terdiri dari:

1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim

Wali Songo Angkatan ke-4,1473 M, terdiri dari :

1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim

Wali Songo Angkatan ke-5,1478 M, terdiri dari :

1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Syaikh Siti Jenar, asal Persia, Iran
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatimu

Wali Songo Angkatan ke-6,1479 M, terdiri dari :

1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Tembayat, asal Pandanarang
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim

(adibahasan/warohmad/arrahmah.com)

sumber - republished by Halo Unik !

Wali Songo

Sejarah Lengkap Walisongo - siapa sebenarnya Walisongo itu ? Dari mana mereka berasal ?




Bisa dikatakan tak akan ada Islam di Indonesia tanpa peran khilafah. Orang sering mengatakan bahwa Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa disebarkan oleh Walisongo. Tapi tak banyak orang tahu, siapa sebenarnya Walisongo itu? Dari mana mereka berasal? Tidak mungkin to mereka tiba-tiba ada, seolah turun dari langit?

Dalam kitab Kanzul Hum yang ditulis oleh Ibnu Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada tahun 1404 M (808 H) mengirim surat kepada pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah yang isinya meminta dikirim sejumlah ulama yang memiliki kemampuan di berbagai bidang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa* .

Jadi, Walisongo sesungguhnya adalah para dai atau ulama yang diutus khalifah di masa Kekhilafahan Utsmani untuk menyebarkan Islam di Nusantara. Dan jumlahnya ternyata tidak hanya sembilan (Songo). Ada 6 angkatan yang masing-masing jumlahnya sekitar sembilan orang. Memang awalnya dimulai oleh angkatan I yang dipimpin oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim, asal Turki, pada tahun 1400 an. Ia yang ahli politik dan irigasi itu menjadi peletak dasar pendirian kesultanan di Jawa sekaligus mengembangkan pertanian di Nusantara. Seangkatan dengannya, ada dua wali dari Palestina yang berdakwah di Banten. Yaitu Maulana Hasanudin, kakek Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Aliudin. Jadi, masyarakat Banten sesungguhnya punya hubungan biologis dan ideologis dengan Palestina .

Lalu ada Syekh Ja’far Shadiq dan Syarif Hidayatullah yang di sini lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati. Keduanya juga berasal dari Palestina. Sunan Kudus mendirikan sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang kemudian disebut Kudus – berasal dari kata al Quds (Jerusalem) .

Dari para wali itulah kemudian Islam menyebar ke mana-mana hingga seperti yang kita lihat sekarang. Oleh karena itu, sungguh aneh kalau ada dari umat Islam sekarang yang menolak khilafah. Itu sama artinya ia menolak sejarahnya sendiri, padahal nenek moyangnya mengenal Islam tak lain dari para ulama yang diutus oleh para khalifah .

Islam masuk ke Indonesia pada abad 7M (abad 1H), jauh sebelum penjajah datang. Islam terus berkembang dan mempengaruhi situasi politik ketika itu. Berdirilah kesultanan-kesultanan Islam seperti di Sumatera setidaknya diwakili oleh institusi kesultanan Peureulak (didirikan pada 1 Muharram 225H atau 12 November tahun 839M), Samudera Pasai, Aceh Darussalam, Palembang; Ternate, Tidore dan Bacan di Maluku (Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440); Kesultanan Sambas, Pontianak, Banjar, Pasir, Bulungan, Tanjungpura, Mempawah, Sintang dan Kutai di Kalimantan .

Adapun kesultanan di Jawa antara lain: kesultanan Demak, Pajang, Cirebon dan Banten. Di Sulawesi, Islam diterapkan dalam institusi kerajaan Gowa dan Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu. Sementara di Nusa Tenggara penerapan Islam di sana dilaksanakan dalam institusi kesultanan Bima. Setelah Islam berkembang dan menjelma menjadi sebuah institusi maka hukum-hukum Islam diterapkan secara menyeluruh dan sistemik dalam kesultanan-kesultanan tersebut .

Periode Dakwah Walisongo

Kita sudah mengetahui bahwa mereka adalah Maulana Malik Ibrahim ahli tata pemerintahan negara dari Turki, Maulana Ishaq dari Samarqand yang dikenal dengan nama Syekh Awwalul Islam, Maulana Ahmad Jumadil Kubra dari Mesir, Maulana Muhammad al-Maghrabi dari Maroko, Maulana Malik Israil dari Turki, Maulana Hasanuddin dari Palestina, Maulana Aliyuddin dari Palestina, dan Syekh Subakir dari Persia. Sebelum ke tanah Jawa, umumnya mereka singgah dulu di Pasai. Adalah Sultan Zainal Abidin Bahiyan Syah penguasa Samudra Pasai antara tahun 1349-1406 M yang mengantar Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishaq ke Tanah Jawa .

Pada periode berikutnya, antara tahun 1421-1436 M datang tiga da’i ulama ke Jawa menggantikan da’i yang wafat. Mereka adalah Sayyid Ali Rahmatullah putra Syaikh Ibrahim dari Samarkand (yang dikenal dengan Ibrahim Asmarakandi) dari ibu Putri Raja Campa-Kamboja (Sunan Ampel), Sayyid Ja’far Shadiq dari Palestina (Sunan Kudus), dan Syarif Hidayatullah dari Palestina cucu Raja Siliwangi Pajajaran (Sunan Gunung Jati) .

Mulai tahun 1463M makin banyak da’i ulama keturunan Jawa yang menggantikan da’i yang wafat atau pindah tugas. Mereka adalah Raden Paku (Sunan Giri) putra Maulana Ishaq dengan Dewi Sekardadu, putri Prabu Menak Sembuyu, Raja Blambangan; Raden Said (Sunan Kalijaga) putra Adipati Wilatikta Bupati Tuban; Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang); dan Raden Qasim Dua (Sunan Drajad) putra Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati, putri Prabu Kertabumi Raja Majapahit .

Banyaknya gelar Raden yang berasal dari kata Rahadian yang berarti Tuanku di kalangan para wali, menunjukkan bahwa dakwah Islam sudah terbina dengan subur di kalangan elit penguasa Kerajaan Majapahit. Sehingga terbentuknya sebuah kesultanan tinggal tunggu waktu .

Hubungan tersebut juga nampak antara Aceh dengan Khilafah Utsmaniyah. Bernard Lewis menyebutkan bahwa pada tahun 1563M, penguasa Muslim di Aceh mengirim seorang utusan ke Istambul untuk meminta bantuan melawan Portugis sambil meyakinkan bahwa sejumlah raja di kawasan tersebut telah bersedia masuk agama Islam jika kekhalifahan Utsmaniyah mau menolong mereka .

Saat itu kekhalifahan Utsmaniyah sedang disibukkan dengan berbagai masalah yang mendesak, yaitu pengepungan Malta dan Szigetvar di Hungaria, dan kematian Sultan Sulaiman Agung. Setelah tertunda selama dua bulan, mereka akhirnya membentuk sebuah armada yang terdiri dari 19 kapal perang dan sejumlah kapal lainnya yang mengangkut persenjataan dan persediaan untuk membantu masyarakat Aceh yang terkepung .

Namun, sebagian besar kapal tersebut tidak pernah tiba di Aceh. Banyak dari kapal-kapal tersebut dialihkan untuk tugas yang lebih mendesak yaitu memulihkan dan memperluas kekuasaan Utsmaniyah di Yaman. Ada satu atau dua kapal yang tiba di Aceh. Kapal-kapal tersebut selain membawa pembuat senjata, penembak, dan teknisi juga membawa senjata dan peralatan perang lainnya, yang langsung digunakan oleh penguasa setempat untuk mengusir Portugis. Peristiwa ini dapat diketahui dalam berbagai arsip dokumen negara Turki .

Hubungan ini nampak pula dalam penganugerahan gelar-gelar kehormatan diantaranya Abdul Qadir dari Kesultanan Banten misalnya, tahun 1048 H (1638 M) dianugerahi gelar Sultan Abulmafakir Mahmud Abdul Kadir oleh Syarif Zaid, Syarif Mekkah saat itu. Demikian pula Pangeran Rangsang dari Kesultanan Mataram memperoleh gelar Sultan dari Syarif Mekah tahun 1051 H (1641 M ) dengan gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Matarami. Pada tahun 1638 M, sultan Abdul Kadir Banten berhasil mengirim utusan membawa misi menghadap syarif Zaid di Mekah .

Hasil misi ke Mekah ini sangat sukses, sehingga dapat dikatakan kesultanan Banten sejak awal memang meganggap dirinya sebagai kerajaan Islam, dan tentunya termasuk Dar al-Islam yang ada di bawah kepemimpinan Khalifah Turki Utsmani di Istanbul. Sultan Ageng Tirtayasa mendapat gelar sultan dari Syarif mekah .



Rabu, 30 Mei 2018

Sampai Muhammadiyah Saja Sindir Pedas Amien Rais

Sampai Muhammadiyah Saja Sindir Pedas Amien Rais

pojok satu

May 31, 2018 1:46 AM

net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Serangan dan kritik Amien Rais kepada Presiden Jokowi dinilai banyak pihak yang kelewat batas bahkan cenderung sporadis alias ngawur.

Tak heran, banyak pihak yang kemudian ‘membully’ mantan capres di Pilpres 2004 lalu itu.

Menanggapi pernyataan Amien, Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad pun angkat bicara. Menurutnya, apa yang disampaikan Amien itu tidak tepat.

Demikian disampaikan Dadang sebagaimana dilansir detik.com, Rabu (30/5/2018).

“Saya kira tidak etis, tidak bagus seperti itu,” ucapnya.

Dadang mengakui, segala sesuatu memang urusan Allah. Akan tetapi, apa yang diucapkan Amien terkait Jokowi itu seolah-olah sebuah kejadian yang sudah pasti.

Sebab, sambunganya, tak ada seorang pun di dunia ini yang mengetahui rencana dan rahasia Allah.

“Jangan seperti pasti. Kan segala sesuatu juga betul urusan Allah. Tapi tidak boleh dikatakan seperti itu,” terangnya.

Ia pun menjabarkan, dalam konteks ucapan Amien, Dadang tak melihat ada masalah.

“Kalau insyaallah (saja), kan (artinya) jika Allah berkehendak. Tapi siapa yang tahu Allah kan,” paparnya.

Dadang pun menyebut bahwa sebagai manusia, tak boleh berbicara yang menjadi rencana dan rahasia Allah.

“Kita tidak boleh kita bicara seolah pasti seperti itu, Allah melengserkan. Memangnya kita tahu?” jelas dia.

Di sisi lain, lanjut Dadang, agama manapun pasti mengajarkan umatnya memiliki kesantunan.

Sebagai warga negara, juga harus tetap menghormati presiden sebagai kepala negara.

“Walaupun beliau politisi, namun bagi kita, Muhammadiyah, tidak setuju dengan hal itu,” tegasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Amien Rais kembali melontarkan kritik teramat pedas kepada Jokowi.

Ia menyebut, Jokowi akan dilengserkan Allah dalam pidatonya di Rakornas PA 212 di Aula Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (29/5/2018).

Menurutnya, salah satu tanda bahwa pemimpin yang akan dilengserkan oleh Allah itu adalah kerap membuat blunder.

Hal itu dilakukannya sembari menunjuk foto Jokowi di dinding aula.

“Pemimpin yang akan dilengserkan Allah itu biasanya langkahnya dari salah ke keliru, dari keliru ke blunder, salah lagi dan seterusnya,” kata Amien.

Malah, dengan keyakinan super tinggi, Amien menyebut dirinya bakal mendapat bantuan dari malaikat.

“Saya yakin sekali, memang ini (menunjuk foto Jokowi-JK) insyaallah tangan malaikat yang mengatur ya,” ujar Amien.

ANDA SDG MENUJU KEMBALI KEPADA ALLAH SWT.

UMURMU..40,50 TAHUN..?
HATI HATI, ANDA SDG MENUJU KEMBALI KEPADA ALLAH SWT.

Firman Allah SWT : *"...Bukankah Kami telah memberimu umur sehingga kamu sempat mengingat bagi sesiapa yang mau mengingat?"* _(Fathir: 37)_
*"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun"* _(HR.Bukhari)_

Al-Khattabi berkata : *"Maknanya, orang yg Allah panjangkan umurnya hingga 40,50,60 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan. Karena usia 40,50,60 tahun merupakan usia yang dekat dgn kematian,* maka inilah kesempatan *untuk memperbanyak taubat, beribadah dgn khusyuk,* dan
*bersiap-siap bertemu Allah."* _(Tafsir alQurthubi)_

*Fudhail bin Iyadh berkata* kepada seseorang yang telah mencapai umur 40, 50, 60 tahun, Maka nasihat Fudhail kepadanya : *"Berarti  kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang dan hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus.."*

Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani *umur yang sudah mencapai 40,50,60 tahun* :

*JANGAN banyak BERGURAU dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.*

*JANGAN berlebih-lebihan, BERHIAS, BERSOLEK, dan BERPAKAIAN.*

*JANGANLAH BERLEBIH-LEBIHAN makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang diperlukan utk mendukung amal shalih.*

*JANGAN BERKAWAN dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.*

*JANGAN banyak berjalan dan MELANCONG ke sana sini tanpa MANFAATNYA yg dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.*

*JANGAN gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dg rasa sabar dan bersyukur.*

*PERBANYAK doa mengharap keridhaan Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.*

*TAMBAHKAN ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.*

*Siapkan WASIAT dan lakukan PEMBAGIAN harta segera*

*Kerap menjalin SILATURAHIM dan merekatkan hubungan yang renggang sebelumnya.*

*MINTA MAAF dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.*

*TINGKATKAN amal SOLEH terutama amal JARIYAH yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.*

*MAAFkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.*

*Bereskan segala HUTANG yang ada dan jangan buat HUTANG BARU walaupun untuk menolong orang lain.*

*Berhentilah dari semua MAKSIAT!*

*MATA, berhentilah memandang yg tidak halal bagimu*

*TANGAN, berhentilah dari meraih yg bukan hak mu*

*MULUT, berhentilah makan yg tidak baik dan yg tidak halal bagimu, berhentilah dari GHIBAH, FITNAH, dan berhentilah menyakiti hati orang lain*

*TELINGA, berhentilah mendengar hal-hal haram dan tak bermanfaat*

*Berbaik sangka lah kepada Allah atas segala sesuatu yg terjadi dan menimpa*

*Penuhi terus hati dan lisan kita dg istighfar & taubat utk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat dan setiap waktu.*

*Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda belum 50 tahun. karena...*
*KEMATIAN TIDAK MENGENAL UMUR.*

KH. Abdullah Gymnastiar
https://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar/posts/1605637172803183

*Bagus utk Kita bermuhasabah/introspeksi/Evaluasi DIRI*

BEDA antara ORANG ISLAM dengan ORANG BERIMAN

Menurut Prof. Dr. HAMKA
(H. Abdul Malik Karim Amarullah).

Jika ingin melihat ORANG ISLAM datanglah ke Masjid pada Iedul FITRI DAN IEDUL ADHA

Tetapi . . . .

Jika ingin melihat orang yang BERIMAN....
Datanglah ke Masjid di waktu SUBUH...

Itulah BEDA antara
ORANG ISLAM
dengan
ORANG BERIMAN...

SESUNGGUHNYA.....
SUBUH ITU HAKIKAT DIRI

□  Jika Subuhnya senantiasa
     dipelihara....
     Itu tanda akan Selamat
     dari neraka.

□  Jika Subuhnya tiada dia
     tinggal.....
     Allah melindunginya dari
     segala arah.

□  Jika Subuhnya didahului
     dengan Sunat....
     Pasti seluruh dunia beserta
     isinya, dia dapat.

□  Jika Subuhnya bergelap-gelap
     menuju Musholla.....
     Di kegelapan akhirat ia
     dapatkan cahaya.

□  Jika Subuh hingga awal Dhuha
     (Isyroq) berwirid pula......
     Mendapat pahala
     Umrah dan Haji sempurna.

Namun . . .

□  Jika Subuhnya tiada dijaga.
     Maka pada wajahnya tiada
     cahaya.

□  Jika Subuhnya sengaja
     terlupa.....
     Tanda Imannya tiada
     bernyawa....

□  Jika Subuhnya terasa
     berat.....
     Tanda munafiq sudah
     mendekat....

□  Jika Subuh tiada peduli....
     Tanda Iman menghampiri
     mati....

□  Jika Subuhnya tiada
     berjama’ah....
     Tanda hidupnya akan hilang
     barokah.

□  Jika Subuhnya tiada
     ke Masjid.....
     Tanda imannya ada penyakit.

□  Jika Subuhnya selalu
     terlewat....
     Tanda imannya semakin
     cacat....

□  Jika Subuhnya diakhir
     waktu.....
     Tanda iman semakin
     kelabu....

□  Jika Subuhnya hari sudah
     siang.....
     Tanda rezekinya sudah hilang...

□  Jika di waktu subuh masih
     mendengkur.....
     Tanda syaitan memeluknya
     dalam tidur.

- والله اعلم -

Tidak perlu dibagikan jika anda tidak butuh pahala dan kecintaan Allah Ta'ala....

Presiden Jokowi Akan Lantik Mantan Jubir Gus Dur Jadi Watimpres

Nasional

Presiden Jokowi Akan Lantik Mantan Jubir Gus Dur Jadi Watimpres

Fakhrizal Fakhri , Okezone  Rabu 30 Mei 2018 22:59 WIB

Katib 'Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (foto: Youtube)

A A A

1

TOTAL SHARE

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik mantan juru bicara (Jubir) Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya Cholil Staquf, menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Berdasarkan informasi dari sumber Okezone, Rabu (30/5/2018) malam. Pelantikan akan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis 31 Mei 2018, sekira pukul 10.00 WIB.

"Yahya Cholil Staquf (dilantik jadi Wantimpres Presiden)," ujar sumber tersebut.

10 Seleb dunia ini ikut tandatangani petisi untuk Presiden Joko Widodo

10 Seleb dunia ini ikut tandatangani petisi untuk Presiden Joko Widodo

brilio.net

May 27, 2018 3:45 PM

Lebih dari 90 selebritis menandatangani petisi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Petisi ini ternyata berisi permintaan kepada Presiden untuk mengakhiri atau melarang perdagangan daging anjing dan kucing di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, selain petisi, bahkan video untuk meminta dukungan khalayak umum juga dibuat agar petisi itu semakin penuh terisi. Seserius itulah mereka untuk mengakhirinya. Mereka sangat prihatin karena sudah melihat bukti bahwa banyak anjing yang kucing dibunuh secara brutal untuk kemudian dikonsumsi, belum lagi waspada terhadap bahaya rabies yang bisa ditimbulkannya.

Yang kamu belum tahu, ternyata bukan cuma selebritis Indonesia saja yang mendukung gerakan ini. Selain selebritis Indonesia, ternyata ada juga selebritis dunia yang menandatangani petisi ini, bahkan sebagian muncul juga di video kampanye.

Dikutip dari hsi.org, Minggu (27/5), inilah 10 selebritis dunia yang ikut menandatangani petisi untuk Presiden Joko Widodo.

1. Pierce Brosnan

Pierce Brosnan adalah aktor, produser film, dan aktivis asal Irlandia. Ia terkenal sebagai salah satu aktor franchise film James Bond.

2. Cameron Diaz

Cameron Diaz adalah aktris, produser, penulis, dan model fashion asal Amerika. Ia terkenal sebagai aktris yang membintangi film Charlie's Angels.

3. Ellen DeGeneres

Ellen DeGeneres adalah komedian, presenter televisi, aktris, penulis, dan produser asal Amerika. Acara televisinya yang populer sampai sekarang adalah The Ellen DeGeneres Show yang dimulai dari tahun 2003.

4. Simon Cowell

Simon Cowell adalah produser sekaligus juri acara reality show. Ia terkenal sebagai juri Pop Idol, X Factor, Britain's Got Talent, dan America's Got Talent yang berlidah tajam.

5. Leona Lewis

Leona Lewis adalah penyanyi, penulis lagu, dan aktivis kampanye kesejahteraan hewan berkebangsaan Inggris. Ia terkenal dengan lagunya yang berjudul "Bleeding Love".

6. Courtney Cox

Courtney Cox adalah aktris, produser, dan sutradara asal Amerika. Ia terkenal sebagai pemeran Monica Geller dalam sitkom Friends.

7. Brian May

Brian May adalah musisi, penulis lagu, dan fotografer berkebangsaan Inggris. Ia paling dikenal sebagai gitaris utama band rock, Queen.

8. Tyrese Gibson

Tyrese Gibson adalah aktor, penyanyi, penulis lagu, rapper, produser, dan penulis. Ia dikenal membintangi serial film Fast and the Furious dan Transformers.

9. Ricky Gervais

Ricky Gervais adalah stand-up comedian, aktor, penulis, produser, sutradara, dan penyanyi asal Inggris. Ia sudah banyak memenangkan penghargaan Golden Globe dan disebut Time 100 sebagai orang paling berpengaruh di dunia.

10. Moby

Richard Melville Hall (Moby) adalah musisi, DJ, produser rekaman, penyanyi, penulis lagu, dan aktivis hak-hak hewan. Ia banyak ikut menulis dan memproduksi rekaman musisi dunia seperti David Bowie, Daft Punk, Britney Spears, Guns n Roses, dll.

Laporkan masalah

112tak suka

BEDA tapi SAMA & SERUPA tapi TAK-SAMA

*Selamat Hari Lansia Nasional*

_*BEDA tapi SAMA & SERUPA tapi TAK-SAMA*_

_Orang yang Mencintai Kita hingga dia Menutup Mata ialah..._ _*IBU*_

_Orang yang Mencintai Kita dengan tiada Ekspresi Mata ialah..._ _*BAPAK*_

*IBU* : _Memperkenalkan Kita kepada Dunia._
*BAPAK* : _Memperkenalkan Dunia kepada Kita._

*IBU* : _Membawa Kita kepada Kehidupan._
*BAPAK* : _Membawa Kehidupan kepada Kita._

*IBU* : _Menjaga Kita supaya tidak Lapar._
*BAPAK* : _Membuat Kita tahu Makna Lapar._

*IBU* : _Memberi Kita Kasih Sayang._
*BAPAK* : _Memberi Kita Tanggung Jawab._

*IBU* : _Mengajar Kita supaya Tidak Terjatuh._
*BAPAK* : _Mengajari Kita Bangun bila Terjatuh._

*IBU* : _Mengajarkan Kita Berjalan._
*BAPAK* : _Mengajarkan Kita Jalan Hidup._

*IBU* : _Mengajar Kita melalui Pengalamannya._
*BAPAK* : _Mengajar Kita untuk mendapatkan Pengalaman._

*IBU* : _Memperkenalkan Ideologi._
*BAPAK* : _Memperkenalkan Realitas._

*KASIH IBU* _Diketahui Semenjak Kita Dilahirkan._
*KASIH BAPAK* _Diketahui Bila Dia Sudah Tiada._

Kasihilah *BAPAK* Anda.
Sayangilah *IBU* Anda.
_*Selama Mereka Masih Ada*_

_Rumah tidak akan Berseri tanpa Kehadiran *Anak*, tapi..._
_Rumah akan lebih Sunyi bila *IBU & BAPAK* sudah tiada..._

_ini sekadar Renungan Bersama buat Kita sebagai *ANAK* dan sebagai *IBU & BAPAK*  bagi Anak-anak Kita..._

Sebagai *Keluarga* kita harus...
*Saling mengingatkan,*
*Saling mengasihi bahkan*
*Saling mengampuni.*

*_Kita tidak bisa memilih / menentukan mau dilahirkan di Keluarga ini atau di Keluarga itu._*

*Tinggal bagaimana Perilaku kita...*
Memilih untuk...
*Bersyukur & Bahagia* atau
*Bersungut2 & Tidak Bersyukur* Sehingga  *Tidak Pernah Bahagia.*

   *F* _ATHER_
   *A* _ND_
   *M* _OTHER_
    *I*
   *L* _OVE_
   *Y* _OU_

👨👩👦👧
*RENUNGAN*
*Lebih baik menangis satu kali dihadapan orang tua semasa dia Hidup*

*Dari pada menangis 1000 kali  di atas Pusaranya*

Oleh sebab itu  sayangi dan berbaktilah kepada kedua orang tua kita

*" Selamat Hari LANSIA NASIONAL "*, 29 Mei 2018 🙏🙏